Bab 8 Ikut papih

" Terimakasih Papi" ucap Ara bersalam pada Rey setelah dikasih uang jajan begitu mereka berdiri di teras rumah .

" Ara jangan memanggil Papi " komplen Rey untuk yang kesekian kalinya merasa janggal dengan panggilan Ara sampai bodyguard yang berdiri disekitar mereka hilang fokus dibuatnya.

" Daa Papi " kata Ara masuk ke mobilnya tidak menghiraukan Rey yang komplen dipanggil Papi .

Drettt

Drettt.

" Sayang Aku sedang di Mall dan menyukai satu tas cantik" baru juga Rey mengangkat panggilan vidio dari Hazeera dia sudah memijat pelipis duluan .

" Sudah berada di Mall sepagi ini ?" ucap Rey .

" Iya Sayang , Aku sedang berburu tas branded limited edition dan Aku mendapatkan nya " kata Hazeera menunjukkan tas yang digenggam nya pada Rey .

" Sayang belikan Ya , Aku sangat menyukainya" ucap Hazeera dengan wajah imutnya.

" Mmmh, nanti Aku transfer " ucap Rey yang memang tidak pernah perhitungan jika itu untuk orang yang dia Sayangi .

..........

Malam harinya.

" Papi mau kemana?" tanya Ara yang berbaring diranjang nya begitu Rey masuk kamar .

" Pipis , mau ikut kamu " ketus Rey saat selalu ditanya Bocil itu kemanapun dia pergi .

" Iya ikut , Aku mau cuci muka biar bisa pakai skincare" ucap Ara langsung melompat dari atas ranjang nya ikut masuk bersama Rey kedalam kamar mandi .

Ara mencuci mukanya di wastafel sambil bernyanyi membuat Rey yang baru keluar toilet geleng kepala melihatnya.

" Papi tungguin , Aku takut " kata Ara mencuci muka dengan cepat .

" Dikamar mandi pun takut " ledek Rey tapi tetap berdiri diambang pintu menunggu Ara selesai cuci muka .

" Iya nanti mati lampu tiba-tiba" ucap Ara yang sangat takut dengan gelap .

" Kamu takut gelap?" tanya Rey yang diangguki Ara .

" Kalau tidur aja lampu Aku nyalain " jawab Ara yang memang murni takut gelap sejak kecil .

" Tidak tau saja dia setiap malam Aku mematikan lampu " batin Rey tersenyum simpul .

Selesai mencuci muka Ara duduk diatas ranjang nya memakai serum diwajahnya sambil terus berkaca di cermin bulat yang dipegangnya.

" Papi mau kemana ?" ucap Ara bertanya-tanya langsung melirik ruang ganti saat menghirup aroma parfum milik Rey yang begitu semerbak wangi nya.

" Papi mau kemana ?" tanya Ara yang kini berdiri dibelakang Rey sampai pria yang tengah menyisir rambut di kaget saat Ara datang tiba-tiba.

" Aku akan ke club untuk berkumpul dengan teman-teman ku " jawab Rey singkat berbalik menatap Ara .

" Aku ikut " ucap Ara yang langsung membuka lemari untuk mencari bajunya.

" Tidak " ucap Rey langsung mencegah Ara yang bergerak cepat sekali .

" jangan mengada-ada Ara ini sudah malam dan Aku pergi ke club bukan jalan-jalan" tegas Rey tak menyangka gadis itu ingin ikut .

" Ya justru karena itu " kata Ara semakin semangat mencari baju yang cocok karena sudah terbayang suasana club di malam hari .

" Tidur besok sekolah " tegas Rey menyeret tangan Ara agar kembali berbaring diranjang nya.

" Besok libur " jawab Ara yang sudah duduk diranjang nya setelah ditarik oleh Rey .

" Libur, libur baru sekolah sehari sudah libur lagi " nada bicara Rey begitu meninggi memarahi Ara yang mencoba menipu nya .

" Ya emang libur besok kan Sabtu " jawab Ara apa adanya yang membuat Rey terdiam karena dia lupa besok hari apa .

" Enggak, Aku tidak akan membawa kamu ke club " ucap Rey dengan tegas , dia bisa memenuhi keinginan Ara untuk selalu ikut kemanapun dia pergi tapi tidak dengan ke club .

" Ikut Pi , janji nggak nakal " kata Ara malah berlutut dan memeluk kaki Rey yang berdiri itu .

