6. Rumah Alana

Dengan kesal Alana mendekati Neil yang sedang asik menikmati makanannya dan mendudukkan bokongnya dengan kasar tepat di hadapan Neil hingga membuat pria itu terkejut.

"Apa-apaan sih, Lan? " gerutu Neil yang merasa terganggu makannya.

"Kamu yang apa-apaan. Aku hanya minta perjanjian itu semalam, dan kau bilang pria itu menyetujuinya. "

"Lah emang iya, terus kenapa? kamu keberatan?" tanya Neil penasaran.

"Awalnya keberatan sih, Neil. soalnya dia mau melanjutkan kontrak itu smpai dia puas dengan ku. Apa itu tidak gila namanya. "

Mendengar ucapan Alana, Neil terang saja merasa tersedak dan menyemburkan makanannya. Hingga membuat Alana jijik.

"Kamu jorok Neil. " ucap Alana sambil mengibaskan pakaiannya yang terkena sedikit semburan dari Neil.

"Sorry, nggak sengaja aku. Tapi apa yang kamu katakan tadi beneran, Lan? " Tanya Neil tak percaya.

"Iya, ngapain aku bercanda. "

"Terus kamu Terima apa enggak tawaran itu. " Tanya Neil penasaran.

"Awalnya aku menolak karena ternyata perjanjian itu tidak hanya semalam, dan dia mengajakku bermain suami istri. Apa itu tidak gila namanya." gerutunya

Mendengar itu Neil hanya geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan kedua orang ini, yang satu ingin menikah hanya semalam saja. Dan yang satu malah memanfaatkan keadaan dengan dalih bermain suami istri. Mereka berdua benar-benar gila.

"Trus, kamu Terima gitu?" Selidik Neil.

Alana mengangguk, "Aku setuju, tapi dengan tambahan poin dari ku. "

Alana lalu menceritakan poin yang ditawarkan oleh Kenzo dan Alana meminta tiga tambahan poin yang membuat Neil tercengang.

”Lu bener-bener ya, Alana. Bagaiamana kamu bisa mengajukan tiga permintaan itu. Dia orang berkuasa lho, terus dia mengabulkan permintaan mu itu?" tanya Neil tak percaya.

Alana kembali mengangguk. " Iya dia setuju dan besok aku akan mengantarnya kerumah sakit untuk memeriksa keadaannya agar aku tidak kecolongan. Karena apapun bisa dilakukan oleh orang kaya, termasuk memalsukan keterangan dokter." ujar Alana.

"Hah–, Seriously? "

Neil benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Bagaimana seorang Kenzo yang dia dengar seorang yang dingin dan berkarakter kuat bisa begitu saja mengikuti keinginan seorang Alana yang notabene hanya seorang gadis biasa.

"Sudahlah, sepertinya aku harus mempersiapkan diri menerima kejutan-kejutan karena sudah mengambil resiko menjadi istri kontrak seorang Kenzo. Ayo kita pulang aku mau istirahat. Aku masih tidak percaya dengan semua ini." Alana segera menarik tangan Neil agar segera pergi dari sana

"Aku habisin makan dulu, Lana. Baru kali ini aku makan di restoran mewah. Makanannya sangat enak. Apa kau sudah makan. " Neil menolak untuk pergi.

"Boro-boro makan. ngadepin Kenzo aja rasanya aku mau mati berdiri. " sungutnya.

"Ya sudah, ayo makan. " Neil menyuapkan sesendok makanan ke mulut Alana, namun tangan seseorang langsung menepis nya.

"Jangan sembarang menyuapi calon istri orang. Alana, jika kau lapar kenapa kau tidak pesan makanan yang lain saja. Jangan sembarangan makan dari gabut pria lain mulai sekarang. " ucap dingin seseorang, siapa lagi kalau bukan Kenzo yang sudah berdiri di sampingnya.

Alana menelan salivanya dengan susah payah mendengar ucapan Kenzo begitu juga dengan Neil. Selera makannya tiba-tiba hilang dan ingin segera pergi dari sana.

"Tidak usah, kita mau pergi sekarang. " Alana kembali menarik tangan Neil, dan kali ini Neil tidak menolaknya dan senang hati pergi dari sana karena dia tidak ingin bermasalah dengan Kenzo.

"Alana, jangan lupa besok Rey akan menjemputmu. " Kenzo sedikit teriak mengingatkan Alana agar wanita itu mendengar ucapannya.

"Iya, berisik. " balas Alana ketus dan terus berjalan tanpa menghiraukan Kenzo lagi.

