8. Hasil

Alana menganga tak percaya mendengar ucapan Kenzo. Dua hari lagi itu artinya besok lusa, kenapa buru-buru sekali. Bukankah kata Neil, Kenzo akan menggunakannya satu minggu lagi, tapi ini– kenapa buru-buru sekali.

Setelah sadar Alana langsung menelan salivanya dengan susah payah jika memang benar itu terjadi dia harus bersiap menghadapi dunia baru, yaitu dunia pernikahan yang entah seperti apa.

"Apa tidak terlalu cepat, Tuan. " tanya Alana gugup sambil meremas bajunya.

"Tidak, seperti inginmu aku sudah melakukan tes kesehatan, Aku juga akan melakukan dua permintaan mu yang lain. Tentang wanita lain dan jajan sembarangan aku juga akan melakukannya. Juga yang satu lagi, terserah apa maumu. Asalkan besok lusa kita menikah. " Kata Kenzo yang tak mau dibantah lagi.

Sekali lagi Alana menelan salivanya dengan susah payah, dia mendengar ucapan dingin dari Kenzo dan dia tau itu artinya kalau pria itu tidak ingin di bantah.

"Tapi, kata Neil–,"

"Lupakan ucapannya, itu semua tidak berlaku saat aku sudah memutuskan sesuatu. Dan keputusanku menikahimu dua hari lagi sudah bulat."

Alana terdiam, benar kata Neil kalau pria ini tidak mau di bantah. Tapi kemarin kenapa saat dia mengajukan tiga tambahan kontrak Kenzo hanya diam dan langsung menyetujui poin yang disebut berikan. Padahal mungkin bagi seorang Casanova seperti Kenzo yang hanya menyukai percintaan semalam tanpa hubungan akan sangat sulit menerima permintaan seperti itu.

Rey yang melihat ketegangan di wajah mereka berdua hanya bisa geleng-geleng kepala. Karena bosnya itu mengajak nikah seperti seorang pria ngajak pacarnya ke bioskop, sungguh tidak bisa dipercaya

"Kenapa anda ingin cepat-cepat menikah, tuan. " tanya Alana pada akhirnya.

"Tentu saja, seperti kata Rey tadi aku juga mengininkan seorang bayi. " kata Kenzo tanpa sadar.

Tubuh Alana langsung membeku mendengar kata bayi. Dia tidak mengerti maksud Kenzo, Bukankah mereka hanya nikah kontrak , lalu apa hubungannya dengan bayi . Apakah pernikahan kontrak itu harus menghasilkan seorang anak baru dia akan terlepas dari kontrak tersebut.

Begitu juga dengan Rey yang tidak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut Bosnya itu . Padahal dia tadi hanya mengatakan sebuah perumpamaan , tapi kenapa dianggap serius ? Rey benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran bosnya itu. Sungguh tak terduga.

Saat Kenzo hendak mengatakan sesuatu lagi, Seorang perawat keluar dari ruangan dokter untuk memanggil Kenzo karena hasil tesnya sudah keluar . Tak menunggu waktu lama mereka langsung masuk ke ruangan dokter lagi untuk melihat hasilnya .

Wajah cemas begitu nampak di wajah Kenzo ,dia takut jika terjadi sesuatu pada dirinya. Sedangkan Alana entah apa yang ada di pikirannya ingin mendoakan hasilnya buruk ,tapi itu akan menyakiti hati orang lain . Namun jika hasilnya baik itu akan membuatnya semakin dekat dengan pernikahan tak jelas yang akan mereka jalani nanti.

"Bagaimana hasilnya dokter , cepat katakan langsung pada intinya jangan terlalu berbelit-belit ." kata Kenzo tak sabaran.

Dokter hanya bisa menghela nafasnya dan membuka amplop hasil tes yang baru saja dilakukan oleh Kenzo.

"Menurut hasil laboratorium, semua normal. Tidak ada virus yang terdapat di dalam tubuh anda. Dengan kata lain, Aman. " ujar dokter dengan senyum lebar bibirnya karena hasil tesnya tidak membahayakan pasien.

Kenzo tersenyum senang mendengar hasil yang dibacakan oleh dokter. Dan dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau semuanya sehat.

Begitu juga dengan Ara dalam hati dia ikut merasakan bahagia karena hasil tes dari Kenzo baik-baik saja. Namun di satu sisi dia juga takut dengan konsekuensi yang harus dihadapi jika Kenzo dalam keadaan sehat .

"Kenapa aku jadi galau seperti ini sih , bukannya aku yang minta persyaratan itu . Itu artinya aku harus siap dengan segala hal yang akan terjadi kedepannya nanti. Tapi apakah aku sudah siap menjalani semua ini. " batin Alana berkecamuk dahsyat di dalam hatinya .

