3. Harimau Lapar

"Cemburu? Aku bahkan nggak cinta sama kakak, bagaimana aku bisa cemburu?" balas Delia tertawa tanpa suara.

"Jika kamu nggak cemburu, kenapa kamu juga ingin pergi dari kamar ini saat aku ingin pergi dari kamar ini?" tanya Zico tersenyum sinis.

"Di malam pertama ku suamiku ingin tidur dengan wanita lain, lalu untuk apa aku tinggal di kamar pengantin?" sahut Delia menahan rasa kesalnya.

"Kenapa kamu merasa terhina dan menangis jika kamu nggak cinta sama aku?" cibir Zico tersenyum miring.

"Aku nangis karena menangisi nasib buruk ku karena menikah dengan kakak, " kilah Delia. "tentu saja aku merasa kesal pakai banget karena aku merasa kakak sengaja mengejek dan menertawakan aku dengan meniduri wanita lain di malam pertama pernikahan kita," lanjut Delia dalam hati.

"Alasan! Tidak mungkin kamu nggak cinta sama aku," ucap Zico penuh dengan percaya diri.

"Untuk apa aku mencintai pria yang diam-diam menduakan aku, berselingkuh di belakang ku, bahkan berciuman panas dengan wanita lain di malam pertama ku? Aku memang bukan orang kaya dan terpandang seperti kakak, bahkan aku juga tidak tahu siapa keluarga ku. Tapi aku tahu dimana aku harus menempatkan diri. Aku tidak tinggal gratis di rumah kakak. Meskipun dilarang oleh kedua orang tua Kakak, aku tetap mengerjakan pekerjaan selayaknya seorang pelayan di rumah kakak tanpa dipinta. Karena aku bukan orang yang nggak tahu diri dan bukan orang yang tidak tahu cara berterima kasih. Meskipun aku pendek dan cara berpakaian ku kampungan, nggak modis, tapi aku masih punya harga diri. Aku nggak akan menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain," tandas Delia meluapkan kekesalannya.

"Dia bukan orang ketiga. Kamu lah yang jadi orang ketiga dalam hubungan kami, kamu bersekongkol dengan kedua orang tuaku mendaftarkan pernikahan kita tanpa sepengetahuanku," tukas Zico. dengan suara berat penuh penekanan.

"Aku terpaksa melakukannya karena kedua orang tua kakak memohon padaku. Bagaimana aku tidak mengabulkannya, jika orang yang memohon padaku adalah orang yang telah banyak berjasa padaku?" kilah Delia yang memang benar adanya.

"Omong kosong. Tidak mungkin kamu terpaksa melakukannya. Kamu pasti merasa kesenangan, 'kan?" tuduh Zico.

"Mana ada orang yang merasa senang, jika diminta menikah dengan orang yang tidak dicintai?" tukas Delia tak mau dipandang sebelah mata.

"Tidak mungkin kamu tidak mencintai aku," ucap Zico penuh percaya diri.

"Aku memang tidak mencintai kakak. Sedikit pun tidak. Aku menghormati kakak hanya karena kakak adalah putra dari orang yang banyak berjasa padaku. Karena itu, ceraikan aku malam ini juga,! Biarkan aku bebas mengejar cinta dan masa depanku. Aku tidak ingin melakukan sandiwara cinta yang memuakkan ini. Aku ingin tidur dengan nyenyak tanpa harus berdebat seperti ini. Tolong ceraikan aku sekarang juga, agar aku bisa bebas dari belenggu pernikahan in... emp..."

Delia tidak dapat melanjutkan kata-katanya saat tiba-tiba Zico meraih pinggangnya dan mencium bibirnya. Zico merasa sangat kesal saat berulang kali Delia mengatakan tidak mencintai dirinya. Padahal banyak gadis di luar sana yang selalu mencari cara untuk mendekati dirinya.

Delia berusaha memberontak, tapi tenaganya tidak sebanding dengan Zico, apalagi tubuhnya yang mungil, kalah besar dari Zico. Ia berusaha melepaskan diri dan juga melepaskan ciuman Zico, bahkan menutup mulutnya rapat-rapat agar Zico tidak bisa bebas mencium bibirnya.

