Bab 12 dibalik Ara yang nakal

Setelah lama saling diam Ara kembali merengek pada Rey begitu mereka lewat di persimpangan jalan.

" Papi mau jajan " ucap Ara menunjuk sekelompok orang yang berjualan di pinggir jalan seperti nya makanan nya enak-enak.

" Papi " Ara meronta-ronta ditempat duduk nya saat Rey bukannya berhenti malam menyetir mobil semakin kencang.

" Tidak boleh " ucap Rey melarang dengan tegas Ara jajan makanan di pinggir jalan .

" Papi berhenti " ucap Ara memegang tangan Rey agar berhenti menyetir .

" Ara kamu benar-benar ya " emosi Rey meminggirkan mobilnya yang jadi berjalan tidak tentu arah karena Ara memegang tangannya.

" Mau jajan " ucap Rey menatap mata Rey yang sudah emosian itu .

" Tidak , sudah Aku bilang tidak jangan melawan " tegas Rey menatap Ara yang sudah dimarahi sekalipun tetap keras kepala .

" Jajan pake duit Ara aja kalau Papi nggak mau bayar " ucap Ara benar-benar ingin sekali jajan .

" Bukan masalah uang Ara tapi jajanan pinggir jalan itu tidak sehat " pernyataan Rey tanpa alasan yang jelas .

" Sehat Aku sering jajan pinggir jalan " ucap Ara meyakinkan.

" Tidak " tegas Rey benar-benar tidak mengizinkan Ara lalu kembali menjalankan mobil nya.

" Papi jahat " ucap Ara menaikkan kedua kakinya keatas kursi mobil lalu memeluk lututnya dengan perasaan sedih .

" Terserah kamu mau bilang Aku jahat yang jelas niat Aku baik supaya kamu tidak sakit jajan sembarangan" tegas Rey tetap memegang prinsip nya .

Tak berapa lama Rey kembali memberhentikan mobilnya di halaman minimarket iba juga melihat Ara yang sudah menangis karena ingin jajan .

" Belilah apapun yang kamu mau didalam " ucap Rey menatap Ara yang menangis memeluk lututnya sampai semua rambut menutupi wajahnya.

" Papi Aku mau jajan di tempat tadi , hiks " ucap Ara yang benar-benar ingin sejak lama bisa mencoba jajanan pinggir jalan yang sangat menggugah selera .

" Kamu itu memang tidak ada dewasa nya , sama sekali tidak paham apa yang orang katakan " ucap Rey memutar kembali mobilnya menuju persimpangan jalan merasa tidak nyaman saat Ara terus menangis .

Ara menahan air matanya sampai tubuhnya bergetar mendengar ucapan Rey .

" pergilah beli apapun yang kamu inginkan tapi kalau sakit jangan mengeluh apalagi menangis " tegas Rey mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet nya.

" Pergilah" ucap Rey lagi menatap Ara yang sedari tadi hanya diam dengan tatapan kosongnya.

" Katanya mau jajan cepatlah Aku tunggu " ucap Rey lagi saat Ara sama sekali tak bergeming.

" Pergilah, hei " ucap Rey akhirnya menyentuh bahu Ara saat merasa khawatir melihat tatapan Ara yang sepertinya kosong sekali .

" Ara " Rey dengan spontan memeluk Ara yang tiba-tiba menangis terisak setelah lama terdiam .

" Kamu kenapa ? Maaf kalau ucapan ku menyakiti perasaan Kamu" ucap Rey dengan spontan mengelus punggung Ara dengan perasaan bersalah .

Ucapan nya terlalu keras pada Ara tanpa dia sadari.

" Ara tenanglah " ucap Rey menenangkan Ara yang tangisnya keras sekali .

" Ara mau mati aja " ucap Ara berurai air mata tak sanggup lagi rasanya hidup dalam tekanan yang begitu mengekangnya tanpa sedikit kebebasan bahkan hidup sesuai keinginan saja tidak bisa .

" Ara kamu bilang apa sih, nggak boleh " ucap Rey melepas sabuk pengamannya dan memeluk Ara dengan tulus merasa hatinya bergetar mendengar penuturan Ara yang ingin mengakhiri hidupnya.

" Ara capek Pi hidup seperti ini, sudah sedari kecil hidup terkurung seperti burung didalam sangkar bahkan Ara tidak bisa hidup sesuai keinginannya Ara jadi untuk apa Ara hidup " ucap Ara yang benar-benar sudah muak dengan keadaan sampai hal sederhana saja tidak bisa Ara dapatkan.

