18. Posisi Terbalik

Zico terkejut saat mendengar pertanyaan Ingrid, "Bagaimana kalau Delia menceritakan tentang kejadian semalam?" batin Zico jadi khawatir mengingat semalam dirinya meninggalkan Delia di kamar pengantin sendirian untuk menemani Talitha. Namun Zico berusaha untuk menampilkan ekspresi wajah tenang.

Marcell juga nampak terkejut mendengar pertanyaan Ingrid pada Delia. Dirinya terlalu terbawa emosi, hingga lupa kalau ada Delia bersama mereka. Dan baru ingat kalau mereka belum memberitahu Delia tentang Zico yang telah menikahi Talitha secara siri. Dirinya dan istrinya memohon-mohon pada Delia untuk menikah dengan Zico, namun setelah Delia menikah dengan Zico, malah diduakan Zico.

"Sudah, ma," sahut Delia tersenyum tipis yang nampak dipaksakan.

"Bagaimana... bagaimana kamu tahu?" tanya Ingrid benar-benar merasa tak enak hati.

"Kak Zico jujur pada aku semalam dan meminta maaf padaku karena tidak tahu kalau papa sudah mendaftarkan pernikahan kami di catatan sipil sebelum dia menikah dengan perempuan itu. Iya, 'kan, Kak?" tanya Delia dengan wajah tersenyum menatap Zico, tapi di sisi lain ia menginjak jari kaki Zico dengan sekuat tenaga untuk melampiaskan rasa kesalnya mengingat kejadian semalam dan tadi.

"I..iya," sahut Zico, "shitt! Berani-beraninya gadis ini!" geram Zico dalam hati berusaha terlihat biasa saja meskipun jari kakinya terasa sakit karena diinjak oleh Delia.

Bahkan Delia sengaja menekan serta menggoyang tumitnya ke kanan dan kiri saat menginjak kaki Zico agar jemari kaki Zico semakin sakit.

Meskipun mereka sama-sama memakai sandal selop rumahan, tetap saja Zico merasa sakit diinjak Delia seperti saat ini.

"Del, maaf, papa dan mama tidak memberitahu soal ini sama kamu. Zico menikahi perempuan itu secara diam-diam. Jika papa tahu Zico mau menikahi wanita itu, papa pasti menggagalkannya. Tapi, kamu jangan khawatir. Hanya kamu yang papa dan mama akui sebagai menantu. Kamu adalah istri Zico yang sah di mata hukum dan agama," ucap Marcell tak enak hati, sekaligus menyatakan dukungannya pada Delia.

"Iya, pa. Nggak apa-apa," sahut Delia kembali tersenyum tipis.

"Terima kasih, atas pengertian kamu. Apapun yang terjadi, papa harap kamu jangan pernah mau memberikan surat izin menikah lagi pada Zico,. Papa dan mama tidak mau memiliki menantu seperti wanita itu," pinta Marcell bersungguh- sungguh.

"Iya, pa. Tenang saja, aku tidak akan pernah mengizinkannya," sahut Delia.

"Jika Zico berbuat kasar sama kamu, katakan saja pada kami," pinta Ingrid.

"Iya, ma," sahut Delia merasa menang karena mendapatkan dukungan penuh dari kedua mertuanya.

"Papa sudah mengatakan pada Zico, bahwa papa akan mencabut semua fasilitas yang papa berikan pada Zico, kalau dia berani menceraikan kamu demi menjadikan wanita itu istri sahnya. Papa ingin lihat, apa wanita itu akan tetap bertahan jika Zico menjadi gembel," ucap Marcell menatap tajam pada Zico.

"Ohh..begitu rupanya? Pantas saja Kak Zico tidak mau menceraikan aku, tak mau pulang tanpa aku dan takut aku mengadukan hal buruk tentangnya pada kedua orang tuanya. Jadi.. ini alasannya?" batin Delia yang sekarang tahu kelemahan Zico.

"Shitt! Sebenarnya siapa yang anak papa dan mama? Kenapa mereka malah membela dan melindungi Delia? Sekarang aku merasa posisi kami malah terbalik. Dia diperlakukan seperti anak kandung dan aku diperlakukan seperti menantu," gerutu Zico dalam hati.

