Bab 13 Jangan mengganggu

" Papi mau ?" tawar Ara yang tengah memakan jajanan yang dia beli .

" tidak , makanlah Aku sudah kenyang " ucap Rey dengan seulas senyum menatap Ara yang makan lahap sekali.

10 menit kemudian karena kekenyangan Ara langsung tertidur dalam posisi duduk sehingga begitu sampai dirumah Rey harus menggendong nya .

keesokan harinya.

" Pacar Papi ada dibawah " ucap Ara yang baru pulang sekolah pada Rey begitu masuk ke kamar .

" Dia " jawab Rey yang baru selesai mengganti baju segera keluar kamar menghampiri Hazeera karena tumben sekali datang kerumah .

" Sayang , Istri kamu cuekin Aku " rengek Hazeera berlari memeluk begitu melihat Rey menuruni tangga.

" Sudah lah Sayang, kamu kalau dia lawan emosi giliran dicueki pun marah " ucap Rey mengajak Hazeera duduk diruang tamu.

" Sayang kapan kamu nikahin Aku ?" tanya Hazeera lagi menatap Rey yang diam saja tidak seperti biasanya.

" Nanti ya kita bahas Aku sedang pusing sekarang dengan urusan perusahaan" ucap Rey memijit pelipisnya.

" Terus kita nggak jadi jalan-jalan hari ini Sayang?" tanya Hazeera dengan ekspresi sedihnya padahal dia sangat berharap karena sudah berjanji sejak jauh-jauh hari .

" Jadi tapi nanti malam, Aku harus menyiapkan semua pekerjaan ku dulu baru kita bisa pergi " ucap Rey .

" Mmm, baiklah kerjakan dari sekarang Aku akan menunggu " jawab Hazeera dengan pengertian karena biasanya juga begitu .

" Baiklah apakah kamu ingin ikut keruang kerja?" tanya Rey .

" Aku ingin tidur , Aku tunggu di kamar kamu aja " kata Hazeera.

" Dikamar ku ada Ara " jawab Rey singkat .

" Ya nggak papa kalian kan pisah ranjang" jawab Hazeera lagi .

" Ya sudah tapi jangan ganggu dia ya " pesan Rey mengantarkan Hazeera kekamar .

Begitu mereka masuk Ara yang tengah mengerjakan tugas dimeja belajar itu menoleh sebentar lalu sibuk lagi mencatat tugas sekolah nya yang harus di kumpulkan besok .

" Ingat jangan mengganggu dia" pesan Rey pada Hazeera melirik Ara yang terlihat fokus sekali belajar .

...........

Setelah Rey pergi Hazeera yang duduk di ranjang itu menatap Ara dengan senyum kecutnya.

" Tante kecilkan suara ponselmu Aku sedang belajar " ucap Ara menegur baik-baik Hazeera yang bermain ponsel.

Hazeera mengecilkan suara ponselnya begitu Ara menegur nya melirik gadis itu dengan malas serta sedikit kesal juga karena Ara berani menegurnya.

Hazeera berjalan menuju kamar mandi karena ingin pipis namun berubah emosi saat melihat semua peralatan mandi milik Rey diletakkan berpasangan dengan milik Ara .

" Hazeera keluar lalu menghampiri Ara dimeja belajar nya .

Brak .

" Apa kau sengaja menaruh setiap perlengkapan mandi mu berpasangan dengan milik Rey?" tanya Hazeera menggebrak meja .

" bukan sengaja tapi kalau tidak tarok di situ ya dimana lagi " jawab Ara menatap Hazeera yang menggebrak meja belajarnya .

" Alah bilang aja kamu caper sama Rey " ucap Hazeera yang sudah lama sekali ingin melabrak Ara yang lama-lama ngelunjak .

Hazeera cemburu sekali saat tau kalau semalam Ara jajan dipinggir jalan ditemani Rey setelah pulang dari rumah Utama.

