Viral

Jesi hanya diam membisu setelah mendengar perkataan Riko tadi. Hatinya terasa begitu sakit saat dengan sadarnya Riko memberikan ancaman pada dirinya.

"Seenggak berartinya aku dalam hidup kamu, Ko? Kenapa kamu tidak pernah sedikitpun memikirkan bagaimana perasaan aku ketika kamu lebih mengutamakan wanita lain" batin Jesika yang menahan rasa sesak di dadanya. Jujur, hatinya terasa begitu sakit mendengar setiap kalimat yang sudah Riko lontarkan untuknya tadi. Namun Jesi memilih untuk diam tidak menjawab.

"Apa kelebihan wanita sialan itu sehingga semua orang selalu mengutamakan dia? Apa yang aku gak punya dari kepunyaan Nathali. kenapa dia selalu mendapatkan yang terbaik tanpa berusaha keras"

Kalau ditanya apakah Jesi iri terhadap Nana?jawabannya sudah pasti iya. bahkan rasa iri itu sudah Jesika rasakan sejak mereka masih kecil.

Ingatan Jesika kembali pada kejadian ketika dia masih berumur sekitar 5tahun.

Jesika memperhatikan Nathali yang saat ini sedang bermanja pada papa Jonathan dan juga bunda Wulan. sejak kecil Nathali memang begitu disayang oleh mereka berdua. Hingga tidak jarang Jesika yang melihat kebersamaan Nana dengan Jonathan serta Wulan membuatnya iri, karna mamanya sendiri hanya sibuk dengan dunianya sendiri yang membuat Jesi kekurangan kasih sayang.

Jesika terus memperhatikan Nana serta papa Jonathan dan bunda Wulan yang sedang bercanda bersama diruangan tamu. Sangat terlihat seperti keluarga cemara yang hangat dan begitu bahagia.

"Seandainya aku bisa menjadi Nana, pasti akulah yang saat ini merasakan kebahagiaan seperti yang sedang Nana rasakan" Jesika mengusap kedua matanya lalu segera menutup kembali pintu kamarnya.

Hari dan hari berlalu. Dan semakin hari juga rasa iri Jesika terhadap Nathali semakin besar. Nathali selalu dipuji, disanjung karna kecantikan serta kepintaran wanita itu. Hingga ketika mereka sudah masuk sekolah menengah atas, Jesika mulai membuat image Nathali buruk didepan sang papa. Bahkan bukan hanya itu, Jesika menjebak Nathali berduaan dengan seorang pria yang membuat Jonathan merasa begitu kecewa. Sejak saat itulah Jonathan menjadi dingin. Tidak lagi terlihat kehangatan seperti yang selalu dia berikan untuk Nathali setiap harinya.

"Kita lihat saja, Na. Masih ada cara lain untuk membuatmu terluka" batin Jesika yang masih menyalahkan Nathali dalam hal ini. Entah apa yang akan menjadi rencana wanita itu kedepannya.

Sedangkan Nathali setelah kepergian Riko dan Jesika, wanita itu dibawa ke ruangannya oleh Abian yang ada didalam cafe tersebut.

"Sakit ya, sayang? saya kompres dulu bekas tamparan jesika" ucap Abian yang terdengar begitu lembut sambil meletakkan handuk kecil yang sudah dia rendan dengan air hangat sebelumnya pada bekas tamparan jesika.

"Nggak kok, Mas. Maaf ya sudah membuat rusuh cafe ini. Aku jadi tidak enak hati sama bos kamu, bagaimana kalau kejadian ini malah nanti buat kamu kehilangan pekerjaan" balas Nathali merasa sangat bersalah.

Semalam Abian memang sudah mengatakan jika dia bekerja di cafe Alaska. Cafe yang sangat terkenal dikalangan anak muda. Hanya saja belum sempat Abin mengatakan jika dia sendirilah pemilik cafe tersebut, Nathali sudah lebih dulu terlelap karna kelelahan akibat ulah Abian yang menguras habis tenaga wanita itu.

