13. Teman Lama

Zico tidak mengizinkan Delia pulang sendiri, karena jika mereka pulang sendiri-sendiri, maka ia akan dimarahi orang tuanya. Karena masih merasa mengantuk, Zico pun kembali memejamkan matanya.

"Aku capai cuma nungguin kakak molor di sini," keluh Delia yang melihat Zico kembali tidur, "aku beneran bakal pulang sendiri kalau kakak tetap molor," Delia lagi-lagi mengancam Zico.

"CK! Berisik sekali," decak Zico kemudian beranjak bangun dari tempatnya berbaring.

Tanpa sengaja Zico melihat pakaian yang sudah disiapkan oleh Delia. Tanpa berpikir panjang ia meraih pakaian itu kemudian masuk ke kamar mandi.

Beberapa menit kemudian Zico keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi. Ia melihat Delia sedang menyiapkan sarapan.

"Kakak mandinya lama banget, sih? Aku sudah lapar, nih!" gerutu Delia dengan wajah bersungut-sungut.

"Kalau sudah lapar, kenapa tidak makan duluan? Dasar bodoh!" cibir Zico heran dengan sikap Delia.

Tapi jujur, Zico merasa gemas saat melihat Delia bersungut-sungut dan mengomel. Selama enam bulan tinggal bersama Delia di rumah orang tuanya, Zico tidak pernah melihat sisi ini dari Delia. Baru semalam Zico tahu kalau Delia memiliki sisi seperti ini. Karena tingkah Delia itu juga semalam Zico menjadi gemas pada Delia hingga khilaf dan berakhir mencium Delia.

"Ibu angkat ku mengajarkan padaku untuk menghormati suamiku. Tidak sopan bagi seorang istri makan mendahului suaminya, atau tanpa izin dari suaminya. Tapi sayangnya suamiku tidak mencintai aku, bahkan menikahi aku karena terpaksa. Sial sekali aku menikah dengan suami yang seperti ini," gerutu Delia dengan bibir yang mengerucut.

"Apa kamu bilang?" tanya Zico dengan suara berat menatap tajam pada Delia.

"Aku bilang aku sial karena menikah dengan kakak," ucap Delia tanpa takut sama sekali pada Zico.

"Gadis ini.." geram Zico.

"Sudah, cepetan makan! Berdebat sama kakak cuma membuat perutku semakin lapar," ujar Delia.

"Akulah yang sial karena dipaksa menikah sama kamu," ucap Zico tak mau kalah.

"Kalau begitu, ceraikan saja aku! Aku nggak mau tertekan batin karena menikah dengan kakak," ucap Delia enteng seraya mulai makan.

Zico hanya bisa membuang napas kasar mendengar perkataan Delia. Mana berani dirinya menceraikan Delia? Zico tidak ingin semua fasilitasnya di cabut oleh papanya.

Sambil menikmati sarapannya, sesekali Zico melirik Delia. Zico baru sadar, terkadang sikap Delia kekanak-kanakan, yaitu saat Delia bersungut-sungut dan berbicara dengan suara yang menurut Zico terdengar sedikit manja yang malah membuat Zico merasa gemas. Bahkan membuat Zico khilaf hingga semalam mencium Delia.

Kadang Delia bersikap dewasa, tegas dan berpikir logis, seperti saat mengatakan tidak ingin di sentuhnya, jika dirinya tidak berkomitmen untuk hidup dengan Delia selamanya.

Tapi kadang juga bersikap bar-bar seperti saat Delia membuka pintu kamar hotel milik Talitha semalam, lalu mengatai dirinya pengkhianat dan Talitha pelakor.

"Kenapa lihat-lihat aku gitu? Naksir, ya?" cetus Delia tersenyum seraya menaik turunkan kedua alisnya.

"Cih, narsis! Aku cuma heran aja, kenapa ada makhluk kayak kamu. Ternyata nggak cuma pendek, cerewet, kekanak-kanakan, dan juga bar-bar, tapi juga narsis. Nggak ada positif- positifnya sama sekali," cibir Zico memandang remeh pada Delia.

