10. Kurang Apa?

Delia menghela napas panjang. Ia nampak masih ragu untuk berbicara.

"Del, jangan ragu untuk mengatakannya," ucap Ingrid yang melihat keraguan di mata Delia.

"Aku..aku ingat dengan jelas, Tan. Tiga hari yang lalu saat ojek yang aku tumpangi mogok, aku berjalan beberapa meter dari tempat ojekku yang mogok. Tapi tanpa sengaja aku melihat mobil yang di parkir agak masuk ke dalam perkebunan. Aku lihat mobil itu pintunya terbuka dan mendengar suara yang mencurigakan. Karena penasaran, aku coba mengintip. Tapi.. aku malah melihat seorang laki-laki dan perempuan yang sedang... sedang.. begituan, Tan," ucap Delia nampak malu untuk mendeskripsikan apa yang sudah dilihatnya.

"Maksud kamu, sedang melakukan hubungan intim?" tebak Ingrid.

"I..ya, Tan. Dan perempuan itu adalah.. adalah gadis semalam," ucap Delia agak pelan.

"Kamu yakin?" tanya Ingrid nampak terkejut.

"Yakin, Tan. Dia adalah perempuan itu," sahut Delia penuh keyakinan.

"Kalau begitu, Tante akan minta Om kamu untuk menyelidiki gadis itu," ucap Ingrid menghela napas panjang.

"Apa benar Talitha seperti itu? Aku akan menyelidiki Talitha. Dan Delia ini.. kenapa dia sangat perduli mengenai hubungan ku dengan Talitha? Dia malah terang-terangan menyatakan tidak suka pada Talitha. Apa motif anak itu berbuat seperti ini? Apa dia menyukai aku, hingga dia berusaha menjelek-jelekkan Talitha di depan mama?" batin Zico yang belum percaya pada perkataan Delia dan jadi curiga kalau Delia menyukai dirinya.

*

Tiga hari setelah pembicaraan Delia dan Ingrid di dapur, Zico di panggil Marcell ke ruangan kerjanya.

"Zic, soal Talitha, papa telah menyelidiki semuanya. Dia memang anak seorang pawang ular yang sudah meninggal, lalu dia dan adiknya dititipkan oleh bibinya ke sebuah panti asuhan. Mereka di adopsi oleh sepasang suami-isteri yang memiliki perusahaan kelas menengah. Tapi baru tiga bulan di adopsi, adiknya jatuh dari kapal dan tidak ditemukan hingga kini. Papa tidak masalah kalau harus memberikan sejumlah uang atau sebuah bantuan sebagai tanda terima kasih pada Talitha. Tapi kalau seperti niat awal kamu yang ingin menikahi dia, papa dan mama tidak setuju," ucap Marcell membuat Zico terkejut. Ternyata mamanya benar-benar meminta papanya untuk menyelidiki Talitha.

"Kenapa papa dan mama tidak setuju? Apa papa menemukan hal yang buruk tentang Talitha?" tanya Zico penuh selidik.

"Sebenarnya tidak. Tapi jujur, papa dan mama merasa tidak terlalu suka sama dia. Papa dan mama kurang sreg kalau dia yang kamu pilih untuk kamu jadikan sebagai istri kamu. Papa lebih senang kalau kamu menikah dengan Delia," ucap Marcell yang membuat Zico kembali terkejut.

"Kenapa? Apa papa tidak setuju aku menikah dengan Talitha karena hasutan dari Delia? Apa karena Delia mengatakan pernah melihat Talitha pernah bercinta dengan seorang pria di dalam mobil?" tanya Zico.

"Zic, papa dan mama sudah mengenal Delia selama 6 tahun lebih. Papa yakin Delia tidak akan berbohong," ujar Marcell dengan suara lembut.

"Pa, itu hanya kata-kata Delia, nggak ada buktinya. Kenapa papa percaya begitu saja?" tanya Zico yang lebih terdengar seperti protes.

