Bab 11 Generasi pertama

Sesampai dirumah utama keluarga, Rey dan Ara berjalan bersebelahan melewati puluhan pelayan yang menyambut mereka di pintu utama .

" Akhirnya kalian datang " ucap Mama yang berdiri di pintu utama bersama Papa .

" Maaf Ma menunggu lama dijalan macet " ucap Rey memeluk wanita kesayangan nya sekaligus Papa nya .

" Hei mengapa malu-malu perasaan di telfon kemarin tidak " tawa Papa menatap Ara yang hanya berdiri menunduk .

"kan baru pertama kali datang Pa " jawab Ara apa adanya .

" Uhhhh sini peluk Mama " ucap Mama Rey yang tidak hanya memeluk tapi juga mengecup kening Ara .

" Mama sudah makan ?" tanya Ara .

" Belum " jawab Mama dengan wajah lesu seolah benar-benar belum makan begitu melirik rantang makanan berukuran kecil yang dipegang Ara .

" Ayo makan ini Ara bawa makanan untuk Mama dan Papa " ucap Ara mengangkat rantang kecil yang dibawanya.

" Ayo " Ajak Papa dan Mama lebih semangat lagi merangkul Ara masuk kedalam rumah mereka .

" Bisa-bisa mereka lupa kalau Aku yang anaknya" ketus Rey berjalan bete kedalam rumahnya karena di tinggal sendirian di depan pintu tanpa di ajak masuk .

Rey berdiri terpaku menatap kedua orang tuanya yang sangat antusias sekali memakan masakan Ara , padahal itu hanya menu sederhana.

" Rey ayo sini makan " ucap Papa memanggil dan begitu Rey sampai dimeja makan langsung menyuapi Rey sesendok nasi .

Demi tuhan Rey menahan air mata dibalik wajah tegas penuh wibawa nya saat disuapi Papa nya setelah sekian tahun menjadi seorang anak yang sudah dewasa .

" Enak kan " tanya Papa makan dengan semangat tanpa menyadari senyum terpaksa Rey yang sedang berperang dengan hati nuraninya .

Mengapa setelah dewasa disuapi oleh seorang Ayah rasanya mahal sekali!.

" Rey Ayok ikut makan " ucap Mama yang lebih berselera lagi makan sampai nambah .

" I, iya Maa" jawab Rey segera mengambil nasi tidak ingin kelewat momen yang begitu langka terjadi dalam keluarga nya setelah Rey menginjak dewasa .

" Ara tidak makan sayang?" tanya Mama menatap Ara yang duduk disebelahnya sedari tadi hanya tersenyum menatap mereka yang sedang makan .

" Iya , Aaa" Ara mengangguk dan langsung membuka mulutnya.

Walaupun sejenak terdiam tapi akhirnya Mama menyuapi Ara yang mulutnya sudah terbuka itu .

" Papa pikir putri konglomerat ini tidak pernah masuk dapur " kekeh Papa melirik Ara yang makan disuapi istrinya dengan senyum simpul penuh makna .

Rasa masakan yang sangat khas membuat Papa tau dengan sendiri kalau Ara yang memasak .

" His apalah Papa ini , Aku anak biasa yang suka makan jadi setiap hari pasti masuk dapur " jawab Ara dengan simpel terus mengunyah makanan yang disuapi Mama Rey dengan begitu ikhlas sedari tadi .

" Udah kenyang ?" tanya Mama Rey mengelus kepala Ara setelah nasi di piring nya habis .

" belum " kekeh Ara yang memang kalau makan tidak bisa sedikit .

" Ini " kata Papa dengan spontan menyuapi Ara Karena di piring nya yang masih ada makanan.

Rey dan Mama nya saling tatap saat Papa mengangkat sendok berisi makanan hendak menyuapi Ara yang tidak mungkin diterima anak itu .

Ara berdiri dari duduknya lalu mencondongkan tubuhnya melewati Mama Rey yang duduk agar bisa menerima suapan itu .

" Ara Sayang " Dengan spontan Mama Rey memeluk Ara yang sangat pandai cara menghargai perasaan orang tua .

" Mama harum kayak Mommy Aku " ucap Ara bersandar manja dalam pelukan Mama Rey yang hangat pelukan nya sama seperti pelukan Mommy Ara .

Tulus dan penuh kasih Sayang !.

" Ara , jangan menangis nanti Daddy dan Mommy kamu juga pulang " hibur Papa Rey saat melihat Ara mulai sedih .

" Nak semenjak kamu menikah dengan Rey kami juga adalah orang tua kamu jadi jangan ragu untuk bermanja kami juga orang tua kamu " ucap Mama dengan hangat .