Beberapa menit kemudian, mereka telah selesai makan siang. Marcell mengajak Zico ke ruangan kerjanya, sedangkan Delia kembali ke kamar untuk melanjutkan pekerjaannya. Satu jam kemudian Delia telah menyelesaikan pekerjaannya.

"Akhirnya selesai juga. Aku harus pergi untuk membeli ponsel baru dan terpaksa harus keluar rumah," gumam Delia kemudian mengambil sling bag dan dompetnya.

Delia turun dari tangga bertepatan dengan Ingrid yang hendak lewat di depan tangga.

"Kamu mau ke mana, Del?" tanya Ingrid karena melihat Delia membawa sling bag.

Mendapatkan pertanyaan dari mama mertuanya, Delia pun tersenyum lembut, lalu menjawab, "Aku mau keluar sebentar, ma. Mau beli ponsel. Ponsel aku jatuh dan nggak bisa dipakai lagi. Jadi terpaksa harus beli yang baru."

"Kenapa nggak minta di antar sama Zico?" tanya Ingrid.

"Nggak usah, ma. Kak Zico, 'kan, ada kerjaan sama papa," sahut Delia yang sebenarnya malas jika harus pergi bersama Zico.

"Itu Zico sama papa kamu. Sepertinya mereka udah selesai dengan pekerjaan mereka," ujar Ingrid yang melihat Zico keluar dari ruangan kerja bersama suaminya.

"Ada apa, Sayang?" tanya Marcell melihat Ingrid menatap ke arah dirinya dan Zico.

"Ini, Delia mau pergi beli ponsel, karena ponselnya rusak. Mama bilang biar di antar sama Zico saja," sahut Ingrid.

"Antar istri kamu sana, Zic!" titah Marcell.

"Counter ponsel nggak jauh dari sini, pa. Aku rasa nggak perlu di antar," sahut Zico malas.

"Benar kata Kak Zico, Om,eh, pa. Aku bisa pergi sendiri kok," sahut Delia tak ingin Zico menggerutu karena harus mengantar dirinya.

"Nggak bisa gitu, Del. Kamu sudah menikah dan kamu adalah tanggung jawab suami kamu. Kalau kamu mau bepergian, sudah sewajarnya kalau Zico mengantar kamu," sahut Ingrid.

"Zico, antar istrimu dan belikan ponsel yang bagus," ucap Marcell penuh penekanan terdengar tak ingin di bantah.

"Sebentar, aku ambil kunci mobil dulu," sahut Zico menghela napas panjang. Zico memilih mengantarkan Delia dari pada dimarahi kedua orang tuanya.

Tak lama kemudian Zico sudah kembali dengan kunci mobilnya. Delia pun berpamitan pada kedua mertuanya, lalu ia dan Zico melangkah keluar rumah.

"Kamu yakin bisa terus menjauhkan Zico dari Talitha, Yang?" tanya Ingrid menatap suaminya.

"Selama ini bisa. Kita hanya bisa berusaha menjauhkan mereka, Tuhan lah yang menentukan, apa mereka akan tetap bersama atau tidak," sahut Marcell menghela napas panjang.

Sedangkan Zico dan Delia baru saja masuk ke dalam mobil. Delia pun segera memakai sabuk pengaman.

"Kamu sengaja, 'kan, bilang sama mama mau pergi beli ponsel, biar aku mengantarkan kamu?" tuduh Zico.

Delia membuang napas kasar, kemudian melepaskan kembali sabuk pengaman yang baru saja dipakainya.

"Mau kemana kamu?" tanya Zico menahan tangan Delia saat Delia hendak membuka pintu mobil.

"Aku malas berdebat dengan kakak. Jadi, lebih baik aku pergi sendiri untuk membeli ponsel. Lepaskan tanganku!" ucap Delia malas.

"Jangan sok-sokan! Kamu memang ingin di antar olehku, 'kan?" lagi-lagi Zico menuduh Delia.

"Aku benar-benar muak dengan sikap kakak. Lepaskan tanganku! Aku mau pergi sendiri!" ketus Delia kesal.

"Kamu ingin aku dimarahi oleh orang tuaku karena tidak mengantarkan kamu?" ketus Zico.

