14. Mulut Tajam

"Apa maksud kamu ngomong kayak gitu, hah?" bentak Talitha yang merasa geram mendengar perkataan Delia.

"Apa maksud ku, kau lebih tahu, karena kamu yang melakukan. Wanita murahan tempat pembuangan kecebong haram seperti kamu itu akan melakukan segala macam cara untuk naik ke atas ranjang orang kaya. Dan cuma pria buta, tuli, oon, bodoh bin goblokk yang mau menikahi wanita murahan bekas pria lain macam kamu. Seorang janda lebih terhormat daripada wanita tak bermoral seperti mu," sarkas Delia yang muak pada Talitha sekaligus pada Zico, membuat wajah Zico merah padam.

"Kau.." geram Talitha seraya melepas sabuk pengamannya hendak menyerang Delia.

"Apa? Pria bodoh dan wanita murahan memang cocok," tandas Delia.

"Cekiiitt.."

"Diam!" bentak Zico seraya mengerem mendadak.

Delia dan Talitha terkejut dengan suara Zico yang menggelegar menggema di dalam mobil itu bersamaan dengan mobil yang berhenti mendadak. Dengan wajah merah padam Zico menatap tajam pada Delia.

"Tutup mulut kamu itu Delia! Jangan menuduh orang tanpa bukti! Berani-beraninya kamu menghina aku! Kamu pikir kamu siapa, hah? Jangan mentang-mentang kedua orang tua ku menyayangimu, lalu kamu jadi naik ke awang-awang lupa akan siapa dirimu. Kalau kedua orang tua ku tidak menolong kamu, kamu pasti sudah jadi gelandangan. Jadi gembel di jalanan. Ingat! Kita menjadi suami istri hanya sebatas di atas kertas. Aku tidak akan pernah mencintai kamu, apalagi menjadikan kamu sebagai pendamping hidupku selamanya. Kau yang hanya seorang gelandangan itulah yang bermimpi jadi nyonya di rumahku. Kalau papa dan mamaku tidak memaksa aku menikah dengan mu, apa kamu pikir aku mau menikah dengan perempuan pendek, kampungan, dan bar-bar bermulut tajam seperti kamu, hah? Dasar tukang hasut! Tukang fitnah! Jangan lagi mengeluarkan sepatah katapun dari mulutmu itu! Kalau tidak... kamu tidak akan bisa membayangkan apa yang akan aku lakukan padamu," ucap Zico dengan suara berat penuh penekanan. Ia tersulut emosi sebab dikatai Delia buta, tuli dan bodoh karena menikahi Talitha.

Delia mengepalkan kedua tangannya mendengar setiap kalimat yang terlontar dari mulut Zico.

Talitha tersenyum penuh kemenangan mendengar Delia dimarahi Zico, "Rasain! Teruskan saja mengatakan hal buruk tentang aku, agar Zico semakin membenci kamu," batin Talitha senang.

"Mau ngapain, kamu?" tanya Zico menatap Delia masih dengan tatapan tajamnya saat Delia berusaha membuka pintu mobil.

"Aku kebelet. Cepat buka pintunya!" pinta Delia dengan wajah dan suara datar.

"CK. Merepotkan sekali. Tinggalkan saja dia, Sayang," pinta Talitha.

Zico membuang napas kasar, lalu membuka kunci otomatis mobilnya agar Delia bisa membuka pintunya. Kebetulan saat ini mereka berada dekat dengan SPBU.

Delia pun bergegas keluar dari dalam mobil. Namun bukannya pergi ke toilet yang ada di SPBU, gadis itu malah mencegat taksi yang kebetulan melintas. Tapi sayangnya taksi itu sedang membawa penumpang. Zico pun terkejut melihat aksi Delia.

"Hei, apa yang kamu lakukan?" teriak Zico setelah membuka kaca mobilnya.

Delia tidak menjawab pertanyaan Zico, apalagi menoleh ke arah Zico. Gadis itu sibuk menatap ke arah jalanan, mencari taksi.

