20. Kasar

Rey segera membawa Kenzo pulang ke rumahnya dengan kecepatan tinggi karena melihat keadaan Kenzo yang sudah diluar kendali. Beruntungnya jarak antara hotel dan perumahan elit milik Kenzo letaknya tidak terlalu jauh.

Rey juga meminta beberapa anak buahnya untuk datang ke hotel, untuk memeriksa rekaman CCTV di hotel itu dan mencari pelakunya. Entah siapa yang melakukan ini baik Kenzo atau Rey sekalipun tidak akan memaafkannya. Dan akan menghukum pelakunya dengan sangat berat.

"Panas sekali Rey. Sial, " umpat Kenzo dan membuka beberapa kancing bajunya.

"Bertahanlah Tuan, sebentar lagi kita sampai. " kata Rey sesekali menoleh kearah belakang mengkhawatirkan keadaan Kenzo.

"Aku tidak akan memaafkan siapa saja yang sudah membuat ku seperti ini. Benar-benar menjijikkan. " Kenzo mengerang menahan semua rasa yang dia rasakan saat ini.

Mobil yang dikendarai Rey sudah sampai di rumah mewah Kenzo. Dia menekan klakson berkali-kali karena penjaga rumah tidak segera membukakan pagar dengan segera.

"Kemana saja, lama sekali. " Rey terlihat marah kepada penjaga rumah karena tidak segera membukakan pintu, apalagi saat ini dia sedang buru dengan keadaan Kenzo yang tak biasa.

Rey segera membantu mengeluarkan Kenzo dari mobil dan membawanya masuk ke dalam rumah. Dia memanggil Alana, tapi yang dipanggil tak juga kunjung muncul ke permukaan.

"Lho, Tuan kenapa mas?" Tanya Bi Yuna.

"Dimana Alana? "

"Sepertinya mbak Alana ada dikamar mas, kayaknya sedang bersiap. " kata Bi Yuna.

Kenzo segera menaiki anak tangga untuk bertemu dengan istrinya dan ingin melampiaskan hasrat yang menggerogoti nya saat ini. Sampai di lantai atas dia segera membuka handle pintu dan masuk kedalam kamar.

Alana yang sedang memainkan ponselnya di atas ranjangnya jadi terkejut dengan kedatangan Kenzo yang tiba-tiba. Dia segera beranjak dan menghampiri Kenzo yang terlihat berantakan.

"Tuan, kau sudah datang. " sapanya. "Apa yang terjadi?" ucapnya lagi saat melihat keadaan Kenzo seperti tidak baik-baik saja.

Kenzo tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Alana, tapi matanya malah fokus pada bibir Alana yang terus bergerak. Dia menggerakkan tangannya dan menarik tengkuk leher Alana agar mendekat kepadanya. Dan dengan kasar dia mulai menyatakan bibit mereka.

Selama beberapa saat tidak ada perlawanan dari Alana bahkan wanita itu hanya diam mematung tanpa membalas ciuman dari Kenzo. Dan sesaat kemudian terdengar isak tangis dari Alana, dan Kenzo merasakan rasa asin yang masuk ke dalam mulutnya.

Kenzo melepaskan tautan bibirnya dan menatap Alana yang sedang menangis tertahan. Dia ingat ucapan Alana tadi pagi yang mengatakan kalau dia ingin diperlakukan lembut, karena ini adalah pertama kali baginya. Dan–,

"Aaakkhhhh... "

Kenzo menggeram kesal dan melepaskan pakaiannya satu persatu dan masuk ke dalam kamar mandi lalu menutup pintunya dengan kasar hingga mengejutkan Alana dan Rey yang tadi berbalik saat melihat adegan suami istri itu.

Tubuh Alan luruh ke lantai dan menangis terisak disana.

"Alana apa yang terjadi? kenapa Tuan Ken masuk ke dalam kamar mandi? kenapa kalian tidak melakukannya? " tanya Rey bingung dengan keadaan mereka.

"Rey, dia bersikap kasar padaku, aku tidak suka. " ucap Alana sambil menangis terisak.

"Bodoh, untuk kali ini jangan pikirkan kasar atau tidak, tapi pikirkan keselamatan Tuan Kenzo. " Bentak Rey yang juga kesal kepada Alana.

"Kau tidak mengerti perasaanku, Kenapa kau membelanya. " Alan tidak Terima dengan ucapan Rey yang menyebutnya bodoh.

"Alana dengar, saat ini Tuan Ken sedang dalam pengaruh obat perangsang. Saat di pertemuan tadi ada seseorang yang memasukkan obat itu ke dalam minuman Tuan Ken. Dia ingin mencari wanita penghibur tadi, tapi aku mengingatkan nya tentang kontrak perjanjian kalian. Dan dia lebih memilih pulang untuk menemuimu. "

Deg.