Namun Zico malah menggigit bibir Delia, hingga Delia membuka mulutnya dan Zico bisa bebas menerobos masuk ke dalam mulut Delia. Zico memeluk erat pinggang Delia dan memegang tengkuk Delia untuk memperdalam ciumannya.

Pemuda itu begitu agresif menikmati bibir Delia. Memagutt, menyesap dan melilit lidah Delia penuh hasratt. Delia sama sekali tidak bisa memberontak.

Zico terpaksa melepaskan ciumannya saat Delia memukul-mukul dadanya karena hampir tak bisa bernapas.

"Hah..hah..hah.." Delia menghirup udara dengan serakah saat ciuman itu terlepas, sedangkan Zico masih menatap Delia seraya mengirup udara sebanyak-banyaknya.

"Kenapa bibirnya terasa manis saat aku mencium dia? Jantungku terasa berdebar kencang saat berdekatan dan berciuman dengan dia. Kenapa aku tidak merasakan hal yang sama saat aku berciuman dengan Talitha?" batin Zico yang tanpa sadar membandingkan ciumannya saat mencium Delia dan saat berciuman dengan Talitha.

Delia mengelap bibirnya untuk menghapus jejak ciuman Zico di bibirnya, "Lepaskan aku! Kenapa kakak mencium aku? Kakak mengambil ciuman pertamaku! Bukankah kakak berjanji tidak akan menyentuh aku? Kenapa kakak malah mencium aku! Lepaskan aku!" protes Delia terlihat sangat kesal seraya memukul-mukul dada Zico untuk meluapkan rasa kesalnya, sekaligus untuk memaksa Zico melepaskan dirinya.

Namun mulut Delia yang terus bergerak karena sedang mengoceh itu malah membuat Zico menjadi gemas, hingga tanpa sadar Zico malah kembali mencium Delia. Delia kembali tidak bisa berbuat apa-apa saat dengan serakah. Zico menikmati bibirnya.

Zico mengangkat tubuh Delia yang mungil tanpa melepaskan ciumannya. Membawa Delia ke arah ranjang, membaringkan Delia di atas ranjang dan mengungkung tubuh mungil Delia. Delia mendorong dada Zico, hingga ciuman mereka terlepas.

Zico mencium dan menyesap bibir Delia, mengakses seluruh isi mulut Delia, bahkan membelit lidah Delia. Ia seperti seekor harimau yang sudah lama tidak makan, hingga saat mendapatkan mangsa ingin memakannya hingga habis tak tersisa.

Baru kali ini ada pria yang mencium dan menyentuh tubuhnya, hingga Delia yang tidak berpengalaman pun menjadi kewalahan menghadapi Zico. Dirinya sampai tak bisa mengatur napas hingga hampir kehabisan napas karena Zico yang begitu agresif saat menciumnya.

Zico baru melepaskan pagutannya di bibir Delia saat Delia sudah benar-benar hampir kehabisan napas.

"Hah..hah .hah.."

Dua orang itu seperti orang yang baru saja berhenti dari lari karena di kejar anjiing gila. Menghirup napas dengan serakah, namun mata mereka berdua saling menatap dan wajah mereka begitu dekat. Bahkan hidung mereka hampir bersentuhan. Delia bisa mencium aroma mint dari mulut Zico dan merasakan hembusan napas hangat Zico di wajahnya.

"Le..hah..hah.. lepaskan..aku, Kak.." ucap Delia dengan napas yang belum teratur, kembali berusaha melepaskan diri dari Zico.

"Kenapa? Bukankah kau ingin malam pertama dariku?" tanya Zico memegang kedua tangan Delia yang berusaha memberontak.

"Tidak!" jawab Delia tegas.

"Benarkah?" tanya Zico tersenyum miring, lalu mencium leher Delia.

