Bab 3 Tanggungjawab

Drettt

Drettt

Setelah mendengar beberapa kali deringan ponselnya Ara terbangun dan mengangkatnya.

" Hallo Daddy " kata Ara mengangkat panggilan vidio dari Daddynya.

" Ara kamu dimana ?" tanya Daddy begitu melihat Ara yang bersandar kedinding walaupun sedang berbaring di bantal .

" Ya tidur dikamar kan sudah malam Daddy " jawab Ara menatap wajah tegas Daddy nya yang terlihat campur aduk .

" Ara yang ingin tidur di tepi sebelah dinding Daddy " Jawab Rey yang berbaring miring di dekat Ara .

" Ara mana Rey Daddy ingin bicara " ucap Daddy yang langsung berubah ekspresi menjadi tenang begitu mendengar suara Rey .

" Ini " kata Ara dengan wajah tanpa ekspresi menatap Rey yang berbaring satu bantal berdua dengan nya .

Benar-benar sempit!

" Astaga Rey mengapa berbaring satu bantal berdua " tawa Mommy Ara mengangkat sebelah alisnya melihat kepala Ara dan Rey yang begitu dekat .

" Ara yang numpang di bantalku Mom" jawab Rey dengan santainya.

brak

Ara langsung memukul kepala Rey yang berucap menjelekkan nya .

" Kakak yang numpang di bantal Aku " kata Ara tak terima .

" Anak Daddy pelit sekali " ucap Rey dengan wajah pasrah nya di pukuli oleh Ara .

" Ara Daddy ingin bicara serius dengan Rey " ucap Daddy yang ingin bicara serius dengan Rey .

Ara yang duduk bersandar ke dinding itu terdiam mendengar ucapan Daddynya.

" tidurlah dulu " ucap Rey singkat lalu segera duduk agar Ara bisa berbaring.

" Tidak perlu pergi jauh-jauh nak sambil tidur saja sudah malam juga " ucap Daddy yang hanya ingin menyampaikan beberapa hal .

" i, iya Daddy " kata Rey kembali berbaring miring dan menarik Ara agar berbaring di samping nya .

" pegang Aku " bisik Rey pada Ara yang takut jatuh karena saat mereka tidur telentang berdua ranjang itu menjadi sempit bahkan Rey hampir jatuh jika lengannya tidak dipegang Ara .

Akhirnya mereka berdua berbaring miring dengan posisi berhadapan dan Ara memegang lengan Rey agar tidak jatuh .

" Daddy mau bicara apa ?" tanya Rey dengan seulas senyum mendengarkan apa yang dikatakan oleh Daddy Ara padanya .

10 menit kemudian .

" Aduh" ringis Rey yang jatuh kebawah ranjang karena Ara melepaskan pegangan nya .

" Benar-benar gadis nakal " umpat Rey menatap Ara yang begitu jahat langsung melepaskan pegangan tanpa aba-aba begitu telfon mati sehingga Rey yang sama sekali tidak siap jatuh kebawah ranjang .

" Siapa suruh kesini sudah tau sempit " kata Ara dengan wajah tanpa dosanya setelah membuat Rey terjatuh dari ranjang .

" Jadi kamu ingin Daddy tau kalau kita tidur pisah ranjang ?" tanya Rey dengan begitu kesal berjalan kembali menuju ranjangnya.

Ara kembali berbaring nyaman diatas ranjang nya memeluk boneka panda lalu tertidur lelap dalam waktu hitungan menit .

" Akhh, benar-benar gadis sialan " ucap Rey yang yang merasa pinggang nya sakit setelah jatuh dari ranjang yang cukup tinggi .

Pagi harinya.

" Kak Rey cepat " suara menggelegar Ara menggedor pintu kamar mandi berulang kali .

" Apa ? tidak bisakah berbicara pelan " ucap Rey membuka pintu kamar mandi .

" Lama banget " omel Ara yang langsung lari ke dalam toilet karena tidak tahan ingin pipis .

" Cepatlah, Aku ingin mandi " ucap Rey juga menggedor pintu toilet tak kalah keras seperti yang dilakukan Ara tadi .

" Ya mandi aja , Aku kan di dalam toilet " jawab Ara dari dalam .

" enak aja nanti Kamu intip lagi " ucap Rey waspada.

5 menit kemudian.

" Dih ngintip ? kalau mau nggak usah ngintip di ponsel ada yang polos " jawab Ara yang membuat Rey terperanjat mendengarnya dan semakin kaget saat Ara yang keluar itu membanting pintu kamar mandi .

