Zico tidak mengizinkan Delia pulang sendiri, karena jika mereka pulang sendiri-sendiri, maka ia akan dimarahi orang tuanya. Karena masih merasa mengantuk, Zico pun kembali memejamkan matanya.
"Aku capai cuma nungguin kakak molor di sini," keluh Delia yang melihat Zico kembali tidur, "aku beneran bakal pulang sendiri kalau kakak tetap molor," Delia lagi-lagi mengancam Zico.
"CK! Berisik sekali," decak Zico kemudian beranjak bangun dari tempatnya berbaring.
Tanpa sengaja Zico melihat pakaian yang sudah disiapkan oleh Delia. Tanpa berpikir panjang ia meraih pakaian itu kemudian masuk ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian Zico keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi. Ia melihat Delia sedang menyiapkan sarapan.
"Kakak mandinya lama banget, sih? Aku sudah lapar, nih!" gerutu Delia dengan wajah bersungut-sungut.
"Kalau sudah lapar, kenapa tidak makan duluan? Dasar bodoh!" cibir Zico heran dengan sikap Delia.
Tapi jujur, Zico merasa gemas saat melihat Delia bersungut-sungut dan mengomel. Selama enam bulan tinggal bersama Delia di rumah orang tuanya, Zico tidak pernah melihat sisi ini dari Delia. Baru semalam Zico tahu kalau Delia memiliki sisi seperti ini. Karena tingkah Delia itu juga semalam Zico menjadi gemas pada Delia hingga khilaf dan berakhir mencium Delia.
"Ibu angkat ku mengajarkan padaku untuk menghormati suamiku. Tidak sopan bagi seorang istri makan mendahului suaminya, atau tanpa izin dari suaminya. Tapi sayangnya suamiku tidak mencintai aku, bahkan menikahi aku karena terpaksa. Sial sekali aku menikah dengan suami yang seperti ini," gerutu Delia dengan bibir yang mengerucut.
"Apa kamu bilang?" tanya Zico dengan suara berat menatap tajam pada Delia.
"Aku bilang aku sial karena menikah dengan kakak," ucap Delia tanpa takut sama sekali pada Zico.
"Gadis ini.." geram Zico.
"Sudah, cepetan makan! Berdebat sama kakak cuma membuat perutku semakin lapar," ujar Delia.
"Akulah yang sial karena dipaksa menikah sama kamu," ucap Zico tak mau kalah.
"Kalau begitu, ceraikan saja aku! Aku nggak mau tertekan batin karena menikah dengan kakak," ucap Delia enteng seraya mulai makan.
Zico hanya bisa membuang napas kasar mendengar perkataan Delia. Mana berani dirinya menceraikan Delia? Zico tidak ingin semua fasilitasnya di cabut oleh papanya.
Sambil menikmati sarapannya, sesekali Zico melirik Delia. Zico baru sadar, terkadang sikap Delia kekanak-kanakan, yaitu saat Delia bersungut-sungut dan berbicara dengan suara yang menurut Zico terdengar sedikit manja yang malah membuat Zico merasa gemas. Bahkan membuat Zico khilaf hingga semalam mencium Delia.
Kadang Delia bersikap dewasa, tegas dan berpikir logis, seperti saat mengatakan tidak ingin di sentuhnya, jika dirinya tidak berkomitmen untuk hidup dengan Delia selamanya.
Tapi kadang juga bersikap bar-bar seperti saat Delia membuka pintu kamar hotel milik Talitha semalam, lalu mengatai dirinya pengkhianat dan Talitha pelakor.
"Kenapa lihat-lihat aku gitu? Naksir, ya?" cetus Delia tersenyum seraya menaik turunkan kedua alisnya.
"Cih, narsis! Aku cuma heran aja, kenapa ada makhluk kayak kamu. Ternyata nggak cuma pendek, cerewet, kekanak-kanakan, dan juga bar-bar, tapi juga narsis. Nggak ada positif- positifnya sama sekali," cibir Zico memandang remeh pada Delia.
"Peyek ojo diremet-remet, ngenyek, ojo banget-banget. Tresno iku mergo gething kebangetan, teros kebablasan dadi tresno (peyek jangan diremas-remas, menghina jangan keterlaluan. Cinta itu karena terlalu membenci, terus kebablasan jadi cinta)," gerutu Delia dalam bahasa Jawa seraya mengunyah makanannya.
"Ngomong apaan, sih, kamu?" tanya Zico yang tidak mengerti arti perkataan Delia.
"Anggap aja iklan lewat," sahut Delia acuh sambil makan.
"Dasar gadis aneh! Nggak jelas!" kesal Zico.
Usai sarapan, Zico dan Delia pun cek out dari hotel. Sejak keluar dari kamar sampai keluar dari lift, Zico hanya sibuk mengecek ponselnya. Sedangkan Delia hanya diam tanpa mengatakan apapun.
"Zico!" panggil Talitha saat mereka tiba di lobby hotel.
Talitha sudah menunggu Zico sejak tadi, jadi saat melihat Zico, ia langsung menghampiri Zico dan bergelayut manja di lengan Zico. Sedangkan Zico hanya menatap Talitha sekilas, lalu kembali sibuk dengan ponselnya. Delia yang melihat Talitha seperti itu pun memutar bola matanya malas.
