sama-sama merindukan

Sore hari, seperti biasa Riko akan menghentikan mobilnya ketika sampai di tempat kerja Nathali. Namun, pria itu merasa ada yang aneh, sudah satu Minggu berlalu Riko tidak pernah lagi melihat Abian mengantar dan menjemput Nathali. Bahkan dia juga tidak melihat Nathali selama itu.

Riko turun ketika melihat Dian keluar dari kantor" Dian" panggil Riko.

Dian menoleh"Riko. Ya, ada apa ya?" Tanya Dian pada pria itu.

"Nathali belum pulang kan?" Tanya nya yang memang belum tau apa-apa. Namun Dian teringat akan pesan Nathali agar dia tidak mengatakan apapun pada siapapun.

"Oh, Nana sudah tidak bekerja di sini lagi. Maaf aku buru-buru. Duluan ko" Dian segera pergi sebelum Riko menanyakan hal yang lebih padanya.

"Jadi Nana sudah tidak bekerja di sini lagi. Pantas saja aku tidak pernah melihatnya lagi."

Berkali-kali Riko berusaha menghubungi nomor Nathali, namun nomor wanita itu sama sekali tidak bisa dihubungi. Terakhir kali Riko melihat Nathali di cafe ketika bertengkar dengan Jesika hari itu.

"Kalau Nana sudah tidak bekerja disini lagi, bagaimana caranya aku memastikan dia selalu bahagia. Apa ini permintaan mas Bian? Lebih baik aku datang saja ke cafenya " ujar Riko kemudian melajukan mobilnya menuju cafe milik Abian. Ya, selama ini Riko memang tau jika Abian bukanlah pengangguran seperti yang dikatakan oleh Jesika dan mamanya. Riko tau jika Abian pemilik cafe, bengkel dan mall Alaska. Namun pria itu memilih diam tidak mengatakan apa yang dia tau pada Jesika dan juga Indri. Dan itu juga alasan Riko menerima permintaan Indri untuk bertukar istri, karna dia yakin jika Abian lebih bisa memberikan yang terbaik untuk Nathali.

"Ah, tapi tidak mungkin juga aku datang kesana hanya untuk menanyakan tentang Nana. yang ada nanti aku bisa membuat mas Bian salah paham. lebih baik mulai hari ini aku tidak perlu lagi seperti itu, aku percaya mas Bian bisa membahagiakan Nana seperti yang aku harapkan" Riko mengurungkan niatnya, pria itu berbalik arah lalu pulang ke rumah Jonathan. sebenarnya malas rasanya Riko pulang dan bertemu dengan Jesika, namun untuk saat ini dia belum puas menyakiti hati Jesika, orang yang selama ini sudah membuat hidup Nathali menderita. dan Riko yg akan membalaskan rasa sakit itu.

Disebuah desa di Surabaya, seorang wanita cantik sedang sibuk dengan kuas yang ada ditangannya. Cipratan cat air mengenai tangannya yang putih bersih.

"Waahh. Lukisan kamu bagus sekali, Ira" Puji seorang wanita paruh baya ketika melihat hasil lukisan yang sejak siang wanita itu kerjakan.

"Terimakasih, Bu" balasnya seraya tersenyum.

"Tampan. Apa dia orang yang selama ini kamu ceritakan?"

Wanita bernama Ira mengangguk"iya, Bu. Dia laki-laki yang sering aku sebut dalam ceritaku. terimakasih ya Bu sudah mengijinkan saya tinggal disini. saya janji akan membalas kebaikan Bu Salma suatu hari nanti"

"Sama-sama. Kamu boleh tinggal disini sampai kapanpun yang kamu mau, lagian ibu juga kesepian tidak ada teman. Semenjak anak ibu meninggal, ibu hanya tinggal sendiri."

"Terimakasih banyak, Bu" wanita bernama Ira memeluk Bu Salma. Orang baik yang sudah menolongnya dan memberikan tempat tinggal untuknya.