"Delia Oktavia! Kamu dengar tidak? Cepat kembali ke mobil! Delia!" teriak Zico pada Delia penuh amarah. Namun Delia mengabaikan perintah Zico dan terus mencari taksi.

"Sudah, biarkan saja, Sayang," ucap Talitha yang malah senang karena Delia mencari kendaraan lain.

Zico bergegas turun dari mobilnya untuk menghampiri Delia dan bermaksud membawa Delia kembali ke dalam mobil.

"Shitt!" umpat Zico karena Delia malah sudah mendapatkan taksi dan langsung masuk ke dalam taksi. Zico tidak sempat lagi mencegah Delia masuk ke dalam taksi, yang langsung melaju.

"Syukurlah kalau tahu diri. Tidak menganggu aku dan Zico," gumam Talitha yang malah merasa senang.

Zico bergegas kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya menyusul taksi yang ditumpangi Delia.

"Sayang, biarkan saja dia naik taksi. Kita pergi ke apartemen saja, yuk!" ajak Talitha kembali memeluk lengan Zico.

"Papa dan mama akan marah padaku jika mereka tahu kami pulang sendiri-sendiri," sahut Zico membuang napas kasar fokus mengemudi.

"Kamu takut banget, sih, sama orang tua kamu? Kamu itu anak tunggal, mana mungkin papa kamu serius mau mencabut semua fasilitas kamu. Itu pasti hanya gertakkan papa kamu saja. Kalaupun fasilitas kamu di cabut, itu pasti hanya untuk sementara saja," ucap Talitha kesal karena Zico terlalu takut pada kedua orang tuanya.

"Papaku bukan orang yang suka bercanda. Papa selalu melakukan apa yang dikatakannya," sahut Zico yang tahu pasti bagaimana sifat papanya.

"Ceraikan perempuan itu! Kita buat anak, agar orang tuamu merestui kita. Sudah satu minggu lebih kita menikah, tapi kamu belum menyentuh aku juga. Kamu bahkan tak punya waktu untuk aku," keluh Talitha.

"Kamu tahu sendiri, sejak kita menikah hari itu, aku harus mengurus pernikahan ku dengan Delia. Belum lagi perusahaan kami baru saja memenangkan tender besar. Aku sangat sibuk akhir-akhir ini. Bahkan sempat tidur di kantor karena pekerjaan ku benar-benar menumpuk," ujar Zico masih fokus mengejar taksi yang ditumpangi Delia.

"Lalu, sampai kapan kita terus begini? Kamu ingat, 'kan, kamu sudah berjanji untuk membahagiakan aku, tapi nyatanya kamu malah terus saja membuat aku kecewa," keluh Talitha yang semua rencananya berantakan, sama sekali tidak berjalan sesuai ekspektasinya.

"Kita bicarakan nanti," ucap Zico yang tidak ingin kehilangan jejak Delia karena berdebat dengan Talitha. Padatnya kendaraan di jalan membuat Zico harus fokus mengemudi. Apalagi Zico juga harus mengejar taksi yang ditumpangi Delia.

"Selalu saja seperti ini. Kamu bilang kita bicarakan nanti, tapi sampai sekarang masih juga nggak punya waktu buat aku," ketus Talitha.

"Berhentilah bicara dan mengeluh, kalau tak ingin kita mengalami kecelakaan," tukas Zico yang tak ingin lagi mendengarkan keluh kesah Talitha.

Sedangkan Talitha nampak menekuk wajahnya mendengar perkataan Zico. Perkataan Zico membuat Talitha semakin kesal saja.

"Lebih cepat, Pak!" pinta Delia pada sang supir taksi karena sadar kalau Zico terus mengejar taksi yang ditumpangi oleh dirinya.

"Kenapa mobil itu mengejar Eneng?" tanya sang supir taksi.

"Aku ingin putus sama dia Pak, tapi dia nggak mau," sahut Delia beralasan.

"Ada-ada saja anak muda zaman sekarang," gumam sang supir taksi menghela napas panjang.

Zico melajukan mobilnya semakin cepat saat taksi yang ditumpangi Delia juga melaju semakin kencang.

