Bab 18 dokumen perjanjian

" Ihhh, Papi orang lagi mandi juga " teriak Ara menahan pintu .

" Astaga Aku pikir sudah selesai tadi " ucap Rey segera pergi menuju ruang makan .

15 menit kemudian selesai mengganti baju Ara menghampiri Rey diruang makan .

" Aku pikir Papi udah makan duluan " ucap Ara begitu sampai .

" Tidak Aku menunggu kamu " ucap Rey menatap Ara dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

" Yaudah ayo makan " ucap Ara mengisi piring nya lalu juga mengisikan piring Rey .

" Bahagia sekali seperti kamu hari ini " ucap Rey menatap Ara sambil menguyah makanan nya .

Gadis itu kalau di pandang-pandang manis juga rupanya !

" Iya Pi, hari ini nilai ujian ku bagus " kata Ara bercerita dengan antusias bahkan mengatakan apapun yang dialami disekolah hari ini .

" Jadi seminggu kedepan kamu libur karena giliran adik kelas yang ujian ?" tanya Rey yang diangguki Ara .

" Sesuai perjanjian ya Pi" pernyataan Ara dengan wajah lebih ceria lagi .

" Perjanjian apa?" tanya Rey meneguk makanan yang di kunyah nya dengan sedikit susah .

" Haaa, kok Papi lupa sih . Kan kalau libur sekolah Aku mau ikut kemanapun Papi pergi " ucap Ara dengan lesu saat Rey malah lupa .

" Iya " ucap Rey tanpa mengajukan pengecualian seperti biasa .

" Aku janji cuma ikut di kegiatan lain kalau Papi pacaran Aku nggak ikut kok " ucap Ara meyakinkan.

" Aku sudah putus dengan nya" pernyataan Rey yang membuat Ara terkejut mendengar nya , tadi memang Ara melihat ada pacar Rey yang datang tapi Karena Ara sudah terlanjur berjanji dengan dirinya bahwa tidak akan mengganggu Rey pacaran lagi makanya dia tidak mengusik Hazeera lagi.

Rey sudah terlalu baik padanya jadi Ara merasa bersalah juga telah jahat pada pacar Rey .

" Loh kok putus bukannya Papi sangat mencintai pacar Papi dan kalian akan menikah ?" tanya Ara menatap Rey dengan serius .

" Cintaku sudah pudar begitu saja saat mengetahui wanita materialistis itu hanya memanfaatkan ku saja " pernyataan Rey dengan nada sendu .

" Jadi dia materialistis Pi?" tanya Ara dengan polos yang diangguki Rey .

" Wajar Mama tidak menyukainya" jawaban realistis Ara .

" Tapi dari mana Papi tau kalau dia matre?" tanya Ara merasa ucapan Rey tidak sah tanpa adanya bukti yang logis .

Rey menceritakan semua pada Ara bagaimana kronologi kejadian malam itu hingga Rey bisa tau semuanya.

" Sabar ya Pi , kadang sesuatu yang tidak baik untuk kita memang selalu cepat di tunjukkan tuhan lewat cara tak terduga " ucap Ara mengelus tangan Rey diatas meja .

" Papi jangan sedih mungkin ada yang lebih baik dari dia dan yang paling penting Papi sudah tau sifat aslinya sebelum kalian memutuskan untuk menikah " Rey menatap dengan kagum sampai hatinya bergetar saat kata-kata itu keluar dari mulut Ara tanpa Rey prediksi.

Ternyata ada sisi lain dari gadis nakal itu yang sangat menakjubkan!.

" Aku tidak sedih hanya kecewa" ucap Rey saling tatap dengan Ara .

" Makanya kalau orang tua itu ngomong di dengerin ini malah ngelawan " ucap Ara menjitak kepala Rey tiba-tiba di tengah obrolan serius mereka .

" Ara" teriak Rey mengejar gadis sialan itu yang sudah berlari menaiki tangga.

" Sini kamu " ucap Rey mengejar sampai kekamar .

" Am, ampun Papi " ucap Ara terus berlari kesana kemari tak ingin Rey mendapatkan nya.

" Ara kamu benar-benar ingin Aku hukum " ucap Rey merasa kewalahan mengejar gadis nakal yang berlari lincah sekali .

" Papi ampun " ucap Ara yang sudah keringatan itu menghempaskan tubuhnya diatas sofa .

" Dapat, mau lari kemana kamu ?" ucap Rey puas sekali menindih gadis itu diatas sofa .

" Capek, Ara nggak bakal lari lagi " ucap Ara menatap Rey yang kini menindihnya.

