Bab 14 pembalasan

Rey kembali masuk kedalam rumah sambil memijit pelipis nya merasa pusing mendengar setiap ucapan Hazeera yang tidak ada ujungnya.

Ceklek .

" Terus yang ini gimana cara buatnya Om" kata Ara lagi yang tengah duduk berdua saja di dalam kamar bersama seorang bodyguard tampan yang usianya lebih muda dari Rey .

" Ara kamu berani membawa seorang pria masuk kekamar ?" kata Ray dengan nada suara begitu keras bahkan terdengar emosian.

Ara yang duduk di karpet menoleh sejenak lalu kembali menatap bukunya tapi bodyguard itu sudah berdiri karena takut dengan Rey .

" Om duduk saja disini kalau dia memecat mu Aku yang akan bertanggung jawab" ucap Ara memegang tangan bodyguard agar jangan pergi bahkan merengek seperti pada pacarnya saja agar jangan di tinggal.

" Om bisa bekerja dirumah ku " ucap Ara yang masih duduk memegang tangan bodyguard yang sudah berdiri itu .

" Ara " Teriak Rey benar emosi tak hanya menyuruh bodyguard itu segera pergi tapi juga mengangkat dan menindih Ara diatas ranjang.

" hehhh, jangan pernah kau menciumku " ucap Ara dengan wajah galak dan berani menampar wajah Rey yang akan memang berniat menciumnya.

" Ara kau benar-benar sudah melampaui batas " ucap Rey mengusap bibirnya yang berdarah setelah di tampar cukup keras dan duduk ditepi ranjang agar tidak menindih Ara lagi .

" Batas apa yang Aku lampaui ?" tanya Ara yang juga sudah duduk itu .

" Masih bertanya , Kamu membawa seorang pria masuk kekamar" teriak Rey menatap Ara dengan tajam entah kenapa perasaan Rey bergejolak melihat Ara dan seorang pria duduk berdua di dalam kamar tak peduli apapun alasannya.

" Salahnya dimana ? Bukankah Papi juga membawa pacar Papi ke kamar " jawab Ara dengan tampang polosnya seolah meniru apa yang dia lihat .

" Lagian Aku hanya belajar dengan bodyguard tadi tidak melakukan apa-apa" sambung Ara.

Brak

Rey meninju dinding untuk melampiaskan emosi yang tidak bisa dia salurkan karena memang dia yang salah .

Rey tidak seharusnya membawa Hazeera kedalam kamar nya karena sekarang ada Ara istri kecilnya dan Rey juga tidak bisa menyalahkan Ara karena dia meniru apa yang Rey lakukan.

" Apa sih begitu saja marah " ucap Ara dengan nada rendah menatap Rey yang berjalan menuju kamar mandi .

Ara menyelesaikan sedikit lagi tugas sekolah nya lalu menyimpan buku-buku nya dan pergi ke meja makan .

" Tidak menunggu Aku makan?" tanya Rey begitu menghampiri Ara yang sudah makan duluan dimeja makan .

" Ngapain nunggu Papi kan mau jalan keluar " jawab Ara dengan nada rendah terus melahap nasi di piringnya.

Rey duduk di kursi samping Ara tapi setelah cukup lama diam Ara sama sekali tidak berinisiatif untuk mengambilkan dia nasi seperti biasa .

" Ara aku juga ingin makan " kata Rey begitu melihat Ara yang akan menambah makanan di piring nya.

" Ya makan lah " ucap Ara .

Rey mendorong piring nya sedikit kedepan agar bisa diisikan Ara juga .

" Kamu memasak tadi?" tanya Rey menatap Ara yang wajahnya datar sekali sehingga Rey merasa canggung .

" Tidak " jawab Ara singkat .

" Ara kamu marah sama Aku?" tanya Rey menatap Ara yang wajahnya dingin sekali .

" Marah atau tidak apa peduli Papi " jawaban ketus Ara menghabiskan makanannya dengan cepat .

" Ara kamu mau kemana?" tanya Rey yang sedang makan memegang tangan Ara yang sudah berdiri .

" Bobok " jawab Ara akan segera pergi .

" Temani Aku makan dulu " ucap Rey sehingga Ara kembali duduk bermain ponsel di kursinya.

Rey makan dengan tenang sambil memperhatikan setiap ekspresi di wajah Ara yang berubah-ubah.