" Astaga" batin Rey mengelus dada dan mengunci kembali pintu kamar mandi .

Selesai mandi Rey memakai stelan jas lengkap dan menuruni tangga untuk berangkat ke kantor pagi sekali .

" Apa kalian melihat Ara ?" tanya Rey pada bodyguard yang berdiri didekat tangga , Rey baru teringat dengan Ara yang tidak masuk kamar lagi setelah terakhir menggedor pintu kamar mandi.

" Nyonya di dapur Tuan" jawab Bodyguard itu .

" Jangan panggil gadis itu dengan sebutan Nyonya " ralat Rey .

" Nona di dapur Tuan " kata bodyguard itu meralat ucapannya.

" Hehhh, jangan pernah juga kalian panggil dia Nona karena dia adalah istriku " ucap Rey yang malah tidak suka sekali saat Ara dipanggil Nona .

" Terus kita panggil apa?" kata bodyguard itu penuh tanda tanya menatap Rey yang berjalan menuruni tangga.

..........

" Mandi dimana kamu?" tanya Rey menghampiri Ara di dapur yang ternyata sedang memasak .

" Numpang di kamar bibi " jawab Ara yang masih sibuk mengaduk masakannya di dalam panci .

" Apa tidak ada satupun kamar mandi dirumah ini yang kamu sukai selain kamar mandi pelayan ?" geleng kepala Rey bisa-bisa Ara mandi dikamar pelayan.

" Tidak ada, siapa suruh mandi lama " ketus Ara menatap Rey yang ternyata sudah siap dengan stelan jas kerja .

" Aku akan berangkat kerja dan ini uang jajan mu " ucap Rey menaruh uang jajan untuk Ara diatas meja makan lalu segera pergi .

istri Rey gadis kecil jadi harus dikasih jajan setiap hari dan juga sebagai pemenuhan syarat yang dulu Ara ajukan sebelum mereka menikah .

" Hehhh, jika tidak kakak makan masakan ini Aku tidak akan pernah memasak lagi untukmu " suara keras Ara meneriaki Rey yang akan berangkat kerja itu.

" Aku buru-buru" jawab Rey yang sudah terlanjur berjanji menjemput Hazeera di bandara.

" Jadi kakak pikir Aku tidak buru-buru ingin tidur lagi " ketus Ara yang sudah rela bangun pagi di hari cuti sekolah hanya untuk memasak sesuai permintaan Mama Rey .

" Tunggu sebentar 5 menit lagi selesai " ucap Ara .

" Tidak bisa aku harus,"

prang .

Ara melempar spatula yang dipegangnya kedalam tempat cuci piring sehingga menimbulkan suara cukup nyaring .

" Berani kau membanting barang-barang" teriak Rey .

" Kenapa tidak , kakak benar-benar tidak bisa menghargai jerih payah orang lain " ucap Ara keluar dari dapur dan berjalan melewati Rey .

" Iya Aku makan " ucap Rey memegang tangan Ara , wajar gadis itu marah padahal dia sudah bangun pagi-pagi sekali hanya demi memasak untuk Rey .

" Nggak usah , nanti Aku bilang Mama Kak Rey aja kalau kakak tidak makan dirumah jadi Aku tidak perlu memasak lagi " kata Ara yang tiba-tiba kembali tersenyum ceria saat sadar satu tanggungjawab nya akan gugur jadi apa yang harus dia marah kan.

" Tidak. Saya akan makan cepatlah sajikan " ucap Rey yang tidak mau melepaskan tangan Ara .

" Itu banyak pelayan Aku mau mengeringkan rambut" ucap Ara melepaskan dengan paksa pegangan tangan Rey .

" Jika tidak diambilkan Aku tidak akan makan " ucap Rey yang jadi tau kenapa Ara terlihat senang kembali karena tau satu tanggung jawab nya akan gugur .

" Hehhh, benar-benar merepotkan" ucap Ara dengan malas mengambil secepat kilat uang diatas meja makan lalu kembali masuk kedalam dapur .

" Benar-benar Baby Mafia" batin Rey mengangkat bahu dengan ngeri masih teringat jelas bagaimana Ara melempar spatula dengan cukup keras dan berani

Terpopuler

Comments

jen

jen

kpn ada adegan tembakan gtu Thor hahaha

2025-03-23

0

Mus Rifah

Mus Rifah

ser thor lanjut👦👔👑👍💋

2025-01-08

0

🍁🅐🅝🅖🅔🅛🅐❣️

🍁🅐🅝🅖🅔🅛🅐❣️

cocokk sama-sama keras kepala 😂😂😂😂

2024-12-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!