" Tapi kata orang kalian galak " kata Ara to the points ingat ucapan orang-orang apalagi pacar Rey yang sangat sulit mendapatkan restu .

" Hahahaha" tawa meledak kedua orang tua Rey mendengar penuturan Ara .

...........

Diperjalanan pulang .

" Papi pinjam jaket Aku dingin " pinta Ara sebelum Rey mulai menyetir .

" Kamu pikir Aku tidak dingin ?" pernyataan Rey menaikkan kaca mobil sampai keatas agar angin malam tidak masuk , namun walaupun memberikan pernyataan begitu dia tetap meminjamkan Ara jaketnya.

" ya kulit Papi kan setebal triplek jadi mana kerasa dingin " ucap Ara dengan jahatnya.

" Mulut Bocil " tegur Rey mencubit bibir Ara dengan gerakan cepat karena masih fokus menyetir di malam hari yang cukup menyita konsentrasi.

" Ihhh, Papi sakit" Rengek Ara mengelus bibirnya.

" Aku lebih sakit hati kamu bilang kulitku setebal triplek" ketus Rey menaikkan kecepatan mobilnya agar Ara takut .

" segitu doang sanggup nya ?" tanya Ara dengan santai bersandar nyaman ke sandaran kursi mobil jangankan takut gentar saja tidak .

Rey menancap full gas mobilnya saat lewat di jalanan cukup sepi lalu setelah beberapa saat menurunkan kecepatan mobilnya.

" Huftt, percuma Rey Baby mafia seperti nya tidak akan punya rasa ngeri apalagi takut " batin Rey geleng kepala menatap Ara yang duduk dengan santainya.

Benar-benar tidak takut mati!

" Ara apa kamu tau silsilah keluarga mu ?" Tanya Rey memilih mengajak gadis itu mengobrol barangkali nyambung .

Rey tau kalau Ara adalah putri konglomerat yang kehidupan mafia sudah mendarah daging dalam keluarga nya , tapi Rey juga tau dengan valid kalau Ara sama sekali tidak berkecimpung dalam dunia mafia .

Ara itu murni anak tunggal kaya raya yang hanya mewarisi seluruh kekayaan keluarga nya tanpa ikut campur dalam bisnis atau apapun yang dikelola oleh keluarga nya .

" Tau, Aku generasi penerus pertama yang berjenis kelamin perempuan dalam silsilah keluarga ku setelah satu abad terakhir " jawab Ara singkat yang membuat Rey langsung ngeri-ngeri sedap mendengarnya .

" Jadi dulu pernah ada pewaris tahta perempuan?" kaget Rey .

" Ada namanya queen Aliora" jawab Ara walaupun tidak tau sepenuhnya tapi Ara paham tentang silsilah keluarga nya yang memang dituliskan secara lengkap dalam sebuah buku khusus

" Lalu kamu sanggup menggantikan Daddy mu sebagai king Mafia nantinya?" tanya Rey dengan penuh kehati-hatian agar penasaran nya hilang, Karena selain putri tunggal konglomerat Ara juga adalah pewaris tunggal tahta kerajaan mafia yang sudah diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga nya.

" Haduh bisa hidup sampai sebesar ini saja sudah bersyukur Pi " suara Lesu Ara merujuk pada setiap peristiwa penculikan bahkan hampir dibunuh yang dia alami sejak kecil .

" Beneran Kamu bukan mafia?" tanya Rey memastikannya walaupun melihat tingkah nakal Ara saja sudah menjelaskan kalau gadis itu bukan mafia .

" terus kenapa kalau Aku Mafia? Papi takut ya " tawa meledak Ara menggoda Rey yang wajahnya terlihat tegang .

" Gimana nggak takut tinggal serumah sama mafia nanti kamu membunuh Aku disaat tertidur lelap " jawab Rey dengan jujurnya mengatakan pikiran horor nya.

" Semua orang pasti takut serumah sama mafia " Sambung Rey mengangkat bahunya dengan ngeri membayangkan karena mafia itu identik dengan psikopat .

" Nggak, buktinya Mommy mau tidur sama Daddy sampai mereka punya Aku " ucap Ara dengan polosnya tapi itu membuat pikiran Rey menembus cakrawala mendengar penuturan nya sebagai pria dewasa

Terpopuler

Comments

jen

jen

pingin tau kehebatan ara

2025-03-24

0

nhenhe

nhenhe

baby mafia Mao di lawan lo Rey
oh tidak bisa

2025-01-07

1

Uthie

Uthie

kocak 😂😂😂

2024-09-16

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!