"Alana kau dengar itu , keadaanku sangat sehat dan baik-baik saja . Jadi kau harus bersiap dua hari lagi kita akan menikah . Jangan pernah mengingkari apa yang sudah kita kesepakati , jika tidak aku akan menyuruh polisi menjemputmu ." ucap Kenzo menakuti Alana.

"Jangan bawa-bawa polisi tuan , Aku tidak suka mendengarnya . " kata Alana sambil bergidik .

"Tentu saja aku tidak akan melaporkanmu ke polisi jika kau mengikuti semua kesepakatan kita , karena perjanjian itu memiliki dasar hukum yang kuat . Jika kau mengingkarinya aku hanya tinggal melaporkanmu saja kepada pihak yang berwajib ." Kenzo kembali menakut-nakuti Alana .

dokter yang ada di depan mereka hanya bisa mendengarkan perdebatan pasangan calon suami istri itu. Dari perdebatan itu kini dia mengerti kalau ternyata mereka berdua menikah karena sebuah kesepakatan, atau bisa disebut Kawin Kontrak.

Tapi sang wanita sangat cerdas karena meminta calon suami kontraknya untuk melakukan tes kesehatan sebelum mereka melakukannya. Bisa dipastikan juga kalau pria didepannya ini adalah seorang penjelajah wanita.

Rey yang mengetahui bahwa dokter sedang memperhatikan mereka segera menghentikan perdebatan bos dan calon istrinya itu. Dia segera melerai perdebatan mereka berdua , agar tidak Membuat malu .

"Tuan, sebaiknya kita bicarakan di luar saja. Tidak pantas jika anda berdebat dengan nona Alana di depan dokter . " ujar Rey dengan bahasa isyaratnya.

Kenzo yang mengerti akan hal itu segera berpamitan kepada dokter untuk pulang secepatnya, dengan alasan mempersiapkan pernikahan mereka berdua. Dokter itu pun mengerti dan meminta mereka segera keluar, karena ada beberapa pasien yang masih menunggu di luar.

Kenzo langsung menggenggam tangan Alana dan membawanya keluar dari sana ,urusan administrasi biarkan Rey yang mengatur semuanya karena ada hal penting yang harus Damian bicarakan dengan Alana.

"Rey, kau urus semuanya aku akan membawa Alana ke mobil, kami harus bicara. " kata Kenzo yang langsung menuju parkiran bersama Alana setelah mendapat kunci mobil dari Rey.

Alana hanya terdiam tanpa sepatah katapun sejak keluar dari ruangan dokter dan itu sangat mengganggu pikiran Kenzo. Karena itu dia butuh bicara berdua dengan wanita itu.

"Katakan kepadaku kenapa kau diam, Apa yang sedang kau pikirkan . Apa tentang pernikahan kita ?" Kenzo memberikan pertanyaan bertubi-tubi kepada Alana.

Alana masih terdiam tak menjawab pertanyaan Kenzo. Mungkin nyawanya masih tertinggal di ruangan dokter.

Melihat kediaman Alana, Kenzo jadi gemas sendiri dan tanpa aba-aba dia menempelkan bibirnya di bibir mungil yang sejak kemarin berani melawannya, tapi setelah mendengar hasil pemeriksaan kesehatannya dia terdiam seribu bahasa.

Alana membulatkan matanya saat merasakan sebuah benda kenyal menempel di bibirnya dan mulai memainkannya. Sampai akhirnya tautan bibir itu terlepas.

" Apa sekarang kau sudah sadar? " tanya Kenzo dengan menaik turunkan alisnya.

Dan tanpa di duga sama sekali, sesaat kemudian lima jari Alana mendarat di pipi kanan Kenzo.

"Apa yang kau lakukan. "

Terpopuler

Comments

Sofia

Sofia

lah, makanya mbak baca nya jgan skip2 sebagai bab,, baca dri awal biar tau alur cerita nya gimana, hadeh