"Kalau kakak nggak mau dimarahi orang tua kakak, maka antar aku tanpa mengatakan apapun. Kalau tidak, aku benar-benar akan turun dari mobil ini dan mengatakan pada orang tua kakak, kalau kakak nggak mau mengantarkan aku," ucap Delia menahan rasa kesalnya pada Zico.

Zico hanya bisa berdecak kesal mendengar perkataan Delia. Dengan hati dongkol, Zico melajukan mobilnya menuju counter handphone terbesar di kota itu.

Delia duduk menyamping menghadap kaca mobil, enggan menatap Zico yang hanya membuat dirinya merasa kesal.

Beberapa menit kemudian, mereka pun tiba di mall terbesar di kota itu. Zico membawa Delia ke salah satu counter terbesar di mall itu yang menjual berbagai merek ponsel dan juga berbagai macam aksesorisnya.

"Tolong ponsel keluaran terbaru yang paling bagus," ucap Zico pada penjaga counter.

"Baik, mohon tunggu sebentar," ucap penjaga counter ramah, hendak mengambil beberapa ponsel keluaran terbaru.

"Yang ini, saja, kak," ucap Delia menunjuk pada ponsel seharga dua jutaan.

"Jangan dengarkan dia. Ambilkan saja keluaran terbaru yang paling mahal," ucap Zico datar.

"Baik," sahut sang penjaga counter.

"Kamu ingin aku dimarahi papa karena membelikan kamu ponsel murahan?" tanya Zico dengan suara pelan dan tatapan tajam pada Delia.

...🌸❤️🌸...

