Keputusan

"baiklah, demi mas Bian saya terima syarat dari anda" kata Nathali dengan menatap nanar pada surat yang ada di tangannya. Hatinya berdenyut nyeri membaca surat perjanjian itu. Namun apalah daya, hanya ini yang bisa Nathali lakukan demi nyawa suaminya.

Setalah menandatangani surat perjanjian itu, Nathali langsung mengembalikan map coklat tadi pada Alexander"pilihan yang bagus. Setelah operasi selesai, saya mau kamu jauhi anak saya. Menghilang lah seperti yang sudah kita sepakati dalam surat perjanjian ini" kata Alexander dingin pada Nathali.

"Saya mohon, tolong biarkan saya di samping mas Bian setidaknya sampai dia sadar, dan setelah itu saya janji saya akan pergi dari kehidupannya" Nathali mencoba menawar waktu pada pria paruh baya itu. namun mirisnya Alexander sama sekali tidak mengijinkan Nathali menunggu Abian hingga sadar.

"Tidak bisa. Bukankah dalam surat perjanjian itu sudah jelas kalau kamu hanya bisa melihat anak saya setelah selesai operasi.dan waktunya hanya 5 menit, tidak lebih!"

Nathali tak lagi menjawab, dia hanya mengambil nafasnya dalam-dalam sambil memejamkan kedua matanya yang terasa panas. Entah kenapa untuk meninggalkan Abian dia merasa begitu berat. Hatinya sakit ketika dengan sangat terpaksa Nana harus pergi dari kehidupan laki-laki yang selama sebulan ini sudah menjadi rumahnya.

Satu jam berlalu, Nathali hanya diberikan waktu 5 menit oleh Alexander melihat keadaan Abian untuk yang terakhir kalinya. Menatap wajah pusat sembari menggenggam tangannya pria itu erat.

"Mas...maafkan aku. Maafkan aku yang nggak bisa lagi ada di sampingmu. Terimakasih kamu sudah menjadi laki-laki terbaik yang pernah aku temui. terimakasih atas cinta dan semua hal yang kamu lakukan untukku." Nathali menatap sosok itu dengan air mata yang terus mengalir membasahi kedua pipinya. entah kenapa rasanya begitu berat untuk pergi dari hidup Abian. Apa mungkin pria itu sudah memiliki tempat spesial dihatinya?

"setelah ini saya harap kamu memenuhi perjanjian kita, dan satu lagi, kamu harus meninggalkan surat agar anak saya tidak mencari kehilanganmu" ucap Alexander pada Nathali.

"Tenang saja, tuan. Saya orang yang selalu menepati janji. Anda tidak perlu khawatir, saya tau siapa saya, dan saya tau diri" balas Nathali .

Wanita itu mencium punggung tangan Abian kemudian melangkah pergi dari ruangan pria tersebut dengan membawa rasa sesak di dada.

Jam sudah menunjukkan pukul 09:00 pagi. Jari jemari Abian bergerak setelah tidak sadar kurang 15 jam lamanya.

"Nana" nama pertama yang Abian sebut ketika pria itu sudah sadar.

Abian membuka kedua kelopak matanya lalu mengerjab beberapa kali, menyesuaikan cahaya yang masuk pada Indra penglihatannya. Namun, dia tidak mendapati sosok yang dia harapkan. dengan rasa pusing yang tersisa, Abian menatap pada seorang pria bertubuh tinggi tegap berdiri disampingnya dengan kedua sudut bibir terangkat.

"Arcelio. Akhirnya kamu sadar juga" Alexander mendekat pada Abian. Abian masih diam, pria itu memegang kepalanya yang terasa sakit karna bayangan-bayangan masa lalu mulai mengusik memori ingatannya kembali.

"Daddy" gumam Abian setelah beberapa saat tidak merasakan pusing kembali. Sepenggal ingatan yang sempat terhapus kini kembali lagi.

"Arcelio, Daddy sangat merindukanmu" pria paruh baya itu memeluk Abian erat. Meluapkan kerinduan yang selama delapan tahun ini terpendam. Namun, bukannya membalas pelukan sang Daddy, Abian masih sibuk mencari keberadaan Nathali didalam ruangan itu.

"Dimana Nana?" Tanya nya seraya melepaskan pelukan yang diberikan oleh Alexander.

