4. Pertemuan

Keesokan harinya Rey menemui Kenzo di ruangannya, dia ingin memberikan laporan hasil penemuannya yang sangat buruk sepanjang kariernya sebagai seorang asisten. Dia masuk ke dalam ruangan dengan kepala tertunduk dan tidak berani menatap atasannya.

Kenzo yang merasa aneh dengan sikap Rey hanya bisa menghela nafas kesal. Sepertinya ada kabar buruk yang dibawa oleh Rey.

" Angkat kepalamu dan Katakan padaku Ada apa sebenarnya, Kenapa kau menunduk begitu dalam." ucap Kenzo dengan tatapan tajam ke arah Rey.

"Maaf tuan, aku tidak bisa menyelesaikan dengan baik." jawab Rey kembali menunduk.

Mendengar ucapan Rey, Kenzo langsung berdiri dan mendekati Rey lalu menepuk bahunya.

"Ayo duduk dan katakan padaku, kegagalan apa yang kau maksud. " Kenzo mengajak Rey duduk di sofa, rasa canggung menyelimuti karena baru kali ini dia gagal dalam tugasnya.

"Katakan!" perintahnya lagi.

"Maaf, tuan. Aku tidak bisa menyelesaikan tugasku dengan baik." ucap Rey lagi.

"Tugas yang mana? " tanya Kenzo bingung dengan tugas yang mana yang tidak bisa diselesaikan oleh seorang Rey.

"Mencari informasi tentang wanita itu, Tuan. "

Kenzo menaikkan alisnya saat Rey mengatakan tentang wanita itu. Maksudnya, wanita yang mana, apakah wanita yang ingin menikah dengannya itu?

"Katakan, " Kenzo semakin penasaran dibuatnya.

"Aku sudah mencari informasi pada temannya yang bekerja di bar itu tentang Alana. Tapi dia tidak tahu. Mereka hanya teman sekolah dan itupun hanya satu tahun. Setelah itu, Alana keluar dari sekolah dan menghilang. Namun satu tahun terakhir ini mereka bertemu lagi, dan Alana jadi semakin dekat dengan Neil. Karena dia butuh pekerjaan. "

Kenzo menyimak dengan seksama tiap informasi yang dikatakan oleh Rey. "Lalu, "

"Aku sudah menyelidiki sekolah tempat Alana menuntut ilmu, tapi Nihil. Aku tidak mendapatkan apapun. Semua informasi tentangnya benar-benar di back-up dengan baik hingga tidak ada satupun dari tim kita bisa mencari tahu siapa Alana. " ujar Rey, "Karena itu maaf, aku sudah gagal Tuan. "

Kenzo tersenyum tipis dan mengangguk mengerti, dia tidak akan menyalahkan Rey karena telah gagal di pekerjaannya. Karena mungkin memang orang di belakang wanita itu bukan orang sembarangan.

"Ya, sudah tidak apa-apa. Sekarang persiapkan pertemuanku dengannya. Bukankah untuk menikah, kedua mempelai harus bertemu dulu antara satu sama lain? " ujar Kenzo dengan senyuman penuh arti.

"Tuan, jadi anda? "

"Ya, aku penasaran dengan sosok wanita itu. Aku ingin melihatnya secara langsung, untuk bisa mengambil kesimpulan tentang dia?" ujar Kenzo.

Rey mengangguk mengerti, jika tuannya itu memiliki rasa penasaran yang besar maka tidak ada satupun yang bisa mencegahnya. Dia hanya bisa patuh dengan apa yang diperintahkan oleh atasannya.

***********

Kini Alana dan Neil sudah berada di sebuah restoran dengan fasilitas VIP dimana hanya orang tertentu saja yang bisa membooking tempat itu.

Kemarin Alana mendapat kabar dari Neil kalau hari ini Kenzo ingin bertemu dengannya. Entah apakah pria itu setuju dengan syarat yang diberikan atau tidak. Tapi yang pasti menurut asistennya, Kenzo ingin bertemu dengan Alana terlebih dulu.

Tanpa ada persiapan dan hanya menggunakan pakaian seadanya Alana dan Neil pergi ke tempat yang sudah di tentukan oleh Rey.

Terdengar bunyi handle pintu di buka dari luar. Alana dan Neil langsung menoleh ke asal suara, mereka sangat penasaran dengan sosok yang akan masuk ke dalam ruangan itu.

Benar saja mereka berdua langsung melongo tak percaya saat melihat sosok yang baru masuk diikuti Ray dibelakangnya. Pria itu sangat tampan, tidak, tapi sangat sangat tampan dengan mata tajam dan wajah sempurna bak pahatan Dewa Yunani.

