17. Tidak Setuju

Setelah masuk ke kamar Zico, Delia melihat seluruh isi ruangan. Kamar Zico didominasi oleh warna putih, perabotan di dalamnya tersusun rapi dan estetik.

"Tak ada lemari pakaian. Apa kamar Kak Zico ada walk in closet-nya juga seperti di kamar Tante, eh, mama Ingrid?" gumam Delia terus menyusuri ruangan, "ternyata beneran ada walk in closet-nya," gumam Delia yang akhirnya benar-benar menemukan walk in closet di kamar Zico.

Delia melihat begitu banyak pakaian pria dan wanita di dalam ruangan itu lengkap dengan aksesorisnya. Delia yakin pakaian dan aksesoris wanita yang ada di ruangan itu pasti di siapkan mama mertuanya untuk dirinya.

Walk in closet adalah ruang penyimpanan khusus untuk merapikan pakaian, tas, sepatu, dan perlengkapan fashion lainnya.

"Begitu banyak pakaian baru yang modis lengkap beserta aksesorisnya. Semuanya barang branded. Pasti Tante Ingrid, eh, mama Ingrid telah menghabiskan banyak uang untuk membeli semua ini. Ini terlalu banyak, terlalu berlebihan," gumam Delia, kemudian keluar dari walk in closet itu setelah melihat semua pakaian dan aksesoris yang disiapkan ibu mertuanya untuk dirinya.

"Kau? Kenapa kamu ada di kamarku?" tanya Zico saat melihat Delia keluar dari walk in closet yang ada di kamarnya.

"Aku baru saja melihat di mana pakaian ku diletakkan," sahut Delia santai.

"Pakaian kamu? Maksud kamu, pakaian kamu ada di dalam walk in closet milikku?" tanya Zico memastikan kalau ia tidak salah mengartikan kata-kata Delia.

"Iya. Walaupun aku hanya istri kakak di atas kertas, tapi mama kakak sudah memindahkan semua barang-barang ku ke kamar kakak. Haruskah aku membawa semua barang-barang ku kembali ke kamarku di lantai satu?" tanya Delia menaikkan kedua alisnya menatap Zico.

"Kamu sengaja? Ingin aku dimarahi kedua orang tuaku?" tanya Zico sewot.

"Aku bertanya begitu karena kakak nampak keberatan melihat aku ada di kamar kakak," sahut Delia.

"Tentu saja aku keberatan," tandas Zico.

"Apa kakak pikir aku senang berada di kamar kakak? Aku merasa lebih nyaman berada di kamarku di lantai bawah dari pada di kamar kakak ini," ucap Delia jujur adanya.

"Aku juga terpaksa menerima kamu di kamarku. Jika bukan karena mama dan papa, aku tidak akan membiarkan kamu tidur di kamarku. Oh, ya, kamu boleh tidur di mana pun yang kamu suka, tapi jangan pernah tidur di atas ranjangku!" ucap Zico memperingati, lalu berjalan menuju ranjangnya.

"Kakak pikir aku pengen apa tidur di ranjang kakak? Aku juga ogah tidur satu ranjang sama kakak. Aku sudah nggak sabar menunggu satu tahun berlalu, agar aku bisa bebas mencari cinta sejati ku," ucap Delia, kemudian mengambil laptopnya untuk bekerja.

"Gadis ini.." geram Zico yang selalu saja kalah saat berdebat dengan Delia.

Delia nampak acuh pada Zico, ia memiilih mengerjakan pekerjaannya. Pekerjaannya sebagai freelance yang di gelutinya akhir-akhir ini tidak dikerjakannya kemarin karena acara pernikahan yang melelahkan.

"Gadis ini.. dia selalu saja berkata seperti itu. Apa benar, dia sama sekali tidak menyukai aku? Banyak wanita yang ingin menjadi istriku, tapi dia yang dengan mudah bisa menjadi istriku malah selalu mengatakan tidak sabar bercerai dariku. Sebenarnya, tipe laki-laki seperti apa yang disukainya?" batin Zico yang merasa heran dengan Delia yang tidak terlihat kagum sama sekali pada dirinya, apalagi menunjukkan rasa suka padanya.

