4. Gara-gara Digelitik

Sorry I Hurt You (Maaf, aku menyakitimu)

Selama ini Delia memang tidak pernah dekat, apalagi berpacaran dengan seorang pria. Delia hanya fokus pada pendidikannya. Sedangkan sekarang setelah lulus kuliah, Delia lebih fokus untuk mencari pekerjaan dan juga bekerja sebagai freelance.

Tapi usia Delia sudah cukup dewasa. Dari tubuh Zico yang semakin terasa panas dan juga dari tatapan mata Zico yang penuh hasrat, Delia bisa melihat dan merasakan kalau saat ini Zico sangat menginginkan dirinya.

Delia tidak ingin dirinya digauli Zico hanya berdasarkan nafsu semata tanpa adanya rasa cinta dan komitmen untuk hidup bersama dengan dirinya selamanya.

"Jangan pernah sentuh aku kalau kakak tidak berniat untuk hidup bersamaku hingga akhir napas kakak," ucap Delia lagi karena Zico masih bergeming di atas tubuhnya.

Zico membuang napas kasar mendengar perkataan Delia. Entah mengapa dirinya malah berbuat seperti ini. Padahal tadi mengatakan tidak tertarik pada Delia dan berkata tidak akan menyentuh Delia. Tapi, kenapa begitu mencium bibir Delia, Zico jadi lupa akan segalanya?

"Turun dari ranjang, dan tidur di sofa sana! Aku tidak mau tidur seranjang sama kamu. Pendek! Kampungan!" ejek Zico, setelah beranjak dari atas tubuh Delia menutupi rasa malunya.

"Siapa juga yang mau tidur sama kakak? Ngomongin aku pendek dan kampungan, tapi kakak doyan juga. Bukan bebek bukan angsa, tapi nyosor juga," gerutu Delia seraya beranjak turun dari ranjang dengan ekspresi wajah bersungut-sungut.

"Gadis ini.." geram Zico yang benar-benar malu karena telah melanggar kata-katanya sendiri.

Delia mulai tinggal di rumah Zico saat Zico mulai kuliah di luar negeri. Tepatnya saat Delia baru masuk kelas satu SMA. Selama kuliah di luar negeri, Zico tidak pernah pulang, hingga akhirnya Zico pulang setelah mendapatkan gelar doktornya 6 bulan yang lalu dan langsung terjun ke dunia bisnis.

Zico mengikuti program akselerasi kuliah, alias program percepatan masa studi. Hingga saat usianya 25 tahun, Zico sudah mendapatkan gelar doktor.

Jadi Delia dan Zico tidak terlalu dekat, mengingat Zico lebih sibuk dengan pekerjaannya sebagai CEO hingga hanya ada di rumah dari malam sampai pagi. Sedangkan Delia masih mencari kerja dengan ijazah S1-nya. Mereka hanya bertemu di meja makan saat pagi dan malam saja.

"Tunggu!" ucap Zico tiba-tiba menarik tangan Delia saat Delia hendak berjalan menuju sofa.

"Kakak mau apa?" teriak Delia yang baru beberapa langkah meninggalkan ranjang. Ia sampai terhuyung karena Zico menarik tangannya terlalu kuat.

"Diam!" ucap Zico masih memegang tangan Delia.

"Kakak apaan, sih! Itu ponsel aku. Balikin!" ucap Delia saat mengetahui Zico menarik tangannya untuk menempelkan jarinya di ponsel miliknya agar kunci layarnya bisa terbuka.

Delia berusaha meraih ponselnya yang dipegang oleh Zico. Namun Zico spontan mengangkat ponsel Delia tinggi-tinggi, hingga Delia yang tingginya hanya sebatas bahu Zico itu kesulitan untuk mengambil ponselnya dari Zico.

"Kak Zico! Kembalikan ponselku! Kakak nggak boleh membuka barang pribadi milik orang lain. Itu nggak sopan tahu!" teriak Delia melompat-lompat berusaha menggapai ponselnya di tangan Zico.

"Aku suamimu. Tidak ada barang pribadi milik kamu yang nggak boleh aku lihat. Di mana kamu menyimpan foto tadi? Apa kamu membuat video saat di kamar Talitha tadi?" tanya Zico yang tidak menemukan foto maupun video di ponsel Delia saat dirinya bersama Talitha tadi.