"Gadis ini.. lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya nanti," geram Zico menahan emosi.

"Zico.." pekik Talitha saat Zico menginjak pedal gasnya semakin dalam.

Jalanan yang mereka lalui sekarang cukup sepi membuat Zico bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga...

"Ckiiitt..."

"Akkhhh..! Zico! Apa kamu sudah gila?" pekik Talitha saat Zico menyalip dan memotong jalan taksi yang ditumpangi Delia.

Delia yang berada di dalam mobil taksi pun tak kalah terkejut dengan aksi Zico yang nekat menghadang taksi yang ditumpanginya. Andai saja sang supir taksi tidak cekatan mengerem atau rem mobilnya tidak pakem, bisa dipastikan kalau taksi itu pasti menabrak mobil Zico.

Zico bergegas keluar dari mobilnya tanpa memedulikan kemarahan Talitha, membuat Talitha semakin merasa kesal.

"Ini semua gara-gara perempuan kampungan itu," geram Talitha menahan emosinya.

"Neng, pacar Eneng ke sini. Sepertinya dia sangat marah," ucap sang sopir taksi melihat aura suram di wajah Zico yang berjalan menghampiri taksinya.

...🌟...

...Terkadang, perkataan lebih menyakitkan dari sebuah tamparan....

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Eka Bundanedinar

Eka Bundanedinar

kenyataan kamu memang bodoh zico

2024-09-12

2

Diana diana

Diana diana

kamu jangan lemah ya , Del
hajar terus tuch duo sejoli itu

2024-08-21

2

Susetiyanti RoroSuli

Susetiyanti RoroSuli

wuah rame nich jadinya

2024-08-10

2

lihat semua
Episodes
1 1. Amarah
2 2. Cancel Cinta
3 3. Harimau Lapar
4 4. Gara-gara Digelitik
5 5. Permintaan
6 6. Kedinginan
7 7. Merasa Beruntung
8 8. Kampungan
9 9. Terlanjur Ternoda
10 10. Kurang Apa?
11 11. Kecolongan
12 12. Tegas
13 13. Teman Lama
14 14. Mulut Tajam
15 15. Di Ikat
16 16. Kehabisan Kata-kata
17 17. Tidak Setuju
18 18. Posisi Terbalik
19 19. Tak Menyangka
20 20. Tidak Mengizinkan
21 21. Jangan-jangan..
22 22. Ngotot
23 23. Galau Sendiri
24 24. Guling Hidup
25 25. Merasa Salah Menilai
26 26. Tak Percaya
27 27. Who Knows?
28 28. Mauku?
29 29. Hampir Saja
30 30. Penuh Harap
31 31. Apa Benar?
32 32. Barang Umum
33 33. Nambah Lagi
34 34. Membandingkan
35 35. Tetap TI-DAK
36 36. Merasa Salah Bicara
37 37. Bagian Sensitif
38 38. Ahli Sejarah
39 39. Daris
40 40. Gabung
41 41. Senang Menggoda
42 42. Demi Kamu
43 43. Tersiksa
44 44. Kesulitan
45 45. Berpikir Macam-macam
46 46. Tidak Tahu
47 47. Pikir Saja Sendiri!
48 48. Hampir Lupa
49 49. Membujuk Untuk Membatalkan
50 50. Tidak Boleh!
51 51. Info Baru
52 52. Jail
53 53. Merasa Disidang
54 54. Kemungkinan Dua-duanya
55 55. Masa Lalu
56 56. Doa
57 57. Menyusul
58 58. Andai Saja
59 59. Sudah Tahu
60 60. Malu
61 61. Ucapan Selamat Pagi
62 62. Uring-uringan
63 63. Bersikap Lembut
64 64. Sudah Terbiasa
65 65. Di Anggap Halu
