18. Apakah Sudah Jatuh Cinta

"Baiklah, aku ke kantor dulu. Ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan. Ingat persiapkan dirimu untuk malam pertama kita. Aku sudah meminta beberapa orang salon kemari untuk melakukan perawatan kepadamu. Kau harus terlihat cantik dan wangi alam ini." kata Kenzo.

"Ayo, aku akan memperkenalkanmu kepada para penghuni rumah ini. "

Tanpa canggung Kenzo merangkul bahu Alana dan membawanya ke ruang makan. Disana ada lima orang wanita yang sudah selesai menata makanan di atas meja. Alana hanya menurut dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengelak semua yang terjadi.

"Kalian semua, kenalkan dia adalah Alana istriku. Mulai sekarang selain menghormati ku, kalian juga harus menghormati Alana sebagai nyonya di rumah ini." Kenzo memperkenalkan Alana kepada semua pelayan di rumahnya yang kebanyakan adalah wanita paruh baya.

Alana sendiri sangat terkejut saat Kenzo mengenalkan dirinya sebagai istri dan nyonya di rumah itu. Benar-benar diluar ekspektasi Alana. Apalagi mereka hanya menikah kontrak, dan suatu hari nanti dia akan meninggalkan rumah ini.

"Apa-apaan dia. " batin Alana bergumam.

Kenzo mengenalkan satu persatu nama pelayan di rumah itu dan juga tugas mereka. Yang biasa mereka kerjakan. Alana pun cepat mengerti dan menghafal nama mereka.

"Nanti ada orang-orang salon yang akan datang untuk melakukan perawatan. Bibi Yuna, kau sebagai kepala pelayan, aku minta kepadamu untuk mendampingi Alana. Lakukan yang terbaik untuknya, Aku ingin saat aku pulang nanti dia sudah dalam keadaan sempurna. " ujarnya kepada jelas pelayan.

"Baik Tuan, saya mengerti. "

Kenzo dan Alana memulai sarapan mereka yang kesiangan. Rasa canggung di rasakan Alana karena di samping mereka ada dua orang pelayan yang berdiri dan melihat mereka makan. Dengan memberanikan diri Alana menyenggol lengan Kenzo karena benar-benar tidak merasa nyaman.

"Ada apa? ” Kenzo yang sedang makan pun langsung menoleh ke arah Alana, mungkin saja wanita itu membutuhkan sesuatu.

" Kau bisa menyuruh mereka pergi, aku merasa tidak nyaman saat makan di perhatikan seperti itu. " ucap Alana pada akhirnya.

Kenzo tersenyum dan mengerti maksud Alana. Dia hanya cukup mengibaskan tangannya untuk menyuruh pelayannya pergi dari sana. Dan benar saja mereka langsung pergi.

"Sudah, sekarang makanlah yang kamu suka. " kata Kenzo dan mulai melanjutkan makannya

Alana mengangguk dan mengucapkan Terima kasih kepada Kenzo dan mulai memakan makanannya dengan lahap.

Beberapa saat kemudian Kenzo sudah menyelesaikan makanannya terlebih dulu. Dia menunggu Alana menghabiskan makanannya karena tidak ingin membiarkan dia makan sendirian dan merasa canggung sendirian.

"Apa kau sudah selesai?" tanyanya saat melihat makanan di piring Alana sudah habis.

"Sudah, "

"Apa kau mau nambah lagi kalau belum kenyang. "

"Tidak, sudah cukup. Aku sangat kenyang sekarang. "

"Ya sudah kalau begitu aku pergi kerja dulu. Ingat, persiapkan dirimu untuk malam ini. "

Alana hanya menghela nafasnya kasar mendengar ucapan Kenzo yang diucapkan berulang-ulang. Hingga membuatnya hafal di luar kepala.

Kenzo berjalan keluar rumah diikuti Alana di sampingnya dan bibi Yuna yang bertugas menjaga Alana selama Kenzo berkerja. Sampai di samping mobilnya sebelum masuk, Kenzo menarik kembali pinggang Alana hingga menempel di tubuhnya. Melihat adegan itu baik Rey dan Bibi Yuna langsung membalikkan badan mereka karena tidak ingin melihat adegan yang lebih dari ini.

Ditatapnya wajah cantik di depannya itu dengan seksama. Benar-benar cantik Alami tanpa polesan. Dia tidak bisa membayangkan jika wajah itu nanti dipoles sedikit make up natural dan bibir itu.

"Sial, "

Kenzo benar-benar tidak bisa menahan diri untuk melawan bibir merah muda yang masih alami. Seolah bibir itu memanggilnya untuk segera di lahap hingga habis. Namun–

"Cup, " hanya sebuah kecupan yang diberikan Kenzo kepada Alana.