Tak mau pusing memikirkannya, Zico pun meraih laptopnya. Pekerjaannya juga menumpuk karena acara pernikahan kemarin.

Zico duduk di atas ranjang dengan laptop di pangkuannya, sedangkan Delia duduk di sofa menghadap laptopnya yang berada di atas meja sofa. Sepasang suami-isteri itu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Namun sesekali Zico melirik Delia yang nampak serius di depan laptopnya. Hingga pada akhirnya tatapan mata Zico tertuju pada bibir Delia.

"Kenapa saat aku marah padanya, aku malah mencium bibirnya? Dan bibirnya itu, kenapa rasanya manis dan membuat aku jadi candu? Beberapa kali aku berciuman dengan Talitha, tapi rasanya biasa saja. Namun saat aku berciuman dengan Delia, aku merasakan sensasi yang berbeda, jantung ku berdetak kencang saat mencium dia. Saat bibirku sudah menempel di bibirnya, aku enggan untuk berhenti menciumnya. Semakin lama aku mencium bibirnya, aku merasa semakin tak ingin berhenti menciumnya," batin Zico yang tidak mengerti dengan dirinya sendiri.

"Tok! Tok! Tok!"

"Tuan muda, nyonya muda, Anda berdua dipanggil ke ruangan makan untuk makan siang bersama," ucap seorang pelayan dari luar kamar Zico setelah mengetuk pintu kamar Zico.

"Iya, bik," sahut Delia.

Sepasang suami-isteri yang katanya hanya menikah di atas kertas tersebut beranjak pergi ke ruangan makan di mana Marcell dan Ingrid telah menunggu.

"Ayo, makan!" ajak Ingrid tersenyum hangat saat melihat anak dan menantunya memasuki ruangan makan.

"Iya, Tan, eh, ma," ucap Delia yang masih belum terbiasa dengan panggilan barunya pada Ingrid.

Sedangkan Marcell hanya tersenyum tipis menatap pasangan pengantin baru itu sepintas. Delia yang biasanya saat makan duduk di samping Ingrid, sekarang terpaksa harus duduk di samping Zico untuk melayani suaminya di meja makan.

"Kakak mau lauk apa?" tanya Delia lembut.

Zico menunjukkan lauk apa saja yang ingin dimakannya dan Delia pun mengambilkannya. Marcell dan Ingrid tersenyum samar melihat keduanya, berharap anak dan menantu mereka akur dan hidup bahagia.

Tak ada pembicaraan apapun saat mereka makan, hingga beberapa menit kemudian mereka pun selesai makan siang.

"Pa, ma, kami ingin hidup mandiri. Jadi, kami ingin tinggal di apartemen," ucap Zico mengungkapkan keinginannya. Mereka semua masih duduk di kursi meja makan.

"Di apartemen yang mana?" tanya Marcell terdengar datar.

"Apartemen yang tidak jauh dari tempat kerjaku," sahut Zico.

"Papa tidak setuju. Kalian harus tetap tinggal di sini bersama papa dan mama," ucap Marcell tegas

"Pa, bagaimana kami bisa belajar mandiri, kalau tinggal bersama papa dan mama terus?" protes Zico.

"Mau hidup mandiri atau ingin berdekatan dengan istri siri kamu itu? Papa tahu, kamu membelikan apartemen untuk istri siri kamu yang tempatnya tidak jauh dari kantor kamu, 'kan?" tanya Marcell yang terus mengawasi putranya.

Ingrid nampak terkejut mendengar Marcell membicarakan tentang istri siri Zico di depan Delia. Pasalnya, ia dan Marcell belum memberitahu Delia tentang Zico yang telah menikahi Talitha secara siri.

"Walau bagaimanapun, dia adalah istriku, pa. Wajar saja jika aku ingin berdekatan dengan istriku," sahut Zico menghela napas kasar.