"Karena Delia adalah gadis yang jujur," sahut Marcell penuh keyakinan.

"Pa, aku juga sudah menyelidiki Talitha. Selama ini dia tidak pernah menjalin hubungan dengan pria mana pun, belum pernah pacaran. Jadi nggak mungkin Talitha melakukan hal seperti yang dikatakan oleh Delia," ujar Zico yang memang sudah menyelidiki tentang Talitha sejak mendengar pembicaraan mamanya dan Delia tiga hari yang lalu.

"Meskipun dia tidak pernah melakukan hal seperti yang dikatakan oleh Delia, papa dan mama tetap tidak setuju kalau kamu mau menikahi Talitha seperti janji kamu selama ini. Kalau kamu sudah ingin menikah dan belum memiliki gadis yang kamu sukai, lebih baik kamu menikah dengan Delia," ucap Marcell tegas.

"Kenapa papa begitu ingin aku menikah dengan Delia? Jangan-jangan Delia sudah menghasut papa dan mama untuk menikahkan dia dengan aku?" tanya Zico penuh kecurigaan.

"Delia bukan gadis yang seperti itu, Zic. Dia gadis yang baik dan tidak banyak tingkah. Dia juga gadis yang penurut dan tidak pernah meminta apapun dari papa dan mama. Delia sangat hormat dan santun pada orang yang lebih tua dan mudah akrab dengan siapapun. Dia gadis yang baik buat kamu jadikan istri," ujar Marcell yang nampaknya sangat menyukai Delia.

"Pa, selama ini aku tidak menjalin hubungan dengan wanita manapun karena aku memegang janjiku untuk menikah dengan gadis yang sudah menolong aku. Jika Talitha mau menikah dengan aku, aku akan tetap menikah dengan Talitha sesuai dengan janjiku dulu," ucap Zico yang nampak teguh dengan pendiriannya.

"Zic, jodoh, rezeki dan mati itu sudah di atur dan tentukan Tuhan. Kalau memang kamu masih ditakdirkan untuk hidup, meskipun bukan Talitha yang waktu itu menolong kamu, kamu akan tetap hidup dengan bantuan orang lain. Jangan terpaku pada Talitha hanya karena dia adalah orang yang pernah menolong kamu. Apa semua pasien di rumah sakit akan menikahi dokter yang telah menyelamatkan nyawa mereka sebagai tanda terima kasih mereka? Tidak bukan? Masih banyak cara untuk membalas budi, selain dengan cara menikahinya," ujar Marcell panjang lebar berusaha memberikan pengertian pada putranya.

"Pa, selama papa tidak menemukan bukti tentang keburukan Talitha, dan Talitha bersedia menikah dengan aku, aku akan tetap menikahi Talitha sesuai janjiku," ucap Zico yang teguh pada pendiriannya.

"Zic, papa dan mama hanya ingin yang terbaik buat kamu. Papa dan mama tidak akan pernah memberikan restu, jika kamu tetap bersikeras untuk menikah dengan Talitha," ucap Marcell tegas.

"Kalau papa tidak mengizinkan aku menikahi dia, maka aku tidak akan pernah menikah," ucap Zico keras kepala.

Marcell hanya bisa menghela napas panjang menghadapi putranya yang keras kepala. Zico memang sulit di bujuk kalua sudah memiliki keinginan atau sudah membuat keputusan.

*

Hari terus berganti dan waktu terus berlalu. Meskipun dilarang oleh orang tuanya, Zico terus melanjutkan hubungan dengan Talitha. Mereka berdua pun semakin sering bertemu, bahkan mulai berpacaran dengan melakukan sentuhan fisik, seperti berpelukan dan berciuman.

Namun Zico masih bisa menjaga diri, Zico tidak melakukan sentuhan fisik selain berciuman dan berpelukan dengan Talitha.

Talitha mengungkapkan keinginannya untuk menikah dengan Zico, tapi kedua orang Zico tetap tidak memberikan restu. Hingga suatu hari Zico nekat menikah dengan Talitha secara agama tanpa diketahui kedua orang tuanya.

