Setelah Talitha keluar dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam apartemennya, Zico menoleh ke arah Delia.
"Pindah ke depan!" titah Zico dengan nada suara ketus.
"Ogah," sahut Delia memalingkan wajahnya dari Zico.
"CK. Aku bilang pindah ke depan! Aku bukan supir kamu!" geram Zico berusaha menahan emosinya menghadapi sikap keras kepala Delia.
"Bodo!" sahut Delia enteng. Delia tetap diam di tempatnya duduk dan hal itu sukses membuat Zico semakin emosi. Zico keluar dari mobil, lalu membuka pintu mobil bagian belakang tempat Delia duduk.
"Jangan sentuh aku!" ucap Delia saat Zico mengulurkan tangannya ke arah Delia.
"Jangan membangkang!" ucap Zico menatap tajam pada Delia.
"Aku nggak mau!" teriak Delia dengan tangan yang masih terikat memukul-mukul dada Zico saat Zico mengangkat tubuhnya dan memindahkan Delia ke kursi penumpang di samping pengemudi.
"Diam! Atau.."
"Atau apa?" tantang Delia mengangkat dagunya menatap tajam Zico.
"Kau.." geram Zico yang masih berdiri membungkuk di samping mobil dengan tubuh yang setengahnya di dalam mobil setelah mendudukkan Delia tadi.
"Emp.. " Delia membulatkan matanya saat Zico tiba-tiba mencium bibirnya.
Delia berusaha memberontak, namun tangannya masih terikat. Tempat di dalam mobil yang sempit dan Zico yang memegang pipinya serta menekan Delia ke sandaran kursi membuat Delia tak bisa berkutik.
Zico begitu serakah menikmati bibir atas dan bibir bawah Delia. Amarahnya hilang begitu saja berganti dengan nafsu saat menikmati bibir Delia. Matanya terpejam menyesap setiap rasa manis, lembut dan kenyal di bibir Delia. Pemuda itu bahkan membuat Delia membuka mulutnya dengan menggigit bibir Delia. Mengeksplor semua yang ada di dalam mulut Delia dan membelit lidah Delia.
Zico baru melepaskan bibir Delia setelah Delia hampir kehabisan napas. Delia bernapas seperti ikan yang kekurangan air. Zico menatap bibir Delia yang basah karena dirinya sambil mengatur napasnya. Pemuda itu kembali mendekatkan bibirnya ke bibir Delia.
"Tinn.."
"Tiiinn.."
Suara klakson mobil di belakang mobil Zico membuat Zico mengurungkan niatnya untuk kembali mencium Delia. Ia jadi tersadar akan tindakannya yang sama sekali tidak direncanakannya. Tiba-tiba saja terlintas di benaknya untuk mencium Delia karena merasa kesal saat Delia nampak menantang dirinya.
Zico menutup pintu mobil tempat Delia duduk, kemudian berjalan mengitari mobil dan masuk ke dalam mobil. Ia duduk di kursi kemudi, lalu melajukan mobilnya meninggalkan area apartemen tempat Talitha tinggal setelah menikah dengan dirinya.
Delia mengelap bibirnya yang basah karena Zico dengan lengan bajunya untuk menunjukkan rasa tidak sukanya karena di cium Zico. Gadis itu duduk menyamping menatap ke arah jendela mobil.
Zico merasa kesal saat melihat Delia yang lagi-lagi mengelap bibirnya yang habis diciumnya. Talitha yang selalu berinisiatif untuk mencium Zico dan sering kali di tolak Zico. Tapi Delia? Gadis ini malah menunjukkan rasa tidak sukanya saat di cium Zico dengan cara mengelap bibirnya setelah di cium Zico seolah takut tertular virus dari Zico.
"Cih! Jangan sok-sok tak suka saat aku cium. Kamu pasti sangat menikmati ciumanku bukan?" ucap Zico menarik sebelah sudut bibirnya ke atas.
"Suka? Aku bahkan merasa jijik di cium pria yang sudah mencium wanita bekas pria lain," sinis Delia yang masih ingat dengan jelas kejadian saat Talitha bercinta dengan seorang pria di dalam mobil dengan panas.
"Sudah aku bilang, jangan memfitnah orang! Kamu bicara tanpa bukti itu namanya fitnah," sergah Zico membuang napas kasar.
"Aku tidak memfitnah. Aku memang tidak punya bukti, tapi aku melihat dengan mata dan kepalaku sendiri. Kalau kakak sudah pernah meniduri dia, pasti kakak melihat tahi lalat di bagian kanan payuudaranyaa dan juga tahi lalat di sebelah kanan pangkal pahanya. Mana mungkin aku bisa melihat semua itu, kalau aku tidak melihat dia bercinta dengan seorang pria? Karena kami tidak tinggal serumah atau memiliki hubungan dekat hingga aku bisa melihat semua itu. Kalau kakak sudah pernah bercinta dengan dia, harusnya kakak tahu apa dia masih perawan atau tidak. Jika kakak tidak bisa membedakannya dan tidak percaya dengan apa yang aku katakan, berarti kakak memang benar-benar pria bodoh. Hanya karena balas budi mau menikahi wanita bekas pria lain. Lebih baik menikahi janda yang terhormat dari pada menikahi gadis tapi tak perawan gara-gara murahan," ujar Delia yang sangat kesal pada Zico.
