Bab 7 Papi Rey

Sesampai dirumah Rey kembali membangunkan Ara yang memang tertidur pulas sejak tadi .

" Ara bangun " ucap Rey menggoyahkan tubuh gadis itu dengan pelan .

" Sudah sampai apartemen pacar kakak?" tanya Ara langsung duduk .

" Sudah sampai rumah " jawab Rey singkat lalu berjalan masuk kedalam rumahnya tanpa menunggu Ara .

" Lahhh" lesu Ara padahal dia penasaran sekali dengan apartemen pacar Rey tapi malah ketiduran .

..........

Malam harinya.

" Kak Rey tolong tarikan resleting" pinta Ara yang baru keluar ruang ganti setelah memakai dress nya .

" Mengapa memakai baju ini kan mau tidur " ucap Rey menatap Ara yang berdiri membelakangi nya yang duduk diatas ranjang.

" pakai ini juga enak kok buat tidur kan longgar" jawab Ara duduk ditepi ranjang agar Rey tidak perlu berdiri untuk membantunya .

Glukkk

Rey meneguk Saliva menatap punggung mulus Ara yang terlihat begitu lembut .

" Kak Rey cepat Aku akan mengerjakan tugas sekolah" ucap Ara lagi .

" I, Iya " kata Rey menaikkan resleting baju Ara dengan cepat .

" Terimakasih" ucap Ara berjalan menuju ranjangnya dan fokus belajar .

" Ara apa besok kamu sekolah?" tanya Rey mengalihkan tatapan nya dari laptop.

" Iya " jawab Ara singkat masih fokus membaca buku sambil mengerjakan soal .

2 jam berlalu Ara sudah menguap tapi tugasnya belum juga selesai .

" Kak Rey bantuin Aku " ucap Ara datang menghampiri Rey yang sudah berbaring santai sambil bermain ponselnya.

Rey melirik Ara yang berdiri membawa buku itu dengan senyum menahan tawa melihat kening gadis itu sampai berkerut setelah lama mengerjakan tugas sekolah.

" Aku lelah dan ingin istirahat" ucap Rey memperbaiki posisi bantalnya lalu menarik selimut tanpa peduli dengan Ara .

" Ihhhh, dasar pelit " teriak Ara yang begitu kesal menarik selimut Rey dan membuangnya kelantai lalu berjalan keluar membawa bukunya.

" Dia langsung pergi? " ucap Rey dengan lesu mengambil kembali selimut dilantai padahal dia sudah berekspektasi Ara akan memohon-mohon padanya tadi agar dibantu .

Ceklek.

" Masuk kekamar" ucapan tegas Rey begitu membuka pintu kamar malah melihat Ara duduk dilantai bersama 4 orang bodyguard yang membantu mengerjakan tugas nya .

" Ara kamu tidak mendengar " ucap Rey memangku kedua tangan menatap Ara yang sama sekali tak bergeming mendengar perintah nya terus saja meminta bodyguard itu menjelaskan padanya.

"Ara " ucap Rey menghampiri lalu memegang tangan gadis nakal itu agar berdiri dari duduk nya .

" Mmmh, nggak mau Kak Rey pelit mending minta bantuan sama mereka aja " ucap Ara menatap keempat bodyguard Rey yang ternyata pintar-pintar.

" Iya Aku bantuin sekarang masuk kamar , sudah malam masih saja duduk bersama pria " omel Rey menyeret tangan Ara agar cepat masuk kembali kedalam kamar .

" Lah emang kakak bukan pria " suara melengking Ara dengan begitu dongkol mengikuti Rey masuk kedalam kamar membawa bukunya.

" Aku suami Kamu " pernyataan valid Rey .

" Pacarnya nenek sihir " pernyataan Ara lagi ikut duduk diatas ranjang bersama Rey .

" Mana tugasnya?" tanya Rey yang dengan cepat Ara membuka kembali bukunya.

" Begini doang tidak bisa apakah Kamu tidak mendengarkan guru menerangkan pelajaran" Rey malah mengomeli gadis itu .

" Aku mendengarkan tapi guru matematika sialan itu yang dia ajarkan perkalian tapi soal yang keluar malah penjumlahan dan pembagian mana nyambung " jawab Ara apa adanya .

" Makanya jadi siswa itu jenius bukan cuma pintar " ucap Rey lalu mengajarkan pada Ara cara mengerjakan satu persatu soal nya hingga gadis itu paham .

" ooooh begitu" kata Ara menganggukkan kepalanya dapat mengerti dengan mudah cara yang diajarkan oleh Rey .

Setelah selesai Ara menyimpan semua bukunya " Terimakasih Papi Rey " kata Ara dengan senyum nakalnya.

