9. Terlanjur Ternoda

Delia membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang sudah enam setengah tahun ini menjadi tempatnya melepas lelah dan bermimpi indah. Ia melipat kedua tangannya di bawah kepala dan menjadikan tangannya sebagai bantal.

"Om dan Tante pernah mengatakan kalau selama ini Kak Zico tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita mana pun karena dia ingin menikah dengan gadis yang pernah menyelamatkan dia. Jadi.. apa Kak Zico akan menikahi wanita bernama Talitha itu? Jika benar, aku sekarang harus bagaimana? Apa aku harus mengatakan tentang apa yang aku ketahui tentang Talitha pada Om dan Tante? Tapi.. aku nggak punya bukti apa-apa. Tanpa bukti, apa nanti mereka akan percaya dengan perkataanku? Tapi.. kalau nggak aku katakan, kasihan juga Kak Zico kalau sampai menikahi wanita bekas pria lain. Kasihan juga Om dan Tante kalau punya menantu yang nggak bener," gumam Delia menghela napas berkali-kali.

Delia ingat dengan jelas kejadian saat dirinya naik ojek dua hari yang lalu. Waktu itu....

"Pak, kok, berhenti di sini?" tanya Delia saat ojek online yang ditumpanginya berhenti.

"Mesinnya mati, Neng. Bentar, biar bapak engkol dulu," ucap si tukang ojek.

Sudah beberapa kali di engkol, tapi mesin motor sang tukang ojek tak kunjung bisa hidup.

"Duh, Neng, kayaknya harus di servis dulu, deh! Dan sepertinya bakal lama. Neng jalan ke jalan raya di depan sana aja sambil cari ojek online lain. Jangan nunggu di sini, karena jalanan ini sepi. Bapak takut Neng di jahatin orang kalau diam di sini sendirian. Soalnya bapak nggak bisa nemenin Eneng, bapak harus balik ke arah bengkel yang kita lewati tadi. Maaf, ya, Neng," ucap sang tukang ojek tak enak hati sekaligus khawatir pada Delia.

"Ya, udah, nggak apa-apa, Pak. Ini ongkos ojek saya," ucap Delia seraya mengulurkan uang pada sang tukang ojek.

"Nggak usah, Neng. Kan belum nyampe tujuan. Belum lagi si Eneng harus jalan kaki ke depan sana," tolak sang tukang ojek.

"Nggak apa-apa, Pak. Ambil aja," ucap Delia seraya meraih tangan sang tukang ojek, lalu menggenggamkan uang di tangan sang tukang ojek.

"Terima kasih, Neng. Moga hidup si Eneng berkah," ucap sang tukang ojek seraya tersenyum dan mendoakan dengan tulus.

"Makasih, Pak," ucap Delia tersenyum manis, lalu berjalan ke arah jalan raya besar yang masih sekitar 200 meter lagi. Namun baru seratus meter Delia berjalan, tanpa sengaja Delia melihat mobil yang di parkir agak masuk ke dalam perkebunan. Ia melihat mobil itu pintu depan bagian penumpangnya terbuka.

"Eh, kenapa mobil itu kayak disembunyikan gitu? Pintunya juga terbuka Jangan-jangan.. ada yang ingin berbuat kriminal," gumam Delia lirih, kemudian mengendap-endap mendekati mobil tersebut.

"Emhh.. Tha....ah... masukan semua.."

Suara seorang pria terdengar di telinga Delia.

"Apa yang dimasukkan semua? Tapi, kok, suaranya gitu, ya? Jangan-jangan sedang memasukkan mayat yang baru saja dimutilasi?" gumam Delia lirih terus mendekati mobil itu seraya berjalan mengendap-endap di balik semak-semak dan pepohonan.

"Arghh. Tha, ..a... aku sudah nggak kuat lagi..."

Suara itu terdengar lagi dan membuat Delia semakin penasaran,"Apaan, sih? Sebenarnya mereka lagi ngapain? Nggak kuat apa?" batin Delia yang benaknya dipenuhi rasa penasaran.

Dengan hati-hati dan berusaha tidak menimbulkan suara, Delia terus mendekati mobil tersebut.