Begitu juga dengan Neil yang baru pertama kali bertemu dengan sosok Kenzo. Karena selama ini dia hanya berurusan dengan asistennya saja dan hanya mendengar ketampanan dan kekejaman pria itu saja. Dan hari ini dia memiliki kesempatan untuk bertemu dengan tuan muda itu.

Pria itu duduk tepat di hadapan Alana, dia lalu meminta Neil untuk keluar dari sana. Dan hanya ada mereka bertiga sekarang. Kenzo memperhatikan dengan seksama penampilan Alana dari atas hingga bawah.

"Jadi, kau yang bernama Alana." tanya Kenzo dengan suara beratnya dan juga dingin.

"I– Iya, saya yang bernama Alana." jawab Alana yang merasa gugup. Ah, kenapa dia tiba-tiba menjadi gugup seperti ini?

"Aku dengar kau meminta sebuah syarat padaku, agar aku bisa menidurimu. Apa itu benar? " Tanya Kenzo lagi kali ini dengan tatapan tajam menusuk.

Alana terdiam dan menunduk dia tidak berani menatap mata elang yang menatapnya tajam.

"Apa alasanmu menikah dulu sebelum aku mengambilnya dari mu. Ayolah ini bukan jaman purba, hal itu sudah biasa dilakukan oleh pria dan wanita. " kata Kenzo dengan senyum mengejek.

Alana langsung mendongak dan membalas tatapan Kenzo dengan tajam. Kenzo sempat tak percaya saat melihat keberanian Alana yang menatapnya dengan tajam. Begitu juga dengan Rey, yang ikut terkejut melihat perubahan sikap Alana.

"Maaf Tuan, anda memang orang kaya. Dan sudah terbiasa melakukan nya dengan banyak wanita. Itupun dengan wanita bekas sisa orang banyak. Tapi berbeda dengan ku, aku belum melakukannya dengan siapa pun. Dan aku menjaganya selama ini untuk kuberikan kepada suamiku kelak, agar ada sesuatu yang bisa aku banggakan untuk kuberikan kepada suamiku. Karena aku tidak memiliki apapun yang aku banggakan kepada suami ku nanti selain kegadisanku ini. " ucap Alana dengan tegas dan sedikit berapi-api.

Kenzo terdiam mendengar ucapan Alana dia masih tidak menyangka kalau masih ada wanita yang menjaga miliknya dengan baik seperti Alana. Namun sesaat kemudian Kenzo menyunggingkan senyuman sinisnya.

"Lalu kenapa sekarang kamu mau menyerahkan itu kepadaku? Hanya demi uang? " ujar Kenzo dengan senyum mengejek.

"Ya, demi uang. Karena aku terlilit hutang dan aku ingin hidup dengan nyaman. Tapi, itu kulakukan bukan karena aku menjualnya dengan cuma-cuma dan tanpa status. Aku ingin sebuah pernikahan walau hanya semalam, Aku akan memberikannya pada suamiku walau aku tidak mencintainya." ucap Alana dengan suara bergetar dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Kenzo mengernyitkan kening nya saat melihat reaksi Alana yang sepertinya berlebihan baginya yang sudah berpengalaman menghadapi berbagai karakter wanita. Dan sepertinya wanita di hadapannya ini masih sangat polos.

"Baiklah kalau begitu, Sebuah pernikahan untuk mendapatkan kegadisan seorang wanita. Ini benar-benar diluar kebiasaan ku, nona Alana. Tapi, aku akan mencobanya. Dan mungkin setelah semalam nanti status kita akan berubah menjadi duda dan janda. " Kenzo terkekeh mendengar ocehannya sendiri.

"Rey, berikan berkas perjanjian itu. "

Rey yang sejak tadi ada dibelakang Kenzo langsung menyerahkan sebuah kontrak yang akan ditandatangani oleh mereka berdua.

"Bacalah, dan Aku harap nanti kau tidak mengecewakan ku nona Alana dan bisa memuaskanku di ranjang. "