"Peyek ojo diremet-remet, ngenyek, ojo banget-banget. Tresno iku mergo gething kebangetan, teros kebablasan dadi tresno (peyek jangan diremas-remas, menghina jangan keterlaluan. Cinta itu karena terlalu membenci, terus kebablasan jadi cinta)," gerutu Delia dalam bahasa Jawa seraya mengunyah makanannya.

"Ngomong apaan, sih, kamu?" tanya Zico yang tidak mengerti arti perkataan Delia.

"Anggap aja iklan lewat," sahut Delia acuh sambil makan.

"Dasar gadis aneh! Nggak jelas!" kesal Zico.

Usai sarapan, Zico dan Delia pun cek out dari hotel. Sejak keluar dari kamar sampai keluar dari lift, Zico hanya sibuk mengecek ponselnya. Sedangkan Delia hanya diam tanpa mengatakan apapun.

"Zico!" panggil Talitha saat mereka tiba di lobby hotel.

Talitha sudah menunggu Zico sejak tadi, jadi saat melihat Zico, ia langsung menghampiri Zico dan bergelayut manja di lengan Zico. Sedangkan Zico hanya menatap Talitha sekilas, lalu kembali sibuk dengan ponselnya. Delia yang melihat Talitha seperti itu pun memutar bola matanya malas.

"Del! Delia, 'kan?" tanya seorang pemuda mengalihkan perhatian Talitha dari Zico.

Zico yang mendengar seorang pemuda memanggil Delia pun langsung mengalihkan pandangannya dari ponselnya ke arah pemuda yang memanggil Delia.

"Kak Andri? Kak Fandi?" tanya Delia memastikan.

"Iya, ini kami. Apa kabar? Dah lama nggak ketemu, tambah cantik aja kamu," puji Andri yang terlihat sengat senang bertemu Delia.

"Ah, kakak bisa aja," sahut Delia tertunduk tersipu malu.

"Cih! Cantik dari mananya? Kampungan gitu," gumam Talitha yang masih terdengar oleh Delia, Zico, Andri dan Fandi.

"Sirik!" cetus Delia melirik Talitha.

"Wanita zaman sekarang banyak yang cantik imitasi karena make-up, tapi kamu beda, Del. Kamu tetep cantik meskipun tanpa make-up. Kamu cantik alami," ucap Andri semakin memuji Delia.

"Bener. Delia kalau pakai baju juga selalu sopan. Nggak suka pakai baju yang belum selesai di jahit," ucap Fandi melirik Talitha.

"Dasar kampungan!" ucap Talitha yang merasa tersindir karena memakai rok yang belahannya sampai di paha. Sedangkan Delia memakai celana kulot dengan atasan blouse.

"Del, ngobrol dulu, yuk!" ajak Andri.

"Cepetan ke mobil, kalau enggak bakal aku tinggal," ucap Zico datar lalu melangkah pergi meninggalkan Delia.

"Eh, lain kali aja, ya, kak!" ucap Delia tak enak hati.

"Del, minta nomor telepon kamu, dong, biar nggak los contacts lagi," pinta Andri.

"Cepetan!" ucap Zico masih terus melangkah dengan Talitha yang masih menempel di lengannya.

"089909966999. Tapi sekarang belum aktif, karena ponsel aku masih rusak. Sampai jumpa lagi, Kak!" ucap Delia bergegas menyusul Zico.

"Nanti aku chat," ucap Andri tersenyum manis.

"Okey," ucap Delia bergegas menyusul Zico.

"Kamu masih suka sama dia?" tanya Fandi pada Andri.

"Masih. Dia itu beda dari gadis yang lain. Aku senang bisa bertemu dengan dia lagi," sahut Andri menatap Delia yang semakin jauh.

"Btw, siapa pria dan wanita tadi, ya?" tanya Fandi yang juga masih menatap Delia.

"Aku juga nggak tahu," sahut Andri.

Zico masuk ke dalam mobil duduk di kursi kemudi, sedangkan Talitha langsung masuk dan duduk di kursi penumpang di samping kursi kemudi. Sedangkan Delia masuk di kursi penumpang bagian belakang.

"Sayang, malam ini kamu nginep di apartemen, 'kan?" tanya Talitha dengan suara manja.

"Aku belum tahu," sahut Zico menghela napas panjang.

"Kalau kamu menginap di apartemen, aku akan melayani kamu dengan baik," ujar Talitha seraya mengelus dada Zico.