Jantung Alana berdetak dengan cepat mendengar ucapan Rey. Ternyata dia sudah salah paham dengan Kenzo. Bahkan pria itu mau tidak memaksa kan kehendaknya ada Alana karena mungkin masih menghormati Alana atau tidak mau berbuat kasar kepadanya.

"Apa yang terjadi jika dia tidak bisa mendapatkan pelampiasan? " tanya Alana.

"Dia akan gila, karena semua ototnya menegang. Jika sampai salah satu otot syarafnya putus maka dia akan–, "

"Jangan dilanjutkan, aku tau. Dia akan menjadi gila dan hilang ingatan mungkin." Tebak Alana.

"Kau tidak mau kan hidup dengan orang Gila? " Rey menakut-nakuti. Alana.

"Iya aku tau, akan aku lakukan sebisanya. Sekarang keluar dari kamar kami, aku butuh privasi." kata Alana mengusir Rey, karena dia saat ini sedang membutuhkan waktu.

Rey menurut dan pergi dari kamar mereka dan menutup pintu kamar itu. Alana bangkit dan mengunci pintu kamarnya dia dan mondar-mandir di depan kamar mandi. Ragu itulah yang dirasakan Alana saat ini. Apakah dia akan menyerahkan dirinya di saat Kenzo tak terkendali seperti saat ini? itu pasti sangat menyakitkan.

"Rey, bawakan aku air dingin. Panas sekali. " Teriak Kenzo dari dalam kamar mandi dengan enakan tertahan, sepertinya sangat menyakitkan.

Alana tertegun mendengar keluhan demi keluhan yang dirasakan oleh Kenzo. Dia segera menyadarkan dirinya tentang berbagai hal, Kenzo yang sudah menikahi nya bahkan sudah melunasi pembayaran rumahnya, mahar yang sangat besar. Kini giliran dia melakukan tugasnya.

Ya, Alana sudah memutuskannya. Dia perlahan membuka jubah tidur yang dia pakai sejak tadi. Kini tubuh Alana hanya berbalut gaun tidur yang terbuat dari satin sutra yang sangat lembut dan menggambarkan lekuk tubuh Alana yang sangat indah.

Dia membuka handle pintu kamar mandi, terdengar kucuran air shower dan air di bathup. Sepertinya Kenzo sedang mengisi bathup untuk berendam. Alana melihat tubuh polos Kenzo yang sedang memunggunginya dibawah kucuran air shower.

"Rey, kau dengar aku. Bawakan Aku–"

Grep

Belum lagi Kenzo meneruskan ucapannya dia merasakan tubuhnya di peluk dari belakang oleh seseorang. Kenzo terdiam dan mencoba meyakinkan dirinya kalau yang memeluknya saat ini adalah Alana.

"Alana kaulah itu? "

Tidak ada Jawaban hanya sebuah anggukan kepala yang dirasakan oleh Kenzo.

Kenzo memegang tangan Alana yang melingkar di perutnya dan berbalik. Kenzo tertegun saat melihat pemandangan indah di depannya. Alana melakukan walaupun yang dia inginkan dengan gaun tipis itu.

"Ada apa? Kenapa kau berani sekali masuk ke kamar mandi saat ada orang didalamnya?" tanya Kenzo.

"Ayo kita lakukan. "

Kenzo mengernyit tak mengerti, bukankah tadi Akana menangis saat dia menciumnya. Dan sekarang–

"Jangan bercanda Alana, lepaskan aku. Aku akan berendam. "

"Tuan, bukankah aku istrimu. Tidakkah sudah sewajarnya jika pada akhirnya kita akan melakukannya. Maaf jika aku menolakmu tadi. " kata Alana menundukkan kepalanya.

Dengan satu jari, Kenzo mengangkat wajah Alana agar wanita itu menatapnya.

"Kau serius,?

Alana menjawab dengan anggukan kepala yakin.

"Jika aku sudah memulainya, aku tidak akan bisa berhenti Alana. " kembali Kenzo meyakinkan Alana.

Alana kembali mengangguk dan berkata, "Sudah jangan banyak bicara , ayo kita lakukan. Tapi pelan-pelan dan jangan kasar aku takut."

.