Abian tersenyum sambil membelai rambut Nathali"Tidak masalah, sayang. Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu, karna cafe ini adalah milikku, milik kita" ucapnya lembut

"Apa. jadi kamu owner cafe ini?"

"Iya, sayang. maaf ya kalau selama ini aku belum menceritakan apapun sama kamu tentang hidupku. Nanti aku cerita kalau kita sudah dirumah" nada bicara Abian terdengar begitu lembut. Wajahnya sangat tampan dengan postur tubuh sempurna. bahkan Dian saja seperti melihat sosok pria dari drama Korea yang sering dia tonton.

"Ya tuhan..pria ini tutur katanya lembut sekali. Sangat terlihat jelas kalau dia begitu menyayangi Nana. Sudah tampan, sukses, penyayang dan dari tampangnya dia nggak gila perempuan. Beruntung sekali Nana, semoga mereka selalu bahagia" batin Dian seraya tersenyum.

Dian yang merasa seperti nyamuk pun memutuskan untuk kembali ke kantor"Na, aku balik dulu ke kantor ya, kamu disini saja. Pasti karna kejadian tadi kamu pasti butuh buat nenangin diri. Nanti biar aku yang bilang sama atasan" kata Dian

"Tapi, Di"

"Benar apa kata Dian. Lebih baik kamu disini saja ya" timpal Abian

Siang sudah berlalu, sore hari dikediaman Jonathan.

Seperti biasa, setiap hari mama Indri akan sibuk dengan berita gosip terkini yang selalu dikirimkan oleh para teman-teman sosialitanya. "Viral, berita terkini yang terjadi di salah satu cafe ternama di kota ini." Mama Indri melihat caption yang tertulis di bawah video yang masih loading.

"Berita apa yang mereka kirimkan" ucapnya yang masih menunggu video itu terbuka.

"Loh, jeng. Bukannya mereka anak-anaknya jeng Indri ya?" Tanya salah satu akun di kolom komentar

"Lah iyo, itu kan si Jesi sama Nana. mereka berantem di cafe Alaska? Cafe yang sangat terkenal itu kan?" Balas akun lainnya

"Elah, mereka bikin malu saja. Adik kakak kok berantem di depan umum" balas akun satunya

"Tapi itu kok mereka berantem karna masalah pelakor? Maksudnya bagaimana ya, jeng Indri bisa jelasin gak?" Tanya salah satu akun sambil ngetag akunnya mama Indri.

Mama Indri yang membaca semua komentar itupun membuat wajahnya menjadi merah menahan malu. Karna disini sudah jelas jika yang salah itu adalah Jesika, anaknya.

"Dasar bodoh! Ngapain dia mempermalukan dirinya sendiri" umpat mama Indri sambil terus memperhatikan video yang sedang diputar di layar ponselnya.

Berita perihal pertengkaran antara kakak beradik itupun viral dan menjadi perbincangan publik. Apalagi keduanya adalah anak Jonathan yang notabennya seorang pengusaha kaya di kota A

disaat mama Indri masih menyaksikan video antara Jesi dengan Nathali, tiba-tiba ada panggilan masuk dari Jonathan.

"H..halo, pa. ada apa?" tanya mama Indri yang pura-pura tidak mengerti kenapa tiba-tiba Jonathan menghubunginya

"Ada apa-ada apa. apa kyamu tidak tau bagaimana caranya mendidik anak? hah? bagaimana bisa mereka berdua bertengkar di tempat umum seperti itu? memalukan sekali, bikin nama baikku hancur saja"

"Saya tidak mau tau, kamu urus masalah ini. kalau sampai saya kembali masih mendengar berita tidak enak, kamu akan tau sendiri akibatnya"

"Ta..."

Tut...Tut...tut...

Jonathan langsung memutuskan sambungan telfonnya begitu saja setelah meminta Indri untuk mengurus masalah ini.