"Hentikan, Tha! Aku sedang mengemudi," ujar Zico menjauhkan tangan Talitha dari dadanya.

"Cih! Dasar ulat bulu gatal!" cibir Delia.

"Sayang, turunkan saja dia di sini, setelah itu kita pergi berdua. Dia ini cuma bikin udara di dalam mobil ini pengap," ucap Talitha memeluk lengan Zico.

"Oh, pantesan waktu itu ada yang main kuda-kudaan di dalam mobil di kebun pintunya di buka. Aku kira ada yang berbuat kriminal, nggak tahunya lagi main kuda-kudaan," cetus Delia membuat Talitha terkejut. Namun dengan cepat Talitha mengelola ekspresi wajahnya.

"Ngomong apaan, sih, Sayang, orang kampungan itu? Nggak jelas banget, deh!" ucap Talitha masih memeluk lengan Zico yang mulai melajukan mobilnya, "apa maksud orang kampungan ini? Aku memang pernah melakukannya di dalam mobil dengan pintu yang terbuka. Apa dia tahu tentang kejadian waktu itu? Tapi darimana dia tahu? Apa waktu itu ada orang yang melihat aku?" batin Talitha namun bersikap biasa saja.

"Delia bicara seperti itu seolah-olah ingin menyindir Talitha, tapi Talitha nampak biasa saja," batin Zico yang tidak mendapatkan bukti apapun tentang kedekatan Talitha dengan pria lain selain dirinya.

"Wanita murahan! Kegatelan! Entah jadi wanita penghibur atau mengangkang gratisan," cetus Delia yang merasa kesal melihat Talitha yang menempel pada Zico.

"Apa maksud kamu ngomong kayak gitu, hah?"

