7. Periksa Kesehatan

"Diminum dulu tehnya, aku mau mandi dulu. Maaf hanya punya ini" ujar Alana menyuguhkan dua cangkir teh di hadapan Kenzo dan Rey.

"Terimakasih, pergilah mandi dan cepatlah. " ucap Kenzo sambil mengibaskan tangannya agar Alana segera pergi dari sana.

Alana mencebikkan bibirnya dan segera masuk ke kamarnya. Dia tidak menyangka kalau Kenzo akan bersikap seenaknya seperti itu.

"Ini rumah siapa coba, seenaknya mengusir ku. " gerutunya dan mulai membersihkan tubuhnya.

Di ruang tamu Kenzo berbincang dengan Rey tentang beberapa hal, dia juga meminta pendapat asistennya itu tentang pernikahannya yang akan dilangsungkan secepatnya.

"Jadi, bagaimana menurutmu Rey. Apakah aku harus menikahinya di bawah tangan atau nikah resmi? " tanya Kenzo.

"Kalau menurut saya, sebaiknya anda menikah resmi tuan. Karena seorang wanita butuh status, tidak hanya saja secara agama ataupun negara. Apalagi anda tidak memberikan patokan kapan pernikahan anda berakhir. Jika mungkin anda berkunjung dan menginap disini kalian tidak perlu khawatir di grebek, cukup menunjukkan buku nikah kalian saja. " ujar Rey bijak.

Kenzo mendengarkan dengan seksama ucapan asistennya itu. Karena dia tidak begitu mengenal wanita dan hanya menikmati tubuh mereka saja. Berbeda dengan Rey setia pada satu wanita. Dan mungkin akan menikah dalam waktu dekat.

"Kecuali jika anda menikahi nona Alana dengan pernikahan semalam, itu tidak perlu buku nikah. Malam ini anda pakai, ucapkan talak sudah selesai. Maka tidak akan ada masalah." ujar Rey lagi.

"Namun jika pernikahan ini tanpa ada waktu berakhirnya sebaiknya anda sahkan saja, Tuan. Mungkin saja pernikahan kalian nanti tidak hanya berakhir karena kontrak itu, dan bisa berlanjut sampai kalian kakek nenek. Memangnya apa tuan tidak mau menjalin hubungan dengan seorang wanita dengan serius? " tanya Rey memancing.

"Kita, terutama Tuan tidak mungkin akan hidup seperti ini terus. Bersenang-senang dan menghamburkan uang. Apakah anda tidak mau berumah tangga dengan serius. Kita butuh seseorang di samping kita, saat semua orang pergi meninggalkan kita, akan ada istri yang selalu menemani kita bagaimanapun keadaan kita. "

Rey berubah menjadi seorang penasehat jika kegalauan menghampiri Kenzo. Dan Kenzo selalu memberikan kesempatan kepada Rey untuk meluruskan jalannya di kala salah.

Namun satu yang masih belum bisa ditaklukkan Rey dari Kenzo. Yaitu kesukaannya tidur dengan wanita. Dan mungkin saja dari kejadian ini Kenzo bisa benar-benar berubah dan membuat Alana sebagai wanita satu-satunya di hati Kenzo dan merubah pria itu menjadi lebih baik.

Kenzo terdiam seolah sedang memikirkan setiap kata demi kata yang diucapkan oleh Rey. Apakah sudah saatnya dia memikirkan masa depan dengan seorang wanita? Sepertinya boleh di coba.

"Kalau begitu setelah ke rumah sakit siapkan semuanya. Urus berkas-berkas pernikahanku dengan Alana. Aku akan mencoba saranmu. " putusnya.

Rey sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo. Benarkah apa yang dikatakannya itu, bukan sebuah isapan jempol semata.

"Serius, tuan? "

"Hmmm, "

Belum lagi mereka melanjutkan pembicaraan pintu kamar Alana terbuka. Dan wanita itu keluar dengan wajah yang sudah terlihat segar hanya dengan menggunakan rok selutut dan juga kaos lengan pendek dengan tas selempang di bahu. Terlihat begitu sederhana tapi sangat menarik karena tertutup wajah cantiknya.

"Ayo, kita berangkat. Aku sudah siap." Kata Alana yang sudah berdiri di hadapan mereka.

Kenzo dan Rey segera berdiri dan hendak mendengarkan ruangan itu, namun ucapan Alana menghentikan langkah mereka.

"Kalian ke mobil duluan aku mau meletakkan gelas ini ke dapur. "

Kenzo hanya menggelengkan kepalanya mendengar ocehan wanita itu dan meneruskan langkahnya menuju mobil.

"Gadis itu sangat mandiri. " ucapnya tanpa sadar.