"Astagaa.." gumam Delia lirih langsung menutup mulutnya sendiri.

Delia melihat seorang wanita duduk berjongkok di depan seorang pria yang sedang duduk di kursi mobil. Wanita yang tak lain adalah Talitha itu sedang memegang, menjilati, bahkan memasukkan benda tumpul yang tegak berdiri milik sang pria ke dalam mulutnya.

"Arghh..Tha.." lenguhh sang pria menjambak rambut Talitha.

Delia terdiam dengan mata tak berkedip menelan salivanya kasar. Seumur hidup baru pertama kali ini menonton adegan dewasa, bahkan secara life.

"Me.. mereka sedang me.. membuat anak? Astaga.. aku tidak boleh melihatnya. Mata suci ku ternoda," batin Delia hendak berbalik meninggalkan tempat itu, "tapi... mataku sudah terlanjur ternoda. Kenapa nggak ditonton sekalian aja? Aku penasaran.." batin gadis polos yang belum pernah disentuh oleh seseorang pria, belum pernah berpacaran, apalagi begituan. Begituan? Begituan apaan? Ya.. begitulah..

Gadis yang masih perawan itu malah menonton adegan dewasa dari balik semak-semak karena rasa tidak bisa membendung rasa penasarannya.

Delia melihat Talitha berhenti menjilat dan mengulumm benda tegak itu, lalu mengikat asal rambutnya yang panjang sebahu. Sedangkan sang pria melepaskan kemejanya dengan celana panjang yang sudah melorot sampai di paha. Delia lagi-lagi menelan salivanya kasar saat melihat Talitha melepaskan kain segitiganya.

"Mau di lepas semua apa, nggak?" tanya Talitha seraya menurunkan resleting dress yang dipakainya. Sedangkan Delia menahan napas semakin penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Nggak usah, biar seru," ucap sang pria seraya menarik dress Talitha hingga ke pinggang, lalu menarik Talitha duduk mengangkang di pangkuannya menghadap dirinya.

Delia melihat mereka berciuman dengan agresif dan panas untuk beberapa menit, hingga sang pria melenguhh saat Talitha menyatukan tubuh mereka.

Delia melihat Talitha mulai bergerak di atas tubuh sang pria, sedangkan sang pria mengeluarkan dua buah benda kembar bulat dari balik kain berbentuk kacamata milik Talitha. Dengan lahap sang pria menikmati dua buah benda bulat itu secara bergantian, sedangkan Talitha bergerak semakin liar .

"Lebih.. cepat .."

"Hah.hah..hah.."

"Terus...lebih cepat.."

"Menyusu lah.. rasanya lebih nikmat saat kamu menyusu," pinta Talitha terus bergerak liar menarik kepala sang pria agar menyusu padanya.

"Ah.. ah.. nikmat sekali.." racau Talitha terlihat sangat menikmati.

"Astaga.." batin Delia yang pada akhirnya tidak sanggup lagi.menonton life streaming film dewasa yang benar-benar nyata di depan mata dan membuat jiwa keponya meronta-ronta.

Gadis itu akhirnya pergi meninggalkan tempat itu dengan tubuh yang terasa meremang, merinding dan gemetar, karena mengingat kejadian barusan.

Suruh siapa gadis polos seperti dirinya malah nekat menonton film dewasa secara ilegal dari balik semak-semak?

"Apa rasanya benar-benar enak?" gumam sang gadis polos yang belum pernah merasakan bagaimana indahnya surga dunia.

*

Pagi harinya Delia memasak di dapur bersama Ingrid seperti yang biasa dilakukannya setiap hari bersama Ingrid.

Di sis lain Zico berjalan ke arah dapur. Ia ingin minum air dingin setelah beberapa menit berolahraga.

"Tan, apa benar.. kalau Kak Zico akan.. akan menikahi gadis yang pernah menyelamatkan nyawanya?" tanya Delia.

"Iya. Zico pernah berjanji seperti itu," sahut Ingrid menghela napas panjang.

Zico yang tak sengaja mendengar pembicaraan antara Delia dan mamanya yang sedang menyiapkan sarapan di dapur pun menghentikan langkah kakinya. Zico bersembunyi untuk menguping pembicaraan dua orang perempuan beda usia tersebut karena menyinggung soal Talitha.