"Untuk sekarang seperti ini dulu, lain kali aku akan mengajarimu cara berciuman dengan baik dan benar hingga kamu bisa mendapatkan sertifikat profesional dariku. " bisik Kenzo di telinga Alana.

Alana hanya terdiam dan mematung. Dia memang harus siap mendapat berbagai kejutan dari pria itu yang suka seenaknya.

Setelah mengatakan kalimat itu, Kenzo segera masuk ke dalam mobil diikuti Rey yang sepertinya tau kalau adegan mereka sudah selesai . Rey segera menancapkan gasnya menuju perusahaan . Sedangkan Alana Dia mematung kepergian mobil yang ditumpangi oleh Kenzo semakin menjauh.

"Mari kita masuk nona. " Ajak bibi Yuna.

Alana pun menurut dan ikut masuk ke dalam rumah mewah dengan dua lantai itu. Dan langsung duduk di kursi ruang tengah dengan hembusan nafas besar.

"Apa ada yang anda inginkan, nona? " tangan Bibi Yuna.

"Tidak ada bukti, nanti kalau aku ingin sesuatu aku akan mengambilnya sendiri di belakang. "

"Jangan nona, nanti Tuan Ken akan marah kepada kami kalau istrinya sampai turu ke dapur. " ujar bibi Yuna.

"Lalu sekarang aku harus apa? " tanyanya kemudian.

"Sebaiknya Anda duduk dengan tenang dan menunggu orang-orang salon yang sudah disuruh kemari oleh Tuan Kenzo . Kami akan menyiapkan makanan dan minuman untuk anda sebagai cemilan," ujar bibi Yuna.

Alana hanya mengangguk tidak berkata apa-apa lagi . Dia pun segera memutar televisi layar lebar yang ada di depannya . Memang sangat membosankan Jika seperti ini dan tidak berbuat apa-apa.

Hampir satu jam menunggu akhirnya beberapa orang dari salon datang untuk melakukan tugas mereka. Merombak habis penampilan Alana dari wanita biasa menjadi nyonya Kenzo.

Di tempat kerjanya Kenzo mengerjakan semua pekerjaannya dengan pikiran yang tidak fokus. Dia tersenyum sendiri seperti orang gila, hingga pekerjaan yang biasa dia kerjakan selama satu jam saja bahkan tidak dapat dis selesaikan sampai waktunya pulang kantor.

"Tuan saya dagang mengambil berkas yang sudah anda tanda tangani. " Rey masuk ke dalam ruangan Kenzo tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.

"Oh, Rey. Maaf aku belum selesai memeriksanya. " kata Kenzo tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Rey mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Kenzo. Karena baru kali ini Kenzo bersikap tidak profesional seperti ini. Apa yang terjadi.

"Tuan, anda baik-baik saja kan? " tanya Rey curiga.

Kenzo menatap Rey penuh tanya, memangnya apa yang terjadi padanya. Dia baik-baik saja dan sangat baik.

"Apa maksudmu Rey, " tanyanya balik.

"Tidak biasanya anda bersikap seperti ini, Tuan. Ini sudah jam pulang kantor, tapi anda bahkan belum memeriksa satu berkas yang saya berikan tadi sebelum makan siang. " Rey mengatakan alasannya.

"Oh, itu. Ini karena aku sejak tadi memikirkan Alana, Rey. " ucap Kenzo dengan senyumannya.

"Ooh, Alana. memangnya kenapa dengan Alana Tuan? "

"Kau tau dia sangat polos, bahkan dia tidak bisa membalas ciumanku. " ucap Kenzo tanpa sadar.

"Lalu? "

"Aku mengatakan kalau akan mengajarinya sampai mahir dan bersertifikat. Benar-benar bodoh. " ucap Kenzo lagi dengan tawa lantangnya.

Baru kali ini Rey bisa melihat raut berbeda dalam diri Kenzo saat menceritakan seorang wanita.

"Apa karena itu anda sampai tidak fokus bekerja? " tanya Rey yang langsung membuat Kenzo langsung terdiam.