" Papi ingin nambah ?" tanya Ara saat Rey terus menatapnya.

" Tidak " jawab Rey .

...........

Malam harinya Ara sedang berbaring nyaman di ranjang nya saat Rey memanggil nya .

" Apa?" kata Ara berdiri diambang pintu ruang kerja Rey .

" Kamu tidak ada kegiatan kan jadi tolong bantu Aku meng-upload data perusahaan " ucap Rey yang sudah begitu kewalahan namun tidak ada satupun pihak atau orang yang bisa Rey percaya untuk membantu nya karena ini menyangkut data pribadi perusahaan nya .

" Aku mana ngerti " jawab Ara singkat menatap Rey dengan bingung kenapa pria itu malah meminta tolong padanya.

" Sini Aku bacakan kamu hanya perlu mengetik nya" ucap Rey berdiri kedekat dinding dan menekan sebuah tombol manipulasi dan tanpa terduga dinding datar itu ternyata adalah sebuah brangkas rahasia .

" Cepat Ara " ucap Rey menatap Ara yang masih berdiri di ambang pintu .

Sebenarnya Ara tidak mau membantu Rey tapi bagaimana lagi Ara setiap hari meminta uang jajan pada pria itu jadi merasa sungkan jika tidak membantunya.

" Duduklah" ucap Rey yang duduk di kursi kerjanya.

" duduk disini Ara kan laptopnya disini " ucap Rey saat Ara malah duduk dikursi yang berhadapan dengan nya .

" Kan Papi duduk dikursi itu jadi Aku mau duduk dimana?" ketus Ara menjadi kesal saat Rey malah menyalahkan nya .

" Ya duduk di depan ku kursinya cukup luas untuk kita duduk berdua " jawab Rey bergeser kebelakang.

" Ihhh, enggak mau aku duduk disini aja Papi bacakan sini Aku ketik " ucap Ara mengambil laptop Rey .

" Tidak bisa begitu Ara , Aku harus melihatnya nanti datanya ada yang salah dan itu akan berdampak buruk pada perusahaan ku" jawab Rey lagi .

" Hummmm ribet sekali , kalau begitu ketik saja sendiri " ketus Ara tapi walaupun begitu dia duduk di depan Rey .

" Kalau Aku bisa tidak akan minta tolong Aku benar-benar kelelahan menghandle pekerjaan ku " ucap Rey menatap punggung Ara yang kini duduk di depannya .

" Apa Papi tidak punya seorang sekretaris?" heran Ara kini menatap dengan fokus laptop Rey di hadapan nya .

" Punya tapi tidak ada satupun dari mereka yang bisa aku percaya untuk mengisikan data resmi perusahaan ku " jawab Rey .

" Terus Papi percaya sama Aku ?" kaget Ara begitu membaca file yang dibuka Rey di laptopnya ternyata data pribadi perusahaan nya.

" Iya " jawab Rey mulai membacakan data dan menyuruh Ara mengisinya.

" Dikolom yang ini " ucap Rey memegang mose ditangan Ara lalu memindahkan kolom .

Sejenak mereka saling tatap saat berada dalam jarak sedekat ini bahkan Ara seperti di peluk Rey dari belakang .

" Muka Papi jelek banget kalau di tatap dari dekat " ucap Ara tiba-tiba sampai Rey terperanjat mendengarnya.

" Hehhh mulut " ketus Rey mencubit bibir Ara yang berbicara jahat sekali .

" Ihhh kok marah emang jelek " kata Ara lagi semakin mematahkan mental Rey .

Dengan spontan Rey mengambil ponselnya lalu berkaca bahkan merapikan rambutnya.

" Ihhhh, makin jelek males Aku liat Papi " ucap Ara yang membuat Rey terdiam menatapnya.

" Ara kamu kok gitu sih " suara rendah Rey menatap Ara sendu entah kenapa perasaan Rey aneh saja dikatai jelek oleh Ara .

Terpopuler

Comments

jen

jen

hahahha Ara iseng bgt

2025-03-24

0

🍁🅐🅝🅖🅔🅛🅐❣️

🍁🅐🅝🅖🅔🅛🅐❣️

jangan jangan jangan jangan 🏃🏃🏃🏃

2024-12-18

1

Febby Fadila

Febby Fadila

ara kasihan lo suami kamu

2024-10-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!