5. Permintaan

Zico menghela napas panjang yang terasa berat saat mendengar Talitha memperingati dirinya.

"Sudah malam, kita bicarakan semuanya besok. Istirahatlah! Jangan menunggu aku! Aku harus tetap disini. Aku nggak mau mendapatkan masalah dari kedua orang tuaku karena meninggalkan dia malam ini," ucap Zico, kemudian mengakhiri panggilan secara sepihak.

"Zic.." panggil Talitha yang masih menempelkan gawainya di telinga.

"Tut..Tut..Tut..

"Akhhh! Sial! Kenapa Zico malah mengakhiri panggilan secara sepihak?" teriak Talitha kesal mengetahui Zico telah mengakhiri panggilan suara, "aku harus mencari cara agar Zico tidak terlalu sering bersama dengan perempuan itu," gumam Talitha membuang napas kasar.

Sedangkan di kamar Zico dan Delia..

"Argkh!. Bodoh! Bodoh! Bodoh! Kenapa aku malah jatuh di atas tubuh dia, sih? Dan dia malah menggunakan kesempatan itu untuk mencium aku lagi. Ini tidak boleh terjadi lagi. Dia sengaja mengambil keuntungan dariku. Ternyata pria memang sama saja. Dia bilang mencintai si Wewe gombel itu, tapi juga tidak mau melewatkan kesempatan untuk mencium aku. Mulai sekarang aku harus waspada sama Kak Zico. Dia sudah mengatakan tidak akan pernah mencintai aku, jadi aku tidak boleh memberikan hati maupun tubuhku padanya. Aku hanya akan memberikan tubuh dan hatiku pada orang yang aku cintai dan mencintai aku. Orang yang mau berkomitmen untuk hidup denganku selamanya," gumam Delia dalam hati seraya memunguti pecahan ponselnya yang berceceran di lantai.

Sedangkan Zico membuang napas kasar setelah mengakhiri panggilan suara dari Talitha. Zico melirik Delia yang terdiam tanpa kata memunguti kepingan ponselnya. Ia jadi teringat bagaimana rasanya saat mencium bibir Delia tadi.

"Shitt! Kenapa aku jadi seperti ini sama dia. Kenapa aku jadi lupa segalanya saat melihat bibirnya? Aku harus menjauhi dia. Aku hanya menyukai Talitha. Talitha adalah penyelamat hidupku. Aku berhutang nyawa padanya," batin Zico memijit pelipisnya sendiri.

Zico menatap Delia yang menatap ponselnya yang sudah hancur karena dirinya. Zico melihat Delia nampak sedih.

"Besok aku akan mengganti ponsel kamu," ucap Zico, namun Delia tak merespon apapun. Jangankan menoleh, menjawab pun tidak.

Delia berjalan menuju sofa, lalu naik ke atas sofa dan membaringkan tubuhnya menghadap sandaran sofa membelakangi Zico.

"Selama ini kami tidak pernah membicarakan tentang apapun, bahkan dalam sehari kami belum tentu saling bicara. Tapi malam ini... kenapa malah seperti ini? Sadar Delia! Sadar! Dia sudah mengatakan tidak akan pernah mencintai kamu, dia bahkan meminta kalian untuk bercerai setelah satu tahun usia pernikahan kalian. Dia hanya mencintai si Wewe gombel, karena si Wewe gombel adalah penyelamat hidupnya. Dia tadi berciuman panas dengan si Wewe gombel, lalu berciuman dengan kamu. Kamu hanya dipermainkan oleh dia. Apa kamu tidak ingat kalau dia mengatakan bahwa kamu adalah anjingg yang dipungut keduanya orang tuanya, tapi berharap menjadi nyonya rumah? Baginya kamu hanya wanita rendahan. Jadi jangan mau di sentuhnya, jika dia tidak berniat untuk sehidup semati denganmu," batin Delia memperingati dirinya sendiri.

Sedangkan Zico yang kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang nampak melirik Delia yang berbaring membelakangi dirinya.

