penyesalan Alexander

Abian beranjak pergi dari makam kedua orang tuanya setelah menceritakan semua perihal Nathali pada mereka. tanpa Abain sadari ternyata sejak tadi ada seseorang yang sedang mengikutinya dan memantau semua kegiatan Abian mulai dari keluar dari kontrakan.

"Siapa mereka?" batin Abian yang mulai menyadari ada seseorang berjalan tak jauh dibelakangnya. Abian sempat berpikir jika mereka adalah orang suruhan dari salah satu saingan bisnisnya. namun, Mereka berdua tidak memberikan tanda-tanda untuk mencelakai Abian. dan hal itu tentu saja semakin membuat Abian tidak mengerti.

"Sudahlah, yang penting mereka tidak menggangguku" batinnya lagi dengan sekilas melirik kedua orang berbaju hitam yang tak jauh dibelakangnya dari kaca spion sepeda Beatnya.

Karna merasa tidak ada yang aneh, Abian pun segera melajukan cepat motornya menuju bengkel yang memang jaraknya paling dekat dengan posisinya saat ini.

Dtttttt.....Dttttt....

Satu pesan masuk

[ Lapor, tuan. Tuan muda sedang ada di salah satu bengkel ternama di kota bogor ] Orang itu mengirimkan gambar Abian yang sedang membuka helm lalu masuk ke sebuah bengkel yang sangat terkenal di kota itu

[ Kalian tetap pantau dia disana. jangan sampai kalian kehilangan jejak Arcelio. dan satu lagi, jangan sampai buat dia curiga jika kalian berdua sedang mengawasinya ] send

Pria itu mengambil nafas dalam lalu membuangnya kasar, menatap gambar yang dikirimkan oleh anak buahnya entah kenapa membuat air matanya tanpa sadar terjatuh begitu saja.

"Maafkan Daddy yang saat itu sudah begitu kasar dan tidak memikirkan bagaimana perasaan kamu, Ar. Daddy benar-benar minta maaf" ujar tuan Alexander dengan penuh penyesalan. setiap kata yang dia ucapkan malam itu kembali terngiang.

"Dasar anak tidak tau diri! mau jadi apa kamu jika kelakuan kamu terus- terusan seperti ini? Hah? Arcelio, kamu itu anak seorang pengusaha terhormat. jangan buat nama baik keluarga hancur hanya karna kamu yang seperti sampah masyarakat. benar-benar tidak berguna!" ucap Alexander dengan penuh emosi.

"Arcelio jadi seperti ini juga karna Daddy. apa Daddy lupa kapan terakhir Daddy memberikan waktu untuk Ar? hah?" jawab Arcelio dengan tatapan kecewa pada sang Daddy.

"Asal Daddy tau, percuma Ar menjadi anak orang kaya kalau pada akhirnya Ar harus tumbuh seperti anak yatim yang kekurangan kasih sayang. Daddy dan mommy hanya sibuk dengan dunia kalian sendiri. hahahha benar- benar menyedihkan" lanjut Arcelio lagi

Plakkkkk

Satu tamparan keras berhasil mendarat sempurna pada pipi kiri Arcelio. bahkan karna terlalu kerasnya, darah segar itupun mengalir dari sudut bibirnya. membuat Arcelio tersenyum getir sembari mengusap pipi bekas tamparan sang Daddy.

"Dasar anak tidak tau diuntung. pergi kamu dari sini!"

Arcelio yang terluka karna tamparan kini harus mendengar pria yang selama ini dia banggakan mengatakan dirinya anak tidak tau di untung lalu menyuruhnya pergi.

"Okee.. Ar pergi.. ada atau tanpa ada Daddy sekalipun Ar bisa bertahan."

" Dengar ya tuan Alexander yang terhormat, waktu tidak bisa dibeli dengan uang!" balas Arcelio dengan nafas yang naik turun kemudian beranjak pergi dari sana dengan membawa amarah dan rasa sakit.