" Ehhh, Bocil sialan Aku bukan Papi mu " komplen Rey tak suka sekali dengan panggilan Ara .

" Pokoknya mulai hari ini Aku akan memanggilmu Papi karena sangat cerewet seperti Papi ku , pemarah lagi " ucap Ara yang malah teringat kembaran Daddynya yang sebenarnya sangat penyayang namun cerewet seperti Rey .

" Tidak " tegas Rey .

" Mau tidak mau Aku akan tetap memanggil mu Papi " ucap Ara dengan keras kepala .

" Selamat malam Papi Rey " ucap Ara dengan suara menggodanya lalu berlari kencang dan meloncat keatas ranjang nya disudut ruangan sebelum di amuk oleh Rey .

" Astaga " batin Rey meremas selimut dengan pikiran liarnya, Sungguh panggilan Ara benar-benar terdengar hot ditelinga Rey .

..........

" Pulang jam berapa kamu?" tanya Rey yang tengah merapikan dasinya didepan cermin ruangan ganti pada Ara yang sudah hampir siap dengan seragam sekolah di pagi hari .

" Jam 3 Pi " jawab Ara yang sedang memilih ikat rambut di laci lemari .

" Ara jangan memanggil Aku Papi " komplen Rey merasa tegang dan aneh setiap kali Ara memanggilnya Papi .

" Aku pulang jam 3 Rey " jawab Ara ulang .

" Hehhh" suara Rey terdengar begitu keras diruangan kedap suara itu .

" Apaan sih di panggil Papi tidak boleh di panggil nama marah ?" ucap Ara dengan wajah polosnya.

" Apa salahnya dipanggil Papi lagian kakak memang tua 8 tahun dari ku " ucap Ara sambil memakai sepatunya.

" Jangan memanggil Papi bisa-bisa orang mengira kamu anak ku " ucap Rey menyebutkan alasan ambigu.

" Ya pas lah , kan ada nenek sihir sebagai Mami ku " jawab Ara dengan santai berdiri ke dekat Rey meminta di ikatkan rambut .

" Sudah SMA masih minta diikatkan rambut ?" ledek Rey menatap tanpa ekspresi rambut panjang Ara yang sampai sepinggang.

" Mau atau tidak ?" tanya Ara malas berdebat di pagi hari dengan Rey .

" Astaga Kamu berani bertanya begitu lupa kalau sedang minta tolong ?" ucap Rey cuek tapi walaupun begitu dia tetap mengambil sisir pertanda dia mau mengikatkan rambut Ara .

" Hehehe kalau Papi tidak mau Aku kan bisa minta tolong bodyguard" jawab Ara berdiri membelakangi Rey agar bisa segera mengikatkan rambutnya.

" Kenapa bodyguard bukankah ada pelayan wanita yang lebih ahli ?" tanya Rey dengan santai walaupun sebenarnya dia ingin tau alasan mengapa Ara lebih dekat dengan bodyguard nya dari pada pelayan selama ini .

" Aku lebih senang bersama bodyguard sedari kecil Pi" jawab Ara dengan jujur .

" Kenapa?" .

" Bodyguard itu sikap dan pembawaan nya keras tapi hati mereka lembut " kata Ara yang memang merasakan kasih sayang bodyguard penjaganya sedari kecil yang begitu tulus sampai sekarang.

" Mereka itu lembut dan baik karena digaji oleh Daddy mu bukan tulus sepenuhnya" senyum kecut Rey geleng kepala dengan pikiran Ara yang terlalu positif.

" Itulah sifat pelayan wanita , kalau bodyguard ku tidak tulus maka tidak ada yang akan mau mengikat rambutku karena itu bukanlah tugas mereka " kesimpulan singkat Ara yang cukup bermakna dalam .

" Iya juga sih " ucap Rey yang terlihat oleh Ara mengubah beberapa kali tatanan rambut Ara yang dibentuk sebelum akhirnya mengikat .

" Wahhh cantik banget gayanya " ucap Ara berputar-putar senang di depan cermin ruang ganti menatap gaya baru mengikatkan rambutnya.

" Papi pro banget pasti sering menguncir rambut " ucap Ara menatap Rey yang berdiri sambil bersandar ke meja ruang ganti .

" Tidak , Kamu wanita pertama yang Aku kuncirkan rambutnya" pernyataan valid Rey menatap dengan suka rambut Ara yang begitu tebal dan halus .

Terpopuler

Comments

Debbie Teguh

Debbie Teguh

ngakak sama ara, papi rey gak mau nerangin, jd minta bantu bodyguard wkwkwk keren kamu ara

2025-03-24

0

jen

jen

lucuuuu Thor.... bs aj bawa alur ceritanya

2025-03-23

0

jen

jen

lucuuuuu.... suka karakter Ara Thor
...

2025-03-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!