"Selama enam bulan berada di satu atap yang sama dengan Delia, aku tidak pernah berkomunikasi dengan dia. Tapi setelah berada di dalam kamar yang sama, berkomunikasi dengan dia dan melihat tingkah polahnya malam ini, kenapa aku merasakan perasaanku campur aduk seperti ini? Sedangkan saat bersama Talitha, aku tidak pernah merasakan perasaan apapun. Saat berciuman dengan Delia, aku merasakan sensasi yang berbeda. Bibirnya terasa manis, lembut dan membuat aku bergairah. Tapi saat bersama Talitha, aku tidak pernah merasakan itu semua. Bahkan aku hanya berusaha mengimbangi ciuman Talitha tanpa ada perasaan apapun. Tidak! Tidak! Aku tidak boleh menyukai siapapun selain Talitha, karena Talitha aku masih hidup sampai saat ini. Jadi..aku hanya boleh menyukai Talitha seorang. Soal Delia, aku akan mencari cara agar dia nggak betah menjadi istriku," batin Zico menghela napas berkali-kali.

Malam semakin larut. Delia yang tidur tanpa selimut dan bantal pun merasa kedinginan. Sedari tadi matanya sudah terpejam, namun nyatanya Delia belum bisa tidur.

"Aku nggak nyangka akan begini jadinya. Aku dijodohkan dengan orang yang mencintai orang lain, bahkan sudah menikahinya. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Membuat Kak Zico jatuh cinta padaku seperti keinginan kedua orang tua Kak Zico, atau menyerah dengan keadaan? Tapi.. masa iya aku harus menyerah sebelum berperang?" gumam Delia, kemudian teringat dengan kejadian dua minggu yang lalu di ruang keluarga rumah Zico...

"Delia, Om dan Tante sudah menganggap dan menyayangi kamu seperti putri kami sendiri. Bolehkah Om dan Tante minta sesuatu dari kamu?" tanya Marcell, ayah kandung Zico.

"Katakan saja, Om! Akan aku berikan apapun itu, jika aku punya," sahut Delia bersungguh- sungguh, namun juga penasaran, apa yang ingin diminta sepasang suami-isteri kaya yang telah banyak berjasa baginya ini pada dirinya yang tak memiliki apa-apa?

"Begini, Del, jujur sejak pertama kali bertemu dengan Talitha, Om dan Tante tidak terlalu menyukainya. Apalagi saat kamu bilang kalau dia pernah berciuman dan bercinta di dalam mobil dengan seorang pria. Meskipun dia adalah gadis yang menolong Zico, tapi kami tidak mau jika Zico menikah dengan wanita yang telah melakukan hubungan intim dengan pria lain selain Zico. Kami ingin Zico menikah dengan wanita baik-baik. Kita sudah tinggal bersama selama enam tahun lebih, dan kami sudah tahu sifat dan kepribadian kamu. Kami yakin, kamu adalah calon istri terbaik buat putra kami. Jadi.. maukah kamu menikah dengan putra kami?" tanya Marcelle dengan ekspresi serius.

"Deg"

Seketika Delia tertegun mendengar permintaan Marcell. Tidak pernah terlintas sedikitpun di pikiran Delia untuk menikah, apalagi menikah dengan putra tunggal dua orang yang telah merawat dan membesarkan dirinya selama 6 tahun lebih ini.

Saat ini Delia baru berusia 22 tahun dan sedang mencari pekerjaan agar bisa hidup mandiri. Selama belum mendapatkan pekerjaan yang ia inginkan, Delia memilih bekerja sebagai freelance. Tapi sekarang malah diminta untuk menikah dengan orang yang baru enam bulan ini dilihatnya secara langsung.

"Del, Tante sangat yakin, kalau kamu akan menjadi istri yang baik buat Marcell, ia pasti akan bahagia jika menjadi suamimu," ujar Ingrid, ibu Marcell meyakinkan.

"Tapi Om, Tan, aku ini bar-bar, kadang juga kekanak-kanakan, tubuhku pendek, dan aku juga tak tahu asal usulku, aku merasa tak pantas bersanding dengan Kak Zico yang begitu sempurna. Lagipula, mana mau Kak Zico menikah dengan aku. Kami bahkan tidak pernah saling bicara kecuali saat berada di meja makan," ujar Delia jujur.