Alexander dan Wulan memang selalu sibuk dengan dunia mereka. walaupun sebenarnya semua itu mereka lakukan karna mereka begitu menyayangi Arcelio. kedua orang tua itu menjadi gila bekerja setelah kehilangan kakak Arcelio yang meninggal karna Alexander dan Wulan tidak mampu membiayai pengobatan anak pertama mereka dulu. hingga sejak saat itu, mereka yang kembali diberikan kepercayaan dan di titipkan seorang anak akhirnya tidak ingin kejadian yang pernah terjadi terulang kembali. keduanya sama-sama bekerja hingga berhasil menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

Dan sejak saat itu juga mereka mempercayakan baby siter untuk mengasuh Arcelio hingga anak itu dewasa. tumbuh tanpa kasih sayang dari orang tua membuatnya menjadi bad boy dengan kehidupan dunia malam.

"Benar apa kata Arcelio dulu, waktu tidak akan pernah bisa dibeli dengan uang" batinnya sambil terus memperhatikan gambar yang dia terima tadi.

Sedangkan Arcelio yang baru saja sampai dibengkel, kembali membuang nafasnya berkali-kali ketika melihat keberadaan Nadira disana.

"Wanita itu lagi.. ngapain sih dia disini" batin Atcelio sambil menatap malas pada Nadira yang sedang duduk di ruang tunggu. Namun Abian berusaha untuk pura-pura tidak tau dengan keberadaan wanita itu, namun sialnya Nadira menyadari kedatangan Arcelio dan segera menghampirinya.

"Pagi calon pacar.. mau sekeras apapun kamu menghindar, tuhan bakal selalu mempertemukan kita. dan kamu tau itu artinya apa? itu artinya kita berdua itu jodoh" kata Nadira dengan senyum merekah sembari menatap pada Abian.

"Sudah siang loh ini, Dir. sudahi mimpimu, karna itu hal yang nggak akan pernah jadi nyata" balas Abian malas dan langsung berlalu begitu saja.

"Tidak ada yang tau takdir kita bagaimana, Bi. jadi mau seperti apapun reaksi yang kamu berikan buat aku, aku tidak perduli. yang pasti aku sayang kamu"

"Ck...dasar wanita gak tau malu. Padahal sudah berkali-kali Abian tolak masih saja kayak begitu. gak habis pikir gue sama si Dira. Elu bayangin nih Vem, sudah 3tahun si Dira mendapat penolakan dari Abian, tapi tetep aja gak tau malu. Wajah tembok apa bagaimana" kata Bima yang memang sedang ada di bengkel itu juga.

Entah kenapa ketika mendengar Nadira mengatakan sayang pada Abian, pria itu merasa sangat tidak suka.

Vemas yang melihat ekspresi wajah Bima membuat pria itu mengulum bibir. "Cie cemburu ya? Jangan bilang elu udah mulai ada rasa sama Dira?"goda Vemas pada sang sahabat.

"Apaan dah elu, gue cemburu? Hahaha ngarang. Amit-amit gue suka sama wanita gak tau malu kayak dia. Amit-amit jabang bayi" balas Bima yang semakin membuat Vemas tertawa.

"Inget loh, Bim. Benci dan cinta itu beda tipis. Tapi gue salut sih sama si Dira, bayangin selama 3 tahun dia gak capek ngejar-ngejar Bian. Sekalipun ditolak dan di katain apapun oleh Abian dia tetep kayak gitu. Dan elu tau itu artinya apa? Itu artinya Dira itu setia. Gue sih dukung ya kalo misal nantinya elu suka sama dia" setelah mengatakan hal itu Vemas segera beranjak pergi dari hadapan Bima sebelum mendapat umpatan.

Nadira menyukai Abian memang sudah tiga tahun lamanya. Dan selama itu juga Nadira tidak pernah bosan menyatakan perasaannya yang bertepuk sebelah tangan. Wanita itu menyukai Abian berawal dari awal pertemuan mereka 3 tahun lalu. Abian menggantikan Bima menunggu orang yang sudah Bima tolong saat itu. Hingga ketika Nadira sadar, yang dia lihat adalah Abian, bukan Bima. Wanita itu mengira jika yang sudah menolongnya adalah Abian. Karna pada saat itu dokter yang menangani mengatakan jika Nadira ditolong oleh seorang pria yang ada di depan ruangan IGD. dan karna saat itu Bima ada urusan mendesak, Bima menghubungi Abian dan memintanya untuk menunggu di depan ruangan IGD.