Talitha sangat senang, karena pada akhirnya bisa menikah dengan Zico. Setelah melakukan pernikahan secara agama, mereka pun membawa berkas untuk mendaftarkan pernikahan mereka di catatan sipil.

"Maaf, Tuan, berkas untuk mendaftarkan pernikahan ini belum lengkap. Jadi mohon untuk di lengkapi dulu, setelah itu baru didaftarkan lagi," ucap petugas catatan sipil pada Zico.

"Belum lengkap? Saya merasa semua yang dibutuhkan untuk mendaftarkan pernikahan ini sudah lengkap Pak. Memangnya kurang apa, Pak?" tanya Zico yang merasa semua berkas yang diperlukan untuk mendaftarkan pernikahan sudah lengkap, karena sudah mengecek semuanya dengan teliti sebelum membawanya ke catatan sipil

"Kurang surat izin persetujuan menikah lagi dari istri pertama Anda," sahut petugas catatan sipil tersebut yang sudah memeriksa dengan teliti berkas-berkas yang diserahkan Zico padanya.

"Apa?"

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Eka Bundanedinar

Eka Bundanedinar

loh kn zico nikah sama thalitha dulu ya
kok izin ke delia memang udah nikah sama delia hrsnya blm

2024-09-11

2

Diana diana

Diana diana

aku bingung mau komen apa saking menghayati alur ceritaY . takut gagal faham

2024-08-21

3

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

zio nikah waliy siapa co..... lah kaga sah woiiiii

2024-08-04

3

lihat semua
Episodes
1 1. Amarah
2 2. Cancel Cinta
3 3. Harimau Lapar
4 4. Gara-gara Digelitik
5 5. Permintaan
6 6. Kedinginan
7 7. Merasa Beruntung
8 8. Kampungan
9 9. Terlanjur Ternoda
10 10. Kurang Apa?
11 11. Kecolongan
12 12. Tegas
13 13. Teman Lama
14 14. Mulut Tajam
15 15. Di Ikat
16 16. Kehabisan Kata-kata
17 17. Tidak Setuju
18 18. Posisi Terbalik
19 19. Tak Menyangka
20 20. Tidak Mengizinkan
21 21. Jangan-jangan..
22 22. Ngotot
23 23. Galau Sendiri
24 24. Guling Hidup
25 25. Merasa Salah Menilai
26 26. Tak Percaya
27 27. Who Knows?
28 28. Mauku?
29 29. Hampir Saja
30 30. Penuh Harap
31 31. Apa Benar?
32 32. Barang Umum
33 33. Nambah Lagi
34 34. Membandingkan
35 35. Tetap TI-DAK
36 36. Merasa Salah Bicara
37 37. Bagian Sensitif
38 38. Ahli Sejarah
39 39. Daris
40 40. Gabung
41 41. Senang Menggoda
42 42. Demi Kamu
43 43. Tersiksa
44 44. Kesulitan
45 45. Berpikir Macam-macam
46 46. Tidak Tahu
47 47. Pikir Saja Sendiri!
48 48. Hampir Lupa
49 49. Membujuk Untuk Membatalkan
50 50. Tidak Boleh!
51 51. Info Baru
52 52. Jail
53 53. Merasa Disidang
54 54. Kemungkinan Dua-duanya
55 55. Masa Lalu
56 56. Doa
57 57. Menyusul
58 58. Andai Saja
59 59. Sudah Tahu
60 60. Malu
61 61. Ucapan Selamat Pagi
62 62. Uring-uringan
63 63. Bersikap Lembut
64 64. Sudah Terbiasa
65 65. Di Anggap Halu
66 66. Nggak PD
67 67. Hafal
68 68. Dismenore
69 69. Merasa Malu