"Tetap tidak bisa. Kalian akan tetap tinggal di sini bersama kami. Dan jangan coba-coba menginap di apartemen istri siri kamu itu, atau papa akan menyeret kamu pulang," ancam Marcell tak main-main.

Delia menahan senyumnya mendengar papa mertuanya yang hendak menyeret Zico, jika Zico berani menginap di apartemen Talitha. Sedangkan Zico hanya bisa menghela napas panjang.

Selama ini orang tuanya tak pernah mengatur hidupnya. Ia hidup bagai burung yang bisa terbang kemanapun ia suka. Tapi begitu ia menjalin hubungan dengan Talitha, orang tuanya langsung ikut campur dengan urusan pribadinya, bahkan memaksa dirinya menikah dengan Delia dan menghalangi dirinya berdekatan dengan Talitha.

"Delia, apa kamu sudah tahu, kalau Zico menikah lagi dengan wanita lain?" tanya Ingrid yang melihat Delia tidak terkejut sama sekali saat Marcell dan Zico membicarakan tentang istri siri Zico.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Eka Bundanedinar

Eka Bundanedinar

udah tau mah tp delia g selemah itu dia bisa melawan madunya

2024-09-28

2

Diana diana

Diana diana

sudah ma , dan aku bodo amat . . kata Delia

2024-08-21

1

Susetiyanti RoroSuli

Susetiyanti RoroSuli

bgmn ya jawaban dari istri Ciko yg dianggapnya istri diatas kertas ?

