" Terimakasih Papi" ucap Ara bersalam pada Rey setelah dikasih uang jajan begitu mereka berdiri di teras rumah .
" Ara jangan memanggil Papi " komplen Rey untuk yang kesekian kalinya merasa janggal dengan panggilan Ara sampai bodyguard yang berdiri disekitar mereka hilang fokus dibuatnya.
" Daa Papi " kata Ara masuk ke mobilnya tidak menghiraukan Rey yang komplen dipanggil Papi .
Drettt
Drettt.
" Sayang Aku sedang di Mall dan menyukai satu tas cantik" baru juga Rey mengangkat panggilan vidio dari Hazeera dia sudah memijat pelipis duluan .
" Sudah berada di Mall sepagi ini ?" ucap Rey .
" Iya Sayang , Aku sedang berburu tas branded limited edition dan Aku mendapatkan nya " kata Hazeera menunjukkan tas yang digenggam nya pada Rey .
" Sayang belikan Ya , Aku sangat menyukainya" ucap Hazeera dengan wajah imutnya.
" Mmmh, nanti Aku transfer " ucap Rey yang memang tidak pernah perhitungan jika itu untuk orang yang dia Sayangi .
..........
Malam harinya.
" Papi mau kemana?" tanya Ara yang berbaring diranjang nya begitu Rey masuk kamar .
" Pipis , mau ikut kamu " ketus Rey saat selalu ditanya Bocil itu kemanapun dia pergi .
" Iya ikut , Aku mau cuci muka biar bisa pakai skincare" ucap Ara langsung melompat dari atas ranjang nya ikut masuk bersama Rey kedalam kamar mandi .
Ara mencuci mukanya di wastafel sambil bernyanyi membuat Rey yang baru keluar toilet geleng kepala melihatnya.
" Papi tungguin , Aku takut " kata Ara mencuci muka dengan cepat .
" Dikamar mandi pun takut " ledek Rey tapi tetap berdiri diambang pintu menunggu Ara selesai cuci muka .
" Iya nanti mati lampu tiba-tiba" ucap Ara yang sangat takut dengan gelap .
" Kamu takut gelap?" tanya Rey yang diangguki Ara .
" Kalau tidur aja lampu Aku nyalain " jawab Ara yang memang murni takut gelap sejak kecil .
" Tidak tau saja dia setiap malam Aku mematikan lampu " batin Rey tersenyum simpul .
Selesai mencuci muka Ara duduk diatas ranjang nya memakai serum diwajahnya sambil terus berkaca di cermin bulat yang dipegangnya.
" Papi mau kemana ?" ucap Ara bertanya-tanya langsung melirik ruang ganti saat menghirup aroma parfum milik Rey yang begitu semerbak wangi nya.
" Papi mau kemana ?" tanya Ara yang kini berdiri dibelakang Rey sampai pria yang tengah menyisir rambut di kaget saat Ara datang tiba-tiba.
" Aku akan ke club untuk berkumpul dengan teman-teman ku " jawab Rey singkat berbalik menatap Ara .
" Aku ikut " ucap Ara yang langsung membuka lemari untuk mencari bajunya.
" Tidak " ucap Rey langsung mencegah Ara yang bergerak cepat sekali .
" jangan mengada-ada Ara ini sudah malam dan Aku pergi ke club bukan jalan-jalan" tegas Rey tak menyangka gadis itu ingin ikut .
" Ya justru karena itu " kata Ara semakin semangat mencari baju yang cocok karena sudah terbayang suasana club di malam hari .
" Tidur besok sekolah " tegas Rey menyeret tangan Ara agar kembali berbaring diranjang nya.
" Besok libur " jawab Ara yang sudah duduk diranjang nya setelah ditarik oleh Rey .
" Libur, libur baru sekolah sehari sudah libur lagi " nada bicara Rey begitu meninggi memarahi Ara yang mencoba menipu nya .
" Ya emang libur besok kan Sabtu " jawab Ara apa adanya yang membuat Rey terdiam karena dia lupa besok hari apa .
" Enggak, Aku tidak akan membawa kamu ke club " ucap Rey dengan tegas , dia bisa memenuhi keinginan Ara untuk selalu ikut kemanapun dia pergi tapi tidak dengan ke club .
" Ikut Pi , janji nggak nakal " kata Ara malah berlutut dan memeluk kaki Rey yang berdiri itu .