"Nana? maksud kamu perempuan yang memilih pergi setelah mengetahui kondisi kaki kamu yang menurut dokter mengalami kelumpuhan sementara?"

"Nggak mungkin! aku kenal seperti apa Nana. dia tidak akan melakukan hal yang Daddy katakan tadi"

"Tapi memang itu yang terjadi, Arcelio! Perempuan itu memilih pergi setelah mengetahui tentang kelumpuhan kaki kamu"

Mendengar perkataan sang Daddy, Abia yang memang belum menyadari jika kakinya tidak merasakan apapun mengusap kaki itu.

"aku nggak yakin kalo Nana melakukan apa yang Daddy katakan tadi. aku harus pulang, kasian Nana sudah pasti menunggu dirumah"

Abian melepas selang infus itu dari tangannya, mendadak pria itu ingin segera kembali ke kontrakan dan memastikan jika apa yang dikatakan oleh sang Daddy tadi tidak benar.

"Mau kemana kamu, Ar? kondisimu belum sepenuhnya membaik" Alexander menghalangi Abian yang hendak turun dari ranjang. Namun anaknya itu begitu keras kepala dan tidak mau mendengarkan.

"Jangan halangi Ar, dad." Abian terjatuh dari ranjang rumah sakit karana kondisi kakinya yang memang mengalami kelumpuhan sementara.

Tidak putus asa, Abian terus berusaha keluar dari ruangan itu dengan mengesot dan berharap mendapatkan kursi roda di luar sana.

"Astaga anak ini memang keras kepala" Alexander menghampiri Abian. Pria itu meminta anak buahnya membawa kursi roda dan mengurus sisa administrasi.

Setelah sampai di kontrakan, dengan bantuan anak buah sang Daddy Abian masuk menyusuri kontrakan berukuran sedang itu. Sepi dan tidak menemukan keberadaan Nathali disana. Namun Abian masih meyakinkan dirinya sendiri bahwa Nana nya kemungkinan sedang ada urusan diluar.

"Pinjamkan ponselmu" gumam Abian pada Danu

Setelah mendapat pinjaman ponsel dari Danu, Abian berusaha menghubungi nomor telpon istrinya. Hingga beberapa kali mencoba nomor itu tetap tidak dapat dihubungi.

"Sudahlah, Ar. bukan kah sudah Daddy katakan kalau perempuan itu sudah pergi meninggalkan kamu yang tidak bisa apa-apa lagi. Apa yang bisa dia harapkan dari laki-laki lumpuh sepertimu" Alexander berusaha memprovokasi anaknya dan berharap Abian bisa terpengaruh dengan ucapannya.

"Nana bukan orang yang seperti itu, dad. Tolong jangan menjelekkan istri Ar" balas Abian yang masih berusaha meyakinkan.

"Terserah kamu saja. Perempuan baik macam apa yang meninggalkan suaminya yang sakit"

Abian tidak menggubris. Pria itu masuk kedalam kamar mereka lalu membuka lemari, berharap barang-barang Nathali masih tersimpan rapi disana. Namun hasilnya tidak sesuai kenyataan, karna semua barang-barang milik sang istri sudah tidak tersisa satupun.

Kedua mata Abian menatap pada selembar kertas berwarna putih dengan tinta hitam diatasnya.

Kalau kamu sudah membaca surat ini, itu artinya kamu sudah sembuh. Mas, maafkan aku yang tidak bisa bertahan di sampingmu lagi. Setelah mendapat kabar dari dokter tentang kondisi kamu, aku memutuskan untuk mundur dari pernikahan kita. perjalananku masih sangat panjang, mas. Tidak mungkin selamanya aku hidup bersama dengan orang yang tidak bisa aku andalkan. Maafkan aku, ini keputusanku. Tolong biarkan aku pergi dan jangan pernah mencari aku. Terimakasih atas semua hal yang sudah kamu lakukan untukku. sekali lagi maaf, aku tidak bisa bersamamu lagi.

Nathali

Selembar kertas yang sudah berhasil membuat jantungnya seakan berhenti berdetak. Begitu teganya Nathali melakukan hal itu padanya.

"Apa Daddy bilang, dia bukan perempuan yang tepat untukmu" kata Alexander yang tiba-tiba masuk dan menepuk pundak Abian.