" Ara apa yang kamu lakukan" teriak Rey merasa risih dan tidak nyaman melihat Ara yang berlutut di kakinya.

" Ara lepaskan" ucap Rey yang terus berusaha menjauh agar Ara tidak melakukan hal itu.

" mmmh , Aku nggak bakal lepasin sebelum Papi mau bawa Aku " ucap Ara memeluk kaki Rey semakin erat .

" Ara "

" Enggak " kata Ara keras kepala itu jangankan berdiri melepaskan kaki Rey saja tidak mau .

" Okey Aku bawa " ucap Rey habis kesabaran.

" Yes" teriak kesenangan Ara segera berdiri dan berlari keruang ganti .

" Ara pakai baju yang sopan dan layak , Aku tunggu 10 menit " ucap Rey duduk ditepi ranjang.

4 menit berlalu Ara sudah berdiri di depan Rey , siap untuk berangkat .

Plak

" Awww sakit Papi " keluh Ara mengelus pahanya yang ditampar Rey .

" Kamu mau ikut atau sekalian jadi DJ disana ?" tanya Rey dengan ekspresi galaknya .

" pakai Dress " ucap Rey yang benar-benar tidak suka melihat Ara berpakaian minim .

" Tapi,"

" Pakai atau Aku tinggal ?" pilihan Rey yang membuat Ara dengan cepat kembali menukar bajunya.

" Huftt, Ayo cepat " ucap Rey berjalan sambil menarik nafas berulang kali menatap Ara yang memakai dress lengan pendek dengan bawahan selutut .

" Ini jaket Papi " kata Ara yang berjalan dibelakang Rey membawakan jaket Rey yang tertinggal diatas ranjang .

" Aku sampai lupa memakainya" ucap Rey segera memakai dengan cepat lalu masuk ke mobilnya.

" Pacar Papi nggak ikut ?" tanya Ara yang duduk disamping kemudi begitu Rey masuk mobil .

" Tidak , dia patuh dan mendengarkan ucapan ku kalau wanita tidak boleh ke Club " ucap Rey dengan tegas menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.

" Bodoh sekali dia mau saja Papi bodohi " komentar Ara yang membuat Rey langsung menatapnya.

" Aku bukan pria seperti itu yang akan mengkhianati nya " pernyataan valid Rey yang tidak pernah terbesit dihatinya untuk selingkuh apalagi dengan wanita murahan.

" Selingkuh enggak tapi mata siapa sih yang nggak akan silau melihat yang bening-bening" pernyataan valid Ara .

" Kayak mata kamu " ucap Rey to the poin.

" Itu normal emang kayak Papi matanya katarak sampai tidak tertarik dengan yang bening " tawa meledak Ara .

" Kamu tidak melihat betapa beningnya pacarku?" tanya Rey mengangkat sebelah alisnya ingin menjatuhkan mental Ara .

" Liat " jawab Ara singkat.

" Lalu kamu masih mempertanyakan sebening apa selera ku ?" tanya Rey merujuk Hazeera pacarnya adalah seorang model kelas internasional.

" Tapi yang bening wajahnya aja kalau tubuhnya kayak warna Langsat " tawa ledek Ara puas sekali melihat ekspresi datar wajah Rey .

" Jangan karena kulit putih bersih ini mulut kamu menjadi ringan menghina orang lain " ketus Rey menunjuk Ara .

" Aku tidak menghina lagian kulit kalian berdua kan sama " tawa Ara semakin keras membandingkan tangannya dengan Rey.

" Setidaknya kami punya kulit putih walaupun tidak seputih kulit kamu " ketus Rey yang merasa kesal melihat Ara yang memang punya kulit seputih susu .

" Iya deh , Papi sama nenek sihir nggak pernah salah " ucap Ara yang langsung adem ayem begitu mereka sampai di club .

" ingat janji kamu , patuh dan jangan nakal hanya duduk diam di sampingku " ucap Rey memperingati sebelum membawa Ara masuk .

" Baik Papi " jawab Ara dengan begitu patuh berjalan di samping Rey dengan kepala tertunduk seolah patuh walaupun didalam kepalanya tidak tahan ingin berbuat onar

Terpopuler

Comments

jen

jen

lucuuuuu bgt Thor....

2025-03-23

1

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

anak Baikk 😂😂😂

2024-12-17

0

Safa Almira

Safa Almira

patuh ya

2024-11-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!