Bab 16 Galau brutal

" Ihhh, nenek sihir itu kurus sekali nafasku sampai sesak memakai baju ukuran nya" ucap Ara lalu tertawa keras saat dia tidak lagi menahan nafas perut nya langsung membuat baju itu meletus di bagian depan sedikit .

" Papi apaan sih hadiah sebagus ini malah dibuang " ucap Ara kembali berdiri di dekat tong sampah mengambil semua paper bag yang tadi Rey buang .

Bukannya ingin mengambil apalagi memakai tapi Ara penasaran dengan isinya.

" Ara buang " teriak Rey yang duduk diranjang itu berteriak tiba-tiba setelah berhenti melek melihat tubuh Ara yang sama sekali tidak dia sangka akan molek mengalahkan tubuh Hazeera.

Setelah melihat dan rasa penasaran nya hilang Ara kembali membuang semua barang itu kedalam tong sampah dan tidak berniat juga untuk mengambil walaupun itu barang-barang mewah .

" Haaaa, Papi berantem ya sama pacar Papi " goda Ara menghampiri Rey yang berbaring itu lalu duduk di tepi ranjang.

" Ara ganti baju kamu itu " otak Rey benar-benar tak bisa dikondisikan sampai perasaan galau yang sedang dia rasakan tak cukup untuk membendung hasrat nya yang mendadak naik melihat Ara memakai baju seminim itu hingga mencetak seluruh bentuk tubuhnya yang begitu menantang .

" Ara ganti " teriak Rey sekali lagi berdiri dan menyeret tangan Ara keluar ganti .

" Ihhh siapa juga yang mau pake lama-lama yang ada sesak nafas " ketus Ara masuk keruang ganti merasa kesal saat Rey malah marah padahal Ara hanya memakai baju yang sudah dia buang.

Pikiran Ara hanya sebatas itu .

" Papi " Teriak Ara dari dalam ruang ganti .

" Apa lagi " kata Rey dengan moodnya yang sangat jelek , rasanya galau tapi dia punya istri kecil yang sangat cerewet .

" Bajunya nggak mau lepas" rengek Ara menghampiri Rey yang berdiri di ambang pintu ruang ganti .

" Sudah tau tidak mau malah di pake " omel Rey membantu melepaskan baju itu dari tubuh Ara dengan cepat karena sudah terlihat sesak nafas .

" Ihhh, pacar Papi aja yang kurus nya udah kayak tripleks" ucap Ara bernafas lega .

Rey menatap tubuh Ara dengan pikiran yang berperang melawan kata hati atau logika nya.

Plakkk

Ara menampar tangan Rey yang mencubit perutnya dengan main-main.

" Berlemak " gemas Rey yang kini menuruti logikanya.

" Ihhh dasar Om-om gatal " teriak Ara mendorong Rey keluar ruang ganti lalu memakai kembali baju yang lebih dalam karena tadi sebelum mencoba dress itu Ara hanya memakai hot pans dengan atasan crop top sehingga perutnya jadi kelihatan.

...........

Malam harinya Rey duduk sendirian di balkon kamarnya menatap langit malam yang bertabur bintang sambil meneguk wine dengan segala beban pikiran nya .

Sungguh Rey tidak menyangka Hazeera ternyata selama ini adalah wanita materialistis yang memanfaatkan Rey .

Rey adalah tipe orang yang tidak akan mempermasalahkan soal uang jika itu untuk wanita yang dia cintai tapi bukan berarti hatinya tidak perih mengetahui kenyataan bahwa Hazeera selama ini memanfaatkan nya .

Dan yang paling tidak bisa Rey maafkan adalah soal Mama nya yang begitu Hazeera benci ,sehingga Rey punya jawaban mengapa keluarga nya tidak pernah merestui hubungan nya dengan Hazeera walaupun dia adalah wanita baik-baik .

Hazeera adalah wanita materialistis yang membuat keluarga Rey tidak menyukainya dan Rey selama ini tidak menyadari hal ini karena hanya menganggap memberikan semua yang Hazeera inginkan adalah tanggung jawab nya untuk membahagiakan wanita yang dia cintai .

" Papi, Papi, Papi , buka " ucap Ara yang berdiri dekat pintu kaca terus mengetuk .

" Huftt" Rey menarik nafas kasar , dia sedang galau brutal tapi gadis itu berisik sekali .