"Le..lepaskan, Kak.." ucap Delia yang tubuhnya terasa meremang saat Zico mencium, dan menjilat lehernya, bahkan menyesap lehernya. Sungguh Zico adalah pria pertama yang menyentuh tubuhnya.

Delia menggigit bibirnya menahan desahann saat Zico terus membuai lehernya, membuat tubuh Delia meremang dan gelisah.

"Ah.." desahann itu akhirnya lolos begitu saja dari mulut Delia meskipun sudah mati-matian Delia menahannya.

"Hen..hentikan, kak.." pinta Delia tak ingin Zico berbuat lebih jauh lagi.

"Kamu adalah istri ku, jadi..kamu harus melayani aku," ucap Zico dengan mata yang sudah berkabut hasratt.

Entah mengapa Zico ingin lebih dan lebih setelah mencium bibir Delia tadi. Tubuh Delia seolah membuat dirinya merasa candu, hingga Zico enggan untuk melepaskan Delia.

"Ta..tapi..kakak sudah mengatakan kalau kakak tidak menyukai aku yang pendek dan berpenampilan kampungan ini. Kakak tidak tertarik padaku dan berkata tidak akan menyentuh aku. Aku bukan wanita yang kakak cintai. Jangan mengingkari kata-kata kakak sendiri," ucap Delia mengingatkan Zico atas pernyataan Zico tadi.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Eka Bundanedinar