"Itu tak masalah. Jika kalian sudah menikah nanti, kalian pasti akan saling mencintai," ujar Marcell meyakinkan.

"Benar, meskipun bar-bar, tapi kamu itu baik, imut dan menggemaskan. Apalagi kalau kamu mau merubah penampilan kamu, kamu pasti cantik banget. Mau, ya, menikah dengan Zico? Tante mohon! Tante sudah terlanjur suka sama kamu. Mau, ya, jadi menantu Tante?" pinta Ingrid menatap Delia seraya mengenggam jemari tangan Delia penuh permohonan.

"Tapi.."

"Om akan berikan kafe di pusat kota yang Om rintis dari muda, kalau kamu mau menikah dengan Zico," ucap Marcell memotong kata-kata Delia yang nampak enggan untuk menyanggupi permintaannya dan istrinya.

"A..apa?" tanya Delia yang rasanya tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

Kafe yang dikatakan oleh ayah Zico adalah salah satu kafe terbesar di kota ini. Delia bisa ongkang-ongkang kaki dan hidup santai tanpa bekerja, jika memiliki kafe itu. Delia akan menjadi bos di kafe yang memiliki menu makanan dan minuman yang terkenal enak tersebut. Kafe yang sudah memiliki banyak pelanggan tetap dan tidak pernah sepi dari pengunjung.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Galih Pratama Zhaqi