"Dasar Jesika bodoh. dia yang berulah malah aku yang kena masalah. awas saja nanti kalau dia pulang. anak itu memang dari kecil selalu bertingkah bodoh" umpat mama Indri yang merasa kesal dengan kejadian ini.

MAKASIH YANG SUDAH SEMPETIN BACA HASIL HALUAN AKU. MOGA SUKA YA, JANGAN LUPA LIKE, KOMENYA. SHER JUGA BOLEH🤭

Terpopuler

Comments

Ning Suswati

Ning Suswati

seneng deh bacanya konfliknya gk kenceng2 banget, kondisi jantung masih stabil

2024-11-12

0

Nova Fitria

Nova Fitria

penasaran Thor kok bisa nana masih perawan

2025-02-05

0

kagome

kagome

uda tau anaknya bodoh
kenapa didukung buk.......

2024-11-26

0

lihat semua
Episodes
1 Permintaan konyol
2 Terpaksa melepasmu
3 Pamit
4 tinggal di kontrakan
5 Cafe
6 Rasa kesal Jesika
7 Fakta Abian
8 Abian Arcelio
9 penyesalan Alexander
10 Riko tidak pulang
11 hujan membawa berkah
12 Jesika berulah
13 Mempermalukan diri sendiri
14 Viral
15 Telpon dari rumah sakit
16 Surat perjanjian
17 Keputusan
18 Jakarta
19 sama-sama merindukan
20 Terjebak
21 positif
22 Dianggap adik
23 Malapetaka
24 Mommy Wulan
25 Mencari Nathali
26 Abian versi mini
27 Ancaman untuk mama Indri
28 Kecewa
29 Riko yang serba tau
30 Salah paham
31 Saudara sepupu
32 Terbongkar
33 Flashback
34 Mengakui
35 Rumah sakit
36 Rumah sakit 2
37 Seperti ada ikatan
38 Saran dari Vano
39 Chapter 39
40 Ancaman dari Abian
41 Cinta tak harus memiliki
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 chapter 44
45 Flashback
46 Mimpi Buruk
47 Bertemu Nathali
48 Pengakuan Alexander
49 Selamanya bersamamu
50 kabar dari vemas
51 Surat dari pengadilan
52 Pelaku kebakaran
53 Perang Saudara
54 20 tahun berlalu
55 Cinta pada Pandangan pertama
56 Rencana Alvin
57 Terciduk
58 Dugaan Alvin
59 Pria tengil
60 Kembali ke Jakarta
61 Istri?
62 Apartemen
63 Hasil tes DNA
64 Luka masalalu
65 Benci dan cinta beda tipis
66 Sekolah baru
67 Saudara sepupu?
68 geng curut
69 Tantangan?
70 Tantangan dari Alvin
71 Nasib malang Nadine
72 Kenangan bersama Nadine
73 Rumah sakit
74 Alasan Alvin
75 kemarahan Aliya
76 Agatha Dirgantara
77 siapa mereka?
78 Panik
79 Restoran
80 Kabar perjodohan
81 pesan mama
82 Masakan pertama untuk suami
83 Maaf
84 berangkat bersama
85 rasa marah Daren
86 Salah paham
87 Rooftop
88 Siapa pelakunya?
89 Perasaan Farel
90 Apartemen
91 bukan mereka yang salah!
92 Aliya dan Nadine
93 Rasa takut Alvin
94 Rumah sakit
95 Rumah sakit 2
96 Promise?
97 Biantara Alexa
98 mengubah rencana( POV Alvin )
99 Mulai mengingat
100 Menjalankan rencana 1
101 Peringatan untuk Agatha
102 Cemburu
103 Sekolah
104 Keputusan
105 Keanu
106 Takdir
107 Bangun, Ma..pa. jangan pergi
108 Klinik ( Revisi )
109 Chapter 109 Revisi
110 Psikiater pilihan Bintang
111 Konsultasi