Abian hanya diam membisu tak menjawab sepatah katapun. Tatapannya dingin dengan hati yang berdenyut nyeri. terasa begitu menyakitkan ketika membaca isi surat yang sudah Nathali tinggalkan untuknya.

"Lebih baik kamu pulang, mommy sakit dan ingin bertemu denganmu" lanjut Alexander

Dari kejauhan Nathali memperhatikan Abian yang dibawa masuk kedalam sebuah mobil mewah. Air matanya kembali meluruh menatap kepergian mobil yang sudah membawa rumahnya pergi jauh.

"Selamat tinggal, mas. Maafkan aku, tidak ada cara lain yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan nyawamu malam itu" Nathali menyeka air matanya kemudian melangkah pergi dari sana. Keberadaannya dikota ini sudah tidak ada gunanya lagi. Nathali memutuskan untuk pindah tempat tinggal di sebuah desa di Jawa timur. Keputusannya sudah bulat untuk meninggalkan kota Bogor. Selain ingin melupakan semua kenangannya dengan Abian, wanita itu juga membawa luka karna sang papa yang tidak pernah mengharapkan kehadirannya.

"Bunda..maafkan Nana, Nana harus pergi jauh dari kota ini. Bunda doain Nana, semoga Nana bisa berdiri di atas kaki Nana sendiri tanpa tumpuan dari papa"

Sebelum pergi Nathali masih kemakam sang bunda. Menumpahkan air matanya di sana.

Terpopuler

Comments

Bunda

Bunda

malangnya nasib Nana😭😭😭

2024-10-18

1

wikha Sandra

wikha Sandra

oala ap gk kapok orng tua 1 ini

2024-10-04

0

Nayi Siti

Nayi Siti

wah rupanya bpk y Abian GK belajar dr pengalaman y, jgan menyesal kalau kebenaran y terungkap,