Seminggu yang lalu dia kecopetan di Terminal, sehingga Ira harus kehilangan semua barang-barang miliknya termasuk hp.

setelah kepergian Bu Salma, Ira menatap lukisannya begitu dalam. menatap wajah yang begitu dia rindukan.

"Mas Bian. Semoga suatu hari nanti takdir bisa mempertemukan kita kembali" ucap Nathali penuh harapan. Ya, wanita yang sedang melukis wajah seorang pria itu adalah Nathali, dia mengganti panggilannya dengan menggunakan nama tengah, Ira yang dia ambil dari Khumaira.

Selama satu Minggu di Surabaya Nathalie menghabiskan harinya dengan melukis. dia berencana akan menjual hasil lukisannya di media sosial. selama satu Minggu wanita itu sudah berhasil menjual beberapa lukisan pada teman-teman Bu Salma. désa itu terpencil, namun Bu Salma merupakan orang paling kaya disana.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Nafas Abian naik turun ketika mendengar Bima menyebut nama Nana. hatinya kembali berdenyut sakit "kamu kenapa, Ar? aku perhatikan setelah telponnya kamu putus begitu saja wajahmu terlihat aneh. ada apa?" tanya Vano yang menyadari raut wajah sang sepupu

Senyap...Abian tidak menjawab pertanyaan pria tersebut"ya sudah kalau kamu tidak mau cerita, aku pergi dulu, kalau butuh apa-apa kamu bisa hubungi aku saja" Alvano melangkah hendak keluar dari dalam kamar Abian. namun langkahnya terhenti ketika mendengar sang sepupu berbicara.

"Ada hal yang ingin aku ceritakan padamu, Van."

Vano menghentikan langkahnya"Kalo kamu percaya, kamu bisa cerita sama aku. jangan pernah memendam sesuatu sendirian" balas Vano seraya duduk di samping Abian.

Abian mulai menceritakan semuanya pada Vano. tidak ada satupun cerita yang tertinggal oleh pria itu. termasuk ketika dia melakukan pertukaran istri antara kakak beradik.

"cukup rumit jalan hidupmu, BI. tapi apa kamu yakin jika istrimu dengan suka rela melakukannya?" tanya Vano setelah Abian selesai menceritakan semuanya.

"entahlah, aku bingung Van. mungkin setelah ini aku tidak akan pernah menikah lagi, cintaku sudah habis aku berikan pada Nana" balas Abian dengan wajah sendunya.

"Sabar ya, percayalah takdir Allah itu baik. aku pergi dulu," Vano menepuk pundak Abian dan berpamit pergi dari sana..

Abian yang kehilangan ponselnya tentu juga kehilangan semua foto kebersamaan dirinya dengan Nathali. termasuk foto pernikahan mereka dua bulan yang lalu.

"Na.. kenapa kamu harus Setega itu sama aku?"

Hari sudah semakin larut, Namun Abian masih enggan untuk terlelap. bayangan wajah Nathali masih terus mengusik pikirannya. antara sakit dan rindu bercampur menjadi satu. semua kenangan manis yang dia lalui bersama Nathali kembali berputar. ketika masak bersama, sholat bersama, mengantar Nathali berangkat bekerja. terasa seperti pasangan suami istri yang sangat bahagia. Abian akui bulan lalu adalah hal paling bahagia yang dia rasakan seumur hidup. Abian merasa sempat menjadi pria paling bahagia dimuka bumi setelah menjadikan Nathali sebagai istri yang seutuhnya.

Tapi kenapa takdir begitu jahat menyudahi kebahagiaan yang sama sekali tidak ingin Abian hilangkan dari hidupnya.

