Terjebak

"Kemana saja baru pulang, mas?" Tanya Jesika yang melihat Riko baru saja kembali. Padahal saat ini jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam.

"Lembur" balas Riko tanpa menoleh pada Jesika.

"Oh lembur, sudah makan?" tanya Jesika yang tidak ingin berdebat yang berujung pertengkaran.

"Sudah" lagi dan lagi Jesika harus mendengar jawaban dingin dari Riko.

Riko mengabaikan keberadaan Jesika disana, pria itu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Tubuhnya cukup lelah setelah melakukan aktivitas yang menguras tenaga seharian.

Sebenarnya tadi setelah pergi dari tempat kerja Nathali, Riko sudah hendak pulang, hanya saja orang yang dia suruh mencari pemilik kalung yang sudah dia renggut kehormatannya mengatakan jika wanita itu datang kembali ke club Sakura.

Namun, ketika Riko sudah sampai di club sakura, mereka mengatakan jika wanita itu bukan orang yang Riko cari, dari postur tubuh dan ciri-ciri wanita itu berbeda hanya ada kemiripan sekilas.

Sempat kecewa karna Riko tidak jadi bertemu dengan wanita yang sudah pernah menghangatkan malamnya hari itu. Hari dimana dia seharusnya menghabiskan malam bersama dengan Jesika.

"Dimana lagi aku harus mencari keberadaanmu." Kata Riko sembari memejamkan kedua matanya.

 Riko terus membiarkan tubuhnya dibawah derasnya guyuran air shower yang hangat. sudah hampir dua bulan namun dia belum juga bisa menemukan dimana keberadaan wanita itu. Namanya saja Riko tidak tau.

usai mandi, Riko keluar dari dalam kamar mandi, mendapati Jesika yang sudah menyiapkan secangkir tèh hangat untuknya.

"Aku buatkan kamu teh, diminum, ya" kata Jesika sambil meletakkan cangkir yang berisi teh hangat itu di atas meja kamar mereka.

"Hmm.. Terimakasih" balas Riko sembari mengganti pakaian. Menggunakan piyama tidur lengan panjang.

"Aku pikir teh ini bisa mengurangi rasa lelahmu. Jangan lupa diminum, aku tidur dulu" kata Jesika seraya naik ke atas tempat tidur. Membuat Riko sedikit merasa aneh dengan wanita itu karna tingkahnya beda dari pada malam biasanya.

"Syukurlah dia tidak lagi meminta aku untuk melakukan kewajibanku sebagai suami" ujar Riko dalam batinnya. Karna memang biasanya Jesika akan meminta Riko melakukan kewajibannya sebagai seorang suami yang hingga kini belum pernah Riko berikan untuk Jesika dengan alasan lelah karna bekerja.

Tubuhnya yang sedikit kelelahan dan kedinginan itu mengambil secangkir teh yang sudah Jesika siapkan untuknya. Menyesap teh itu dan menikmati aroma mint yang menenangkan pikirannya.

Setelah menghabiskan teh tersebut, tubuh Riko tidak lagi merasakan dingin, justru Riko merasakan hal yang sebaliknya. Hangat lama kelamaan cenderung panas.

Riko menaikan suhu AC kamar itu untuk mengurangi rasa panas pada tubuhnya. Namun hal itu sama sekali tidak membantu, karna Riko justru semakin merasa tubuhnya panas. Sehingga pria itu memutuskan untuk membuka piyama yang dia kenakan dan hanya menyisakan boxer.

"Aduuhhh.... Ada apa denganku? kenapa tubuhku jadi panas begini" batin Riko yang mulai kebingungan.

Kemudian Riko menoleh pada cangkir teh yang sudah dia minum habis tak tersisa.

"Sial! jangan-jangan teh itu sudah dia campur dengan obat p*r*n*s*n*" Riko mengumpat dalam batinnya. Bagaimana bisa dia tidak mencurigai ketika Jesika membuatkan teh untuknya. Hal yang tidak pernah wanita itu lakukan selama ini.

