Bab 5 Perkara kemeja

" Ara dimana kamu mengambil kemeja itu ?" tanya Rey .

" Di tong sampah " jawab Ara yang tengah asik bermain game itu dengan asal .

" Sayang kamu membuang kemeja pemberian ku" suara keras Hazeera menahan air mata dengan sedih , Kemeja itu Hazeera belikan untuk Rey dengan gaji pertama nya .

" Tidak Sayang, Aku menyimpan nya bahkan hanya memakai di acara penting saja " ucap Rey jujur sangat menghargai pemberian Hazeera yang penuh effort.

" Ara, Aku tidak memberikan mu izin lalu mengapa dengan lancang memakai nya " ucap Rey menghampiri Ara yang masih bermain game tanpa peduli dengan Rey yang sudah komplen berdiri di samping nya .

brak.

" Kalian berdua pelit sekali , Aku tidak punya kemeja di koperku makanya Aku pinjam " ucap Ara meletakkan ponselnya diatas meja depan kasar lalu berdiri di hadapan Rey .

" Sayang " Hazeera yang berdiri disamping Rey memeluk sebelah lengan Rey sama sekali tidak bisa memprediksi apa yang akan dilakukan gadis nakal itu .

" Dasar pelit hanya meminjam kemeja saja tidak boleh " hardik Ara mengeluarkan ujung kemeja itu dari rok nya dengan emosi .

" Bukan masalah kemeja nya tapi itu pemberian, kalau kemeja Aku yang lain kamu bisa pakai sepuasnya " ucap Rey memperlambat intonasi bicara nya saat sadar ucapan kerasnya menyinggung perasaan Ara .

" Tidak , dia tidak boleh memakai barang pribadi milik kamu Sayang Aku tidak Rela " ucap Hazeera.

Ara melepas satu persatu kancing meja Rey yang dipakainya lalu membuka dihadapan Rey dengan berani .

" Ambil kemeja kau nenek sihir " ucap Ara melempar kemeja yang dilepaskannya tepat kedepan wajah Hazeera yang berdiri disebelah Rey .

" Hanya membelikan kemeja seperti itu saja belagu " ucap Ara semakin memancing emosi Hazeera.

" Sayang kamu kenapa malah terdiam menatapnya, marahi gadis sialan yang lancang ini " ucap Hazeera memukul lengan Rey yang malah menatap Ara yang hanya memakai tank top dengan bawahan rok pendek.

" Benar-benar gadis nakal tidak ada pikiran dewasanya" ucap Rey melepas jas nya lalu menyelimuti Ara yang sudah melepas baju itu .

" Sayang kamu kenapa malah peduli padanya " ucap Hazeera yang benar-benar menjadi emosi.

" Bagaimana mungkin Aku tidak meminjamkan dia jas bisa-bisa orang berfikir Aku memperkosa nya " ucap Rey dengan alasan logis kembali duduk ke kursi sambil memijat pelipisnya.

Setelahnya Rey dan Hazeera terdengar berantem dan berbincang sengit sedangkan Ara hanya berbaring santai bermain game di ponselnya.

" Harumnya jas Papi Rey " ucap Ara menarik jas Rey sebagai selimut sengaja bersuara dalam suasana hening yang kembali menyalakan api yang sudah hampir padam .

" Sayang dengarkan Aku " Rey langsung berlari mengejar Hazeera yang sudah berlari keluar sambil menangis karena merasa sesak dengan keadaan .

2 jam kemudian .

" Hahhh, sudah waktunya makan siang " ucap Ara mengakhiri game nya .

" Kemana Papi dengan nenek sihir tadi " tawa nakal Ara menatap kemeja yang tergeletak dilantai itu .

Ara mengambil lalu memakai nya lagi sama sekali tak peduli mau Rey berantem dengan pacarnya atau tidak .

Ara sebenarnya tidak berniat bahkan tidak tau perihal kemeja ini tadi , Ara memakainya karena memang hanya ini kemeja Rey yang berukuran paling kecil dan itupun masih kebesaran di badan Ara .

Ara berjalan santai menuju kantin karena ingin makan namun di kantin dia malah melihat lagi Rey dan Hazeera yang sedang makan berdua saja diruangan khusus yang dapat terlihat jelas dari kaca disekelilingnya.

" Uhhhh nenek sihir lagi ngambek " tawa meledak Ara melihat dengan ekspresi gemas Rey yang masih berusaha membujuk pacarnya yang sedang ngambek .