"Apa.. apa Tante setuju jika Kak Zico benar-benar menikahi wanita semalam?" tanya Delia ragu.

"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Ingrid malah balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Delia.

"Gadis semalam bertemu dengan Kak Zico di klub malam. Pakaiannya seksi dan baru kenal semalam sudah langsung nempel pada Kak Zico. Apalagi pekerjaannya adalah sebagai seorang foto model. Apa.. apa Tante ingin memiliki menantu seperti itu?" tanya Delia hati-hati.

"Apa maksud Delia bicara seperti itu?" batin Zico yang tidak suka mendengar apa yang dikatakan oleh Delia.

Ingrid menghela napas panjang mendengar pertanyaan Delia," Jujur, Tante juga nggak suka saat mengetahui mereka bertemu di klub malam dan profesinya adalah foto model. Tante juga nggak suka melihat dia yang baru kenal dengan Zico langsung menempel pada Zico. Kesannya kayak wanita murahan gitu," sahut Ingrid yang ternyata juga sepemikiran dengan Delia.

"Tan, maaf sebelumnya. Aku ingin mengatakan sesuatu yang aku tahu tentang gadis semalam," ucap Delia setelah semalam berpikir berulang kali.

"Kamu mengenal dia?" tanya Ingrid menatap Delia serius.

"Tidak, Tan. Tapi.." Delia nampak ragu melanjutkan kata-katanya.

"Katakan saja apa yang kamu tahu tentang Talitha pada Tante, jangan ragu," pinta Ingrid nampak penasaran.

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

Terpopuler

Comments

Eka Bundanedinar

Eka Bundanedinar

ini alasan zico benci delia
hotel bnyak g mmpu bayar ya disemak"

2024-09-11

2

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

busyet delia lg nnt live tak senonoh

2024-08-04

4

Putri Dhamayanti

Putri Dhamayanti

hahahaha...Delia lucu 😂

2024-08-04

3

lihat semua
Episodes
1 1. Amarah
2 2. Cancel Cinta
3 3. Harimau Lapar
4 4. Gara-gara Digelitik
5 5. Permintaan
6 6. Kedinginan
7 7. Merasa Beruntung
8 8. Kampungan
9 9. Terlanjur Ternoda
10 10. Kurang Apa?
11 11. Kecolongan
12 12. Tegas
13 13. Teman Lama
14 14. Mulut Tajam
15 15. Di Ikat
16 16. Kehabisan Kata-kata
17 17. Tidak Setuju
18 18. Posisi Terbalik
19 19. Tak Menyangka
20 20. Tidak Mengizinkan
21 21. Jangan-jangan..
22 22. Ngotot
23 23. Galau Sendiri
24 24. Guling Hidup
25 25. Merasa Salah Menilai
26 26. Tak Percaya
27 27. Who Knows?
28 28. Mauku?
29 29. Hampir Saja
30 30. Penuh Harap
31 31. Apa Benar?
32 32. Barang Umum
33 33. Nambah Lagi
34 34. Membandingkan
35 35. Tetap TI-DAK
36 36. Merasa Salah Bicara
37 37. Bagian Sensitif
38 38. Ahli Sejarah
39 39. Daris
40 40. Gabung
41 41. Senang Menggoda
42 42. Demi Kamu
43 43. Tersiksa
44 44. Kesulitan
45 45. Berpikir Macam-macam
46 46. Tidak Tahu
47 47. Pikir Saja Sendiri!
48 48. Hampir Lupa
49 49. Membujuk Untuk Membatalkan
50 50. Tidak Boleh!
51 51. Info Baru
52 52. Jail
53 53. Merasa Disidang
54 54. Kemungkinan Dua-duanya
55 55. Masa Lalu
56 56. Doa
57 57. Menyusul
58 58. Andai Saja
59 59. Sudah Tahu
60 60. Malu
61 61. Ucapan Selamat Pagi
62 62. Uring-uringan
63 63. Bersikap Lembut
64 64. Sudah Terbiasa
65 65. Di Anggap Halu
66 66. Nggak PD
67 67. Hafal
68 68. Dismenore
69 69. Merasa Malu
70 70. Sayang Sekali
71 71. Tidak Mau Mengajak
72 72. Hampir Tak Mengenali
73 73. Spot Jantung
74 74. Tak Sengaja
75 75. Tidak Bernafsu
76 76. Di Asah?
77 77. Tamu
78 78. Dianggap Pembantu
79 79. Balik Menindas
80 80. Bertanya Sendiri
81 81. Mertua?
82 82. Menunjukkan Bukti
83 83. Tidak Wajar
84 84. Perubahan Wajah
85 85. Kemungkinan Hilang
86 86. Bukan Pemilik
87 87. Menunggu
88 88. Wallpaper
89 89. Tak Ingin Percaya
90 90. Senyuman Masam
91 91. Karena Sayang
92 92. Menghalangi
93 93. Delia Lagi?
94 94. Istriku Selingkuhanku
95 95. Meresapi
96 96. Ternyata Benar
97 97. Dijebak
98 98. Berakhir Sendiri
99 99. Legowo
Episodes