"Kakak bilang kita hanya suami-istri di atas kertas, jadi kakak nggak boleh lihat barang pribadi milik ku," ucap Delia sambil terus melompat-lompat mencoba menggapai ponselnya yang dipegang Zico.

"Katakan dulu dimana kamu sembunyikan foto dan video itu!" Zico tetap tidak mau memberikan ponsel Delia.

Delia membuang napas kasar, lalu berkacak pinggang dan mendongak menatap Zico dengan ekspresi kesal.

"Kakak yang paksa aku melakukannya. Jadi.. kakak jangan menyesal," ucap Delia, kemudian tersenyum miring. Sedangkan Zico mengernyitkan keningnya.

"Ha..ha..ha.. Delia.. Ha..ha..ha.. hentikan.. Delia.."

Delia menggelitiki pinggang Zico, hingga Zico merasa geli. Zico berusaha untuk menghindari, namun Delia terus menggelitiki Zico.

"Berikan ponselku!" pinta Delia masih terus menggelitiki Zico.

"Ha..ha..udah..ha.ha.. Delia..sudah.. Ha..ha..ha.." Zico terus tertawa karena geli dan terus berusaha menghindar Delia dan mempertahankan ponsel Delia. Namun Delia terus mengejar dan menyerang Zico dengan menggelitiki Zico.

"Akkh.."

Zico yang terus digelitik Delia akhirnya kehilangan keseimbangan, hingga tanpa sengaja menarik lengan Delia yang menggelitik dirinya.

"Brugh"

"Prang.."

Keduanya berakhir jatuh di atas ranjang dengan Delia berada di atas tubuh Zico. Ponsel Delia terpental dari tangan Zico, hingga akhirnya membentur dinding, lalu terjatuh di lantai.

"Ponselku... " gumam Delia yang melihat ponselnya sudah terburai di lantai.

Zico juga ikut menatap ke arah ponsel Delia. Delia kemudian menatap tajam pada Zico yang menyengir seperti orang bodoh menatap dirinya.

"Ini semua gara-gara kakak! Kakak jahat! Ponselku hancur karena kakak. Kenapa kakak mengambil barang pribadiku? Kakak tidak sopan! " teriak Delia merasa kesal pada Zico setelah melihat ponselnya jatuh berhamburan.

Delia yang masih berada di atas tubuh Zico pun memukuli dada Zico meluapkan rasa kesalnya.

Namun Zico yang dipukul Delia malah seperti tidak mendengar suara Delia dan tidak merasakan dadanya dipukuli Delia, karena melihat wajah Delia yang cemberut dan bibir Delia yang terus bergerak karena sedang menyalahkan dirinya yang telah membuat ponselnya jatuh dan rusak.

"Emp.. "

Tiba-tiba saja Zico menarik tengkuk Delia yang masih berada di atas tubuhnya dan mencium bibir Delia. Delia membulatkan matanya mendapatkan serangan dadakan dari Zico.

Namun beberapa saat kemudian Delia tersadar dan berusaha memberontak melepaskan diri dari Zico. Sayangnya Zico memeluk Delia dengan erat dan memegang tengkuk Delia. Pemuda itu menahan tengkuk Delia agar ciumannya di bibir Delia tidak terlepas, hingga Delia benar-benar tak bisa melepaskan diri dari Zico.

Zico memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan bibirnya di bibir Delia. Pemuda itu memagut bibir Delia atas dan bawah secara bergantian, menyesap rasa manis yang membuatnya merasa candu dan enggan untuk melepaskan bibir Delia.

"Hah..hah..hah.."

Zico melepaskan pagutannya di bibir Delia saat gadis itu nampak sudah mulai kesulitan bernapas. Dua insan itu sama-sama menghirup udara dengan serakah dan sama-sama saling menatap sambil mengatur napas mereka.

Delia bergegas turun dari atas tubuh Zico saat merasakan getaran di saku celana Zico yang diiringi nada dering sebuah lagu.

"Akhirnya ku menemukanmu... Saat hati ini.. mulai merapuh.. Akhirnya ku menemukanmu.. Saat raga ini.. ingin berlabuh..."