To be continued

Terpopuler

Comments

Diana diana

Diana diana

debat terooooos. . . kamu jangan mau kalah ya , Del

2024-08-21

1

who am I

who am I

dasar zico kam*ret 😑

2024-08-13

2

Susetiyanti RoroSuli

Susetiyanti RoroSuli

penuh konflik ya nggak tahu nanti endingnya spt aoa ya , bikin wua penasaran

2024-08-12

2

lihat semua
Episodes
1 1. Amarah
2 2. Cancel Cinta
3 3. Harimau Lapar
4 4. Gara-gara Digelitik
5 5. Permintaan
6 6. Kedinginan
7 7. Merasa Beruntung
8 8. Kampungan
9 9. Terlanjur Ternoda
10 10. Kurang Apa?
11 11. Kecolongan
12 12. Tegas
13 13. Teman Lama
14 14. Mulut Tajam
15 15. Di Ikat
16 16. Kehabisan Kata-kata
17 17. Tidak Setuju
18 18. Posisi Terbalik
19 19. Tak Menyangka
20 20. Tidak Mengizinkan
21 21. Jangan-jangan..
22 22. Ngotot
23 23. Galau Sendiri
24 24. Guling Hidup
25 25. Merasa Salah Menilai
26 26. Tak Percaya
27 27. Who Knows?
28 28. Mauku?
29 29. Hampir Saja
30 30. Penuh Harap
31 31. Apa Benar?
32 32. Barang Umum
33 33. Nambah Lagi
34 34. Membandingkan
35 35. Tetap TI-DAK
36 36. Merasa Salah Bicara
37 37. Bagian Sensitif
38 38. Ahli Sejarah
39 39. Daris
40 40. Gabung
41 41. Senang Menggoda
42 42. Demi Kamu
43 43. Tersiksa
44 44. Kesulitan
45 45. Berpikir Macam-macam
46 46. Tidak Tahu
47 47. Pikir Saja Sendiri!
48 48. Hampir Lupa
49 49. Membujuk Untuk Membatalkan
50 50. Tidak Boleh!
51 51. Info Baru
52 52. Jail
53 53. Merasa Disidang
54 54. Kemungkinan Dua-duanya
55 55. Masa Lalu
56 56. Doa
57 57. Menyusul
58 58. Andai Saja
59 59. Sudah Tahu
60 60. Malu
61 61. Ucapan Selamat Pagi
62 62. Uring-uringan
63 63. Bersikap Lembut
64 64. Sudah Terbiasa
65 65. Di Anggap Halu
66 66. Nggak PD
67 67. Hafal
68 68. Dismenore
69 69. Merasa Malu
70 70. Sayang Sekali
71 71. Tidak Mau Mengajak
72 72. Hampir Tak Mengenali
73 73. Spot Jantung
74 74. Tak Sengaja
75 75. Tidak Bernafsu
76 76. Di Asah?
77 77. Tamu
78 78. Dianggap Pembantu
79 79. Balik Menindas
80 80. Bertanya Sendiri
81 81. Mertua?
82 82. Menunjukkan Bukti
83 83. Tidak Wajar
84 84. Perubahan Wajah
85 85. Kemungkinan Hilang
86 86. Bukan Pemilik
87 87. Menunggu
88 88. Wallpaper
89 89. Tak Ingin Percaya
90 90. Senyuman Masam
91 91. Karena Sayang
92 92. Menghalangi
93 93. Delia Lagi?
94 94. Istriku Selingkuhanku
95 95. Meresapi
96 96. Ternyata Benar
97 97. Dijebak
98 98. Berakhir Sendiri
99 99. Legowo
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Amarah
2
2. Cancel Cinta
3
3. Harimau Lapar
4
4. Gara-gara Digelitik
5
5. Permintaan
6
6. Kedinginan
7
7. Merasa Beruntung
8
8. Kampungan
9
9. Terlanjur Ternoda
10
10. Kurang Apa?
11
11. Kecolongan
12
12. Tegas
13
13. Teman Lama
14
14. Mulut Tajam
15
15. Di Ikat
16
16. Kehabisan Kata-kata
17
17. Tidak Setuju
18
18. Posisi Terbalik
19
19. Tak Menyangka
20
20. Tidak Mengizinkan
21
21. Jangan-jangan..
22
22. Ngotot
23
23. Galau Sendiri
24
24. Guling Hidup
25
25. Merasa Salah Menilai
26
26. Tak Percaya
27
27. Who Knows?
28
28. Mauku?
29
29. Hampir Saja
30
30. Penuh Harap
31
31. Apa Benar?
32
32. Barang Umum
33
33. Nambah Lagi
34
34. Membandingkan
35
35. Tetap TI-DAK
36
36. Merasa Salah Bicara
37
37. Bagian Sensitif
38
38. Ahli Sejarah
39
39. Daris
40
40. Gabung
41
41. Senang Menggoda
42
42. Demi Kamu
43
43. Tersiksa
44
44. Kesulitan
45
45. Berpikir Macam-macam
46
46. Tidak Tahu
47
47. Pikir Saja Sendiri!
48
48. Hampir Lupa
49
49. Membujuk Untuk Membatalkan
50
50. Tidak Boleh!
51
51. Info Baru
52
52. Jail
53
53. Merasa Disidang
54
54. Kemungkinan Dua-duanya
55
55. Masa Lalu
56
56. Doa
57
57. Menyusul
58
58. Andai Saja
59
59. Sudah Tahu
60
60. Malu
61
61. Ucapan Selamat Pagi
62
62. Uring-uringan
63
63. Bersikap Lembut
64
64. Sudah Terbiasa
65
65. Di Anggap Halu
66
66. Nggak PD
67
67. Hafal
68
68. Dismenore
69
69. Merasa Malu
70
70. Sayang Sekali
71
71. Tidak Mau Mengajak
72
72. Hampir Tak Mengenali
73
73. Spot Jantung
74
74. Tak Sengaja
75
75. Tidak Bernafsu
76
76. Di Asah?
77
77. Tamu
78
78. Dianggap Pembantu
79
79. Balik Menindas
80
80. Bertanya Sendiri
81
81. Mertua?
82
82. Menunjukkan Bukti
83
83. Tidak Wajar
84
84. Perubahan Wajah
85
85. Kemungkinan Hilang
86
86. Bukan Pemilik
87
87. Menunggu
88
88. Wallpaper
89
89. Tak Ingin Percaya
90
90. Senyuman Masam
91
91. Karena Sayang
92
92. Menghalangi
93
93. Delia Lagi?
94
94. Istriku Selingkuhanku
95
95. Meresapi
96
96. Ternyata Benar
97
97. Dijebak
98
98. Berakhir Sendiri
99
99. Legowo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!