2024-09-23

1

lihat semua
Episodes
1 Permintaan konyol
2 Terpaksa melepasmu
3 Pamit
4 tinggal di kontrakan
5 Cafe
6 Rasa kesal Jesika
7 Fakta Abian
8 Abian Arcelio
9 penyesalan Alexander
10 Riko tidak pulang
11 hujan membawa berkah
12 Jesika berulah
13 Mempermalukan diri sendiri
14 Viral
15 Telpon dari rumah sakit
16 Surat perjanjian
17 Keputusan
18 Jakarta
19 sama-sama merindukan
20 Terjebak
21 positif
22 Dianggap adik
23 Malapetaka
24 Mommy Wulan
25 Mencari Nathali
26 Abian versi mini
27 Ancaman untuk mama Indri
28 Kecewa
29 Riko yang serba tau
30 Salah paham
31 Saudara sepupu
32 Terbongkar
33 Flashback
34 Mengakui
35 Rumah sakit
36 Rumah sakit 2
37 Seperti ada ikatan
38 Saran dari Vano
39 Chapter 39
40 Ancaman dari Abian
41 Cinta tak harus memiliki
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 chapter 44
45 Flashback
46 Mimpi Buruk
47 Bertemu Nathali
48 Pengakuan Alexander
49 Selamanya bersamamu
50 kabar dari vemas
51 Surat dari pengadilan
52 Pelaku kebakaran
53 Perang Saudara
54 20 tahun berlalu
55 Cinta pada Pandangan pertama
56 Rencana Alvin
57 Terciduk
58 Dugaan Alvin
59 Pria tengil
60 Kembali ke Jakarta
61 Istri?
62 Apartemen
63 Hasil tes DNA
64 Luka masalalu
65 Benci dan cinta beda tipis
66 Sekolah baru
67 Saudara sepupu?
68 geng curut
69 Tantangan?
70 Tantangan dari Alvin
71 Nasib malang Nadine
72 Kenangan bersama Nadine
73 Rumah sakit
74 Alasan Alvin
75 kemarahan Aliya
76 Agatha Dirgantara
77 siapa mereka?
78 Panik
79 Restoran
80 Kabar perjodohan
81 pesan mama
82 Masakan pertama untuk suami
83 Maaf
84 berangkat bersama
85 rasa marah Daren
86 Salah paham
87 Rooftop
88 Siapa pelakunya?
89 Perasaan Farel
90 Apartemen
91 bukan mereka yang salah!
92 Aliya dan Nadine
93 Rasa takut Alvin
94 Rumah sakit
95 Rumah sakit 2
96 Promise?
97 Biantara Alexa
98 mengubah rencana( POV Alvin )
99 Mulai mengingat
100 Menjalankan rencana 1
101 Peringatan untuk Agatha
102 Cemburu
103 Sekolah
104 Keputusan
105 Keanu
106 Takdir
107 Bangun, Ma..pa. jangan pergi
108 Klinik ( Revisi )
109 Chapter 109 Revisi
110 Psikiater pilihan Bintang
111 Konsultasi
112 Perasaan Aliya
113 Dokter Ryu
114 Sekolah
115 Kisah cinta yang Rumit
116 Talak?
117 Asing
118 badboy kesayangan
119 Hujan dan semua kenangannya
120 Bioskop
121 PILIHAN
122 Rahasia Erdin
123 Mengetahui
124 Siapa Dia sebenarnya?
125 Insiden
126 Meja makan
127 Kediaman Marquez
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Permintaan konyol
2
Terpaksa melepasmu
3
Pamit
4
tinggal di kontrakan
5
Cafe
6
Rasa kesal Jesika
7
Fakta Abian
8
Abian Arcelio
9
penyesalan Alexander
10
Riko tidak pulang
11
hujan membawa berkah
12
Jesika berulah
13
Mempermalukan diri sendiri
14
Viral
15
Telpon dari rumah sakit
16
Surat perjanjian
17
Keputusan
18
Jakarta
19
sama-sama merindukan
20
Terjebak
21
positif
22
Dianggap adik
23
Malapetaka
24
Mommy Wulan
25
Mencari Nathali
26
Abian versi mini
27
Ancaman untuk mama Indri
28
Kecewa
29
Riko yang serba tau
30
Salah paham
31
Saudara sepupu
32
Terbongkar
33
Flashback
34
Mengakui
35
Rumah sakit
36
Rumah sakit 2
37
Seperti ada ikatan
38
Saran dari Vano
39
Chapter 39
40
Ancaman dari Abian
41
Cinta tak harus memiliki
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
chapter 44
45
Flashback
46
Mimpi Buruk
47
Bertemu Nathali
48
Pengakuan Alexander
49
Selamanya bersamamu
50
kabar dari vemas
51
Surat dari pengadilan
52
Pelaku kebakaran
53
Perang Saudara
54
20 tahun berlalu
55
Cinta pada Pandangan pertama
56
Rencana Alvin
57
Terciduk
58
Dugaan Alvin
59
Pria tengil
60
Kembali ke Jakarta
61
Istri?
62
Apartemen
63
Hasil tes DNA
64
Luka masalalu
65
Benci dan cinta beda tipis
66
Sekolah baru
67
Saudara sepupu?
68
geng curut
69
Tantangan?
70
Tantangan dari Alvin
71
Nasib malang Nadine
72
Kenangan bersama Nadine
73
Rumah sakit
74
Alasan Alvin
75
kemarahan Aliya
76
Agatha Dirgantara
77
siapa mereka?
78
Panik
79
Restoran
80
Kabar perjodohan
81
pesan mama
82
Masakan pertama untuk suami
83
Maaf
84
berangkat bersama
85
rasa marah Daren
86
Salah paham
87
Rooftop
88
Siapa pelakunya?
89
Perasaan Farel
90
Apartemen
91
bukan mereka yang salah!
92
Aliya dan Nadine
93
Rasa takut Alvin
94
Rumah sakit
95
Rumah sakit 2
96
Promise?
97
Biantara Alexa
98
mengubah rencana( POV Alvin )
99
Mulai mengingat
100
Menjalankan rencana 1
101
Peringatan untuk Agatha
102
Cemburu
103
Sekolah
104
Keputusan
105
Keanu
106
Takdir
107
Bangun, Ma..pa. jangan pergi
108
Klinik ( Revisi )
109
Chapter 109 Revisi
110
Psikiater pilihan Bintang
111
Konsultasi
112
Perasaan Aliya
113
Dokter Ryu
114
Sekolah
115
Kisah cinta yang Rumit
116
Talak?
117
Asing
118
badboy kesayangan
119
Hujan dan semua kenangannya
120
Bioskop
121
PILIHAN
122
Rahasia Erdin
123
Mengetahui
124
Siapa Dia sebenarnya?
125
Insiden
126
Meja makan
127
Kediaman Marquez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!