Delia terdiam tanpa kata. Jujur ia juga merasa takut melihat aura suram penuh kemarahan di wajah pria yang sudah sah menjadi suaminya itu.
"Gimana, nih, Neng? Sebaiknya Eneng selesaikan masalah Eneng sama pacar Eneng secara baik-baik. Sepertinya dia bakal ngejar Eneng terus kalau Eneng kabur terus," ujar sang supir taksi menasehati, tapi Delia hanya diam, karena bingung harus bagaimana.
"Pak, tolong buka pintunya! Saya ingin bicara dengan istri saya," ucap Zico berusaha meredam emosinya.
"Istri? Neng, pemuda ini suami Eneng?" tanya sang supir taksi menoleh ke arah Delia. Ia ingin mengkonfirmasi pada Delia, apa benar Delia adalah istri pemuda yang saat ini berdiri di samping taksinya.
Delia masih diam tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, membuat sang supir taksi menghela napas panjang. Bagi sang supir taksi, diamnya Delia sudah merupakan jawaban kalau Delia memang istri pemuda yang masih berdiri di samping taksinya.
"Dugh"
"Dugh"
"Dugh"
"Tolong buka pintunya, Pak!" pinta Zico mulai menggedor-gedor pintu taksi.
Akhirnya sang supir taksi pun membuka kaca mobilnya," Tolong bicara baik-baik dengan istri mu, jangan pakai kekerasan," ucap sang supir taksi menasehati.
"Ini ongkos taksinya, Pak," ucap Zico seraya menyodorkan uang pada sang supir taksi, tanpa menanggapi perkataan sang supir taksi.
"Terima kasih," ucap sang supir taksi.
"Delia! Mau kemana lagi kamu?" teriak Zico saat melihat Delia keluar dari taksi. Delia berjalan cepat menjauhi taksi tadi dan juga menjauhi mobil Zico.
"Shiitt!" umpat Zico mengejar Delia.
"Huhhh.. ada-ada saja anak zaman sekarang. Suami diakui sebagai pacar. Pasangan muda memang suka berantem. Nggak bakal ada tindakan kekerasan, 'kan?" gumam sang supir taksi agak khawatir juga melihat aura suram penuh kemarahan di wajah Zico tadi.
"Drama banget sih, orang kampungan itu. Jangan-jangan dia sengaja cari perhatian Zico? Ishh .menyebalkan sekali," gerutu Talitha yang masih berada di dalam mobil saat melihat Zico mengejar Delia.
"Delia! Berhenti!" teriak Zico.
Delia tak menghiraukan panggilan Zico dan malah berlari. Namun karena Zico bisa berlari lebih kencang dari Delia, akhirnya Zico bisa mengejar Delia juga.
"Lepaskan aku!" ucap Delia berusaha melepaskan genggaman tangan Zico di pergelangan tangannya.
"Ayo, balik ke mobil!" ajak Zico seraya menarik tangan Delia.
"Nggak mau!" tolak Delia berusaha bertahan saat tangannya ditarik Zico.
"Jangan keras kepala dan membangkang, atau aku akan berbuat kasar sama kamu!" ancam Zico tak main-main.
Delia masih tak mau ikut dengan Zico, walaupun Zico terus menarik tangan Delia. Delia masih sakit hati dengan perkataan Zico, hingga berkeras kepala tak mau kembali ke mobil Zico.
"Argkhh..! Gadis liar!" geram Zico saat Delia menggigit lengannya, hingga Zico mengerang kesakitan dan spontan melepaskan pegangan tangannya di pergelangan tangan Delia.
Delia menggunakan kesempatan itu untuk berlari menjauhi Zico, namun dengan cepat Zico kembali mengejar Delia.
"CK. Buang-buang waktu aja," decak Talitha yang masih memerhatikan sepasang suami-isteri itu.
"Lepaskan! Lepaskan aku!" teriak Delia saat Zico berhasil mengejar dan menangkap dirinya.
Zico tak.peduli dengan teriakan Delia, pemuda itu langsung mengangkat tubuh Delia dan menaikkan Delia di bahunya yang lebar, lalu memanggul Delia layaknya karung beras.
"Kak Zico! Turunkan aku!" teriak Delia seraya memukuli punggung Zico dan menggerak- gerakkan kakinya agar Zico menurunkan dirinya.
Namun Zico tak peduli dengan semua yang dilakukan Delia. Ia terus menggendong Delia, lalu memasukkan Delia ke dalam mobilnya.
"Kak Zico! Lepaskan aku! Kak Zico jahat! Lepaskan aku!" teriak Delia saat Zico malah mengikat tangan Delia dengan sapu tangannya agar Delia tak bisa kabur lagi.
"CK. Berisik sekali," keluh Talitha.
"Kak Zico! Lepaskan aku!" teriak Delia berusaha melepaskan sapu tangan yang mengikat tangannya.
"Diam!" bentak Zico menutup pintu mobil dengan kasar, lalu kembali duduk di kursi kemudinya dan melajukan mobilnya.
"Cih! Merepotkan sekali. Sok drama! Pengen dirayu dan di bujuk sama Zico? Mimpimu ketinggian!" sinis Talitha.