Mau tidak mau Riko mendekat pada Jesika untuk menyalurkan hasratnya yang sudah tak tertahankan lagi. Malam ini dirinya sudah terjebak oleh Jesika dengan secangkir teh panas.

"Bangun, layani aku!" ucap Riko yang berhasil membuat Jesika tersenyum. rencana yang diusulkan oleh mama Indri akhirnya berhasil.

Dengan senang hati, Jesika yang memang hanya berpura-pura tidur membuka kedua matanya. Mendapati Riko yang sudah setengah telanjang dengan rambut basah sedikit berantakan membuat wanita itu semakin menginginkan Riko. Karna malam dimana Jesika sudah menjebak Riko di acara reuni saat itu tidak terjadi apa-apa, Jesika hanya sebatas mengambil gambar dengan tubuh atas yang polos. Padahal sebenarnya dia sendiri masih menggunakan pakaian begitu juga dengan Riko.

Jesika menatap Riko yang begitu menggoda. Tidak mau buang-buang waktu wanita itu mendekat pada Riko lalu mencium bibirnya yang sejak tadi menggoda dengan penuh hasrat.

Malam ini, malam pertama kali Riko melakukannya dengan Jesika setelah hampir dua bulan menikah. Jesika memberikan pelayanan terbaik untuk laki-laki yang selama ini dia inginkan.

Namun sekalipun sedang bercinta, sama sekali tidak terlihat adanya kelembutan dari wajah Riko. Malam ini pertahanannya untuk tidak menyentuh Jesika tumbang karna obat yang Jesika masukkan dalam teh tadi.

Jesika cukup cantik dengan postur tubuh yang lumayan. Namun hal itu sama sekali tidak membuat Riko tertarik. Karna rasa bencinya lebih besar terhadap wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya tersebut. Tingkah dan kelakuan Jesika yang sudah membuat Riko tidak menyukainya dan berakhir menjadi benci setelah apa yang Jesika lakukan pada Nathali. Benci, sangat benci. Oleh karena itu Riko enggan untuk menyentuh Jesika walaupun hanya sekedar menciumnya.

Namun, malam ini dia harus bercinta dengan wanita itu karna di tuntut oleh hasrat yang begitu besar akibat obat yang Jesika berikan.

"Ini pertama dan terakhir, jangan harap aku mau bercinta denganmu untuk yang kedua kalinya" ucap Riko setelah mereka menyelesaikan pergulatan panas di atas ranjang itu.

"Dan akan aku pastikan, setelah ini aku akan mengandung anakmu, anak kita. sosok yang akan memperkuat hubungan kita kedepannya" balas Jesika dengan penuh kemenangan.

Sial! kenapa tadi Riko harus mengeluarkannya di dalam. Bagaimana jika memang nanti Jesika hamil karna kejadian malam ini?

Riko tak menanggapi perkataan wanita itu lagi, dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dari bekas bercinta dengan wanita yang sama sekali tidak Riko inginkan.

"Jesika sialan! bagaimana bisa aku tidak sadar ketika dia memberikanku teh. dasar licik" umpat Riko ketika sudah di dalam kamar mandi.

Pria itu kembali membiarkan tubuhnya dibawah guyuran air shower untuk menghilangkan jejak Jesika dari tubuhnya.

Sedangkan Jesika menatap pada pintu kamar mandi dengan penuh kemenangan. ternyata ada gunanya juga dirinya menceritakan masalah serius yang saat ini Jesika hadapi pada sang mama. sehingga Indri memberikannya ide agar Jesika memberikan obat perangs*ng pada Riko untuk menghindari hal yang tidak di inginkan dikemudian hari.