2024-12-12

1

мєσωzα

мєσωzα

rasaiiin.. siapa suruh main nyosor aja.. jadi dapet salam 5 jari kan 🤣🤣

2024-12-08

0

Yani

Yani

Rasain main nyosor aja 😅😅😅

2025-01-18

1

lihat semua
Episodes
1 1. Kenzo VS Alana
2 2. Tawaran Pekerjaan
3 3. Sebuah Syarat
4 4. Pertemuan
5 5. Perjanjian Kontrak
6 6. Rumah Alana
7 7. Periksa Kesehatan
8 8. Hasil
9 9. Tak Bisa Berkutik
10 10. Tamu Tak Diundang
11 11. Perubahan Tak Terduga
12 12. Stress
13 13. Pernikahan 1
14 14. Pernikahan 2
15 15. Hemophobia
16 16. Siapa Alana
17 17. Pertama Kali
18 18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19 19. Rencana Busuk
20 20. Kasar
21 21. Malam Yang Menyakitkan
22 22. Pembatalan Kontrak
23 23. Penasaran
24 24. Tidak Bisa Fokus
25 25. Panggilan Yang Cocok
26 26. Biarkan Aku Istirahat
27 27. Bantuan
28 28. Menghubungi Neil
29 29. Sisi Berbeda Kenzo
30 30. Tamu Tak Diundang
31 31. Tak Terduga
32 32. Rencana
33 33. Meminta Ijin
34 34. Ragu
35 35. Nasehat Bibi Yuna
36 36.
37 37. Pulang
38 38. Fitnah
39 39. Surat Nikah
40 40. Gagal Total
41 41. Kerja Sama
42 42. Sensitif
43 43. Alergi Wanita Jahat
44 44. Makan Malam
45 45. Perasaan Alana
46 46. Kedatangan Dona dan Amel
47 47. Kekhawatiran Kenzo
48 48. Bertemu Beni
49 49. Acara Pertemuan
50 50. Pewaris Sesungguhnya
51 51.Wanita Ular
52 52. Kabar Bahagia
53 53. Janji
54 54. Kedatangan Ibu Mertua
55 55. Permintaan Maaf
56 56. Permintaan Maaf 2
57 57. Mulai Mencari Tau
58 58. Beri Aku Waktu
59 59. Permintaan Alana
60 60. Pemimpin Baru
61 61. Kejuta Untuk Alana
62 62. Kebenaran
63 63. Membantu Secara Diam-diam
64 64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65 65. Menurunkan Ego
66 66. Antara Rindu dan Maaf
67 67. Ke Rumah Sakit
68 68. Operasi Yuki
69 69. Masih Belum Sadar
70 70. Sadar
71 71.
72 72. Jalan-jalan
73 73. Kecelakaan
74 74.
75 75. Kembali Ke Rumah
76 Promosi karya baru
Episodes

Updated 76 Episodes

1
1. Kenzo VS Alana
2
2. Tawaran Pekerjaan
3
3. Sebuah Syarat
4
4. Pertemuan
5
5. Perjanjian Kontrak
6
6. Rumah Alana
7
7. Periksa Kesehatan
8
8. Hasil
9
9. Tak Bisa Berkutik
10
10. Tamu Tak Diundang
11
11. Perubahan Tak Terduga
12
12. Stress
13
13. Pernikahan 1
14
14. Pernikahan 2
15
15. Hemophobia
16
16. Siapa Alana
17
17. Pertama Kali
18
18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19
19. Rencana Busuk
20
20. Kasar
21
21. Malam Yang Menyakitkan
22
22. Pembatalan Kontrak
23
23. Penasaran
24
24. Tidak Bisa Fokus
25
25. Panggilan Yang Cocok
26
26. Biarkan Aku Istirahat
27
27. Bantuan
28
28. Menghubungi Neil
29
29. Sisi Berbeda Kenzo
30
30. Tamu Tak Diundang
31
31. Tak Terduga
32
32. Rencana
33
33. Meminta Ijin
34
34. Ragu
35
35. Nasehat Bibi Yuna
36
36.
37
37. Pulang
38
38. Fitnah
39
39. Surat Nikah
40
40. Gagal Total
41
41. Kerja Sama
42
42. Sensitif
43
43. Alergi Wanita Jahat
44
44. Makan Malam
45
45. Perasaan Alana
46
46. Kedatangan Dona dan Amel
47
47. Kekhawatiran Kenzo
48
48. Bertemu Beni
49
49. Acara Pertemuan
50
50. Pewaris Sesungguhnya
51
51.Wanita Ular
52
52. Kabar Bahagia
53
53. Janji
54
54. Kedatangan Ibu Mertua
55
55. Permintaan Maaf
56
56. Permintaan Maaf 2
57
57. Mulai Mencari Tau
58
58. Beri Aku Waktu
59
59. Permintaan Alana
60
60. Pemimpin Baru
61
61. Kejuta Untuk Alana
62
62. Kebenaran
63
63. Membantu Secara Diam-diam
64
64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65
65. Menurunkan Ego
66
66. Antara Rindu dan Maaf
67
67. Ke Rumah Sakit
68
68. Operasi Yuki
69
69. Masih Belum Sadar
70
70. Sadar
71
71.
72
72. Jalan-jalan
73
73. Kecelakaan
74
74.
75
75. Kembali Ke Rumah
76
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!