"Aku nggak butuh dibujuk ataupun di rayu sama Kak Zico. Kalau kamu mau ambil, ambil saja dia buat kamu! Lelaki seperti Kak Zico sama sekali bukan tipe ku. Suruh suami siri kamu itu menceraikan aku, agar aku bisa bebas mengejar cita-cita dan juga cintaku," balas Delia tak mau kalah.
"Diam! Atau aku sumpal mulut kalian berdua," bentak Zico yang pusing sekaligus emosi mendengar perdebatan kedua istrinya.
Jujur, Zico merasa geram pada Delia yang berulang kali mengatakan tidak menyukai dirinya. Wajah Zico tampan di atas rata-rata dengan bentuk tubuh proporsional dan anak tunggal orang kaya, pewaris satu-satunya. Tapi Delia malah mengatakan tidak menyukainya, dirinya bukan tipe Delia, bahkan mengatakan sial memiliki suami seperti dirinya. Tentu saja Zico merasa terhina karena semua perkataan Delia tersebut dan merasa harga dirinya terluka.
Delia dan Talitha sama-sama membuang muka menampilkan ekspresi wajah yang sama-sama sinis. Sedangkan Zico kembali melajukan mobilnya.
Beberapa menit kemudian Zico menghentikan laju kendaraannya karena traffic light berwarna merah. Pemuda itu membuka kaca mobilnya seraya menunggu lampu berwarna hijau. Seorang remaja pengamen jalanan mendekati Zico seraya membawa ukulele.
"Permisi, Om," ucap remaja itu sepintas melirik ke dalam mobil melihat wajah Talitha dan Delia yang merenggut, lalu mulai menyanyi di iringi petikan ukulelenya.
Aih senangnya dalam hati... Kalau beristri dua
Oh seperti dunia.. Ana yang punya
Kepada istri tua.. Kanda sayang padamu..Oh kepada istri muda... I say i love you
Istri tua merajuk.. Balik ke rumah istri muda.. Kalau dua dua merajuk.... Ana kawin tiga..
"CK.. Bikin kesel aja," gumam Zico memberikan uang pada pengamen jalanan tersebut, "cepat pergi sana!" usir Zico dongkol.
"Maya, Om," ucap sang pengamen.
"Maya?" tanya Zico mengernyitkan keningnya menatap sang pengamen.
"Maya, singkatan, Makasih, ya, Om. Bininya lagi pada merajuk, ya, Om? Pantesan muka Om kusut kek baju belum di cuci gitu. Kagak dapat jatah ya, Om?" tanya remaja itu terkekeh kecil.
"Sialan! Pergi sana!" usir Zico bertambah kesal saja karena di ledek pengamen itu.
Saat ini kisah pernikahan Zico tak seindah lagu TRIAD yang berjudul "Madu Tiga" yang barusan dinyanyikan oleh pengamen jalanan. Hal ini semakin membuat Zico merasa kesal.
Zico melajukan mobilnya ke apartemen yang sudah dibelikannya untuk Talitha. Sepanjang perjalanan menuju apartemen Talitha, tak ada pembicaraan apapun di antara mereka bertiga. Beberapa menit kemudian mereka sudah tiba di depan apartemen Talitha.
"Sayang, kapan kamu menginap di apartemen?" tanya Talitha seraya membuka sabuk pengamannya.
"Aku akan ke sini kalau aku sudah punya waktu senggang," sahut Zico.
"Selalu saja.."
"Jangan menanyakannya terus, kalau sudah tahu jawabannya! Aku bosan mendengarnya," ketus Zico memotong kata-kata Talitha. Zico merasa muak dengan pertanyaan Talitha yang terus diulang.
Delia tertawa tanpa suara, lalu menjulurkan lidahnya pada Talitha yang baru saja keluar dari mobil. Delia sengaja mengejek Talitha yang dimarahi Zico.
"Kau..."
"Cepat masuk ke apartemen kamu sana!" sergah Zico dengan suara berat penuh penekanan menatap tajam pada Talitha. Zico tahu pasti kalau Talitha pasti akan bertengkar lagi dengan Delia.
Talitha meninggalkan mobil Zico dengan perasaan kesal yang menggunung pada Delia, "Orang kampungan itu benar-benar membuat aku naik darah. Awas saja! Kalau sampai berani mendekati Zico, aku pasti akan menyingkirkan kamu. Dan Zico, susah sekali membujuk dia untuk bermalam bersamaku. Dia juga terlalu takut pada kedua orang tuanya. Dasar pengecut! Apa yang harus aku lakukan untuk membuat dia tinggal di sisiku?" batin Talitha yang berjalan masuk ke apartemennya.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Diana diana
si uler keket gak inget ame Ade tiriY ya . .
2024-08-21
1
Susetiyanti RoroSuli
riil banget thor , begitukah memang jika punya 2 istri ,oasti condhong sebelah , entah itu sebelah kanan atau kiri , yg jelas tdk bisa tegak he he
2024-08-11
2
Putri Dhamayanti
pusing yaa mas zico 😄
2024-08-04
3