Eka Bundanedinar

zico" vmbaru jg ngomong g trtarik dan g nyentuh ini mlh nyosor trs

2024-08-29

3

Umi Auliya

Umi Auliya

oh,gitu

2024-08-14

2

Anik Trisubekti

Anik Trisubekti

Zico Zico menjilat ludah mu sendiri

2024-08-05

3

lihat semua
Episodes
1 1. Amarah
2 2. Cancel Cinta
3 3. Harimau Lapar
4 4. Gara-gara Digelitik
5 5. Permintaan
6 6. Kedinginan
7 7. Merasa Beruntung
8 8. Kampungan
9 9. Terlanjur Ternoda
10 10. Kurang Apa?
11 11. Kecolongan
12 12. Tegas
13 13. Teman Lama
14 14. Mulut Tajam
15 15. Di Ikat
16 16. Kehabisan Kata-kata
17 17. Tidak Setuju
18 18. Posisi Terbalik
19 19. Tak Menyangka
20 20. Tidak Mengizinkan
21 21. Jangan-jangan..
22 22. Ngotot
23 23. Galau Sendiri
24 24. Guling Hidup
25 25. Merasa Salah Menilai
26 26. Tak Percaya
27 27. Who Knows?
28 28. Mauku?
29 29. Hampir Saja
30 30. Penuh Harap
31 31. Apa Benar?
32 32. Barang Umum
33 33. Nambah Lagi
34 34. Membandingkan
35 35. Tetap TI-DAK
36 36. Merasa Salah Bicara
37 37. Bagian Sensitif
38 38. Ahli Sejarah
39 39. Daris
40 40. Gabung
41 41. Senang Menggoda
42 42. Demi Kamu
43 43. Tersiksa
44 44. Kesulitan
45 45. Berpikir Macam-macam
46 46. Tidak Tahu
47 47. Pikir Saja Sendiri!
48 48. Hampir Lupa
49 49. Membujuk Untuk Membatalkan
50 50. Tidak Boleh!
51 51. Info Baru
52 52. Jail
53 53. Merasa Disidang
54 54. Kemungkinan Dua-duanya
55 55. Masa Lalu
56 56. Doa
57 57. Menyusul
58 58. Andai Saja
59 59. Sudah Tahu
60 60. Malu
61 61. Ucapan Selamat Pagi
62 62. Uring-uringan
63 63. Bersikap Lembut
64 64. Sudah Terbiasa
65 65. Di Anggap Halu
66 66. Nggak PD
67 67. Hafal
68 68. Dismenore
69 69. Merasa Malu
70 70. Sayang Sekali
71 71. Tidak Mau Mengajak
72 72. Hampir Tak Mengenali
73 73. Spot Jantung
74 74. Tak Sengaja
75 75. Tidak Bernafsu
76 76. Di Asah?
77 77. Tamu
78 78. Dianggap Pembantu
79 79. Balik Menindas
80 80. Bertanya Sendiri
81 81. Mertua?
82 82. Menunjukkan Bukti
83 83. Tidak Wajar
84 84. Perubahan Wajah
85 85. Kemungkinan Hilang
86 86. Bukan Pemilik
87 87. Menunggu
88 88. Wallpaper
89 89. Tak Ingin Percaya
90 90. Senyuman Masam
91 91. Karena Sayang
92 92. Menghalangi
93 93. Delia Lagi?
94 94. Istriku Selingkuhanku
95 95. Meresapi
96 96. Ternyata Benar
97 97. Dijebak
98 98. Berakhir Sendiri
99 99. Legowo
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Amarah
2
2. Cancel Cinta
3
3. Harimau Lapar
4
4. Gara-gara Digelitik
5
5. Permintaan
6
6. Kedinginan
7
7. Merasa Beruntung
8
8. Kampungan
9
9. Terlanjur Ternoda
10
10. Kurang Apa?
11
11. Kecolongan
12
12. Tegas
13
13. Teman Lama
14
14. Mulut Tajam
15
15. Di Ikat
16
16. Kehabisan Kata-kata
17
17. Tidak Setuju
18
18. Posisi Terbalik
19
19. Tak Menyangka
20
20. Tidak Mengizinkan
21
21. Jangan-jangan..
22
22. Ngotot
23
23. Galau Sendiri
24
24. Guling Hidup
25
25. Merasa Salah Menilai
26
26. Tak Percaya
27
27. Who Knows?
28
28. Mauku?
29
29. Hampir Saja
30
30. Penuh Harap
31
31. Apa Benar?
32
32. Barang Umum
33
33. Nambah Lagi
34
34. Membandingkan
35
35. Tetap TI-DAK
36
36. Merasa Salah Bicara
37
37. Bagian Sensitif
38
38. Ahli Sejarah
39
39. Daris
40
40. Gabung
41
41. Senang Menggoda
42
42. Demi Kamu
43
43. Tersiksa
44
44. Kesulitan
45
45. Berpikir Macam-macam
46
46. Tidak Tahu
47
47. Pikir Saja Sendiri!
48
48. Hampir Lupa
49
49. Membujuk Untuk Membatalkan
50
50. Tidak Boleh!
51
51. Info Baru
52
52. Jail
53
53. Merasa Disidang
54
54. Kemungkinan Dua-duanya
55
55. Masa Lalu
56
56. Doa
57
57. Menyusul
58
58. Andai Saja
59
59. Sudah Tahu
60
60. Malu
61
61. Ucapan Selamat Pagi
62
62. Uring-uringan
63
63. Bersikap Lembut
64
64. Sudah Terbiasa
65
65. Di Anggap Halu
66
66. Nggak PD
67
67. Hafal
68
68. Dismenore
69
69. Merasa Malu
70
70. Sayang Sekali
71
71. Tidak Mau Mengajak
72
72. Hampir Tak Mengenali
73
73. Spot Jantung
74
74. Tak Sengaja
75
75. Tidak Bernafsu
76
76. Di Asah?
77
77. Tamu
78
78. Dianggap Pembantu
79
79. Balik Menindas
80
80. Bertanya Sendiri
81
81. Mertua?
82
82. Menunjukkan Bukti
83
83. Tidak Wajar
84
84. Perubahan Wajah
85
85. Kemungkinan Hilang
86
86. Bukan Pemilik
87
87. Menunggu
88
88. Wallpaper
89
89. Tak Ingin Percaya
90
90. Senyuman Masam
91
91. Karena Sayang
92
92. Menghalangi
93
93. Delia Lagi?
94
94. Istriku Selingkuhanku
95
95. Meresapi
96
96. Ternyata Benar
97
97. Dijebak
98
98. Berakhir Sendiri
99
99. Legowo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!