" ada apa?" tanya Rey berdiri menghampiri tapi tidak membuka pintu kaca itu .

" Buka Pi Aku juga mau liat bulan " ucap Ara dengan semangat baru menyadari kalau ada pintu balkon di kamar utama Ara pikir itu hanya jendela karena selalu tertutup tirai .

" Jangan menggangguku " ketus Rey kembali duduk disofa tanpa membuka pintu sekaligus menyembunyikan botol wine nya kebawah meja tak ingin Ara tau kalau dia sedang minum .

" Papi , Yahh" lesu Ara begitu heran dengan Rey yang entah kenapa berubah tidak jelas sekarang.

" Apa Papi sedang marahan ya sama pacarnya?" batin Ara bertanya-tanya sambil terus menuruni tangga menuju halaman depan .

" Ara mau kemana?" teriak Rey dari pagar balkon dengan suara begitu keras sampai seiisi rumah mendengarnya begitu melihat Ara berjalan ke halaman depan padahal sudah malam .

" Ambil paket " teriak Ara balik .

" Ara berhenti disitu " tegas Rey yang sama sekali tidak mau mengambil resiko jika Ara sampai keluar gerbang walaupun ada banyak bodyguard yang mengawal disana .

" Apa kamu tuli " marah Rey berlari mengejar Ara yang terus berjalan dan hampir sampai di depan gerbang .

" Aku cuma ambil paket Pi " jawab Ara menatap Rey yang malah marah-marah padanya .

" Paket apaan malam-malam begini " ucap Rey memegang tangan Ara dan kembali membawanya masuk .

" Masuk " ucap Rey saat Ara tidak mau berjalan lagi .

" Aku mau ambil paket Pi" rengek Ara .

" Paket apa? Suruh saja bodyguard yang ambil " ucap Rey dengan nada bicara meninggi .

" Paket dari Bodyguard Aku" ucap Ara yang benar-benar ingin mengambil bahkan melawan pada Rey lalu berlari membuka sendiri gerbang sedikit dan mengambil kotak yang diulurkan seseorang dari balik pagar .

" Apa itu ?" tanya Rey yang masih berdiri ditempat yang sama menatap kotak yang Ara pegang .

" Kepo " ucap Ara yang masih kesal dengan Rey yang entah kenapa marah-marah saja kerjaan nya sejak pulang tadi .

" Aku bilang apa ?" tanya Rey dengan geram mengambil kotak itu membukanya dengan cepat .

" Gadis sialan " rutuk Rey langsung buang muka melihat isi kotak itu .

" Puas , makanya jadi orang jangan kepo " ucap Ara merebut kotak berukuran sedang nya lalu kembali masuk kedalam rumah .

" Apa-apaan Kamu beli dalaman suruh bodyguard benar-benar tidak malu " ucap Rey berjalan mengimbangi langkah Ara dengan sedikit lemas mungkin efek alkohol yang dia minum barusan karena sudah terlalu banyak .

" Kenapa malu ?" tanya Ara dengan polosnya.

" Masih bertanya kenapa, ini berang-berang pribadi namanya Ara" ucap Rey begitu sampai di dalam kamar .

" Ya terus kenapa malu , kalau diliat mereka memakai baru malu Papi kalau cuma begini doang di pasar banyak di gantung pula " ucap Ara memegang bra nya memperlihatkan pada Rey .

" Ihhh lucu " ucap Ara dengan gemas memegang boneka berbentuk bra yang sangat lucu .

" Ara " teriak Rey begitu frustasi sampai mengacak rambut nya melihat tingkah gadis polos yang sama sekali tidak mengerti apa yang sedang Rey pikirkan sebagai pria dewasa menatap barang-barang seperti itu.

Terpopuler

Comments

🍁🅐🅝🅖🅔🅛🅐❣️

🍁🅐🅝🅖🅔🅛🅐❣️

hhhhhh yang sabarrr om 😂😂😂😂

2024-12-18

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Mana novel yg ku baca Kalo yg pacaran dengan seorang model ya emang utk di manpaatin lah,Cowok nya di jadiin ATM berjalan,Sesangkan dia selingkuhan dengan cowok lain lagi..Kalian aja yg Bego,Segitu Cintanya sampai menutup mata menutup telinga dgn apa yg terjadi di luar sana..

2024-11-14

2

Elisia Arshavin

Elisia Arshavin

😀🫣😀🫣😀🫣😂😂😂😂

2024-10-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!