70 70. Sayang Sekali
71 71. Tidak Mau Mengajak
72 72. Hampir Tak Mengenali
73 73. Spot Jantung
74 74. Tak Sengaja
75 75. Tidak Bernafsu
76 76. Di Asah?
77 77. Tamu
78 78. Dianggap Pembantu
79 79. Balik Menindas
80 80. Bertanya Sendiri
81 81. Mertua?
82 82. Menunjukkan Bukti
83 83. Tidak Wajar
84 84. Perubahan Wajah
85 85. Kemungkinan Hilang
86 86. Bukan Pemilik
87 87. Menunggu
88 88. Wallpaper
89 89. Tak Ingin Percaya
90 90. Senyuman Masam
91 91. Karena Sayang
92 92. Menghalangi
93 93. Delia Lagi?
94 94. Istriku Selingkuhanku
95 95. Meresapi
96 96. Ternyata Benar
97 97. Dijebak
98 98. Berakhir Sendiri
99 99. Legowo
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Amarah
2
2. Cancel Cinta
3
3. Harimau Lapar
4
4. Gara-gara Digelitik
5
5. Permintaan
6
6. Kedinginan
7
7. Merasa Beruntung
8
8. Kampungan
9
9. Terlanjur Ternoda
10
10. Kurang Apa?
11
11. Kecolongan
12
12. Tegas
13
13. Teman Lama
14
14. Mulut Tajam
15
15. Di Ikat
16
16. Kehabisan Kata-kata
17
17. Tidak Setuju
18
18. Posisi Terbalik
19
19. Tak Menyangka
20
20. Tidak Mengizinkan
21
21. Jangan-jangan..
22
22. Ngotot
23
23. Galau Sendiri
24
24. Guling Hidup
25
25. Merasa Salah Menilai
26
26. Tak Percaya
27
27. Who Knows?
28
28. Mauku?
29
29. Hampir Saja
30
30. Penuh Harap
31
31. Apa Benar?
32
32. Barang Umum
33
33. Nambah Lagi
34
34. Membandingkan
35
35. Tetap TI-DAK
36
36. Merasa Salah Bicara
37
37. Bagian Sensitif
38
38. Ahli Sejarah
39
39. Daris
40
40. Gabung
41
41. Senang Menggoda
42
42. Demi Kamu
43
43. Tersiksa
44
44. Kesulitan
45
45. Berpikir Macam-macam
46
46. Tidak Tahu
47
47. Pikir Saja Sendiri!
48
48. Hampir Lupa
49
49. Membujuk Untuk Membatalkan
50
50. Tidak Boleh!
51
51. Info Baru
52
52. Jail
53
53. Merasa Disidang
54
54. Kemungkinan Dua-duanya
55
55. Masa Lalu
56
56. Doa
57
57. Menyusul
58
58. Andai Saja
59
59. Sudah Tahu
60
60. Malu
61
61. Ucapan Selamat Pagi
62
62. Uring-uringan
63
63. Bersikap Lembut
64
64. Sudah Terbiasa
65
65. Di Anggap Halu
66
66. Nggak PD
67
67. Hafal
68
68. Dismenore
69
69. Merasa Malu
70
70. Sayang Sekali
71
71. Tidak Mau Mengajak
72
72. Hampir Tak Mengenali
73
73. Spot Jantung
74
74. Tak Sengaja
75
75. Tidak Bernafsu
76
76. Di Asah?
77
77. Tamu
78
78. Dianggap Pembantu
79
79. Balik Menindas
80
80. Bertanya Sendiri
81
81. Mertua?
82
82. Menunjukkan Bukti
83
83. Tidak Wajar
84
84. Perubahan Wajah
85
85. Kemungkinan Hilang
86
86. Bukan Pemilik
87
87. Menunggu
88
88. Wallpaper
89
89. Tak Ingin Percaya
90
90. Senyuman Masam
91
91. Karena Sayang
92
92. Menghalangi
93
93. Delia Lagi?
94
94. Istriku Selingkuhanku
95
95. Meresapi
96
96. Ternyata Benar
97
97. Dijebak
98
98. Berakhir Sendiri
99
99. Legowo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!