Galih Pratama Zhaqi

aaa disini baru nyambung trnyta ini ankny Mascell d inggrit , donglah wis

2024-10-25

1

Eka Bundanedinar

Eka Bundanedinar

loh jd delia jg dpt bekas dr talitha om tante asal kalian tau

2024-08-29

4

Anik Trisubekti

Anik Trisubekti

setahun waktumu membuat Zico bucin akut padamu Del, semangat

2024-08-05

4

lihat semua
Episodes
1 1. Amarah
2 2. Cancel Cinta
3 3. Harimau Lapar
4 4. Gara-gara Digelitik
5 5. Permintaan
6 6. Kedinginan
7 7. Merasa Beruntung
8 8. Kampungan
9 9. Terlanjur Ternoda
10 10. Kurang Apa?
11 11. Kecolongan
12 12. Tegas
13 13. Teman Lama
14 14. Mulut Tajam
15 15. Di Ikat
16 16. Kehabisan Kata-kata
17 17. Tidak Setuju
18 18. Posisi Terbalik
19 19. Tak Menyangka
20 20. Tidak Mengizinkan
21 21. Jangan-jangan..
22 22. Ngotot
23 23. Galau Sendiri
24 24. Guling Hidup
25 25. Merasa Salah Menilai
26 26. Tak Percaya
27 27. Who Knows?
28 28. Mauku?
29 29. Hampir Saja
30 30. Penuh Harap
31 31. Apa Benar?
32 32. Barang Umum
33 33. Nambah Lagi
34 34. Membandingkan
35 35. Tetap TI-DAK
36 36. Merasa Salah Bicara
37 37. Bagian Sensitif
38 38. Ahli Sejarah
39 39. Daris
40 40. Gabung
41 41. Senang Menggoda
42 42. Demi Kamu
43 43. Tersiksa
44 44. Kesulitan
45 45. Berpikir Macam-macam
46 46. Tidak Tahu
47 47. Pikir Saja Sendiri!
48 48. Hampir Lupa
49 49. Membujuk Untuk Membatalkan
50 50. Tidak Boleh!
51 51. Info Baru
52 52. Jail
53 53. Merasa Disidang
54 54. Kemungkinan Dua-duanya
55 55. Masa Lalu
56 56. Doa
57 57. Menyusul
58 58. Andai Saja
59 59. Sudah Tahu
60 60. Malu
61 61. Ucapan Selamat Pagi
62 62. Uring-uringan
63 63. Bersikap Lembut
64 64. Sudah Terbiasa
65 65. Di Anggap Halu
66 66. Nggak PD
67 67. Hafal
68 68. Dismenore
69 69. Merasa Malu
70 70. Sayang Sekali
71 71. Tidak Mau Mengajak
72 72. Hampir Tak Mengenali
73 73. Spot Jantung
74 74. Tak Sengaja
75 75. Tidak Bernafsu
76 76. Di Asah?
77 77. Tamu
78 78. Dianggap Pembantu
79 79. Balik Menindas
80 80. Bertanya Sendiri
81 81. Mertua?
82 82. Menunjukkan Bukti
83 83. Tidak Wajar
84 84. Perubahan Wajah
85 85. Kemungkinan Hilang
86 86. Bukan Pemilik
87 87. Menunggu
88 88. Wallpaper
89 89. Tak Ingin Percaya
90 90. Senyuman Masam
91 91. Karena Sayang
92 92. Menghalangi
93 93. Delia Lagi?
94 94. Istriku Selingkuhanku
95 95. Meresapi
96 96. Ternyata Benar
97 97. Dijebak
98 98. Berakhir Sendiri
99 99. Legowo
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Amarah
2
2. Cancel Cinta
3
3. Harimau Lapar
4
4. Gara-gara Digelitik
5
5. Permintaan
6
6. Kedinginan
7
7. Merasa Beruntung
8
8. Kampungan
9
9. Terlanjur Ternoda
10
10. Kurang Apa?
11
11. Kecolongan
12
12. Tegas
13
13. Teman Lama
14
14. Mulut Tajam
15
15. Di Ikat
16
16. Kehabisan Kata-kata
17
17. Tidak Setuju
18
18. Posisi Terbalik
19
19. Tak Menyangka
20
20. Tidak Mengizinkan
21
21. Jangan-jangan..
22
22. Ngotot
23
23. Galau Sendiri
24
24. Guling Hidup
25
25. Merasa Salah Menilai
26
26. Tak Percaya
27
27. Who Knows?
28
28. Mauku?
29
29. Hampir Saja
30
30. Penuh Harap
31
31. Apa Benar?
32
32. Barang Umum
33
33. Nambah Lagi
34
34. Membandingkan
35
35. Tetap TI-DAK
36
36. Merasa Salah Bicara
37
37. Bagian Sensitif
38
38. Ahli Sejarah
39
39. Daris
40
40. Gabung
41
41. Senang Menggoda
42
42. Demi Kamu
43
43. Tersiksa
44
44. Kesulitan
45
45. Berpikir Macam-macam
46
46. Tidak Tahu
47
47. Pikir Saja Sendiri!
48
48. Hampir Lupa
49
49. Membujuk Untuk Membatalkan
50
50. Tidak Boleh!
51
51. Info Baru
52
52. Jail
53
53. Merasa Disidang
54
54. Kemungkinan Dua-duanya
55
55. Masa Lalu
56
56. Doa
57
57. Menyusul
58
58. Andai Saja
59
59. Sudah Tahu
60
60. Malu
61
61. Ucapan Selamat Pagi
62
62. Uring-uringan
63
63. Bersikap Lembut
64
64. Sudah Terbiasa
65
65. Di Anggap Halu
66
66. Nggak PD
67
67. Hafal
68
68. Dismenore
69
69. Merasa Malu
70
70. Sayang Sekali
71
71. Tidak Mau Mengajak
72
72. Hampir Tak Mengenali
73
73. Spot Jantung
74
74. Tak Sengaja
75
75. Tidak Bernafsu
76
76. Di Asah?
77
77. Tamu
78
78. Dianggap Pembantu
79
79. Balik Menindas
80
80. Bertanya Sendiri
81
81. Mertua?
82
82. Menunjukkan Bukti
83
83. Tidak Wajar
84
84. Perubahan Wajah
85
85. Kemungkinan Hilang
86
86. Bukan Pemilik
87
87. Menunggu
88
88. Wallpaper
89
89. Tak Ingin Percaya
90
90. Senyuman Masam
91
91. Karena Sayang
92
92. Menghalangi
93
93. Delia Lagi?
94
94. Istriku Selingkuhanku
95
95. Meresapi
96
96. Ternyata Benar
97
97. Dijebak
98
98. Berakhir Sendiri
99
99. Legowo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!