" Hehhhh, Kau menjauh lah Aku sedang belajar " emosi Ara berdiri dari duduk nya , kesabaran nya menipis melihat Hazeera yang bicaranya semakin dibiarkan semakin kurang ngajar .

Hazeera kembali duduk di ranjang Rey begitu Ara mengusirnya lalu dengan mental baja kembali bermain ponsel dengan full Volume .

" Aku sedang belajar " teriak Ara yang benar-benar butuh konsentrasi saat ini tapi Hazeera benar-benar menguji kesabaran nya dan sudah berteriak keras pun Hazeera sama sekali tidak menghiraukan nya .

" Kau tidak mendengar " ucap Ara menghampiri Hazeera dengan emosi lalu akan memukul kepala Hazeera dengan bantal .

" Ehhh, Bocil sialan kamu berani sama Aku " teriak Hazeera dengan galak menampar lengan Ara yang berani sekali akan memukulnya.

Plakkk

Plakkk

Ara terdiam menatap lengan nya yang ditampar Hazeera lalu menampar balik 2 kali dengan sangat keras .

" Kau" tangan Hazeera sudah siap menjambak rambut Ara tapi dia langsung diam membeku begitu Ara menodongkan pistol kearahnya.

" Aaa,, Ampun " ucap Hazeera dengan keringat yang tiba-tiba bercucuran menatap Ara yang berdiri didepannya memegang pistol yang sudah dia bidik tepat ke pelipis nya .

" Sudah Aku bilang jangan mengganggu anjing , Aku sedang belajar " ucap Ara menatap Hazeera tajam .

" I, iya " kata Hazeera dengan gelagapan saat hidupnya seperti diujung tanduk di tangan gadis itu.

" Awas mengadu , Aku tembak dengan pacar kau itu sekalian " tegas Ara kembali menyimpan pistol nya kebelakang.

Hazeera menghempaskan tubuhnya yang bergetar hebat saking takut keatas ranjang bahkan untuk bicara saja lidahnya sudah kelu .

Tak menyangka gadis nakal dan polos itu akan punya pistol asli yang Artinya dia bisa membunuh siapa saja yang dia inginkan .

" Sayang kenapa ?" tanya Rey yang masuk kamar untuk mengambil berkas tapi kaget melihat wajah Hazeera yang duduk ditepi ranjang itu begitu pucat .

" A, Aku mau pulang " ucap Hazeera dengan gemetaran.

" Kenapa kamu sakit ?" tanya Rey melihat Hazeera yang keringat dingin dengan wajah pucat sekali .

" A, aku cuma mau pulang " ucap Hazeera dengan ketakutan.

Rey melirik Ara yang masih fokus belajar bergantian dengan tatapan takut Hazeera.

" Ara kamu apakah Hazeera?" tanya Rey pada Ara.

" Tidak ada" jawab Ara yang fokus mencatat itu tanpa menoleh .

Walaupun dengan sejuta pertanyaan di otaknya Rey membawa Hazeera keluar dari kamar dan mengantarkan pulang seperti permintaan Hazeera.

" Sayang kenapa?" tanya Rey yang tengah menyetir itu berulang kali pada Hazeera yang masih diam seribu bahasa .

" Ka, kamu harus menceraikan Ara secepatnya" ucap Hazeera yang murni tidak ingin Rey kenapa jika tinggal bahkan sekamar dengan gadis berbahaya itu .

Ucapan Ara akan melenyapkan Rey juga masih terngiang-ngiang ditelinga Hazeera.

" Tidak bisa begitu Sayang , keluargaku akan marah besar karena kami belum genap sebulan menikah dan juga tidak ada alasan aku menceraikan nya " ucap Rey yang merasa tidak ada masalah dengan Ara .

" Tapi dia sangat berbahaya Rey " tegas Hazeera.

" Berbahaya?" ulang Rey mengangkat sebelah alisnya meminta penjelasan, sepertinya memang terjadi suatu antara Hazeera dan Ara dikamar ketika Rey tidak ada .

