Terpaksa melepasmu

Nathali terdiam mendengar perkataan sang mama, hatinya benar-benar terasa begitu sakit. dadanya sesak namun sebisa mungkin Nathali tidak menumpahkan nya disana. terlebih ketika melihat ekspresi Riko yang terlihat biasa saja bahkan cenderung bahagia dengan situasi ini.

"Mulai malam ini kamu bukan lagi istriku, Nathali..aku talak kamu" Bagaikan ditusuk ribuan jarum yang mengenai tepat diulu hatinya. dunia Nathali seakan berhenti berputar saat itu juga. laki-laki yang amat dicintanya mengucapkan kata talak bahkan tanpa adanya pertengkaran diantara keduanya. hanya karna permintaan konyol sang mama dia harus mengakhiri rumah tangga yang baru berjalan sebentar.

Bukan hanya Riko, Abian juga mengatakan hal yang serupa pada Jesika sesuai yang sudah dikatakan oleh mana Indri.

Setelah mengatakan hal itu, Abian langsung berlalu tanpa mengucapkan kalimat lain. bahkan pria itu sama sekali tidak menoleh pada Jesika ataupun anggota yang lain disana. hingga tak lama kemudian Abian kembali dengan membawa koper yang berisi baju-baju Jesika.

"Karna kamu sudah bukan lagi istri saya, jadi mulai malam ini kamu tidak boleh tidur di kamar itu, kamar itu milik saya selama tiga bulan kedepan sampai pernikahan berlangsung. dan setelah itu saya akan membawa Nathali tinggal ditempat lain" Abian meletakkan koper milik Jesika dan segera kembali kedalam kamarnya.

Sedangkan Nathali kini menatap nanar pada Riko yang sedang membereskan barang-barangnya. "Aku harap setelah ini kehidupanmu lebih baik lagi, Nat. maaf kalau aku belum bisa menjadi suami yang baik" batin Riko sembari melirik sekilas pada Nathali yang sedang menahan air mata agar tidak menetes.

Tanpa mengatakan sepatah katapun, Riko keluar dari kamar itu dengan membawa semua barang-barang miliknya. dan tepat ketika Riko sudah pergi, tangis Nathali pecah, wanita itu menumpahkan air mata yang sejak tadi menyesakkan dadanya.

"Bunda..."

Setiap kali sedang tidak baik-baik saja Nathali memang selalu memanggil sang bunda yang sudah tenang disana. menangis dengan menatap foto almarhum sang bunda biasanya selalu mampu membantu mengurangi rasa sakitnya. Namun, kali ini Nathali tetap merasa hatinya sakit, teramat sakit. bahkan sakit itu tidak pernah Nathali rasakan sebelumnya. apa cintanya untuk Riko sedalam itu? sehingga dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri agar tidak menangis.

"Bunda..Hiks...kenapa dunia begitu jahat. Apa memang aku tidak pantas bahagia? waktu masih kecil aku harus kehilangan bunda, dan sekarang aku harus merelakan laki-laki yang aku cintai untuk kakakku sendiri. kenapa harus tidak adil seperti ini? kenapa hanya aku yang dipaksa selalu harus mengalah" ujar Nathali dalam sela Isak tangisnya.

"Percayalah, nak. Allah akan menjauhkan apapun yang tidak baik untukmu. dan allah akan selalu menggantinya dengan yang lebih baik. jangan menangis, Sholatlah agar hatimu tenang" seakan mendapatkan bisikan. Nathali mengusap air matanya lalu pergi ke kamar mandi. karna kejadian tadi sudah membuatnya melupakan kewajiban sebagai seorang muslim.

Hanya sepuluh menit Nathali membersihkan diri dan mengambil wudhu. setelah itu dia segera mengambil mukenah dari dalam lemari dan menunaikan sholat Isyak serta mengqhodo sholat magrib sekaligus. karna memang tadi Nathali tidak sempat sholat magrib karna permintaan sang mama untuk berkumpul di ruang keluarga yang hanya membicarakan hal yang membuat hatinya terluka.

Usai sholat...Wanita itu mengambil Al-Qur'an lalu membaca beberapa surah disana. berharap rasa sesak di dadanya akan hilang begitu saja. Namun ternyata air matanya kembali menetes ketika teringat awal pernikahannya dengan Riko. mereka selalu menunaikan sholat bersama, bahkan ngaji bersama setelah sholat. benar-benar membuat Nathali menjadi wanita paling bahagia saat itu. Namun kini semua hanyalah tinggal kenangan yang mungkin tidak akan pernah terulang kembali.

"Apa memang mas Riko tidak mencintaiku? kenapa ketika mama memintanya untuk bertukar istri dia hanya diam saja? apa selama ini hanya aku yang mencintai paling dalam" ujar Nathali dan kembali menangis.

"Bunda..kenapa harus sêsakit ini.. aku tidak sekuat bunda"

Nathali terus menangis hingga tanpa sadar dia tertidur karna terlalu lama menangis dan masih dengan menggunakan mukenah.