"Bagaimana caranya aku melupakanmu, Na. sedangkan kamu adalah separuh dari isi pikiranku" kata Abian lirih.

bahkan bukan hanya Abian, disurabaya Nathali juga merasakan hal yang serupa. wanita itu masih enggan menutup kedua matanya.

sudah dua jam berlalu, Namun Nathali hanya menatap langit-langit kamar yang selalu menampakkan bayangan Abian di sana.

"Mas, aku merindukanmu, sangat" ucap wanita itu

JANGAN LUPA LIKE YA. TERIMAKASIH SUDAH BACA HASIL JALUANKU, SEMOGA KALIAN SUKA🤭

Terpopuler

Comments

❤️⃟WᵃfRahma

❤️⃟WᵃfRahma

sama sama merindukan tapi terhalang tembok yang kuat

2024-09-01

1

❤️⃟WᵃfRahma

❤️⃟WᵃfRahma

Ternyata Nathali

2024-09-01

0

❤️⃟WᵃfRahma

❤️⃟WᵃfRahma

Ira ini pemeran baru lagi kah

2024-09-01

0

lihat semua
Episodes
1 Permintaan konyol
2 Terpaksa melepasmu
3 Pamit
4 tinggal di kontrakan
5 Cafe
6 Rasa kesal Jesika
7 Fakta Abian
8 Abian Arcelio
9 penyesalan Alexander
10 Riko tidak pulang
11 hujan membawa berkah
12 Jesika berulah
13 Mempermalukan diri sendiri
14 Viral
15 Telpon dari rumah sakit
16 Surat perjanjian
17 Keputusan
18 Jakarta
19 sama-sama merindukan
20 Terjebak
21 positif
22 Dianggap adik
23 Malapetaka
24 Mommy Wulan
25 Mencari Nathali
26 Abian versi mini
27 Ancaman untuk mama Indri
28 Kecewa
29 Riko yang serba tau
30 Salah paham
31 Saudara sepupu
32 Terbongkar
33 Flashback
34 Mengakui
35 Rumah sakit
36 Rumah sakit 2
37 Seperti ada ikatan
38 Saran dari Vano
39 Chapter 39
40 Ancaman dari Abian
41 Cinta tak harus memiliki
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 chapter 44
45 Flashback
46 Mimpi Buruk
47 Bertemu Nathali
48 Pengakuan Alexander
49 Selamanya bersamamu
50 kabar dari vemas
51 Surat dari pengadilan
52 Pelaku kebakaran
53 Perang Saudara
54 20 tahun berlalu
55 Cinta pada Pandangan pertama
56 Rencana Alvin
57 Terciduk
58 Dugaan Alvin
59 Pria tengil
60 Kembali ke Jakarta
61 Istri?
62 Apartemen
63 Hasil tes DNA
64 Luka masalalu
65 Benci dan cinta beda tipis
66 Sekolah baru
67 Saudara sepupu?
68 geng curut
69 Tantangan?
70 Tantangan dari Alvin
71 Nasib malang Nadine
72 Kenangan bersama Nadine
73 Rumah sakit
74 Alasan Alvin
75 kemarahan Aliya
76 Agatha Dirgantara
77 siapa mereka?
78 Panik
79 Restoran
80 Kabar perjodohan
81 pesan mama
82 Masakan pertama untuk suami
83 Maaf
84 berangkat bersama
85 rasa marah Daren
86 Salah paham
87 Rooftop
88 Siapa pelakunya?
89 Perasaan Farel
90 Apartemen
91 bukan mereka yang salah!
92 Aliya dan Nadine
93 Rasa takut Alvin
94 Rumah sakit
95 Rumah sakit 2
96 Promise?
97 Biantara Alexa
98 mengubah rencana( POV Alvin )
99 Mulai mengingat
100 Menjalankan rencana 1
101 Peringatan untuk Agatha
102 Cemburu
103 Sekolah
104 Keputusan
105 Keanu
106 Takdir
107 Bangun, Ma..pa. jangan pergi
108 Klinik ( Revisi )
109 Chapter 109 Revisi