"Del! Delia, 'kan?" tanya seorang pemuda mengalihkan perhatian Talitha dari Zico.
Zico yang mendengar seorang pemuda memanggil Delia pun langsung mengalihkan pandangannya dari ponselnya ke arah pemuda yang memanggil Delia.
"Kak Andri? Kak Fandi?" tanya Delia memastikan.
"Iya, ini kami. Apa kabar? Dah lama nggak ketemu, tambah cantik aja kamu," puji Andri yang terlihat sengat senang bertemu Delia.
"Ah, kakak bisa aja," sahut Delia tertunduk tersipu malu.
"Cih! Cantik dari mananya? Kampungan gitu," gumam Talitha yang masih terdengar oleh Delia, Zico, Andri dan Fandi.
"Sirik!" cetus Delia melirik Talitha.
"Wanita zaman sekarang banyak yang cantik imitasi karena make-up, tapi kamu beda, Del. Kamu tetep cantik meskipun tanpa make-up. Kamu cantik alami," ucap Andri semakin memuji Delia.
"Bener. Delia kalau pakai baju juga selalu sopan. Nggak suka pakai baju yang belum selesai di jahit," ucap Fandi melirik Talitha.
"Dasar kampungan!" ucap Talitha yang merasa tersindir karena memakai rok yang belahannya sampai di paha. Sedangkan Delia memakai celana kulot dengan atasan blouse.
"Del, ngobrol dulu, yuk!" ajak Andri.
"Cepetan ke mobil, kalau enggak bakal aku tinggal," ucap Zico datar lalu melangkah pergi meninggalkan Delia.
"Eh, lain kali aja, ya, kak!" ucap Delia tak enak hati.
"Del, minta nomor telepon kamu, dong, biar nggak los contacts lagi," pinta Andri.
"Cepetan!" ucap Zico masih terus melangkah dengan Talitha yang masih menempel di lengannya.
"089909966999. Tapi sekarang belum aktif, karena ponsel aku masih rusak. Sampai jumpa lagi, Kak!" ucap Delia bergegas menyusul Zico.
"Nanti aku chat," ucap Andri tersenyum manis.
"Okey," ucap Delia bergegas menyusul Zico.
"Kamu masih suka sama dia?" tanya Fandi pada Andri.
"Masih. Dia itu beda dari gadis yang lain. Aku senang bisa bertemu dengan dia lagi," sahut Andri menatap Delia yang semakin jauh.
"Btw, siapa pria dan wanita tadi, ya?" tanya Fandi yang juga masih menatap Delia.
"Aku juga nggak tahu," sahut Andri.
Zico masuk ke dalam mobil duduk di kursi kemudi, sedangkan Talitha langsung masuk dan duduk di kursi penumpang di samping kursi kemudi. Sedangkan Delia masuk di kursi penumpang bagian belakang.
"Sayang, malam ini kamu nginep di apartemen, 'kan?" tanya Talitha dengan suara manja.
"Aku belum tahu," sahut Zico menghela napas panjang.
"Kalau kamu menginap di apartemen, aku akan melayani kamu dengan baik," ujar Talitha seraya mengelus dada Zico.
"Hentikan, Tha! Aku sedang mengemudi," ujar Zico menjauhkan tangan Talitha dari dadanya.
"Cih! Dasar ulat bulu gatal!" cibir Delia.
"Sayang, turunkan saja dia di sini, setelah itu kita pergi berdua. Dia ini cuma bikin udara di dalam mobil ini pengap," ucap Talitha memeluk lengan Zico.
"Oh, pantesan waktu itu ada yang main kuda-kudaan di dalam mobil di kebun pintunya di buka. Aku kira ada yang berbuat kriminal, nggak tahunya lagi main kuda-kudaan," cetus Delia membuat Talitha terkejut. Namun dengan cepat Talitha mengelola ekspresi wajahnya.
"Ngomong apaan, sih, Sayang, orang kampungan itu? Nggak jelas banget, deh!" ucap Talitha masih memeluk lengan Zico yang mulai melajukan mobilnya, "apa maksud orang kampungan ini? Aku memang pernah melakukannya di dalam mobil dengan pintu yang terbuka. Apa dia tahu tentang kejadian waktu itu? Tapi darimana dia tahu? Apa waktu itu ada orang yang melihat aku?" batin Talitha namun bersikap biasa saja.
"Delia bicara seperti itu seolah-olah ingin menyindir Talitha, tapi Talitha nampak biasa saja," batin Zico yang tidak mendapatkan bukti apapun tentang kedekatan Talitha dengan pria lain selain dirinya.
"Wanita murahan! Kegatelan! Entah jadi wanita penghibur atau mengangkang gratisan," cetus Delia yang merasa kesal melihat Talitha yang menempel pada Zico.
"Apa maksud kamu ngomong kayak gitu, hah?"
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Eka Bundanedinar
dikira delia akn diem aja g mungkin lah bvar" dia
2024-09-12
2
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
suka sama delia lawan trus deliaaaa jngn kalah sama pecundang ngangkang
2024-08-04
4
Putri Dhamayanti
eaaaa berantem deh 🤭
2024-08-04
3