"Ide mama memang terbaik. setelah ini aku hanya perlu mencari cara agar Dave tidak lagi mengganggu ketenangan hidupku" ucap Jesika

Drrrrr....Drrr

Notifikasi masuk pada ponselnya berhasil membuat senyum yang sejak tadi merekah dari bibir Jesika pudar.

[ Gue butuh duit 100 juta. Lo transfer atau gue kasih tau suami Lo tentang apa yang selama ini kita lakukan ]

"Bangsat.. kurang ajar dia. berani sekali memeras ku dengan ancaman" umpat Jesika kesal

Terpopuler

Comments

❤️⃟WᵃfRahma

❤️⃟WᵃfRahma

kapoook oeee

2024-09-01

0

❤️⃟WᵃfRahma

❤️⃟WᵃfRahma

siap siap di usir sama papa mu nanti ya

2024-09-01

0

Marlina

Marlina

sedih bnget thor

2024-07-29

2

lihat semua
Episodes
1 Permintaan konyol
2 Terpaksa melepasmu
3 Pamit
4 tinggal di kontrakan
5 Cafe
6 Rasa kesal Jesika
7 Fakta Abian
8 Abian Arcelio
9 penyesalan Alexander
10 Riko tidak pulang
11 hujan membawa berkah
12 Jesika berulah
13 Mempermalukan diri sendiri
14 Viral
15 Telpon dari rumah sakit
16 Surat perjanjian
17 Keputusan
18 Jakarta
19 sama-sama merindukan
20 Terjebak
21 positif
22 Dianggap adik
23 Malapetaka
24 Mommy Wulan
25 Mencari Nathali
26 Abian versi mini
27 Ancaman untuk mama Indri
28 Kecewa
29 Riko yang serba tau
30 Salah paham
31 Saudara sepupu
32 Terbongkar
33 Flashback
34 Mengakui
35 Rumah sakit
36 Rumah sakit 2
37 Seperti ada ikatan
38 Saran dari Vano
39 Chapter 39
40 Ancaman dari Abian
41 Cinta tak harus memiliki
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 chapter 44
45 Flashback
46 Mimpi Buruk
47 Bertemu Nathali
48 Pengakuan Alexander
49 Selamanya bersamamu
50 kabar dari vemas
51 Surat dari pengadilan
52 Pelaku kebakaran
53 Perang Saudara
54 20 tahun berlalu
55 Cinta pada Pandangan pertama
56 Rencana Alvin
57 Terciduk
58 Dugaan Alvin
59 Pria tengil
60 Kembali ke Jakarta
61 Istri?
62 Apartemen
63 Hasil tes DNA
64 Luka masalalu
65 Benci dan cinta beda tipis
66 Sekolah baru
67 Saudara sepupu?
68 geng curut
69 Tantangan?
70 Tantangan dari Alvin
71 Nasib malang Nadine
72 Kenangan bersama Nadine
73 Rumah sakit
74 Alasan Alvin
75 kemarahan Aliya
76 Agatha Dirgantara
77 siapa mereka?
78 Panik
79 Restoran
80 Kabar perjodohan
81 pesan mama
82 Masakan pertama untuk suami
83 Maaf
84 berangkat bersama
85 rasa marah Daren
86 Salah paham
87 Rooftop
88 Siapa pelakunya?
89 Perasaan Farel
90 Apartemen
91 bukan mereka yang salah!
92 Aliya dan Nadine
93 Rasa takut Alvin
94 Rumah sakit
95 Rumah sakit 2
96 Promise?
97 Biantara Alexa
98 mengubah rencana( POV Alvin )
99 Mulai mengingat
100 Menjalankan rencana 1
101 Peringatan untuk Agatha
102 Cemburu
103 Sekolah
104 Keputusan
105 Keanu
106 Takdir
107 Bangun, Ma..pa. jangan pergi
108 Klinik ( Revisi )
109 Chapter 109 Revisi
110 Psikiater pilihan Bintang
