Melihat Talitha sangat antusias, Gracia pun jadi penasaran. Ia mengedarkan pandangannya mencari orang yang dimaksud Talitha.
"Mana? Cowok yang mana?" tanya Gracia masih mencari pria yang dimaksud Talitha.
"Itu, cowok yang duduk di depan bartender memakai kemeja putih yang lengannya digulung sampai ke siku. Yang duduk di sebelah Davin. Kok, kelihatan akrab, ya sama Davin? Apa dia temennya Davin?" tanya Talitha seraya menunjuk ke arah Zico.
"Ya, ampun...dia ada di sini? Aku nggak salah lihat, 'kan? Oh, astaga..aku nggak nyangka bisa ketemu dia di sini. Ayo, kita cari tempat duduk yang dekat sama mereka!" ajak Gracia antusias mengambil minumannya seraya menarik tangan Talitha.
Sedangkan Talitha sama sekali tak menolak saat tangannya di tarik Gracia. Talitha juga ikut mengambil minumannya dan membawanya untuk pindah ke meja lain.
"Astagaa.. aku benar-benar nggak nyangka bisa lihat dia di sini," gumam Gracia setelah duduk di sebuah kursi yang tidak terlalu jauh dari tempat Zico berada.
"Kamu kenal sama dia?" tanya Talitha pada Gracia. Talitha baru sekali ini melihat Zico, tapi Talitha langsung tertarik pada Zico. Talitha menatap ke arah Zico penuh rasa kagum.
"Enggak, sih. Tapi aku pernah melihat dia beberapa kali saat aku menjemput kakakku. Dia adalah CEO di perusahaan tempat kakakku bekerja," sahut Gracia dengan mata yang tetap menatap ke arah Zico.
"Apa? Dia CEO tempat kakak kamu bekerja? Bukannya perusahaan tempat kakak kamu bekerja termasuk dalam 10 besar perusahaan terbesar di negeri ini, ya?" tanya Talitha semakin tertarik pada Zico.
"Benar. Perusahaan itu memang termasuk dalam salah satu perusahaan terbesar di negeri ini. Kata kakakku, ortu dia adalah pemilik saham terbesar di perusahaan itu. Dia anak tunggal yang bisa dipastikan jadi pewaris kekayaan orang tuanya. Tapi kata kakakku dia itu sulit sekali didekati. Dia seperti nggak tertarik sama perempuan. Ya.. seperti gaya CEO yang lain, dia cuek dan dingin sama cewek," sahut Gracia yang sudah mendengar semua tentang Zico dari kakaknya yang bekerja di tempat Zico menjadi CEO.
"Aku mau cari peruntungan buat dekati dia," ucap Talitha seraya merapikan penampilannya.
"Kamu mau nyamperin dia?" tanya Gracia menatap Talitha.
"Tentu saja. Kesempatan seperti ini tidak bisa dilewatkan. Tampan, tajir, anak tunggal, aku akan jadi nyonya satu-satunya kalau bisa dapetin dia," sahut Talitha terlihat antusias.
"Jangan sampai dipermalukan, ya! Dari kemarin aja kamu gagal mulu deketin Davin, malah sekarang mau deketin yang lebih kece dan lebih tajir lagi," ujar Gracia mengingat sudah beberapa kali Talitha gagal mendekati Davin. Davin adalah anak pemilik klub malam tempat mereka berada saat ini.
"Kalau nggak dapatin dia, mungkin aja si Davin yang selama ini cuekin aku bakal perhatiin aku, karena aku berpindah mengejar tuh, cowok," sahut Talitha semakin antusias untuk mendekati Zico.
"Terserah kamu, lah," sahut Gracia menghela napas panjang seraya menunggu apa yang akan terjadi saat Talitha mendekati Zico.
"Kamu masih mencari gadis yang dulu udah menyelamatkan kamu dulu, Zic?" tanya Davin dengan gelas berisi sampanye di tangannya.
"Tentu saja. Aku tidak akan berhenti nyari dia. Gadis yang telah menyelamatkan aku 15 tahun yang lalu. Aku pasti akan mati di gigit ular, jika dia tidak menolong aku," ucap Zico menghela napas panjang.
"Deg"
Talitha yang tinggal beberapa langkah dari Zico pun seketika berhenti melangkah karena mendengar apa yang diucapkan oleh Zico.
"Dia..apa dia anak laki-laki itu?" batin Talitha yang kemudian tersenyum lebar.
Dengan langkah pasti dan penuh percaya diri, Talitha menghampiri Zico dan langsung duduk di sebelah Zico. Sedangkan Gracia nampak semakin penasaran dengan apa yang akan terjadi.
"Maaf, tadi aku nggak sengaja dengar pembicaraan kalian," ucap Talitha duduk menyamping menghadap Zico.
Zico dan Davin menoleh dan menatap Talitha yang tersenyum manis pada mereka berdua. Dua orang pemuda tampan itu nampak mengernyitkan dahi mereka.