110 Psikiater pilihan Bintang
111 Konsultasi
112 Perasaan Aliya
113 Dokter Ryu
114 Sekolah
115 Kisah cinta yang Rumit
116 Talak?
117 Asing
118 badboy kesayangan
119 Hujan dan semua kenangannya
120 Bioskop
121 PILIHAN
122 Rahasia Erdin
123 Mengetahui
124 Siapa Dia sebenarnya?
125 Insiden
126 Meja makan
127 Kediaman Marquez
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Permintaan konyol
2
Terpaksa melepasmu
3
Pamit
4
tinggal di kontrakan
5
Cafe
6
Rasa kesal Jesika
7
Fakta Abian
8
Abian Arcelio
9
penyesalan Alexander
10
Riko tidak pulang
11
hujan membawa berkah
12
Jesika berulah
13
Mempermalukan diri sendiri
14
Viral
15
Telpon dari rumah sakit
16
Surat perjanjian
17
Keputusan
18
Jakarta
19
sama-sama merindukan
20
Terjebak
21
positif
22
Dianggap adik
23
Malapetaka
24
Mommy Wulan
25
Mencari Nathali
26
Abian versi mini
27
Ancaman untuk mama Indri
28
Kecewa
29
Riko yang serba tau
30
Salah paham
31
Saudara sepupu
32
Terbongkar
33
Flashback
34
Mengakui
35
Rumah sakit
36
Rumah sakit 2
37
Seperti ada ikatan
38
Saran dari Vano
39
Chapter 39
40
Ancaman dari Abian
41
Cinta tak harus memiliki
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
chapter 44
45
Flashback
46
Mimpi Buruk
47
Bertemu Nathali
48
Pengakuan Alexander
49
Selamanya bersamamu
50
kabar dari vemas
51
Surat dari pengadilan
52
Pelaku kebakaran
53
Perang Saudara
54
20 tahun berlalu
55
Cinta pada Pandangan pertama
56
Rencana Alvin
57
Terciduk
58
Dugaan Alvin
59
Pria tengil
60
Kembali ke Jakarta
61
Istri?
62
Apartemen
63
Hasil tes DNA
64
Luka masalalu
65
Benci dan cinta beda tipis
66
Sekolah baru
67
Saudara sepupu?
68
geng curut
69
Tantangan?
70
Tantangan dari Alvin
71
Nasib malang Nadine
72
Kenangan bersama Nadine
73
Rumah sakit
74
Alasan Alvin
75
kemarahan Aliya
76
Agatha Dirgantara
77
siapa mereka?
78
Panik
79
Restoran
80
Kabar perjodohan
81
pesan mama
82
Masakan pertama untuk suami
83
Maaf
84
berangkat bersama
85
rasa marah Daren
86
Salah paham
87
Rooftop
88
Siapa pelakunya?
89
Perasaan Farel
90
Apartemen
91
bukan mereka yang salah!
92
Aliya dan Nadine
93
Rasa takut Alvin
94
Rumah sakit
95
Rumah sakit 2
96
Promise?
97
Biantara Alexa
98
mengubah rencana( POV Alvin )
99
Mulai mengingat
100
Menjalankan rencana 1
101
Peringatan untuk Agatha
102
Cemburu
103
Sekolah
104
Keputusan
105
Keanu
106
Takdir
107
Bangun, Ma..pa. jangan pergi
108
Klinik ( Revisi )
109
Chapter 109 Revisi
110
Psikiater pilihan Bintang
111
Konsultasi
112
Perasaan Aliya
113
Dokter Ryu
114
Sekolah
115
Kisah cinta yang Rumit
116
Talak?
117
Asing
118
badboy kesayangan
119
Hujan dan semua kenangannya
120
Bioskop
121
PILIHAN
122
Rahasia Erdin
123
Mengetahui
124
Siapa Dia sebenarnya?
125
Insiden
126
Meja makan
127
Kediaman Marquez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!