Tepat saat jam 01:00 dini hari, ada seseorang yang masuk kedalam kamar itu. ditatapnya wajah Nathali begitu dalam. "Maafkan aku.. aku melepaskan mu bukan karna aku tidak mencintaimu, Nat. justru karna aku sangat mencintaimu. aku tidak ingin melihatmu lebih sedih dari pada ini setelah melihatku pergi untuk selama-lamanya nantinya. lebih baik aku udahin semuanya sekarang. Aku sangat mencintaimu, Nathali. tapi maaf aku tidak ingin membawamu menderita karna hidup bersama pria sepertiku" pria itu melepaskan mukenah Nathali lalu membawa dan mengangkat tubuhnya dan dia baringkan diatas ranjang.

Setelah membaringkan tubuh Nathali, Riko kembali menatap wajah wanita yang paling dia cintai. mengusap pelan rambutnya lalu meninggalkan satu kecupan singkat yang mungkin akan menjadi kecupan terakhir untuknya.

"Semoga mas Abian bisa membahagiakan kamu nantinya. kamu harus selalu bahagia dengan atau tanpa adanya aku dalam hidupmu" kata Riko dan segera pergi dari sana. tanpa sadar air mata Rika menetes setelah mengucapkan kalimat tersebut.

Ya, sebenarnya Riko memiliki alasan lain kenapa dia menyetujui permintaan mama mertuanya untuk bertukar istri dengan Abian. dibalik sikapnya yang berubah Riko ada alasan kuat kenapa Riko memilih untuk merelakan Nathali kepada laki-laki lain. karna buat Riko kebahagiaan Nathali diatas segalanya.

Malam pun kini sudah berlalu, pagi-pagi sekali Nathali sudah memilih bersiap dan memutuskan untuk berangkat kerja lebih awal dari pada biasanya. bahkan wanita itu tidak ikut sarapan bersama hanya untuk menghindari pertemuan dengan Riko yang masih ikut tinggal dirumah yang sama.

Bukan tanpa alasan kenapa Nathali memutuskan untuk menghindari Riko setelah kejadian semalam. tentu saja ketika melihat Riko membuat hatinya terasa begitu sakit.

"Tumben dia berangkat sepagi ini? apa karna kejadian semalam dia tidak ingin melihatku lagi" kata Riko yang tanpa sengaja melihat Nathali pergi dengan pakain kerjanya.

Riko membuang nafas panjang. melihat Nathali seperti itu tentu saja ikut membuat hatinya terluka. namun semua ini Riko lakukan demi kebaikan Nathali. demi kebahagiaan yang mungkin tidak akan pernah bisa Riko berikan untuknya.

"kamu berhak bahagia, Nat. meskipun bahagiamu bukan bersamaku. tapi aku ikhlas melepas mu. mungkin dengan begitu kamu tidak akan pernah merasakan luka karna perbuatan mereka. maafkan aku yang tidak bisa melakukan apa-apa ketika melihat mereka berdua bersikap seenaknya terhadapmu. tapi percayalah akan aku buat mereka membayar mahal apa yang sudah mereka perbuat padamu selama ini" ucap Riko sambil mengepal kuat kedua tangannya.