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Eka Bundanedinar

Eka Bundanedinar

dikira delia akn diem aja g mungkin lah bvar" dia

2024-09-12

2

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

suka sama delia lawan trus deliaaaa jngn kalah sama pecundang ngangkang

2024-08-04

4

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

eaaaa berantem deh 🤭

2024-08-04

3

lihat semua
Episodes
1 1. Amarah
2 2. Cancel Cinta
3 3. Harimau Lapar
4 4. Gara-gara Digelitik
5 5. Permintaan
6 6. Kedinginan
7 7. Merasa Beruntung
8 8. Kampungan
9 9. Terlanjur Ternoda
10 10. Kurang Apa?
11 11. Kecolongan
12 12. Tegas
13 13. Teman Lama
14 14. Mulut Tajam
15 15. Di Ikat
16 16. Kehabisan Kata-kata
17 17. Tidak Setuju
18 18. Posisi Terbalik
19 19. Tak Menyangka
20 20. Tidak Mengizinkan
21 21. Jangan-jangan..
22 22. Ngotot
23 23. Galau Sendiri
24 24. Guling Hidup
25 25. Merasa Salah Menilai
26 26. Tak Percaya
27 27. Who Knows?
28 28. Mauku?
29 29. Hampir Saja
30 30. Penuh Harap
31 31. Apa Benar?
32 32. Barang Umum
33 33. Nambah Lagi
34 34. Membandingkan
35 35. Tetap TI-DAK
36 36. Merasa Salah Bicara
37 37. Bagian Sensitif
38 38. Ahli Sejarah
39 39. Daris
40 40. Gabung
41 41. Senang Menggoda
42 42. Demi Kamu
43 43. Tersiksa
44 44. Kesulitan
45 45. Berpikir Macam-macam
46 46. Tidak Tahu
47 47. Pikir Saja Sendiri!
48 48. Hampir Lupa
49 49. Membujuk Untuk Membatalkan
50 50. Tidak Boleh!
51 51. Info Baru
52 52. Jail
53 53. Merasa Disidang
54 54. Kemungkinan Dua-duanya
55 55. Masa Lalu
56 56. Doa
57 57. Menyusul
58 58. Andai Saja
59 59. Sudah Tahu
60 60. Malu
61 61. Ucapan Selamat Pagi
62 62. Uring-uringan
63 63. Bersikap Lembut
64 64. Sudah Terbiasa
65 65. Di Anggap Halu
66 66. Nggak PD
67 67. Hafal
68 68. Dismenore
69 69. Merasa Malu
70 70. Sayang Sekali
71 71. Tidak Mau Mengajak
72 72. Hampir Tak Mengenali
73 73. Spot Jantung
74 74. Tak Sengaja
75 75. Tidak Bernafsu
76 76. Di Asah?
77 77. Tamu
78 78. Dianggap Pembantu
79 79. Balik Menindas
80 80. Bertanya Sendiri
81 81. Mertua?
82 82. Menunjukkan Bukti
83 83. Tidak Wajar
84 84. Perubahan Wajah
85 85. Kemungkinan Hilang
86 86. Bukan Pemilik
87 87. Menunggu
88 88. Wallpaper
89 89. Tak Ingin Percaya
90 90. Senyuman Masam
91 91. Karena Sayang
92 92. Menghalangi
93 93. Delia Lagi?
94 94. Istriku Selingkuhanku
95 95. Meresapi
96 96. Ternyata Benar
97 97. Dijebak
98 98. Berakhir Sendiri
99 99. Legowo
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Amarah
2
2. Cancel Cinta
3
3. Harimau Lapar
4
4. Gara-gara Digelitik
5
5. Permintaan
6
6. Kedinginan
7
7. Merasa Beruntung
8
8. Kampungan
9
9. Terlanjur Ternoda
10
10. Kurang Apa?
11
11. Kecolongan
12
12. Tegas
13
13. Teman Lama
14
14. Mulut Tajam
15
15. Di Ikat
16
16. Kehabisan Kata-kata
17
17. Tidak Setuju
18
18. Posisi Terbalik
19
19. Tak Menyangka
20
20. Tidak Mengizinkan
21
21. Jangan-jangan..
22
22. Ngotot
23
23. Galau Sendiri
24
24. Guling Hidup
25
25. Merasa Salah Menilai
26
26. Tak Percaya
27
27. Who Knows?
28
28. Mauku?
29
29. Hampir Saja
30
30. Penuh Harap
31
31. Apa Benar?
32
32. Barang Umum
33
33. Nambah Lagi
34
34. Membandingkan
35
35. Tetap TI-DAK
36
36. Merasa Salah Bicara
37
37. Bagian Sensitif
38
38. Ahli Sejarah
39
39. Daris
40
40. Gabung
41
41. Senang Menggoda
42
42. Demi Kamu
43
43. Tersiksa
44
44. Kesulitan
45
45. Berpikir Macam-macam
46
46. Tidak Tahu
47
47. Pikir Saja Sendiri!
48
48. Hampir Lupa
49
49. Membujuk Untuk Membatalkan
50
50. Tidak Boleh!
51
51. Info Baru
52
52. Jail
53
53. Merasa Disidang
54
54. Kemungkinan Dua-duanya
55
55. Masa Lalu
56
56. Doa
57
57. Menyusul
58
58. Andai Saja
59
59. Sudah Tahu
60
60. Malu
61
61. Ucapan Selamat Pagi
62
62. Uring-uringan
63
63. Bersikap Lembut
64
64. Sudah Terbiasa
65
65. Di Anggap Halu
66
66. Nggak PD
67
67. Hafal
68
68. Dismenore
69
69. Merasa Malu
70
70. Sayang Sekali
71
71. Tidak Mau Mengajak
72
72. Hampir Tak Mengenali
73
73. Spot Jantung
74
74. Tak Sengaja
75
75. Tidak Bernafsu
76
76. Di Asah?
77
77. Tamu
78
78. Dianggap Pembantu
79
79. Balik Menindas
80
80. Bertanya Sendiri
81
81. Mertua?
82
82. Menunjukkan Bukti
83
83. Tidak Wajar
84
84. Perubahan Wajah
85
85. Kemungkinan Hilang
86
86. Bukan Pemilik
87
87. Menunggu
88
88. Wallpaper
89
89. Tak Ingin Percaya
90
90. Senyuman Masam
91
91. Karena Sayang
92
92. Menghalangi
93
93. Delia Lagi?
94
94. Istriku Selingkuhanku
95
95. Meresapi
96
96. Ternyata Benar
97
97. Dijebak
98
98. Berakhir Sendiri
99
99. Legowo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!