"Terkadang keadaan yang membuat kita untuk bersikap mandiri. " sahut Rey yang mendengar gumaman Kenzo.

Mereka bertiga pun pergi ke rumah sakit yang sudah di tunjuk oleh Kenzo untuk memeriksakan kesehatannya. Hanya butuh waktu tiga puluh menit mereka sudah sampai di rumah sakit dan disambut hangat oleh dokter yang akan menangani dokter.

"Ada yang bisa saya bantu mas, mbak. " tanya dokter laki-laki yang akan menangani Kenzo.

"Dokter, kami akan menikah. Jadi, saya mau memeriksa kesehatan calon suami saya. Saya takut calon suami saya ini terkena penyakit menular. " ucap Alana frontal tanpa saringan sedikitpun, dan itu sukses membuat Kenzo malu.

"Ya, ampun. " batin Kenzo sambil memegangi kepalanya yang tiba-tiba pening

Dokter hanya tersenyum dan mengerti maksud kedatangan mereka. Dan ini adalah hal bagus untuk setiap calon pasangan suami istri yang ingin menikah untuk memeriksan kesehatan. Karena jaman sekarang se*s bebas sudah merajalela.

"Baiklah, saya mengerti. Mari masnya silahkan berbaring disana untuk di periksa. " ujar dokter menunjuk tempat pemeriksaan.

Kenzo mengerti dan menurut perintah dokter diikuti Rey. Sedangkan Alana di minta duduk di tempat yang sama di depan meja dokter. Tak lupa dia berkirim pesan dengan sahabatnya Neil, kalau saat ini dia di rumah sakit bersama dengan Kenzo.

"Gila, jadi beneran tuan Ken nuruti keinginanmu, Alana. Hebat banget kamu, pake pelet apa? " tanya Neil dalam pesannya

"Nggak usah pake pelet, cukup dengan kecantikanku. " balas Alana.

Mereka terus berkirim pesan hingga pemeriksaan terhadap Kenzo selesai. Alana langsung menyimpan ponselnya dan duduk dengan tenang.

"Bagaimana dokter? " tanya Alana penasaran, karena ini menyangkut masa depannya.

"Secara fisik semua baik-baik saja nona. Kami hanya tinggal memeriksakan sampel yang akan kami kirim ke laboratorium. Hasilnya akan keluar sekitar 15 - 60 menit paling lama. Jadi anda boleh menunggu di luar dulu, nanti kami panggil lagi. " Ujar dokter.

"Kalau bisa secepetnya dokter, karena aku harus bekerja. " ucap Kenzo.

"Kami usahakan, "

Mereka bertiga segera keluar dari ruangan dokter dan menunggu di kursi antrean.

"Tau begini aku tidak mau melakukannya. ini terlalu lama. " gerutu Kenzo yang masih dapat di dengar Rey dan Alana.

"Latihan jika anda nanti memiliki anak, tuan. Bayangkan saat istri anda hamil besar dan anda harus menunggu antrian yang begitu banyak dan saling berdesakan duduk disini. " Rey mulai mengompori.

Dan benar saja seketika itu Kenzo membayangkan dirinya datang bersama Alana ke tempat dokter kandungan dengan perut yang membuncit. Lalu mereka duduk di kursi antrian menunggu dokter memanggil.

"Tidak-tidak, itu tidak boleh terjadi. " lirihnya, "Aku akan membuat janji dulu dengan dokter jadi aku tidak usah antri. " ucapnya lagi-lagi membuat Rey terkejut.

Hari ini Rey benar-benar mendapatkan banyak kejutan dari Kenzo, mulai dari mengurus surat pernikahan dan sekarang tentang anak. Padahal Rey tadi hanya bercanda dan diambil serius oleh Kenzo.

"Dan kau Alana, jika semua baik-baik saja persiapkan dirimu. Kita akan menikah 2 hari lagi. " ucap Kenzo seenaknya.