112 Perasaan Aliya
113 Dokter Ryu
114 Sekolah
115 Kisah cinta yang Rumit
116 Talak?
117 Asing
118 badboy kesayangan
119 Hujan dan semua kenangannya
120 Bioskop
121 PILIHAN
122 Rahasia Erdin
123 Mengetahui
124 Siapa Dia sebenarnya?
125 Insiden
126 Meja makan
127 Kediaman Marquez
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Permintaan konyol
2
Terpaksa melepasmu
3
Pamit
4
tinggal di kontrakan
5
Cafe
6
Rasa kesal Jesika
7
Fakta Abian
8
Abian Arcelio
9
penyesalan Alexander
10
Riko tidak pulang
11
hujan membawa berkah
12
Jesika berulah
13
Mempermalukan diri sendiri
14
Viral
15
Telpon dari rumah sakit
16
Surat perjanjian
17
Keputusan
18
Jakarta
19
sama-sama merindukan
20
Terjebak
21
positif
22
Dianggap adik
23
Malapetaka
24
Mommy Wulan
25
Mencari Nathali
26
Abian versi mini
27
Ancaman untuk mama Indri
28
Kecewa
29
Riko yang serba tau
30
Salah paham
31
Saudara sepupu
32
Terbongkar
33
Flashback
34
Mengakui
35
Rumah sakit
36
Rumah sakit 2
37
Seperti ada ikatan
38
Saran dari Vano
39
Chapter 39
40
Ancaman dari Abian
41
Cinta tak harus memiliki
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
chapter 44
45
Flashback
46
Mimpi Buruk
47
Bertemu Nathali
48
Pengakuan Alexander
49
Selamanya bersamamu
50
kabar dari vemas
51
Surat dari pengadilan
52
Pelaku kebakaran
53
Perang Saudara
54
20 tahun berlalu
55
Cinta pada Pandangan pertama
56
Rencana Alvin
57
Terciduk
58
Dugaan Alvin
59
Pria tengil
60
Kembali ke Jakarta
61
Istri?
62
Apartemen
63
Hasil tes DNA
64
Luka masalalu
65
Benci dan cinta beda tipis
66
Sekolah baru
67
Saudara sepupu?
68
geng curut
69
Tantangan?
70
Tantangan dari Alvin
71
Nasib malang Nadine
72
Kenangan bersama Nadine
73
Rumah sakit
74
Alasan Alvin
75
kemarahan Aliya
76
Agatha Dirgantara
77
siapa mereka?
78
Panik
79
Restoran
80
Kabar perjodohan
81
pesan mama
82
Masakan pertama untuk suami
83
Maaf
84
berangkat bersama
85
rasa marah Daren
86
Salah paham
87
Rooftop
88
Siapa pelakunya?
89
Perasaan Farel
90
Apartemen
91
bukan mereka yang salah!
92
Aliya dan Nadine
93
Rasa takut Alvin
94
Rumah sakit
95
Rumah sakit 2
96
Promise?
97
Biantara Alexa
98
mengubah rencana( POV Alvin )
99
Mulai mengingat
100
Menjalankan rencana 1
101
Peringatan untuk Agatha
102
Cemburu
103
Sekolah
104
Keputusan
105
Keanu
106
Takdir
107
Bangun, Ma..pa. jangan pergi
108
Klinik ( Revisi )
109
Chapter 109 Revisi
110
Psikiater pilihan Bintang
111
Konsultasi
112
Perasaan Aliya
113
Dokter Ryu
114
Sekolah
115
Kisah cinta yang Rumit
116
Talak?
117
Asing
118
badboy kesayangan
119
Hujan dan semua kenangannya
120
Bioskop
121
PILIHAN
122
Rahasia Erdin
123
Mengetahui
124
Siapa Dia sebenarnya?
125
Insiden
126
Meja makan
127
Kediaman Marquez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!