Di depan bengkel Marcell, mobil Zico nampak memasuki parkiran bengkel papanya. Pemuda itu turun dari mobilnya dan langsung disambut salah seorang karyawan Marcell.
"Eh, Bos muda. Tumben ke sini, Bos?" sapa seorang pria botak saat melihat Zico.
"Aku ingin bertemu papa. Papa ada, 'kan, Om?" tanya Zico yang sebelumnya tidak menghubungi Marcell untuk menanyakan dimana pria paruh baya itu berada.
"Ada, Bos," sahut si botak.
"Kalau gitu aku masuk dulu, Om," pamit Zico.
"Okey, Bos," sahut si botak.
Zico bergegas menuju ruangan kerja papanya yang ada di bengkel tersebut. Setelah mengetuk pintu dan diizinkan masuk, Zico melihat papanya bersama seorang pria. Pria yang tak lain adalah Boby yang merupakan sahabat Marcell, sekaligus orang yang mengurus bengkel ini. Zico pun menyapa Boby untuk menghormati pria itu.
"Pa, aku ingin bicara masalah pribadi dengan papa," ucap Zico.
"Bicara saja! Om Boby kamu bukan orang lain, kok!" ucap Marcell santai.
Mendengar papanya berkata demikian, Zico pun menghela napas panjang. Zico tahu, kalau Boby memang salah satu orang kepercayaan papanya.
"Papa meminta tanda tanganku waktu itu buru-buru karena papa tidak ingin aku membaca berkas-berkas yang aku tanda tangani, 'kan? Papa telah menipu aku untuk menandatangani semua berkas itu agar papa bisa menikahkan aku dengan Delia, 'kan?" tanya Zico to the point.
"Benar, karena papa tidak ingin kamu menikah dengan Talitha. Tapi papa nggak nyangka kalau kamu nekat menikahi dia tanpa sepengetahuan papa. Namun perlu kamu ingat, dimata hukum, istri pertama kamu adalah Delia. Dan selama Delia tidak mau memberikan surat izin padamu untuk menikah lagi, maka selamanya Talitha tidak akan pernah menjadi istri sah kamu. Sudah sejak awal papa katakan, kalau papa tidak setuju kamu menikah dengan Talitha, kenapa kamu masih nekat juga? Apa kamu tidak berpikir? Kamu adalah satu-satunya putra papa, jadi papa hanya ingin yang terbaik buat kamu. Kalau ada orang yang paling ingin kamu bahagia, itu adalah mama dan papa. Orang yang membuat kamu ada di dunia ini, orang yang merawat dan membesarkan kamu dan orang yang paling peduli sama kamu. Nggak mungkin papa akan menjerumuskan kamu dengan menikahkan kamu dengan Delia," ucap Marcell lembut, tapi penuh wibawa.
"Yang terbaik menurut papa,, belum tentu baik buat aku, pa. Aku yang menjalani hidupku, bukan papa,," tukas Zico emosi.
"Terserah apa katamu, tapi.. papa hanya mengakui Delia sebagai menantu papa. Satu minggu lagi kamu akan menikah secara agama dengan Delia dan langsung mengadakan resepsi pernikahan," ucap Marcell tegas.
"Aku nggak mau hidup dengan wanita tukang ngadu dan tukang fitnah seperti Delia. Aku akan menceraikan Delia," ucap Zico bersungguh-sungguh.
"Jangankan menceraikan Delia, jika kamu berani menolak menikah'i Delia secara agama dan tidak mau mengadakan resepsi pernikahanmu dengan Delia, papa akan mencabut semua fasilitas yang papa berikan sama kamu. Bahkan papa akan memecat kamu dari jabatan CEO. Jika kamu kukuh dengan pendirian kamu ingin menceraikan Delia dan menjadikan Talitha sebagai istri sah kamu, maka berdirilah di kaki kamu sendiri. Berusahalah sendiri dari nol tanpa bantuan orang lain. Papa ingin lihat, apakah Talitha akan tetap berada di sisimu kalau kamu tak punya apa-apa.,"
"Jangan pikir karena kamu adalah anak papa satu-satunya, papa akan menuruti semua keinginan kamu dan membiarkan kamu bertindak semau kamu. Harta ini hanya titipan Tuhan semata. Lebih baik papa sumbangkan harta papa pada orang yang membutuhkan daripada papa berikan pada anak yang membangkang. Tentukan keputusan kamu malam ini. Besok pagi papa minta jawabannya. Jika kamu lebih memilih Talitha dari pada Delia, maka kemasi lah pakaian kamu malam ini juga, jadi besok pagi kamu tinggal pergi dari rumah papa. Dan ingat, jangan bawa apapun dari rumah selain pakaian kamu," ucap Marcell tak main-main.
"Papa keterlaluan!" ucap Zico, kemudian meninggalkan ruangan papanya bekerja. Zico benar-benar kesal pada papanya, namun juga tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kamu menunjukkan sikap diktator kamu pada putramu?" tanya Boby menghela napas panjang.