"Amit-amit gue suka sama si Dira Kunti" ujar Bima

"Kenapa, Bim? Elu suka sama Dira?" Tanya Abian ketika mendengar Bima menyebutkan nama Dira tadi.

"Eh, tapi gue tau deh caranya agar si Dira berhenti gangguin Bian" timpal Vemas.

"Gimana?" Tanya Abian dan Bima secara bersamaan.Namun vemas tak langsung menjawab, pria itu tersenyum sembari menatap pada Bima dengan tatapan aneh.

Terpopuler

Comments

❤️⃟WᵃfRahma

❤️⃟WᵃfRahma

Ternyata salah alamat si Nadira😁

2024-08-06

0

❤️⃟WᵃfRahma

❤️⃟WᵃfRahma

ciyeeee cemburu

2024-08-06

1

❤️⃟WᵃfRahma

❤️⃟WᵃfRahma

Tapi kalian salah juga lho, kalian semangat bekerja tapi anak kalian kesepian karena kalian tidak bisa membagi waktu nya

2024-08-06

1

lihat semua
Episodes
1 Permintaan konyol
2 Terpaksa melepasmu
3 Pamit
4 tinggal di kontrakan
5 Cafe
6 Rasa kesal Jesika
7 Fakta Abian
8 Abian Arcelio
9 penyesalan Alexander
10 Riko tidak pulang
11 hujan membawa berkah
12 Jesika berulah
13 Mempermalukan diri sendiri
14 Viral
15 Telpon dari rumah sakit
16 Surat perjanjian
17 Keputusan
18 Jakarta
19 sama-sama merindukan
20 Terjebak
21 positif
22 Dianggap adik
23 Malapetaka
24 Mommy Wulan
25 Mencari Nathali
26 Abian versi mini
27 Ancaman untuk mama Indri
28 Kecewa
29 Riko yang serba tau
30 Salah paham
31 Saudara sepupu
32 Terbongkar
33 Flashback
34 Mengakui
35 Rumah sakit
36 Rumah sakit 2
37 Seperti ada ikatan
38 Saran dari Vano
39 Chapter 39
40 Ancaman dari Abian
41 Cinta tak harus memiliki
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 chapter 44
45 Flashback
46 Mimpi Buruk
47 Bertemu Nathali
48 Pengakuan Alexander
49 Selamanya bersamamu
50 kabar dari vemas
51 Surat dari pengadilan
52 Pelaku kebakaran
53 Perang Saudara
54 20 tahun berlalu
55 Cinta pada Pandangan pertama
56 Rencana Alvin
57 Terciduk
58 Dugaan Alvin
59 Pria tengil
60 Kembali ke Jakarta
61 Istri?
62 Apartemen
63 Hasil tes DNA
64 Luka masalalu
65 Benci dan cinta beda tipis
66 Sekolah baru
67 Saudara sepupu?
68 geng curut
69 Tantangan?
70 Tantangan dari Alvin
71 Nasib malang Nadine
72 Kenangan bersama Nadine
73 Rumah sakit
74 Alasan Alvin
75 kemarahan Aliya
76 Agatha Dirgantara
77 siapa mereka?
78 Panik
79 Restoran
80 Kabar perjodohan
81 pesan mama
82 Masakan pertama untuk suami
83 Maaf
84 berangkat bersama
85 rasa marah Daren
86 Salah paham
87 Rooftop
88 Siapa pelakunya?
89 Perasaan Farel
90 Apartemen
91 bukan mereka yang salah!
92 Aliya dan Nadine
93 Rasa takut Alvin
94 Rumah sakit
95 Rumah sakit 2
96 Promise?
97 Biantara Alexa
98 mengubah rencana( POV Alvin )
99 Mulai mengingat
100 Menjalankan rencana 1
101 Peringatan untuk Agatha
102 Cemburu
103 Sekolah
104 Keputusan
105 Keanu
106 Takdir
107 Bangun, Ma..pa. jangan pergi
108 Klinik ( Revisi )
109 Chapter 109 Revisi
110 Psikiater pilihan Bintang
111 Konsultasi
112 Perasaan Aliya
113 Dokter Ryu
114 Sekolah
115 Kisah cinta yang Rumit
116 Talak?
117 Asing
118 badboy kesayangan
119 Hujan dan semua kenangannya
120 Bioskop
121 PILIHAN
122 Rahasia Erdin
123 Mengetahui
124 Siapa Dia sebenarnya?
125 Insiden
126 Meja makan
127 Kediaman Marquez
Episodes