SAMPAI SINI DULU YA.. JANGAN LUPA LIKE, KOMEN SAMA Subscribe.❤️

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

masih penasaran

2025-03-03

0

Ning Suswati

Ning Suswati

masih nyimak

2024-11-12

0

Bunda

Bunda

segampang itukah mengucapkan kata talak

2024-10-18

0

lihat semua
Episodes
1 Permintaan konyol
2 Terpaksa melepasmu
3 Pamit
4 tinggal di kontrakan
5 Cafe
6 Rasa kesal Jesika
7 Fakta Abian
8 Abian Arcelio
9 penyesalan Alexander
10 Riko tidak pulang
11 hujan membawa berkah
12 Jesika berulah
13 Mempermalukan diri sendiri
14 Viral
15 Telpon dari rumah sakit
16 Surat perjanjian
17 Keputusan
18 Jakarta
19 sama-sama merindukan
20 Terjebak
21 positif
22 Dianggap adik
23 Malapetaka
24 Mommy Wulan
25 Mencari Nathali
26 Abian versi mini
27 Ancaman untuk mama Indri
28 Kecewa
29 Riko yang serba tau
30 Salah paham
31 Saudara sepupu
32 Terbongkar
33 Flashback
34 Mengakui
35 Rumah sakit
36 Rumah sakit 2
37 Seperti ada ikatan
38 Saran dari Vano
39 Chapter 39
40 Ancaman dari Abian
41 Cinta tak harus memiliki
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 chapter 44
45 Flashback
46 Mimpi Buruk
47 Bertemu Nathali
48 Pengakuan Alexander
49 Selamanya bersamamu
50 kabar dari vemas
51 Surat dari pengadilan
52 Pelaku kebakaran
53 Perang Saudara
54 20 tahun berlalu
55 Cinta pada Pandangan pertama
56 Rencana Alvin
57 Terciduk
58 Dugaan Alvin
59 Pria tengil
60 Kembali ke Jakarta
61 Istri?
62 Apartemen
63 Hasil tes DNA
64 Luka masalalu
65 Benci dan cinta beda tipis
66 Sekolah baru
67 Saudara sepupu?
68 geng curut
69 Tantangan?
70 Tantangan dari Alvin
71 Nasib malang Nadine
72 Kenangan bersama Nadine
73 Rumah sakit
74 Alasan Alvin
75 kemarahan Aliya
76 Agatha Dirgantara
77 siapa mereka?
78 Panik
79 Restoran
80 Kabar perjodohan
81 pesan mama
82 Masakan pertama untuk suami
83 Maaf
84 berangkat bersama
85 rasa marah Daren
86 Salah paham
87 Rooftop
88 Siapa pelakunya?
89 Perasaan Farel
90 Apartemen
91 bukan mereka yang salah!
92 Aliya dan Nadine
93 Rasa takut Alvin
94 Rumah sakit
95 Rumah sakit 2
96 Promise?
97 Biantara Alexa
98 mengubah rencana( POV Alvin )
99 Mulai mengingat
100 Menjalankan rencana 1
101 Peringatan untuk Agatha
102 Cemburu
103 Sekolah
104 Keputusan
105 Keanu
106 Takdir
107 Bangun, Ma..pa. jangan pergi
108 Klinik ( Revisi )
109 Chapter 109 Revisi
110 Psikiater pilihan Bintang
111 Konsultasi
112 Perasaan Aliya
113 Dokter Ryu
114 Sekolah
115 Kisah cinta yang Rumit
116 Talak?
117 Asing
118 badboy kesayangan
119 Hujan dan semua kenangannya
120 Bioskop
121 PILIHAN
122 Rahasia Erdin
123 Mengetahui
124 Siapa Dia sebenarnya?
125 Insiden
126 Meja makan
127 Kediaman Marquez
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Permintaan konyol
2
Terpaksa melepasmu
3
Pamit
4
tinggal di kontrakan
5
Cafe
6
Rasa kesal Jesika
7
Fakta Abian
8
Abian Arcelio
9
penyesalan Alexander
10
Riko tidak pulang
11
hujan membawa berkah
12
Jesika berulah
13
Mempermalukan diri sendiri
14
Viral
15
Telpon dari rumah sakit
16
Surat perjanjian
17
Keputusan
18
Jakarta
19
sama-sama merindukan
20
Terjebak
21
positif
22
Dianggap adik
23
Malapetaka
24
Mommy Wulan
25
Mencari Nathali
26
Abian versi mini
27
Ancaman untuk mama Indri
28
Kecewa
29
Riko yang serba tau
30
Salah paham
31
Saudara sepupu
32
Terbongkar
33
Flashback
34
Mengakui
35
Rumah sakit
36
Rumah sakit 2
37
Seperti ada ikatan
38
Saran dari Vano
39
Chapter 39
40
Ancaman dari Abian
41
Cinta tak harus memiliki
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
chapter 44
45
Flashback
46
Mimpi Buruk
47
Bertemu Nathali
48
Pengakuan Alexander
49
Selamanya bersamamu
50
kabar dari vemas
51
Surat dari pengadilan
52
Pelaku kebakaran
53
Perang Saudara
54
20 tahun berlalu
55
Cinta pada Pandangan pertama
56
Rencana Alvin
57
Terciduk
58
Dugaan Alvin
59
Pria tengil
60
Kembali ke Jakarta
61
Istri?
62
Apartemen
63
Hasil tes DNA
64
Luka masalalu
65
Benci dan cinta beda tipis
66
Sekolah baru
67
Saudara sepupu?
68
geng curut
69
Tantangan?
70
Tantangan dari Alvin
71
Nasib malang Nadine
72
Kenangan bersama Nadine
73
Rumah sakit
74
Alasan Alvin
75
kemarahan Aliya
76
Agatha Dirgantara
77
siapa mereka?
78
Panik
79
Restoran
80
Kabar perjodohan
81
pesan mama
82
Masakan pertama untuk suami
83
Maaf
84
berangkat bersama
85
rasa marah Daren
86
Salah paham
87
Rooftop
88
Siapa pelakunya?
89
Perasaan Farel
90
Apartemen
91
bukan mereka yang salah!
92
Aliya dan Nadine
93
Rasa takut Alvin
94
Rumah sakit
95
Rumah sakit 2
96
Promise?
97
Biantara Alexa
98
mengubah rencana( POV Alvin )
99
Mulai mengingat
100
Menjalankan rencana 1
101
Peringatan untuk Agatha
102
Cemburu
103
Sekolah
104
Keputusan
105
Keanu
106
Takdir
107
Bangun, Ma..pa. jangan pergi
108
Klinik ( Revisi )
109
Chapter 109 Revisi
110
Psikiater pilihan Bintang
111
Konsultasi
112
Perasaan Aliya
113
Dokter Ryu
114
Sekolah
115
Kisah cinta yang Rumit
116
Talak?
117
Asing
118
badboy kesayangan
119
Hujan dan semua kenangannya
120
Bioskop
121
PILIHAN
122
Rahasia Erdin
123
Mengetahui
124
Siapa Dia sebenarnya?
125
Insiden
126
Meja makan
127
Kediaman Marquez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!