"Kau lihat, wanita itu sangat menarik. Saat wanita lain mungkin akan dengan senang hati menyerakan tubuh nya agar bisa tidur denganku tapi wanita itu malah meminta sebuah pernikahan untuk bisa meniduri nya, dan dengan berani dia juga meminta tambahan poin yang tak biasa menurut ku. Jadi, bagaimana menurutmu Rey? " tanya Kenzo dengan pandangan terus menatap kepergian Alana yang semakin menjauh.

"Apa karena itu anda ingin mengikatnya pada pernikahan yang tak jelas akhirnya? " Rey tanya balik.

"Iya, aku tidak akan melepaskan hanya dalam kontrak semalam. Karena wanita seperti itu sulit untuk didapatkan dan aku ingin tau siapa dia sebenarnya. " ucap Kenzo dengan senyuman penuh arti.

"Ayo kita pergi dan siapkan tes kesehatan untukku besok. Aku juga ingin tau kesehatanku karena sudah banyak tidur dengan wanita tidak jelas. " ucapnya lirih dan segera melangkah pergi dari restoran itu.

Keesokan harinya, sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah Alana. Rumah yang tidak bisa di bilang mewah, gali sebuah rumah sederhana yang hanya berukuran lebar enam meter. Dari dalam mobil Kenzo memperhatikan rumah yang mungkin memiliki luas sebesar kamarnya.

"Bagaimana mungkin rumah yang hanya sebesar ini masih belum bisa dia lunasi. " gumam Kenzo yang masih bisa di dengar oleh Rey.

"Karena tidak semua orang seberuntung anda, Tuan. Menurut Neil selama ini gadis itu bisa bertahan hidup karena bekerja keras di beberapa tempat. Dan uang yang dia dapatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan juga membayar cicilan rumah yang dia bayarkan seadanya tiap bulan." Rey memberi tahu apa yang keadaan Alana sesuai informasi yang didapatkannya dari Neil.

Kenzo menghembuskan nafas beratnya dan segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Alana. Kenzo sudah mendapatkan nomor ponsel Alana sebelum mereka berpisah kemarin.

"Kamu dimana? " tanya Kenzo saat panggilannya baru diangkat Alana.

"Siapa? " tanya Alana dengan suara serak khas bangun tidur.

"Astaga, ala kau baru bangun? " tanya Kenzo, "Aku sudah di depan rumahmu. " ucapnya lagi.

Alana langsung bangun dan melihat melalui jendela kamarnya. Dan benar saja ada mobil yang berhenti didepan rumahnya. Wanita itu segera bangun dan membuka pintu rumahnya dengan rambut berantakan dan mendekati mobil yang terparkir.

Kenzo yang melihat itu langsung memijit pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut. "Katakan padaku Rey, apakah benar dia calon istriku? "

Rey hanya menyunggingkan senyumnya saat melihat penampakan Alana yang berantakan dan sedang berjalan mendekati mereka.

Kaca jendela di ketuk, dan Rey langsung membuka kaca jendelanya.

"Masuklah dulu, Aku tidak mau dibilang mengabaikan tamu. " ucapnya.

"Bagaimana Tuan. " Rey meminta pendapat Kenzo.

"Baiklah, ali kau harus secepatnya bersiap. " kata Kenzo.

Dua pria itu akhirnya keluar dari mobil dan mengikuti langkah Alana memasuki rumah.

"Duduklah, maaf aku tidak punya kursi jadi kalian duduk diatas karpet saja. Aku buatkan minum dulu." ucap Alana mempersilahkan tamunya duduk.

Kenzo dan Rey duduk lesehan di atas karpet yang disediakan Alana, sebuah ruang tamu dapur dan satu kamar hanya tiga ruangan itu yang ada di rumah Alana, tapi semua tertata sangat rapi dan bersih. Benar-benar berbeda dengan penampilan si pemilik rumah.

Jauh dari ekspektasi Kenzo. "Wanita seperti apa yang aku nikahi ini. Dan dari mana aku mendapatkannya."