"Aku dengar kamu tadi bilang, kalau kamu pernah di gigit ular 15 tahun yang lalu dan kamu di tolong seorang gadis. Apa kamu anak laki-laki yang aku tolong dulu? Aku pernah menolong seorang anak laki-laki yang di gigit ular cobra. Waktu itu ularnya ada dua ekor dan salah satunya menggigit kaki anak tersebut. Aku menangkap dua ekor ular itu dan memasukkannya ke dalam karung, lalu aku memberikan obat penawar pada anak laki-laki yang aku tolong dan menyemprotkan air bawang di sekitar tempat dia duduk. Aku mencari bantuan dan bertemu dengan dua orang pria pengawas hutan. Setelah itu anak yang aku tolong dibawa dua orang pengawas hutan untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Sejak saat itu aku nggak pernah lagi bertemu dengan anak laki-laki yang aku tolong tersebut," ucap Talitha yang masih mengingat kejadian 15 tahun yang lalu dengan jelas
Saat itu Talitha sedang duduk beristirahat di bawah pohon bersama saudari tirinya. Tepatnya saudara satu ibu namun berbeda ayah yang disebut maternal half sibling. Karena kalau saudara satu ayah namun berbeda ibu disebut paternal half sibling.
Talitha tidak menyukai adik tirinya yang bernama Lia, adik yang cuma beda satu tahun dengan dirinya. Karena ibunya lebih menyayangi Lia daripada Talitha. Saat ia dan Lia diajak mencari ular oleh ayah tiri Talitha, mereka beristirahat di bawah pohon dengan dua ekor ular kobra yang ada di dalam karung. Sedangkan ayah tiri Talitha yang merupakan ayah kandung Lia meninggalkan mereka untuk sementara dan kembali mencari ular.
Saat itu terbersit di benak Talitha untuk membunuh Lia. Diam-diam Talitha membuka karung yang berisi ular kobra, lalu pamit pada Lia ingin buang air kecil.
Namun sayangnya ular yang keluar dari dalam karung itu tidak menggigit Lia yang duduk di dekat karung itu, tapi malah kabur dan menggigit Zico.
Lalu, apa benar yang menolong Zico adalah Talitha?
Kembali pada saat ini. Zico sangat terkejut saat mendengar Talitha menceritakan apa yang sudah terjadi 15 tahun yang lalu dengan lancar dan semua urutan kejadiannya juga benar.
"Ka..kamu gadis itu? Gadis yang menolong aku? Apa kamu masih ingat dengan namaku?" tanya Zico masih belum langsung percaya pada Talitha. Karena itu Zico mengetes Talitha.
"Eh, cowok itu mau bicara sama Talitha? Kok, bisa? Bagaimana caranya Talitha mendekati cowok itu?" gumam Gracia yang melihat Zico merespon Talitha. Gracia tidak bisa mendengar apa yang dibicarakan mereka karena suara musik yang keras dan tempatnya berada saat ini juga masih agak jauh dari tempat Talitha, Zico dan Davin berada.
"Bagaimana aku mengingat nama kamu, kalau waktu itu kita tidak berkenalan," jawab Talitha terkekeh kecil, " jadi dia benar-benar anak laki-laki yang ditolong Lia dulu? Ah, aku beruntung sekali," batin Talitha merasa seperti mendapatkan durian runtuh.
"Kenapa waktu itu kamu tidak mau menyebutkan namamu?" tanya Zico yang akhirnya benar-benar percaya kalau gadis yang duduk di sebelahnya ini benar-benar gadis yang pernah menolong dirinya dulu.
"Aku sudah pergi terlalu lama, jadi aku takut dicari oleh ayahku," sahut Talitha.
"Aku senang, akhirnya aku bisa bertemu sama kamu," ucap Zico tersenyum lega, "oh, ya, perkenalkan, namaku Zico," ucap Zico tersenyum seraya mengulurkan tangannya pada Talitha.
"Aku masih ingat dengan wanita ini. Dia adalah wanita yang beberapa kali pernah mencoba mendekati aku," batin Davin menatap Talitha seraya menyesap minumannya.
"Aku Talitha. Senang bertemu dengan kamu lagi. Ternyata setelah dewasa kamu semakin tampan, ya?" puji Talitha berterus terang.
"Kamu juga terlihat semakin cantik. Dulu gigi depan kamu ompong," ucap Zico tersenyum tipis teringat dengan gadis kecil yang telah menyelamatkan dirinya dulu.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
yuli
lia itu delia yaa alhamdulillah bukan am*lia < kebetulan namanya pelakor>
2024-12-19
1
yuli
yaelaahhh,, kena tipuuu si zico
2024-12-19
1
Eti Alifa
tampan , tajir, pinter tapi goblok masa langsung percaya😬
2024-08-21
1