Lagu berjudul 'Akhirnya Ku Menemukanmu " milik Naff yang menjadi nada dering ponsel Zico itupun terus mengalun hingga Zico menerima panggilan masuk tersebut.

"Halo, Tha!" ucap Zico setelah menggeser ikon berwarna hijau dan menempelkan ponselnya di telinganya seraya beranjak untuk duduk.

"Kenapa belum kembali ke kamarku?" tanya Talitha dari sambungan telepon yang lebih terdengar seperti protes.

"Aku nggak bisa ke kamar kamu lagi. Aku takut ketahuan kedua orang tuaku," sahut Zico entah benar ataukan sedang beralasan agar tidak datang ke kamar Talitha.

Sedangkan Delia yang mendengar apa yang diucapkan Zico nampak membuang napas kasar, karena Delia sudah bisa menebak siapa yang menghubungi Zico.

"Apa dia beneran mengadu pada kedua orang tua kamu?" tanya Talitha terdengar tidak suka.

"Aku tidak tahu, dia tidak mau mengaku. Yang pastinya, aku telah membuat ponselnya rusak karena tidak sengaja terlempar olehku," sahut Zico seraya melirik Delia yang memunguti serpihan ponselnya

"Kamu harus menangani dia dengan benar. Aku tidak ingin hubungan kita hancur karena dia. Kamu sudah berjanji akan membahagiakan aku, Zic. Saat ini aku adalah istri kamu, tulang rusukmu. Kamu nggak boleh terlalu sering bersama dia dan jangan terlalu dekat dengan dia," ujar Talitha yang tak ingin pemuda yang telah dinikahinya secara agama itu berpaling pada istri sahnya.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Eka Bundanedinar

Eka Bundanedinar

padahal udah nyosor trs tuh zico

2024-08-29

4

Anik Trisubekti

Anik Trisubekti

sadarlah Zic wanita yang kamu nikahi siri itu ular beracun yang setiap saat bisa mematuk mu

2024-08-05

5

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

zico sungguh ceroboh 🙄 tanya hatimu, kamu mencintai siapa?? jan maen embat dua-dua nya