" A, Aku di todongkan pistol tadi dan di, dia juga berkata akan membunuhmu jika Aku mengadu " ucap Hazeera benar-benar ketakutan.

Rey tertawa spontan saat Hazeera benar-benar termakan omongan gadis nakal seperti Ara.

"Sayang dia itu masih kecil dan memang nakal jadi kamu jangan termakan ucapan nya" kekeh Rey , lagian tidak logis rasanya gadis yang baru berusia belasan tahun seperti Ara akan punya pistol asli .

" Sayang apa kamu lupa dia anak mafia " tegas Hazeera saat Rey terlihat begitu santai tanpa takut .

" Dia bukan mafia sayang , dia hanya pewaris " jawab Rey yang sudah punya jawaban valid karena selain bertanya dia juga menyelidiki.

"Tapi dia benar-benar menodongkan Aku pistol Rey " ucap Hazeera meyakinkan tak ingin Rey kenapa-kenapa.

" Ya itu pistol mainan Sayang atau mungkin kotak pensilnya" ucap Rey yang tidak heran dengan Ara yang memang punya peralatan sekolah berbentuk aneh termasuk pensil berbentuk peluru .

Terpopuler

Comments

jen

jen

keren Thor. tp pingin liat kehebatan ara

2025-03-24

1

kagome

kagome

keren ra kamu lop yu pullllllll

2025-02-01

0

Debbie Teguh

Debbie Teguh

kayaknya beneran deh itu

2025-03-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Langsung menikah
2 Bab 2 Gadis Nakal
3 Bab 3 Tanggungjawab
4 Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5 Bab 5 Perkara kemeja
6 Bab 6 coklat khas Paris
7 Bab 7 Papi Rey
8 Bab 8 Ikut papih
9 Bab 9 Ke club
10 Bab 10 pemberontakan kecil
11 Bab 11 Generasi pertama
12 Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13 Bab 13 Jangan mengganggu
14 Bab 14 pembalasan
15 Bab 15 awal kekecewaan Rey
16 Bab 16 Galau brutal
17 Bab 17 ada Apa dengan Rey
18 Bab 18 dokumen perjanjian
19 Bab 19 maafkan Papi
20 bab 20 menantang
21 Bab 21 Salah orang
22 Bab 22 Papi marah?
23 Bab 23 Siapa Ex
24 Bab 24 Papi Rey
25 Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26 Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27 Bab 27 Keraguan Ara
28 Bab 28 Ara merajuk
29 Bab 29 pria hot
30 Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31 Bab 31 Pertengkaran
32 Bab 32 Daddy maafin Ara
33 Bab 33 Daddy hot
34 Bab 34 Daddy punya Ara
35 Bab 35 Aura pria matang
36 bab 36 sewajarnya
37 Bab 37 Tapi
38 Bab 38 Lanjut nanti
39 Bab 39 Hangat Daddy
40 Bab 40 Lemas
41 bab 41 ada apa dengan Ara
42 Bab 42 Istri Daddy
43 Bab 43 merasa tidak di hargai
44 Bab 44 Ada di dalam perut
45 Bab 45 tidak menginginkan nya
46 bab 46 Sesak dengan keadaan
47 Bab 47 Hubungan merenggang
48 bab 48 tersadar
49 bab 49 ngidam
50 Bab 50 baju untuk Daddy
51 Bab 51 Mau sama Papa
52 Bab 52 Daddy ini
53 Bab 53 kemana Ara?
54 Bab 54 siapa Zoe?
55 bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56 Bab 56 Titik kejelasan
57 Bab 57 Daddy Zoe
58 Bab 58 Alasan Ara