Tanpa Ara prediksi ratusan orang yang juga berada di kantin perusahaan ikut tertawa mendengar suara Ara yang mengatai pacar Rey nenek sihir .

" Kakak Aku mau makan " ucap Ara juga ikut antri .

" Nyonya hidangan untuk anda ada di meja khusus " ucap bodyguard menghampiri Ara yang malah ikut antri di tempat karyawan.

" Tidak aku mau makan bereng meraka " kata Ara yang juga meminta makanan pada petugas kantin tanpa bisa dibantah pihak manapun.

Semua karyawan perusahaan hanya terdiam menatap putri konglomerat seperti Ara ingin makan makanan dari kantin perusahaan dan itupun bukan menu khusus yang biasa dimakan para petinggi perusahaan.

" Om bodyguard ayok kita makan " ajak Ara pada 2 orang bodyguard yang mendampingi nya .

" Tapi,"

" Ayo Om " ucap Ara yang sudah duduk disalah satu meja .

" Ikut Aku " ucap Rey yang tiba-tiba datang menghampiri Ara yang sedang makan dimeja yang sama dengan bodyguard membuat semua orang menatap nya .

" Tidak mau, Aku masih lapar " bantah Ara tidak mau bahkan menepis tangan Zo .

" Aku tau kamu lapar, Ayo makan dimeja khusus " ucap Rey yang baru ingat kalau juga ada Ara di perusahaan nya , keluarga Rey bisa bisa marah besar jika tau Rey tidak mengurus istri kecilnya.

" Bersama pacar Kak Rey?" tanya Ara menunjuk Pacar Rey yang kini duduk sendirian didalam ruangan khusus itu .

" Baiklah jika kamu ingin ikut Ayo kita makan disana " ucap Rey yang sama sekali tidak ingin kecolongan apalagi kalau sempat Ara mengadu pada Mama nya .

" Ayok " kata Ara dengan senyum penuh artinya membawa tempat makannya yang masih berisi makanan cukup banyak .

" Tinggalkan itu, di dalam banyak menu yang lain " ucap Rey meletakkan tempat makan yang Ara pegang lalu membawa Ara ikut masuk kedalam ruangan khusus .

Ara berjalan ceria dengan wajah tanpa dosanya mengikuti Rey masuk kedalam ruangan khusus itu .

Sejenak Ara terdiam melihat tatapan tak suka Hazeera padanya namun beberapa saat kemudian Ara kembali tersenyum santai begitu teringat ucapan Mama Rey bahwa wanita itu tidak masuk kedalam list orang yang harus Ara hormati .

Walau nakal Ara adalah anak yang patuh akan ucapan orang tua dan dia masih bersikap baik pada Rey ya karena Rey masuk dalam list orang yang harus dia hormati kata keluarga Ara .

" Kamu ingin makan apa?" tanya Rey mengambilkan Ara nasi dan mengisi dengan makanan yang diinginkan oleh Ara sampai pacarnya yang sudah cemburu itu ekspresi nya menyorot tajam .

" Sayang kita makan sepiring berdua ya , Aku suapi " ucap Rey yang membuat Hazeera langsung tersenyum salah tingkah walaupun sebelumnya sempat salah paham .

Mereka makan sepiring berdua dihadapan Ara yang juga makan namun bukannya cemburu atau marah justru tatapan julid dan kasihan Ara lah yang membuat mereka berdua ilfil .

" Ara mengapa menatap kami seperti itu?" tanya Rey merasa tidak nyaman juga melihat tatapan Ara yang menatap mereka dengan miris .

" Aku kasihan liat kalian makan sepiring berdua , Aku saja makan dua piring sendiri " ucap Ara yang justru merasa lebih beruntung.

" Benar-benar Bocil kolot apa kau tidak tau yang namanya romantis" ucap Hazeera dengan kesal padahal dia sudah berfikir gadis itu sakit hati melihat mereka ternyata malah kasihan .

" Alah begitu merasa romantis? Bodyguard ku setiap hari melakukan itu jika Aku malas makan " jawaban singkat Ara tanpa ekspresi namun membuat mental anjlok mendengarnya.

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

Hhhh astagaa Araaaa tingkah muuuuui

2024-12-17

0

Sity Herfa

Sity Herfa

ya ampun ara ada aj 👏👏🤣

2025-02-11

0

Angga Angga

Angga Angga

ada2 aja ara

2025-03-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!