2024-08-12

2

lihat semua
Episodes
1 1. Amarah
2 2. Cancel Cinta
3 3. Harimau Lapar
4 4. Gara-gara Digelitik
5 5. Permintaan
6 6. Kedinginan
7 7. Merasa Beruntung
8 8. Kampungan
9 9. Terlanjur Ternoda
10 10. Kurang Apa?
11 11. Kecolongan
12 12. Tegas
13 13. Teman Lama
14 14. Mulut Tajam
15 15. Di Ikat
16 16. Kehabisan Kata-kata
17 17. Tidak Setuju
18 18. Posisi Terbalik
19 19. Tak Menyangka
20 20. Tidak Mengizinkan
21 21. Jangan-jangan..
22 22. Ngotot
23 23. Galau Sendiri
24 24. Guling Hidup
25 25. Merasa Salah Menilai
26 26. Tak Percaya
27 27. Who Knows?
28 28. Mauku?
29 29. Hampir Saja
30 30. Penuh Harap
31 31. Apa Benar?
32 32. Barang Umum
33 33. Nambah Lagi
34 34. Membandingkan
35 35. Tetap TI-DAK
36 36. Merasa Salah Bicara
37 37. Bagian Sensitif
38 38. Ahli Sejarah
39 39. Daris
40 40. Gabung
41 41. Senang Menggoda
42 42. Demi Kamu
43 43. Tersiksa
44 44. Kesulitan
45 45. Berpikir Macam-macam
46 46. Tidak Tahu
47 47. Pikir Saja Sendiri!
48 48. Hampir Lupa
49 49. Membujuk Untuk Membatalkan
50 50. Tidak Boleh!
51 51. Info Baru
52 52. Jail
53 53. Merasa Disidang
54 54. Kemungkinan Dua-duanya
55 55. Masa Lalu
56 56. Doa
57 57. Menyusul
58 58. Andai Saja
59 59. Sudah Tahu
60 60. Malu
61 61. Ucapan Selamat Pagi
62 62. Uring-uringan
63 63. Bersikap Lembut
64 64. Sudah Terbiasa
65 65. Di Anggap Halu
66 66. Nggak PD
67 67. Hafal
68 68. Dismenore
69 69. Merasa Malu
70 70. Sayang Sekali
71 71. Tidak Mau Mengajak
72 72. Hampir Tak Mengenali
73 73. Spot Jantung
74 74. Tak Sengaja
75 75. Tidak Bernafsu
76 76. Di Asah?
77 77. Tamu
78 78. Dianggap Pembantu
79 79. Balik Menindas
80 80. Bertanya Sendiri
81 81. Mertua?
82 82. Menunjukkan Bukti
83 83. Tidak Wajar
84 84. Perubahan Wajah
85 85. Kemungkinan Hilang
86 86. Bukan Pemilik
87 87. Menunggu
88 88. Wallpaper
89 89. Tak Ingin Percaya
90 90. Senyuman Masam
91 91. Karena Sayang
92 92. Menghalangi
93 93. Delia Lagi?
94 94. Istriku Selingkuhanku
95 95. Meresapi
96 96. Ternyata Benar
97 97. Dijebak
98 98. Berakhir Sendiri
99 99. Legowo
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Amarah
2
2. Cancel Cinta
3
3. Harimau Lapar
4
4. Gara-gara Digelitik
5
5. Permintaan
6
6. Kedinginan
7
7. Merasa Beruntung
8
8. Kampungan
9
9. Terlanjur Ternoda
10
10. Kurang Apa?
11
11. Kecolongan
12
12. Tegas
13
13. Teman Lama
14
14. Mulut Tajam
15
15. Di Ikat
16
16. Kehabisan Kata-kata
17
17. Tidak Setuju
18
18. Posisi Terbalik
19
19. Tak Menyangka
20
20. Tidak Mengizinkan
21
21. Jangan-jangan..
22
22. Ngotot
23
23. Galau Sendiri
24
24. Guling Hidup
25
25. Merasa Salah Menilai
26
26. Tak Percaya
27
27. Who Knows?
28
28. Mauku?
29
29. Hampir Saja
30
30. Penuh Harap
31
31. Apa Benar?
32
32. Barang Umum
33
33. Nambah Lagi
34
34. Membandingkan
35
35. Tetap TI-DAK
36
36. Merasa Salah Bicara
37
37. Bagian Sensitif
38
38. Ahli Sejarah
39
39. Daris
40
40. Gabung
41
41. Senang Menggoda
42
42. Demi Kamu
43
43. Tersiksa
44
44. Kesulitan
45
45. Berpikir Macam-macam
46
46. Tidak Tahu
47
47. Pikir Saja Sendiri!
48
48. Hampir Lupa
49
49. Membujuk Untuk Membatalkan
50
50. Tidak Boleh!
51
51. Info Baru
52
52. Jail
53
53. Merasa Disidang
54
54. Kemungkinan Dua-duanya
55
55. Masa Lalu
56
56. Doa
57
57. Menyusul
58
58. Andai Saja
59
59. Sudah Tahu
60
60. Malu
61
61. Ucapan Selamat Pagi
62
62. Uring-uringan
63
63. Bersikap Lembut
64
64. Sudah Terbiasa
65
65. Di Anggap Halu
66
66. Nggak PD
67
67. Hafal
68
68. Dismenore
69
69. Merasa Malu
70
70. Sayang Sekali
71
71. Tidak Mau Mengajak
72
72. Hampir Tak Mengenali
73
73. Spot Jantung
74
74. Tak Sengaja
75
75. Tidak Bernafsu
76
76. Di Asah?
77
77. Tamu
78
78. Dianggap Pembantu
79
79. Balik Menindas
80
80. Bertanya Sendiri
81
81. Mertua?
82
82. Menunjukkan Bukti
83
83. Tidak Wajar
84
84. Perubahan Wajah
85
85. Kemungkinan Hilang
86
86. Bukan Pemilik
87
87. Menunggu
88
88. Wallpaper
89
89. Tak Ingin Percaya
90
90. Senyuman Masam
91
91. Karena Sayang
92
92. Menghalangi
93
93. Delia Lagi?
94
94. Istriku Selingkuhanku
95
95. Meresapi
96
96. Ternyata Benar
97
97. Dijebak
98
98. Berakhir Sendiri
99
99. Legowo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!