66 66. Nggak PD
67 67. Hafal
68 68. Dismenore
69 69. Merasa Malu
70 70. Sayang Sekali
71 71. Tidak Mau Mengajak
72 72. Hampir Tak Mengenali
73 73. Spot Jantung
74 74. Tak Sengaja
75 75. Tidak Bernafsu
76 76. Di Asah?
77 77. Tamu
78 78. Dianggap Pembantu
79 79. Balik Menindas
80 80. Bertanya Sendiri
81 81. Mertua?
82 82. Menunjukkan Bukti
83 83. Tidak Wajar
84 84. Perubahan Wajah
85 85. Kemungkinan Hilang
86 86. Bukan Pemilik
87 87. Menunggu
88 88. Wallpaper
89 89. Tak Ingin Percaya
90 90. Senyuman Masam
91 91. Karena Sayang
92 92. Menghalangi
93 93. Delia Lagi?
94 94. Istriku Selingkuhanku
95 95. Meresapi
96 96. Ternyata Benar
97 97. Dijebak
98 98. Berakhir Sendiri
99 99. Legowo
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Amarah
2
2. Cancel Cinta
3
3. Harimau Lapar
4
4. Gara-gara Digelitik
5
5. Permintaan
6
6. Kedinginan
7
7. Merasa Beruntung
8
8. Kampungan
9
9. Terlanjur Ternoda
10
10. Kurang Apa?
11
11. Kecolongan
12
12. Tegas
13
13. Teman Lama
14
14. Mulut Tajam
15
15. Di Ikat
16
16. Kehabisan Kata-kata
17
17. Tidak Setuju
18
18. Posisi Terbalik
19
19. Tak Menyangka
20
20. Tidak Mengizinkan
21
21. Jangan-jangan..
22
22. Ngotot
23
23. Galau Sendiri
24
24. Guling Hidup
25
25. Merasa Salah Menilai
26
26. Tak Percaya
27
27. Who Knows?
28
28. Mauku?
29
29. Hampir Saja
30
30. Penuh Harap
31
31. Apa Benar?
32
32. Barang Umum
33
33. Nambah Lagi
34
34. Membandingkan
35
35. Tetap TI-DAK
36
36. Merasa Salah Bicara
37
37. Bagian Sensitif
38
38. Ahli Sejarah
39
39. Daris
40
40. Gabung
41
41. Senang Menggoda
42
42. Demi Kamu
43
43. Tersiksa
44
44. Kesulitan
45
45. Berpikir Macam-macam
46
46. Tidak Tahu
47
47. Pikir Saja Sendiri!
48
48. Hampir Lupa
49
49. Membujuk Untuk Membatalkan
50
50. Tidak Boleh!
51
51. Info Baru
52
52. Jail
53
53. Merasa Disidang
54
54. Kemungkinan Dua-duanya
55
55. Masa Lalu
56
56. Doa
57
57. Menyusul
58
58. Andai Saja
59
59. Sudah Tahu
60
60. Malu
61
61. Ucapan Selamat Pagi
62
62. Uring-uringan
63
63. Bersikap Lembut
64
64. Sudah Terbiasa
65
65. Di Anggap Halu
66
66. Nggak PD
67
67. Hafal
68
68. Dismenore
69
69. Merasa Malu
70
70. Sayang Sekali
71
71. Tidak Mau Mengajak
72
72. Hampir Tak Mengenali
73
73. Spot Jantung
74
74. Tak Sengaja
75
75. Tidak Bernafsu
76
76. Di Asah?
77
77. Tamu
78
78. Dianggap Pembantu
79
79. Balik Menindas
80
80. Bertanya Sendiri
81
81. Mertua?
82
82. Menunjukkan Bukti
83
83. Tidak Wajar
84
84. Perubahan Wajah
85
85. Kemungkinan Hilang
86
86. Bukan Pemilik
87
87. Menunggu
88
88. Wallpaper
89
89. Tak Ingin Percaya
90
90. Senyuman Masam
91
91. Karena Sayang
92
92. Menghalangi
93
93. Delia Lagi?
94
94. Istriku Selingkuhanku
95
95. Meresapi
96
96. Ternyata Benar
97
97. Dijebak
98
98. Berakhir Sendiri
99
99. Legowo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!