"Entahlah, ini sangat lucu dan hal baru bagiku. "

"Apakah anda sudah jatuh cinta pada Alana Tuan? "

Terpopuler

Comments

Wisa Simah

Wisa Simah

typonya lumayan

2025-02-01

5

Yani

Yani

Typo thor 🙏

2025-01-18

1

Davina Ridwan

Davina Ridwan

*datang

2024-12-10

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kenzo VS Alana
2 2. Tawaran Pekerjaan
3 3. Sebuah Syarat
4 4. Pertemuan
5 5. Perjanjian Kontrak
6 6. Rumah Alana
7 7. Periksa Kesehatan
8 8. Hasil
9 9. Tak Bisa Berkutik
10 10. Tamu Tak Diundang
11 11. Perubahan Tak Terduga
12 12. Stress
13 13. Pernikahan 1
14 14. Pernikahan 2
15 15. Hemophobia
16 16. Siapa Alana
17 17. Pertama Kali
18 18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19 19. Rencana Busuk
20 20. Kasar
21 21. Malam Yang Menyakitkan
22 22. Pembatalan Kontrak
23 23. Penasaran
24 24. Tidak Bisa Fokus
25 25. Panggilan Yang Cocok
26 26. Biarkan Aku Istirahat
27 27. Bantuan
28 28. Menghubungi Neil
29 29. Sisi Berbeda Kenzo
30 30. Tamu Tak Diundang
31 31. Tak Terduga
32 32. Rencana
33 33. Meminta Ijin
34 34. Ragu
35 35. Nasehat Bibi Yuna
36 36.
37 37. Pulang
38 38. Fitnah
39 39. Surat Nikah
40 40. Gagal Total
41 41. Kerja Sama
42 42. Sensitif
43 43. Alergi Wanita Jahat
44 44. Makan Malam
45 45. Perasaan Alana
46 46. Kedatangan Dona dan Amel
47 47. Kekhawatiran Kenzo
48 48. Bertemu Beni
49 49. Acara Pertemuan
50 50. Pewaris Sesungguhnya
51 51.Wanita Ular
52 52. Kabar Bahagia
53 53. Janji
54 54. Kedatangan Ibu Mertua
55 55. Permintaan Maaf
56 56. Permintaan Maaf 2
57 57. Mulai Mencari Tau
58 58. Beri Aku Waktu
59 59. Permintaan Alana
60 60. Pemimpin Baru
61 61. Kejuta Untuk Alana
62 62. Kebenaran
63 63. Membantu Secara Diam-diam
64 64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65 65. Menurunkan Ego
66 66. Antara Rindu dan Maaf
67 67. Ke Rumah Sakit
68 68. Operasi Yuki
69 69. Masih Belum Sadar
70 70. Sadar
71 71.
72 72. Jalan-jalan
73 73. Kecelakaan
74 74.
75 75. Kembali Ke Rumah
76 Promosi karya baru
Episodes

Updated 76 Episodes

1
1. Kenzo VS Alana
2
2. Tawaran Pekerjaan
3
3. Sebuah Syarat
4
4. Pertemuan
5
5. Perjanjian Kontrak
6
6. Rumah Alana
7
7. Periksa Kesehatan
8
8. Hasil
9
9. Tak Bisa Berkutik
10
10. Tamu Tak Diundang
11
11. Perubahan Tak Terduga
12
12. Stress
13
13. Pernikahan 1
14
14. Pernikahan 2
15
15. Hemophobia
16
16. Siapa Alana
17
17. Pertama Kali
18
18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19
19. Rencana Busuk
20
20. Kasar
21
21. Malam Yang Menyakitkan
22
22. Pembatalan Kontrak
23
23. Penasaran
24
24. Tidak Bisa Fokus
25
25. Panggilan Yang Cocok
26
26. Biarkan Aku Istirahat
27
27. Bantuan
28
28. Menghubungi Neil
29
29. Sisi Berbeda Kenzo
30
30. Tamu Tak Diundang
31
31. Tak Terduga
32
32. Rencana
33
33. Meminta Ijin
34
34. Ragu
35
35. Nasehat Bibi Yuna
36
36.
37
37. Pulang
38
38. Fitnah
39
39. Surat Nikah
40
40. Gagal Total
41
41. Kerja Sama
42
42. Sensitif
43
43. Alergi Wanita Jahat
44
44. Makan Malam
45
45. Perasaan Alana
46
46. Kedatangan Dona dan Amel
47
47. Kekhawatiran Kenzo
48
48. Bertemu Beni
49
49. Acara Pertemuan
50
50. Pewaris Sesungguhnya
51
51.Wanita Ular
52
52. Kabar Bahagia
53
53. Janji
54
54. Kedatangan Ibu Mertua
55
55. Permintaan Maaf
56
56. Permintaan Maaf 2
57
57. Mulai Mencari Tau
58
58. Beri Aku Waktu
59
59. Permintaan Alana
60
60. Pemimpin Baru
61
61. Kejuta Untuk Alana
62
62. Kebenaran
63
63. Membantu Secara Diam-diam
64
64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65
65. Menurunkan Ego
66
66. Antara Rindu dan Maaf
67
67. Ke Rumah Sakit
68
68. Operasi Yuki
69
69. Masih Belum Sadar
70
70. Sadar
71
71.
72
72. Jalan-jalan
73
73. Kecelakaan
74
74.
75
75. Kembali Ke Rumah
76
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!