Updated 99 Episodes

1
1. Amarah
2
2. Cancel Cinta
3
3. Harimau Lapar
4
4. Gara-gara Digelitik
5
5. Permintaan
6
6. Kedinginan
7
7. Merasa Beruntung
8
8. Kampungan
9
9. Terlanjur Ternoda
10
10. Kurang Apa?
11
11. Kecolongan
12
12. Tegas
13
13. Teman Lama
14
14. Mulut Tajam
15
15. Di Ikat
16
16. Kehabisan Kata-kata
17
17. Tidak Setuju
18
18. Posisi Terbalik
19
19. Tak Menyangka
20
20. Tidak Mengizinkan
21
21. Jangan-jangan..
22
22. Ngotot
23
23. Galau Sendiri
24
24. Guling Hidup
25
25. Merasa Salah Menilai
26
26. Tak Percaya
27
27. Who Knows?
28
28. Mauku?
29
29. Hampir Saja
30
30. Penuh Harap
31
31. Apa Benar?
32
32. Barang Umum
33
33. Nambah Lagi
34
34. Membandingkan
35
35. Tetap TI-DAK
36
36. Merasa Salah Bicara
37
37. Bagian Sensitif
38
38. Ahli Sejarah
39
39. Daris
40
40. Gabung
41
41. Senang Menggoda
42
42. Demi Kamu
43
43. Tersiksa
44
44. Kesulitan
45
45. Berpikir Macam-macam
46
46. Tidak Tahu
47
47. Pikir Saja Sendiri!
48
48. Hampir Lupa
49
49. Membujuk Untuk Membatalkan
50
50. Tidak Boleh!
51
51. Info Baru
52
52. Jail
53
53. Merasa Disidang
54
54. Kemungkinan Dua-duanya
55
55. Masa Lalu
56
56. Doa
57
57. Menyusul
58
58. Andai Saja
59
59. Sudah Tahu
60
60. Malu
61
61. Ucapan Selamat Pagi
62
62. Uring-uringan
63
63. Bersikap Lembut
64
64. Sudah Terbiasa
65
65. Di Anggap Halu
66
66. Nggak PD
67
67. Hafal
68
68. Dismenore
69
69. Merasa Malu
70
70. Sayang Sekali
71
71. Tidak Mau Mengajak
72
72. Hampir Tak Mengenali
73
73. Spot Jantung
74
74. Tak Sengaja
75
75. Tidak Bernafsu
76
76. Di Asah?
77
77. Tamu
78
78. Dianggap Pembantu
79
79. Balik Menindas
80
80. Bertanya Sendiri
81
81. Mertua?
82
82. Menunjukkan Bukti
83
83. Tidak Wajar
84
84. Perubahan Wajah
85
85. Kemungkinan Hilang
86
86. Bukan Pemilik
87
87. Menunggu
88
88. Wallpaper
89
89. Tak Ingin Percaya
90
90. Senyuman Masam
91
91. Karena Sayang
92
92. Menghalangi
93
93. Delia Lagi?
94
94. Istriku Selingkuhanku
95
95. Meresapi
96
96. Ternyata Benar
97
97. Dijebak
98
98. Berakhir Sendiri
99
99. Legowo

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!