" Dasar gadis nakal berani sekali menjitak kepala ku" omel Rey menatap Ara tajam .

" Ya habis muka Papi sedih amat Ara kan jadi kasihan " ucap Ara tanpa dosa .

" Jadi setelah kamu jitak muka Aku ceria gitu?" tanya Rey yang benar-benar mengunci tubuh Ara dibawahnya sampai bergerak pun tak bisa .

" Marah sama galak " tawa meledak Ara menjulurkan lidahnya pada Rey yang kini berada diatasnya.

Muach .

tanpa terduga Rey mengecup lidah Ara yang mencibir itu dan setengah mati menahan hasratnya untuk tidak mencium Ara .

" Ara " Rey mengecup pipi Ara untuk pertama kalinya setelah mereka menikah dan terakhir mengecup kening Ara untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya di saat mereka selesai akad .

" Ihhhh, Papi kok kecup-kecup Aku sih " ucap Ara komplen dengan ekspresi tidak terima.

" Kenapa ? Tidak boleh Aku mengecup istriku?" tanya Rey beruntun.

" Ehhh ngomong yang sopan Aku masih single " ucap Ara mempelototi Rey .

Rey bangkit lalu mengangkat Ara dan melemparkannya keatas ranjang king size milik nya hingga tubuh kecil Ara seperti bola yang mengenai permukaan empuk.

" Apa ini?" tanya Rey pada Ara mengambil buku nikah mereka di laci lalu menunjukkan pada Ara

" Buku nikah" ucap Ara membaca tulisan di cover buku itu.

" Baca ini " ucap Rey menunjukkan halaman dimana terdapat pas foto nya bersama Ara .

" Reynolds Ferdinand menikahi Ara dengan mahar," belum selesai Ara membaca Rey sudah menutup buku itu

" Jadi masih merasa single sekarang?" tanya Rey tanpa ekspresi.

" Iya" jawab Ara terkekeh .

" Apa harus Aku tanam benihku di rahim ini agar kamu tidak merasa single lagi " ucap Rey dengan vulgar .

" Ihhhh, apain sih Papi kan kita hanya menikah kontrak " ucap Ara .

" Kontrak ? Berapa bayaran nya?" tanya Rey seperti orang tidak mengerti tapi dari ekspresi wajahnya dia paham apa yang Ara maksud.

" Ma, maksud Ara perjanjian" ucap Ara meralat ucapannya.

" Aku belum menandatangani perjanjian itu " ucap Rey dengan valid .

" Ya makanya tanda tangan dokumennya sudah selesai Ara aja udah tanda tangan " ucap Ara dengan jujur mata polosnya benar-benar menggambarkan tanpa ada rasa takut atau terpaksa dia menandatangani perjanjian itu.

" nanti Ara antar keruang kerja Papi " ucap Ara kembali berjalan dan masuk keruang ganti .

..........

Rey dengan segala beban pikiran nya duduk sendirian di ruang kerja merenungi semuanya sebelum membuat keputusan.

Tok

Tok

" Papi " suara kecil Ara namun terdengar menggoda di telinga Rey.

" masuklah" ucap Rey .

Ara berjalan pelan memasuki ruangan Rey dengan tangan kebelakang.

" ada apa?" tanya Rey .

" Ini dokumen perjanjian nya Papi " ucap Ara meletakkan secarik kertas di atas meja Rey yang sebelumnya dia sembunyikan dibelakang nya .

Rey menatap tanpa ekspresi secarik kertas dihadapan nya dan menatap Ara yang berdiri di sebelah dia duduk .

" Isi perjanjiannya dikertas itu sesuai kok sama yang kita sepakati bersama" ucap Ara lagi yang memang membuat surat itu sendiri dengan tulisan tangan .

" Enggak " tegas Rey , berminat sekali gadis itu bercerai dengan nya sampai mau membuat surat tulisan tangan tanpa diketik.

" Lohh kok Papi nggak mau tanda tangan bukannya kemarin kita udah sepakat" ucap Ara menatap Rey kesal

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Wkwkwwk Rey berubah pikiran tuh,Selalu begitu..Saat tau sang kekasih selingkuh atau gak bener,Baru Sadar punya istri,Kalo gak ketahuan pasti masih memilih sang kekasih dari san isteri..kan biasanya cerita novel gitu..

2024-11-14

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Baru sekarang sadar punya isteri? kemaren2 kemana aja? Malah sibuk pacaran..saat isteri di dekatin pria lain malah marah2..

2024-11-14

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Hanya dlm novel ada seorang isteri yg begitu santuynya menesehati Suami saat galau tentang pacarnya..wkwkwkwk

2024-11-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!