" Ara apa yang kamu lakukan" teriak Rey merasa risih dan tidak nyaman melihat Ara yang berlutut di kakinya.
" Ara lepaskan" ucap Rey yang terus berusaha menjauh agar Ara tidak melakukan hal itu.
" mmmh , Aku nggak bakal lepasin sebelum Papi mau bawa Aku " ucap Ara memeluk kaki Rey semakin erat .
" Ara "
" Enggak " kata Ara keras kepala itu jangankan berdiri melepaskan kaki Rey saja tidak mau .
" Okey Aku bawa " ucap Rey habis kesabaran.
" Yes" teriak kesenangan Ara segera berdiri dan berlari keruang ganti .
" Ara pakai baju yang sopan dan layak , Aku tunggu 10 menit " ucap Rey duduk ditepi ranjang.
4 menit berlalu Ara sudah berdiri di depan Rey , siap untuk berangkat .
Plak
" Awww sakit Papi " keluh Ara mengelus pahanya yang ditampar Rey .
" Kamu mau ikut atau sekalian jadi DJ disana ?" tanya Rey dengan ekspresi galaknya .
" pakai Dress " ucap Rey yang benar-benar tidak suka melihat Ara berpakaian minim .
" Tapi,"
" Pakai atau Aku tinggal ?" pilihan Rey yang membuat Ara dengan cepat kembali menukar bajunya.
" Huftt, Ayo cepat " ucap Rey berjalan sambil menarik nafas berulang kali menatap Ara yang memakai dress lengan pendek dengan bawahan selutut .
" Ini jaket Papi " kata Ara yang berjalan dibelakang Rey membawakan jaket Rey yang tertinggal diatas ranjang .
" Aku sampai lupa memakainya" ucap Rey segera memakai dengan cepat lalu masuk ke mobilnya.
" Pacar Papi nggak ikut ?" tanya Ara yang duduk disamping kemudi begitu Rey masuk mobil .
" Tidak , dia patuh dan mendengarkan ucapan ku kalau wanita tidak boleh ke Club " ucap Rey dengan tegas menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Bodoh sekali dia mau saja Papi bodohi " komentar Ara yang membuat Rey langsung menatapnya.
" Aku bukan pria seperti itu yang akan mengkhianati nya " pernyataan valid Rey yang tidak pernah terbesit dihatinya untuk selingkuh apalagi dengan wanita murahan.
" Selingkuh enggak tapi mata siapa sih yang nggak akan silau melihat yang bening-bening" pernyataan valid Ara .
" Kayak mata kamu " ucap Rey to the poin.
" Itu normal emang kayak Papi matanya katarak sampai tidak tertarik dengan yang bening " tawa meledak Ara .
" Kamu tidak melihat betapa beningnya pacarku?" tanya Rey mengangkat sebelah alisnya ingin menjatuhkan mental Ara .
" Liat " jawab Ara singkat.
" Lalu kamu masih mempertanyakan sebening apa selera ku ?" tanya Rey merujuk Hazeera pacarnya adalah seorang model kelas internasional.
" Tapi yang bening wajahnya aja kalau tubuhnya kayak warna Langsat " tawa ledek Ara puas sekali melihat ekspresi datar wajah Rey .
" Jangan karena kulit putih bersih ini mulut kamu menjadi ringan menghina orang lain " ketus Rey menunjuk Ara .
" Aku tidak menghina lagian kulit kalian berdua kan sama " tawa Ara semakin keras membandingkan tangannya dengan Rey.
" Setidaknya kami punya kulit putih walaupun tidak seputih kulit kamu " ketus Rey yang merasa kesal melihat Ara yang memang punya kulit seputih susu .
" Iya deh , Papi sama nenek sihir nggak pernah salah " ucap Ara yang langsung adem ayem begitu mereka sampai di club .
" ingat janji kamu , patuh dan jangan nakal hanya duduk diam di sampingku " ucap Rey memperingati sebelum membawa Ara masuk .
" Baik Papi " jawab Ara dengan begitu patuh berjalan di samping Rey dengan kepala tertunduk seolah patuh walaupun didalam kepalanya tidak tahan ingin berbuat onar
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
jen
lucuuuuu bgt Thor....
2025-03-23
1
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
anak Baikk 😂😂😂
2024-12-17
0
Safa Almira
patuh ya
2024-11-28
0