2024-08-04

2

lihat semua
Episodes
1 1. Amarah
2 2. Cancel Cinta
3 3. Harimau Lapar
4 4. Gara-gara Digelitik
5 5. Permintaan
6 6. Kedinginan
7 7. Merasa Beruntung
8 8. Kampungan
9 9. Terlanjur Ternoda
10 10. Kurang Apa?
11 11. Kecolongan
12 12. Tegas
13 13. Teman Lama
14 14. Mulut Tajam
15 15. Di Ikat
16 16. Kehabisan Kata-kata
17 17. Tidak Setuju
18 18. Posisi Terbalik
19 19. Tak Menyangka
20 20. Tidak Mengizinkan
21 21. Jangan-jangan..
22 22. Ngotot
23 23. Galau Sendiri
24 24. Guling Hidup
25 25. Merasa Salah Menilai
26 26. Tak Percaya
27 27. Who Knows?
28 28. Mauku?
29 29. Hampir Saja
30 30. Penuh Harap
31 31. Apa Benar?
32 32. Barang Umum
33 33. Nambah Lagi
34 34. Membandingkan
35 35. Tetap TI-DAK
36 36. Merasa Salah Bicara
37 37. Bagian Sensitif
38 38. Ahli Sejarah
39 39. Daris
40 40. Gabung
41 41. Senang Menggoda
42 42. Demi Kamu
43 43. Tersiksa
44 44. Kesulitan
45 45. Berpikir Macam-macam
46 46. Tidak Tahu
47 47. Pikir Saja Sendiri!
48 48. Hampir Lupa
49 49. Membujuk Untuk Membatalkan
50 50. Tidak Boleh!
51 51. Info Baru
52 52. Jail
53 53. Merasa Disidang
54 54. Kemungkinan Dua-duanya
55 55. Masa Lalu
56 56. Doa
57 57. Menyusul
58 58. Andai Saja
59 59. Sudah Tahu
60 60. Malu
61 61. Ucapan Selamat Pagi
62 62. Uring-uringan
63 63. Bersikap Lembut
64 64. Sudah Terbiasa
65 65. Di Anggap Halu
66 66. Nggak PD
67 67. Hafal
68 68. Dismenore
69 69. Merasa Malu
70 70. Sayang Sekali
71 71. Tidak Mau Mengajak
72 72. Hampir Tak Mengenali
73 73. Spot Jantung
74 74. Tak Sengaja
75 75. Tidak Bernafsu
76 76. Di Asah?
77 77. Tamu
78 78. Dianggap Pembantu
79 79. Balik Menindas
80 80. Bertanya Sendiri
81 81. Mertua?
82 82. Menunjukkan Bukti
83 83. Tidak Wajar
84 84. Perubahan Wajah
85 85. Kemungkinan Hilang
86 86. Bukan Pemilik
87 87. Menunggu
88 88. Wallpaper
89 89. Tak Ingin Percaya
90 90. Senyuman Masam
91 91. Karena Sayang
92 92. Menghalangi
93 93. Delia Lagi?
94 94. Istriku Selingkuhanku
95 95. Meresapi
96 96. Ternyata Benar
97 97. Dijebak
98 98. Berakhir Sendiri
99 99. Legowo
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Amarah
2
2. Cancel Cinta
3
3. Harimau Lapar
4
4. Gara-gara Digelitik
5
5. Permintaan
6
6. Kedinginan
7
7. Merasa Beruntung
8
8. Kampungan
9
9. Terlanjur Ternoda
10
10. Kurang Apa?
11
11. Kecolongan
12
12. Tegas
13
13. Teman Lama
14
14. Mulut Tajam
15
15. Di Ikat
16
16. Kehabisan Kata-kata
17
17. Tidak Setuju
18
18. Posisi Terbalik
19
19. Tak Menyangka
20
20. Tidak Mengizinkan
21
21. Jangan-jangan..
22
22. Ngotot
23
23. Galau Sendiri
24
24. Guling Hidup
25
25. Merasa Salah Menilai
26
26. Tak Percaya
27
27. Who Knows?
28
28. Mauku?
29
29. Hampir Saja
30
30. Penuh Harap
31
31. Apa Benar?
32
32. Barang Umum
33
33. Nambah Lagi
34
34. Membandingkan
35
35. Tetap TI-DAK
36
36. Merasa Salah Bicara
37
37. Bagian Sensitif
38
38. Ahli Sejarah
39
39. Daris
40
40. Gabung
41
41. Senang Menggoda
42
42. Demi Kamu
43
43. Tersiksa
44
44. Kesulitan
45
45. Berpikir Macam-macam
46
46. Tidak Tahu
47
47. Pikir Saja Sendiri!
48
48. Hampir Lupa
49
49. Membujuk Untuk Membatalkan
50
50. Tidak Boleh!
51
51. Info Baru
52
52. Jail
53
53. Merasa Disidang
54
54. Kemungkinan Dua-duanya
55
55. Masa Lalu
56
56. Doa
57
57. Menyusul
58
58. Andai Saja
59
59. Sudah Tahu
60
60. Malu
61
61. Ucapan Selamat Pagi
62
62. Uring-uringan
63
63. Bersikap Lembut
64
64. Sudah Terbiasa
65
65. Di Anggap Halu
66
66. Nggak PD
67
67. Hafal
68
68. Dismenore
69
69. Merasa Malu
70
70. Sayang Sekali
71
71. Tidak Mau Mengajak
72
72. Hampir Tak Mengenali
73
73. Spot Jantung
74
74. Tak Sengaja
75
75. Tidak Bernafsu
76
76. Di Asah?
77
77. Tamu
78
78. Dianggap Pembantu
79
79. Balik Menindas
80
80. Bertanya Sendiri
81
81. Mertua?
82
82. Menunjukkan Bukti
83
83. Tidak Wajar
84
84. Perubahan Wajah
85
85. Kemungkinan Hilang
86
86. Bukan Pemilik
87
87. Menunggu
88
88. Wallpaper
89
89. Tak Ingin Percaya
90
90. Senyuman Masam
91
91. Karena Sayang
92
92. Menghalangi
93
93. Delia Lagi?
94
94. Istriku Selingkuhanku
95
95. Meresapi
96
96. Ternyata Benar
97
97. Dijebak
98
98. Berakhir Sendiri
99
99. Legowo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!