Updated 127 Episodes

1
Permintaan konyol
2
Terpaksa melepasmu
3
Pamit
4
tinggal di kontrakan
5
Cafe
6
Rasa kesal Jesika
7
Fakta Abian
8
Abian Arcelio
9
penyesalan Alexander
10
Riko tidak pulang
11
hujan membawa berkah
12
Jesika berulah
13
Mempermalukan diri sendiri
14
Viral
15
Telpon dari rumah sakit
16
Surat perjanjian
17
Keputusan
18
Jakarta
19
sama-sama merindukan
20
Terjebak
21
positif
22
Dianggap adik
23
Malapetaka
24
Mommy Wulan
25
Mencari Nathali
26
Abian versi mini
27
Ancaman untuk mama Indri
28
Kecewa
29
Riko yang serba tau
30
Salah paham
31
Saudara sepupu
32
Terbongkar
33
Flashback
34
Mengakui
35
Rumah sakit
36
Rumah sakit 2
37
Seperti ada ikatan
38
Saran dari Vano
39
Chapter 39
40
Ancaman dari Abian
41
Cinta tak harus memiliki
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
chapter 44
45
Flashback
46
Mimpi Buruk
47
Bertemu Nathali
48
Pengakuan Alexander
49
Selamanya bersamamu
50
kabar dari vemas
51
Surat dari pengadilan
52
Pelaku kebakaran
53
Perang Saudara
54
20 tahun berlalu
55
Cinta pada Pandangan pertama
56
Rencana Alvin
57
Terciduk
58
Dugaan Alvin
59
Pria tengil
60
Kembali ke Jakarta
61
Istri?
62
Apartemen
63
Hasil tes DNA
64
Luka masalalu
65
Benci dan cinta beda tipis
66
Sekolah baru
67
Saudara sepupu?
68
geng curut
69
Tantangan?
70
Tantangan dari Alvin
71
Nasib malang Nadine
72
Kenangan bersama Nadine
73
Rumah sakit
74
Alasan Alvin
75
kemarahan Aliya
76
Agatha Dirgantara
77
siapa mereka?
78
Panik
79
Restoran
80
Kabar perjodohan
81
pesan mama
82
Masakan pertama untuk suami
83
Maaf
84
berangkat bersama
85
rasa marah Daren
86
Salah paham
87
Rooftop
88
Siapa pelakunya?
89
Perasaan Farel
90
Apartemen
91
bukan mereka yang salah!
92
Aliya dan Nadine
93
Rasa takut Alvin
94
Rumah sakit
95
Rumah sakit 2
96
Promise?
97
Biantara Alexa
98
mengubah rencana( POV Alvin )
99
Mulai mengingat
100
Menjalankan rencana 1
101
Peringatan untuk Agatha
102
Cemburu
103
Sekolah
104
Keputusan
105
Keanu
106
Takdir
107
Bangun, Ma..pa. jangan pergi
108
Klinik ( Revisi )
109
Chapter 109 Revisi
110
Psikiater pilihan Bintang
111
Konsultasi
112
Perasaan Aliya
113
Dokter Ryu
114
Sekolah
115
Kisah cinta yang Rumit
116
Talak?
117
Asing
118
badboy kesayangan
119
Hujan dan semua kenangannya
120
Bioskop
121
PILIHAN
122
Rahasia Erdin
123
Mengetahui
124
Siapa Dia sebenarnya?
125
Insiden
126
Meja makan
127
Kediaman Marquez

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!