Terpopuler

Comments

Yani

Yani

Waw... Kenzo nurut perkataan Rey meresmikan pernikahannya calon bucin ni

2025-01-18

1

Eka Uderayana

Eka Uderayana

aduh...malu banget Kenzo... denger kata-kata Alana yang frontal 🤭

2024-12-15

1

Nurhayati Nia

Nurhayati Nia

woahh udah jauh bangett ya mikir nya mes ken inii 😅😅

2024-11-25

1

lihat semua
Episodes
1 1. Kenzo VS Alana
2 2. Tawaran Pekerjaan
3 3. Sebuah Syarat
4 4. Pertemuan
5 5. Perjanjian Kontrak
6 6. Rumah Alana
7 7. Periksa Kesehatan
8 8. Hasil
9 9. Tak Bisa Berkutik
10 10. Tamu Tak Diundang
11 11. Perubahan Tak Terduga
12 12. Stress
13 13. Pernikahan 1
14 14. Pernikahan 2
15 15. Hemophobia
16 16. Siapa Alana
17 17. Pertama Kali
18 18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19 19. Rencana Busuk
20 20. Kasar
21 21. Malam Yang Menyakitkan
22 22. Pembatalan Kontrak
23 23. Penasaran
24 24. Tidak Bisa Fokus
25 25. Panggilan Yang Cocok
26 26. Biarkan Aku Istirahat
27 27. Bantuan
28 28. Menghubungi Neil
29 29. Sisi Berbeda Kenzo
30 30. Tamu Tak Diundang
31 31. Tak Terduga
32 32. Rencana
33 33. Meminta Ijin
34 34. Ragu
35 35. Nasehat Bibi Yuna
36 36.
37 37. Pulang
38 38. Fitnah
39 39. Surat Nikah
40 40. Gagal Total
41 41. Kerja Sama
42 42. Sensitif
43 43. Alergi Wanita Jahat
44 44. Makan Malam
45 45. Perasaan Alana
46 46. Kedatangan Dona dan Amel
47 47. Kekhawatiran Kenzo
48 48. Bertemu Beni
49 49. Acara Pertemuan
50 50. Pewaris Sesungguhnya
51 51.Wanita Ular
52 52. Kabar Bahagia
53 53. Janji
54 54. Kedatangan Ibu Mertua
55 55. Permintaan Maaf
56 56. Permintaan Maaf 2
57 57. Mulai Mencari Tau
58 58. Beri Aku Waktu
59 59. Permintaan Alana
60 60. Pemimpin Baru
61 61. Kejuta Untuk Alana
62 62. Kebenaran
63 63. Membantu Secara Diam-diam
64 64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65 65. Menurunkan Ego
66 66. Antara Rindu dan Maaf
67 67. Ke Rumah Sakit
68 68. Operasi Yuki
69 69. Masih Belum Sadar
70 70. Sadar
71 71.
72 72. Jalan-jalan
73 73. Kecelakaan
74 74.
75 75. Kembali Ke Rumah
76 Promosi karya baru
Episodes

Updated 76 Episodes

1
1. Kenzo VS Alana
2
2. Tawaran Pekerjaan
3
3. Sebuah Syarat
4
4. Pertemuan
5
5. Perjanjian Kontrak
6
6. Rumah Alana
7
7. Periksa Kesehatan
8
8. Hasil
9
9. Tak Bisa Berkutik
10
10. Tamu Tak Diundang
11
11. Perubahan Tak Terduga
12
12. Stress
13
13. Pernikahan 1
14
14. Pernikahan 2
15
15. Hemophobia
16
16. Siapa Alana
17
17. Pertama Kali
18
18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19
19. Rencana Busuk
20
20. Kasar
21
21. Malam Yang Menyakitkan
22
22. Pembatalan Kontrak
23
23. Penasaran
24
24. Tidak Bisa Fokus
25
25. Panggilan Yang Cocok
26
26. Biarkan Aku Istirahat
27
27. Bantuan
28
28. Menghubungi Neil
29
29. Sisi Berbeda Kenzo
30
30. Tamu Tak Diundang
31
31. Tak Terduga
32
32. Rencana
33
33. Meminta Ijin
34
34. Ragu
35
35. Nasehat Bibi Yuna
36
36.
37
37. Pulang
38
38. Fitnah
39
39. Surat Nikah
40
40. Gagal Total
41
41. Kerja Sama
42
42. Sensitif
43
43. Alergi Wanita Jahat
44
44. Makan Malam
45
45. Perasaan Alana
46
46. Kedatangan Dona dan Amel
47
47. Kekhawatiran Kenzo
48
48. Bertemu Beni
49
49. Acara Pertemuan
50
50. Pewaris Sesungguhnya
51
51.Wanita Ular
52
52. Kabar Bahagia
53
53. Janji
54
54. Kedatangan Ibu Mertua
55
55. Permintaan Maaf
56
56. Permintaan Maaf 2
57
57. Mulai Mencari Tau
58
58. Beri Aku Waktu
59
59. Permintaan Alana
60
60. Pemimpin Baru
61
61. Kejuta Untuk Alana
62
62. Kebenaran
63
63. Membantu Secara Diam-diam
64
64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65
65. Menurunkan Ego
66
66. Antara Rindu dan Maaf
67
67. Ke Rumah Sakit
68
68. Operasi Yuki
69
69. Masih Belum Sadar
70
70. Sadar
71
71.
72
72. Jalan-jalan
73
73. Kecelakaan
74
74.
75
75. Kembali Ke Rumah
76
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!