59 bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60 Bab 60 Susu botol
61 bab 61 siapa Babaa
62 Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63 Bab 63 zona bahaya
64 Bab 64 salah pakaian
65 Bab 65 mencemaskan masa depan
66 Bab 66 tiada ampun
67 Bab 67 Caper pada Zoe
68 Bab 68 Daddy Zoe
69 bab 69 permintaan Zoe
70 Bab 70 Menikmati waktu berdua
71 Bab 71 Nggak mau lagi
72 Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73 Bab 73 sayang Adik
74 Bab 74 es krim seember
75 Bab 75 Mr.Beth
76 Bab 76 melahirkan
77 Bab 77 Ayla Ferdinand
78 Bab 78 kena mental
79 bab 79 kuras hartaku sayang
80 Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81 Bab 81 siapa suami Ayla
82 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 Langsung menikah
2
Bab 2 Gadis Nakal
3
Bab 3 Tanggungjawab
4
Bab 4 Wajah tanpa ekspresi
5
Bab 5 Perkara kemeja
6
Bab 6 coklat khas Paris
7
Bab 7 Papi Rey
8
Bab 8 Ikut papih
9
Bab 9 Ke club
10
Bab 10 pemberontakan kecil
11
Bab 11 Generasi pertama
12
Bab 12 dibalik Ara yang nakal
13
Bab 13 Jangan mengganggu
14
Bab 14 pembalasan
15
Bab 15 awal kekecewaan Rey
16
Bab 16 Galau brutal
17
Bab 17 ada Apa dengan Rey
18
Bab 18 dokumen perjanjian
19
Bab 19 maafkan Papi
20
bab 20 menantang
21
Bab 21 Salah orang
22
Bab 22 Papi marah?
23
Bab 23 Siapa Ex
24
Bab 24 Papi Rey
25
Bab 25 Lahirkan seorang anak untukku
26
Bab 26 Cemburu ekstrim Papi Rey
27
Bab 27 Keraguan Ara
28
Bab 28 Ara merajuk
29
Bab 29 pria hot
30
Bab 30 Jadi pacar Daddy Rey
31
Bab 31 Pertengkaran
32
Bab 32 Daddy maafin Ara
33
Bab 33 Daddy hot
34
Bab 34 Daddy punya Ara
35
Bab 35 Aura pria matang
36
bab 36 sewajarnya
37
Bab 37 Tapi
38
Bab 38 Lanjut nanti
39
Bab 39 Hangat Daddy
40
Bab 40 Lemas
41
bab 41 ada apa dengan Ara
42
Bab 42 Istri Daddy
43
Bab 43 merasa tidak di hargai
44
Bab 44 Ada di dalam perut
45
Bab 45 tidak menginginkan nya
46
bab 46 Sesak dengan keadaan
47
Bab 47 Hubungan merenggang
48
bab 48 tersadar
49
bab 49 ngidam
50
Bab 50 baju untuk Daddy
51
Bab 51 Mau sama Papa
52
Bab 52 Daddy ini
53
Bab 53 kemana Ara?
54
Bab 54 siapa Zoe?
55
bab 55 peluk Aku atau kita bertarung
56
Bab 56 Titik kejelasan
57
Bab 57 Daddy Zoe
58
Bab 58 Alasan Ara
59
bab 59 menjadi Kekasih Mixe
60
Bab 60 Susu botol
61
bab 61 siapa Babaa
62
Bab 62 Memasak untuk Mama Zoe
63
Bab 63 zona bahaya
64
Bab 64 salah pakaian
65
Bab 65 mencemaskan masa depan
66
Bab 66 tiada ampun
67
Bab 67 Caper pada Zoe
68
Bab 68 Daddy Zoe
69
bab 69 permintaan Zoe
70
Bab 70 Menikmati waktu berdua
71
Bab 71 Nggak mau lagi
72
Bab 72 adik Zoe banyak tingkah
73
Bab 73 sayang Adik
74
Bab 74 es krim seember
75
Bab 75 Mr.Beth
76
Bab 76 melahirkan
77
Bab 77 Ayla Ferdinand
78
Bab 78 kena mental
79
bab 79 kuras hartaku sayang
80
Bab 80 Daddy Zoe dan Ayla
81
Bab 81 siapa suami Ayla
82
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!