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

wkwkkwkwk... hidupmu akan jdi bervariasi ken

2024-11-09

1

Yani

Yani

Belum apa" Kenzo udah kalah sama Alana 🤣🤣

2025-01-18

1

Yuliati Soemarlina

Yuliati Soemarlina

malah nanti kenzo yg bucin../Smile/

2024-11-06

1

lihat semua
Episodes
1 1. Kenzo VS Alana
2 2. Tawaran Pekerjaan
3 3. Sebuah Syarat
4 4. Pertemuan
5 5. Perjanjian Kontrak
6 6. Rumah Alana
7 7. Periksa Kesehatan
8 8. Hasil
9 9. Tak Bisa Berkutik
10 10. Tamu Tak Diundang
11 11. Perubahan Tak Terduga
12 12. Stress
13 13. Pernikahan 1
14 14. Pernikahan 2
15 15. Hemophobia
16 16. Siapa Alana
17 17. Pertama Kali
18 18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19 19. Rencana Busuk
20 20. Kasar
21 21. Malam Yang Menyakitkan
22 22. Pembatalan Kontrak
23 23. Penasaran
24 24. Tidak Bisa Fokus
25 25. Panggilan Yang Cocok
26 26. Biarkan Aku Istirahat
27 27. Bantuan
28 28. Menghubungi Neil
29 29. Sisi Berbeda Kenzo
30 30. Tamu Tak Diundang
31 31. Tak Terduga
32 32. Rencana
33 33. Meminta Ijin
34 34. Ragu
35 35. Nasehat Bibi Yuna
36 36.
37 37. Pulang
38 38. Fitnah
39 39. Surat Nikah
40 40. Gagal Total
41 41. Kerja Sama
42 42. Sensitif
43 43. Alergi Wanita Jahat
44 44. Makan Malam
45 45. Perasaan Alana
46 46. Kedatangan Dona dan Amel
47 47. Kekhawatiran Kenzo
48 48. Bertemu Beni
49 49. Acara Pertemuan
50 50. Pewaris Sesungguhnya
51 51.Wanita Ular
52 52. Kabar Bahagia
53 53. Janji
54 54. Kedatangan Ibu Mertua
55 55. Permintaan Maaf
56 56. Permintaan Maaf 2
57 57. Mulai Mencari Tau
58 58. Beri Aku Waktu
59 59. Permintaan Alana
60 60. Pemimpin Baru
61 61. Kejuta Untuk Alana
62 62. Kebenaran
63 63. Membantu Secara Diam-diam
64 64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65 65. Menurunkan Ego
66 66. Antara Rindu dan Maaf
67 67. Ke Rumah Sakit
68 68. Operasi Yuki
69 69. Masih Belum Sadar
70 70. Sadar
71 71.
72 72. Jalan-jalan
73 73. Kecelakaan
74 74.
75 75. Kembali Ke Rumah
76 Promosi karya baru
Episodes

Updated 76 Episodes

1
1. Kenzo VS Alana
2
2. Tawaran Pekerjaan
3
3. Sebuah Syarat
4
4. Pertemuan
5
5. Perjanjian Kontrak
6
6. Rumah Alana
7
7. Periksa Kesehatan
8
8. Hasil
9
9. Tak Bisa Berkutik
10
10. Tamu Tak Diundang
11
11. Perubahan Tak Terduga
12
12. Stress
13
13. Pernikahan 1
14
14. Pernikahan 2
15
15. Hemophobia
16
16. Siapa Alana
17
17. Pertama Kali
18
18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19
19. Rencana Busuk
20
20. Kasar
21
21. Malam Yang Menyakitkan
22
22. Pembatalan Kontrak
23
23. Penasaran
24
24. Tidak Bisa Fokus
25
25. Panggilan Yang Cocok
26
26. Biarkan Aku Istirahat
27
27. Bantuan
28
28. Menghubungi Neil
29
29. Sisi Berbeda Kenzo
30
30. Tamu Tak Diundang
31
31. Tak Terduga
32
32. Rencana
33
33. Meminta Ijin
34
34. Ragu
35
35. Nasehat Bibi Yuna
36
36.
37
37. Pulang
38
38. Fitnah
39
39. Surat Nikah
40
40. Gagal Total
41
41. Kerja Sama
42
42. Sensitif
43
43. Alergi Wanita Jahat
44
44. Makan Malam
45
45. Perasaan Alana
46
46. Kedatangan Dona dan Amel
47
47. Kekhawatiran Kenzo
48
48. Bertemu Beni
49
49. Acara Pertemuan
50
50. Pewaris Sesungguhnya
51
51.Wanita Ular
52
52. Kabar Bahagia
53
53. Janji
54
54. Kedatangan Ibu Mertua
55
55. Permintaan Maaf
56
56. Permintaan Maaf 2
57
57. Mulai Mencari Tau
58
58. Beri Aku Waktu
59
59. Permintaan Alana
60
60. Pemimpin Baru
61
61. Kejuta Untuk Alana
62
62. Kebenaran
63
63. Membantu Secara Diam-diam
64
64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65
65. Menurunkan Ego
66
66. Antara Rindu dan Maaf
67
67. Ke Rumah Sakit
68
68. Operasi Yuki
69
69. Masih Belum Sadar
70
70. Sadar
71
71.
72
72. Jalan-jalan
73
73. Kecelakaan
74
74.
75
75. Kembali Ke Rumah
76
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!