Terpopuler

Comments

Ketawang

Ketawang

Kalau pelan" gak akan sampai puncaknya Alana🔥🔥🔥

2025-01-12

2

ira

ira

bakal belah duren nh🙈🤭

2024-11-17

0

Yani

Yani

😁😁😁🤭

2025-01-18

1

lihat semua
Episodes
1 1. Kenzo VS Alana
2 2. Tawaran Pekerjaan
3 3. Sebuah Syarat
4 4. Pertemuan
5 5. Perjanjian Kontrak
6 6. Rumah Alana
7 7. Periksa Kesehatan
8 8. Hasil
9 9. Tak Bisa Berkutik
10 10. Tamu Tak Diundang
11 11. Perubahan Tak Terduga
12 12. Stress
13 13. Pernikahan 1
14 14. Pernikahan 2
15 15. Hemophobia
16 16. Siapa Alana
17 17. Pertama Kali
18 18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19 19. Rencana Busuk
20 20. Kasar
21 21. Malam Yang Menyakitkan
22 22. Pembatalan Kontrak
23 23. Penasaran
24 24. Tidak Bisa Fokus
25 25. Panggilan Yang Cocok
26 26. Biarkan Aku Istirahat
27 27. Bantuan
28 28. Menghubungi Neil
29 29. Sisi Berbeda Kenzo
30 30. Tamu Tak Diundang
31 31. Tak Terduga
32 32. Rencana
33 33. Meminta Ijin
34 34. Ragu
35 35. Nasehat Bibi Yuna
36 36.
37 37. Pulang
38 38. Fitnah
39 39. Surat Nikah
40 40. Gagal Total
41 41. Kerja Sama
42 42. Sensitif
43 43. Alergi Wanita Jahat
44 44. Makan Malam
45 45. Perasaan Alana
46 46. Kedatangan Dona dan Amel
47 47. Kekhawatiran Kenzo
48 48. Bertemu Beni
49 49. Acara Pertemuan
50 50. Pewaris Sesungguhnya
51 51.Wanita Ular
52 52. Kabar Bahagia
53 53. Janji
54 54. Kedatangan Ibu Mertua
55 55. Permintaan Maaf
56 56. Permintaan Maaf 2
57 57. Mulai Mencari Tau
58 58. Beri Aku Waktu
59 59. Permintaan Alana
60 60. Pemimpin Baru
61 61. Kejuta Untuk Alana
62 62. Kebenaran
63 63. Membantu Secara Diam-diam
64 64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65 65. Menurunkan Ego
66 66. Antara Rindu dan Maaf
67 67. Ke Rumah Sakit
68 68. Operasi Yuki
69 69. Masih Belum Sadar
70 70. Sadar
71 71.
72 72. Jalan-jalan
73 73. Kecelakaan
74 74.
75 75. Kembali Ke Rumah
76 Promosi karya baru
Episodes

Updated 76 Episodes

1
1. Kenzo VS Alana
2
2. Tawaran Pekerjaan
3
3. Sebuah Syarat
4
4. Pertemuan
5
5. Perjanjian Kontrak
6
6. Rumah Alana
7
7. Periksa Kesehatan
8
8. Hasil
9
9. Tak Bisa Berkutik
10
10. Tamu Tak Diundang
11
11. Perubahan Tak Terduga
12
12. Stress
13
13. Pernikahan 1
14
14. Pernikahan 2
15
15. Hemophobia
16
16. Siapa Alana
17
17. Pertama Kali
18
18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19
19. Rencana Busuk
20
20. Kasar
21
21. Malam Yang Menyakitkan
22
22. Pembatalan Kontrak
23
23. Penasaran
24
24. Tidak Bisa Fokus
25
25. Panggilan Yang Cocok
26
26. Biarkan Aku Istirahat
27
27. Bantuan
28
28. Menghubungi Neil
29
29. Sisi Berbeda Kenzo
30
30. Tamu Tak Diundang
31
31. Tak Terduga
32
32. Rencana
33
33. Meminta Ijin
34
34. Ragu
35
35. Nasehat Bibi Yuna
36
36.
37
37. Pulang
38
38. Fitnah
39
39. Surat Nikah
40
40. Gagal Total
41
41. Kerja Sama
42
42. Sensitif
43
43. Alergi Wanita Jahat
44
44. Makan Malam
45
45. Perasaan Alana
46
46. Kedatangan Dona dan Amel
47
47. Kekhawatiran Kenzo
48
48. Bertemu Beni
49
49. Acara Pertemuan
50
50. Pewaris Sesungguhnya
51
51.Wanita Ular
52
52. Kabar Bahagia
53
53. Janji
54
54. Kedatangan Ibu Mertua
55
55. Permintaan Maaf
56
56. Permintaan Maaf 2
57
57. Mulai Mencari Tau
58
58. Beri Aku Waktu
59
59. Permintaan Alana
60
60. Pemimpin Baru
61
61. Kejuta Untuk Alana
62
62. Kebenaran
63
63. Membantu Secara Diam-diam
64
64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65
65. Menurunkan Ego
66
66. Antara Rindu dan Maaf
67
67. Ke Rumah Sakit
68
68. Operasi Yuki
69
69. Masih Belum Sadar
70
70. Sadar
71
71.
72
72. Jalan-jalan
73
73. Kecelakaan
74
74.
75
75. Kembali Ke Rumah
76
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!