"Kau..mulutmu benar-benar, ya! Kamu mengatai suamimu sendiri bodoh. Dimana rasa hormat kamu pada suamimu?" sergah Zico yang benar-benar kesal karena lagi-lagi dikatai bodoh oleh Delia.
"Kakak sendiri yang berulang kali mengatakan kalau kita hanya pasangan suami-isteri di atas kertas. Untuk apa aku bersikap baik layaknya seorang istri? Kalau kakak jatuh cinta sama aku, tapi aku nggak cinta sama kakak, 'kan, repot. Apalagi nanti kita juga akan bercerai. Aku nggak mau hidup sama pria bodoh yang mudah ditipu hanya karena ingin balas budi," sarkas Delia.
"Kau.." geram Zico yang kehabisan kata-kata saat berdebat dengan Delia.
Setelah perdebatan itu, tidak ada lagi pembicaraan antara Zico dan Delia. Keduanya sama-sama merasa kesal pada pasangan mereka.
Setelah tiba di garasi mobil rumahnya, Zico melepaskan ikatan di tangan Delia. Delia mengelola mimik wajahnya sebelum masuk ke dalam rumah.
Delia tidak ingin kedua mertuanya melihat kekesalan di wajahnya. Sedangkan Zico masih menampilkan wajah datarnya.
"Kalian sudah pulang?" sapa Ingrid yang melihat anak dan menantunya.
"Iya, Tan," sahut Delia tersenyum hangat pada Ingrid, wanita yang sudah dianggapnya seperti ibu kandungnya sendiri.
"Eh, kok, Tante, sih? Sekarang kamu sudah menjadi istri Zico yang sah dimata hukum dan agama. Jadi, kamu panggil mama, jangan Tante lagi," ucap Ingrid seraya memegang tangan Delia hangat.
"Ah, i..iya, ma," sahut Delia yang masih merasa canggung dengan panggilan barunya pada Ingrid.
Sedangkan Zico langsung ngeloyor ke dapur untuk minum. Tenggorokannya terasa kering karena terus berdebat dengan Delia.
"Kamu pasti lelah. Istirahatlah dulu. Semua barang-barang kamu sudah dipindahkan pelayan ke kamar Zico. Sekarang, kamar Zico adalah kamar kamu juga," ujar Ingrid tersenyum manis saat tanpa sengaja melihat ada tanda merah di leher Delia serta melihat bibir Delia yang agak bengkak bekas gigitan.
"Ah, iya, Tan, eh, ma," ucap Delia yang masih belum terbiasa dengan panggilan barunya pada Ingrid.
"Ya, sudah, ke kamar sana!" ucap Ingrid masih dengan senyuman manis di bibirnya.
"Iya, ma," sahut Delia tersenyum hangat.
Namun senyuman Delia berangsur pudar saat menaiki anak tangga menuju lantai dua dimana kamar Zico berada.
"Huff.. malas sekali satu kamar dengan Kak Zico. Aku lebih suka tidur di kamarku yang ada di lantai satu seperti kemarin-kemarin dari pada tidur di kamar Kak Zico," gumam Delia dalam hati.
"Zico!" panggil Ingrid saat melihat Zico akan naik ke lantai dua dimana kamarnya berada.
"Apa, ma?" sahut. Zico menghentikan langkah kakinya dan menoleh pada mamanya.
"Kamu jangan kasar-kasar dong, sama Delia. Masa kamu membuat bibir Delia sampai bengkak gitu?" ujar Ingrid yang kasihan pada Delia.
"Ah, aku ke kamar dulu, ma," ucap Zico menghindar, tak ingin mamanya bicara lebih jauh lagi soal hubungannya dengan Delia.
"Katanya nggak suka sama Delia, tapi dimakan juga," sindir Ingrid tersenyum seraya menggelengkan kepalanya pelan.
"Shiitt! Mama melihatnya. Kenapa aku bisa bernafsu saat melihat dia? Aku nggak punya perasaan seperti itu saat bersama Talitha. Dan.. apa benar kalau Talitha sudah tak perawan lagi? Menurut pengakuan mereka berdua, sebelumnya mereka tidak saling kenal. Tapi...kenapa Delia bisa tahu kalau Talitha punya tahi lalat di bagian-bagian itu? Apa aku harus memastikan apa yang dikatakan oleh Delia? Melihat tahi lalat di tubuh Talitha?" batin Zico seraya menaiki tangga menuju kamarnya.
...🌸❤️🌸...
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Eka Bundanedinar
berati zico blm tidur breng sama thalita
2024-09-28
2
Susetiyanti RoroSuli
ya sebuah kesalahan nanti i akan terbongkar seiring berjalannya waktu
2024-08-12
2
Qodri Kiflie Kiflie
buktikan sendiri ucapan delia co bener g
2024-08-10
2