111 Konsultasi
112 Perasaan Aliya
113 Dokter Ryu
114 Sekolah
115 Kisah cinta yang Rumit
116 Talak?
117 Asing
118 badboy kesayangan
119 Hujan dan semua kenangannya
120 Bioskop
121 PILIHAN
122 Rahasia Erdin
123 Mengetahui
124 Siapa Dia sebenarnya?
125 Insiden
126 Meja makan
127 Kediaman Marquez
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Permintaan konyol
2
Terpaksa melepasmu
3
Pamit
4
tinggal di kontrakan
5
Cafe
6
Rasa kesal Jesika
7
Fakta Abian
8
Abian Arcelio
9
penyesalan Alexander
10
Riko tidak pulang
11
hujan membawa berkah
12
Jesika berulah
13
Mempermalukan diri sendiri
14
Viral
15
Telpon dari rumah sakit
16
Surat perjanjian
17
Keputusan
18
Jakarta
19
sama-sama merindukan
20
Terjebak
21
positif
22
Dianggap adik
23
Malapetaka
24
Mommy Wulan
25
Mencari Nathali
26
Abian versi mini
27
Ancaman untuk mama Indri
28
Kecewa
29
Riko yang serba tau
30
Salah paham
31
Saudara sepupu
32
Terbongkar
33
Flashback
34
Mengakui
35
Rumah sakit
36
Rumah sakit 2
37
Seperti ada ikatan
38
Saran dari Vano
39
Chapter 39
40
Ancaman dari Abian
41
Cinta tak harus memiliki
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
chapter 44
45
Flashback
46
Mimpi Buruk
47
Bertemu Nathali
48
Pengakuan Alexander
49
Selamanya bersamamu
50
kabar dari vemas
51
Surat dari pengadilan
52
Pelaku kebakaran
53
Perang Saudara
54
20 tahun berlalu
55
Cinta pada Pandangan pertama
56
Rencana Alvin
57
Terciduk
58
Dugaan Alvin
59
Pria tengil
60
Kembali ke Jakarta
61
Istri?
62
Apartemen
63
Hasil tes DNA
64
Luka masalalu
65
Benci dan cinta beda tipis
66
Sekolah baru
67
Saudara sepupu?
68
geng curut
69
Tantangan?
70
Tantangan dari Alvin
71
Nasib malang Nadine
72
Kenangan bersama Nadine
73
Rumah sakit
74
Alasan Alvin
75
kemarahan Aliya
76
Agatha Dirgantara
77
siapa mereka?
78
Panik
79
Restoran
80
Kabar perjodohan
81
pesan mama
82
Masakan pertama untuk suami
83
Maaf
84
berangkat bersama
85
rasa marah Daren
86
Salah paham
87
Rooftop
88
Siapa pelakunya?
89
Perasaan Farel
90
Apartemen
91
bukan mereka yang salah!
92
Aliya dan Nadine
93
Rasa takut Alvin
94
Rumah sakit
95
Rumah sakit 2
96
Promise?
97
Biantara Alexa
98
mengubah rencana( POV Alvin )
99
Mulai mengingat
100
Menjalankan rencana 1
101
Peringatan untuk Agatha
102
Cemburu
103
Sekolah
104
Keputusan
105
Keanu
106
Takdir
107
Bangun, Ma..pa. jangan pergi
108
Klinik ( Revisi )
109
Chapter 109 Revisi
110
Psikiater pilihan Bintang
111
Konsultasi
112
Perasaan Aliya
113
Dokter Ryu
114
Sekolah
115
Kisah cinta yang Rumit
116
Talak?
117
Asing
118
badboy kesayangan
119
Hujan dan semua kenangannya
120
Bioskop
121
PILIHAN
122
Rahasia Erdin
123
Mengetahui
124
Siapa Dia sebenarnya?
125
Insiden
126
Meja makan
127
Kediaman Marquez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!