Sikap diktator adalah memaksakan kehendak atau pendapat seseorang kepada orang lain.
"Selama ini aku tidak pernah bersikap keras padanya, tapi kali ini aku rasa aku perlu melakukannya. Ini semua juga untuk kebaikan dia," ucap Marcell menghela napas panjang.
Kembali pada saat ini...
Malam pertama pernikahan Zico dan Delia benar-benar tidak ada aktivitas layaknya pasangan pengantin baru. Zico tidur di atas ranjang dan Delia tidur di atas sofa meringkuk kedinginan.
Hingga pagi menjelang, Delia tetap tidak bisa tidur dengan nyenyak karena kedinginan. Ia memilih beranjak dari sofa untuk membersihkan diri. Delia menghela napas panjang melihat Zico yang masih terlelap di balik selimut.
"Dia enak-enakan tidur di atas ranjang empuk berbalut selimut. Sedangkan aku nggak bisa tidur nyenyak karena kedinginan. Ganteng sih, ganteng, tapi ngeselin," gerutu Delia merasa kesal pada Zico.
Tak lama.setelah Delia masuk ke kamar mandi, dering panggilan masuk di handphone Zico pun berbunyi. Zico terbangun karena merasa terganggu dengan suara dering handphonenya. Pemuda itu meraba-raba handphonenya di atas nakas. Setelah menemukannya, Zico membuka sedikit matanya untuk menggeser ikon berwarna hijau tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya, lalu menempelkan benda pipih itu di telinganya.
"Halo.." ucap Zico dengan suara serak khas bangun tidur.
"Zico, kamu belum bangun? Semalam kamu nggak bercinta sama dia, 'kan? Kamu ingat, 'kan, kalau kamu udah janji nggak bakal nyentuh dia?" tanya sekaligus peringatan Talitha yang masih berada di kamar hotelnya.
"Enggak. Udah, aku mau tidur. Aku masih mengantuk," ucap Zico, lalu meletakkan handphonenya di atas nakas dan kembali melanjutkan tidurnya.
"Tunggu dulu! Jam berapa kamu mau cek out? Setelah cek out kamu mau kemana?" tanya Talitha, menunggu jawaban dari Zico.
Talitha mengernyitkan keningnya karena tidak kunjung mendapatkan jawaban. Ia menatap layar ponselnya melihat panggilan masih tersambung, tapi tak ada jawaban dari Zico.
"Zico! Kamu dengar aku enggak? Zic! Zico!" panggil Talitha, tapi tetap tidak mendengar jawaban dari Zico, "iiihhh..nyebelin banget, sih! Jangan bilang dia masih mengantuk karena semalam bercinta dengan perempuan itu. Aku nggak rela! Argh . perempuan sialan! Lihat saja nanti, aku pasti menyingkirkan kamu dari hidup Zico. Hanya aku yang boleh menjadi istri Zico," Talitha terlihat sangat kesal karena curiga kalau semalam Zico bercinta dengan Delia.
Beberapa menit kemudian, Delia sudah selesai membersihkan diri, tapi Zico yang baru bisa tidur dini hari tadi dan sempat terganggu karena telepon dari Talitha belum juga bangun. Delia menunggu Zico bangun sambil mengemasi barang-barangnya dan juga barang-barang Zico. Delia menyiapkan pakaian yang akan di pakai Zico.
"Sudah pukul delapan, Kak Zico belum bangun juga. Perutku sudah lapar, tapi nggak mungkin aku pergi tanpa Kak Zico," gumam Delia yang tidak bisa melakukan apa-apa lagi di kamar hotel ini.
"Kruk..krukk..krukk.." perut Delia yang belum diisi pun mulai berbunyi.
"Duh, lapar banget. Ini cacing udah pada demo minta diisi, tapi Kak Zico malah belum bangun juga," gerutu Delia.
Karena sudah sangat lapar, akhirnya Delia memesan makanan, meskipun Zico belum bangun. Setelah memesan makanan, Delia beranjak mendekati Zico.
"Kak.. Kak.. Kak Zico bangun! Udah siang, nih!" panggil Delia seraya menepuk-nepuk lengan Zico.
"Apaan, sih! Nggak tahu orang masih ngantuk apa?" gerutu Zico menepis tangan Delia.
"Apa kakak akan tidur seharian di sini? Kalau kakak masih ingin tidur di sini, aku akan pulang duluan," ancam Delia yang merasa kesal pada Zico.
Zico yang mendengar perkataan Delia pun langsung membuka matanya, "Apa kata kamu? Awas saja kalau kamu berani pulang tanpa aku!" ancam Zico.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Galih Pratama Zhaqi
bukan berarti ortu hrs sll nurutin apapn kemauan anak , aku mendukungmu papa marcel
2024-10-25
1
Diana diana
biarlah diktator klo emank buat kebaikan
2024-08-21
3
Putri Dhamayanti
jiaah zico gak mau ditinggalin Delia 🤣
2024-08-04
3