" Semua orang meminta Ara dewasa dan mengerti tapi mereka sama sekali tidak memberikan ruang untuk itu lalu menyalahkan Ara jika tidak mau menurut tanpa mengerti perasaan Ara " teriak Ara benar-benar mengeluarkan semua isi hatinya yang selama ini dia tahan .

" Ara juga ingin hidup diatas pilihan dan keinginan Ara sendiri seperti orang-orang diluar sana " tangis Ara sampai terisak dengan tubuh bergetar benar-benar sudah merasa menyerah dengan kehidupan.

Selama ini Ara mencoba berdamai dengan keadaan tapi hari ini rasanya sudah ingin menyerah saking tidak kuatnya .

" hiks Ara capek " tangis Ara sampai Rey terdiam membeku mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut Ara .

Rupanya Ara nakal dan kadang jahat sekali memang karena perlakuan yang dia dapatkan selama ini .

" Ara ma,,,"

"Ara cukup " ucap Rey yang tidak tahan lagi mendengar setiap ucapan pedih yang keluar dari mulut Ara .

" Aku berjanji akan memberikan kamu kebebasan " janji Rey yang benar-benar tidak sanggup membayangkan seperti apa tersiksanya jadi Ara selama ini .

" Daddy juga selalu menjanjikan hal itu sejak dulu namun kenyataannya aku," Air mata Ara kembali berjatuhan bahkan mungkin jika bisa memilih Ara lebih memilih terlahir sebagai anak orang miskin yang tidak punya apa-apa.

" Aku suami kamu dan Daddy sudah memberikan saratus persen tanggung jawab terhadap kamu padaku jadi hidup kamu itu tergantung Aku " pernyataan Rey .

" Sebagai seorang suami Aku berjanji akan memberikan kamu kebebasan asal jangan melampaui batas " ucap Rey yang benar-benar tulus ingin membantu Ara yang sudah mulai frustasi dengan kehidupan nya .

" Benarkah" kata Ara menatap Rey penuh harap dan merasa punya semangat baru saat Rey mengangguk menautkan jari mereka pertanda akan memenuhi janji .

" Sudah jangan sedih lagi ya ? Pergilah jika kamu ingin membeli jajanan itu" ucap Rey memberikan sejumlah uang ke tangan Ara .

" Temani boleh ?" tanya Ara belum mengambil uang yang Rey berikan .

" Hummmm, baiklah" ucap Rey turun dari mobil bersama Ara lalu berjalan beriringan.

" Aku ingin membeli sosis bakar Pi " ucap Ara menunjuk begitu mereka lewat .

Rey meminta sepuluh tusuk sosis bakar lalu berdiri bersama Ara menatap penjual yang tengah menyajikan .

Rey merangkul Ara kedekatannya saat beberapa orang lewat kedekat mereka , Rey hanya waspada tak ingin Ara celaka.

" Sabar " tegur Rey memegang tangan Ara yang akan langsung melahap sosis yang baru diberikan penjualnya.

" Berapa?" Rey membayar jajan yang Ara beli lalu mengajaknya berjalan lagi .

" Terimakasih Papi Aku sangat bahagia " ucap Ara dengan spontan mengecup pipi Rey sebagai bentuk terimakasih karena sudah mau memenuhi keinginan sederhana Ara yang sangat sulit terwujud .

" I, iya" ucap Rey menatap Ara yang kini berlari ketempat orang jualan gulali dengan perasaan tak menentu .

" 3 Om " kata Ara memesan .

" 1 Ara nanti kamu sakit gigi " ucap Rey kali ini melarang dengan alasan logis .

" ya sudah 2" kata Ara nego .

" kamu benar-benar ya" ucap Rey tapi walaupun begitu tetap membayar gulali yang Ara ambil .

" Sudah ya " ucap Rey

" satu lagi boleh ya Pi " mohon Ara yang diangguki Rey .

" Mau beli itu " tunjuk Ara pada penjual petasan .

" Hehhh, ngelunjak ya kamu Ayo kita pulang " ucap Rey menggenggam tangan Ara yang malah tertawa itu menuju mobil .

Terpopuler

Comments

jen

jen

tp ga adamusuh gtu?

2025-03-24

0

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

gpp ngelunjak juga pii kan memanfaatkan kesempatan 😂😂😂

2024-12-18

1

C a l l i s t o ®

C a l l i s t o ®

Thor aku penasaran Rey umur brp si? 25an gt kah?

2024-11-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!