Terpopuler

Comments

Fizi Fizi

Fizi Fizi

langkah mu benar Alana, semoga Kenzo kelak mencintaimu

2024-11-22

1

Sri Puryani

Sri Puryani

semoga kelak kenzo menjadi suamimu

2025-02-19

1

Yani

Yani

Ntar jadinya bukan nikah kontrak selam

2025-01-18

1

lihat semua
Episodes
1 1. Kenzo VS Alana
2 2. Tawaran Pekerjaan
3 3. Sebuah Syarat
4 4. Pertemuan
5 5. Perjanjian Kontrak
6 6. Rumah Alana
7 7. Periksa Kesehatan
8 8. Hasil
9 9. Tak Bisa Berkutik
10 10. Tamu Tak Diundang
11 11. Perubahan Tak Terduga
12 12. Stress
13 13. Pernikahan 1
14 14. Pernikahan 2
15 15. Hemophobia
16 16. Siapa Alana
17 17. Pertama Kali
18 18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19 19. Rencana Busuk
20 20. Kasar
21 21. Malam Yang Menyakitkan
22 22. Pembatalan Kontrak
23 23. Penasaran
24 24. Tidak Bisa Fokus
25 25. Panggilan Yang Cocok
26 26. Biarkan Aku Istirahat
27 27. Bantuan
28 28. Menghubungi Neil
29 29. Sisi Berbeda Kenzo
30 30. Tamu Tak Diundang
31 31. Tak Terduga
32 32. Rencana
33 33. Meminta Ijin
34 34. Ragu
35 35. Nasehat Bibi Yuna
36 36.
37 37. Pulang
38 38. Fitnah
39 39. Surat Nikah
40 40. Gagal Total
41 41. Kerja Sama
42 42. Sensitif
43 43. Alergi Wanita Jahat
44 44. Makan Malam
45 45. Perasaan Alana
46 46. Kedatangan Dona dan Amel
47 47. Kekhawatiran Kenzo
48 48. Bertemu Beni
49 49. Acara Pertemuan
50 50. Pewaris Sesungguhnya
51 51.Wanita Ular
52 52. Kabar Bahagia
53 53. Janji
54 54. Kedatangan Ibu Mertua
55 55. Permintaan Maaf
56 56. Permintaan Maaf 2
57 57. Mulai Mencari Tau
58 58. Beri Aku Waktu
59 59. Permintaan Alana
60 60. Pemimpin Baru
61 61. Kejuta Untuk Alana
62 62. Kebenaran
63 63. Membantu Secara Diam-diam
64 64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65 65. Menurunkan Ego
66 66. Antara Rindu dan Maaf
67 67. Ke Rumah Sakit
68 68. Operasi Yuki
69 69. Masih Belum Sadar
70 70. Sadar
71 71.
72 72. Jalan-jalan
73 73. Kecelakaan
74 74.
75 75. Kembali Ke Rumah
76 Promosi karya baru
Episodes

Updated 76 Episodes

1
1. Kenzo VS Alana
2
2. Tawaran Pekerjaan
3
3. Sebuah Syarat
4
4. Pertemuan
5
5. Perjanjian Kontrak
6
6. Rumah Alana
7
7. Periksa Kesehatan
8
8. Hasil
9
9. Tak Bisa Berkutik
10
10. Tamu Tak Diundang
11
11. Perubahan Tak Terduga
12
12. Stress
13
13. Pernikahan 1
14
14. Pernikahan 2
15
15. Hemophobia
16
16. Siapa Alana
17
17. Pertama Kali
18
18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19
19. Rencana Busuk
20
20. Kasar
21
21. Malam Yang Menyakitkan
22
22. Pembatalan Kontrak
23
23. Penasaran
24
24. Tidak Bisa Fokus
25
25. Panggilan Yang Cocok
26
26. Biarkan Aku Istirahat
27
27. Bantuan
28
28. Menghubungi Neil
29
29. Sisi Berbeda Kenzo
30
30. Tamu Tak Diundang
31
31. Tak Terduga
32
32. Rencana
33
33. Meminta Ijin
34
34. Ragu
35
35. Nasehat Bibi Yuna
36
36.
37
37. Pulang
38
38. Fitnah
39
39. Surat Nikah
40
40. Gagal Total
41
41. Kerja Sama
42
42. Sensitif
43
43. Alergi Wanita Jahat
44
44. Makan Malam
45
45. Perasaan Alana
46
46. Kedatangan Dona dan Amel
47
47. Kekhawatiran Kenzo
48
48. Bertemu Beni
49
49. Acara Pertemuan
50
50. Pewaris Sesungguhnya
51
51.Wanita Ular
52
52. Kabar Bahagia
53
53. Janji
54
54. Kedatangan Ibu Mertua
55
55. Permintaan Maaf
56
56. Permintaan Maaf 2
57
57. Mulai Mencari Tau
58
58. Beri Aku Waktu
59
59. Permintaan Alana
60
60. Pemimpin Baru
61
61. Kejuta Untuk Alana
62
62. Kebenaran
63
63. Membantu Secara Diam-diam
64
64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65
65. Menurunkan Ego
66
66. Antara Rindu dan Maaf
67
67. Ke Rumah Sakit
68
68. Operasi Yuki
69
69. Masih Belum Sadar
70
70. Sadar
71
71.
72
72. Jalan-jalan
73
73. Kecelakaan
74
74.
75
75. Kembali Ke Rumah
76
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!