16. Siapa Alana

Rey yang mendapat tugas dari Kenzo segera menghubungi orang-orangnya. Dia tidak perlu bekerja secara langsung , karena anak buahnya yang akan bekerja mencari informasi tentang kematian Tomi Malik dan istrinya dan misteri tentang Alana .

Mendengar nama Tomi Malik saja mereka benar-benar tidak percaya kalau Alana adalah bagian dari keluarga Malik . Salah satu keluarga terkenal dan kaya raya di wilayah bagian Selatan. Tapi kenapa Alana yang menjadi anak dari keluarga itu hidup terlunta-lunta dan harus bekerja keras untuk menyambung hidupnya.

"Apa kamu memikirkan apa yang aku pikirkan Ray? " tanya Kenzo.

"Sepertinya pikiran kita sama bos , Kenapa Nona Alana bisa jauh dari keluarganya . Jika dia adalah anak dari Tomi Malik , seharusnya dia yang Duduk di singgasana perusahaan Malik . Bukan malah tinggal di rumah kecil yang belum lunas ." Rey mengungkapkan pendapatnya.

"Kau benar , itu juga yang ada di pikiranku . Bagaimana bisa Alana hidup seperti ini jika Dia adalah anak dari keluarga Malik. Kita harus mencari tahunya, Rey. " kata Kenzo.

"Apakah anda begitu penasaran Tuan? " Rey mencoba memancing.

"Iya, sangat penasaran. Wanita itu sangat misterius, bahkan kau tidak bisa menemukan informasi apapun tentang dirinya. Itu artinya ada seseorang yang menutup semua akses tentang Alana. Tapi kenapa? Itu adalah tugasku sebagai suaminya sekarang untuk mencari tau semua itu, Rey. Dan bersiaplah untuk tugas ini."

Rey hanya terdiam mendengar dan mencerna semua ucapan Kenzo. Memang benar semua tentang Alana sangat misterius. Bahkan tidak ada satupun informasi yang dia dapatkan saat diperintah mencari tau Alana beberapa hari yang lalu.

"Kau tau Rey, ini akan sangat menyenangkan. " kata Kenzo tiba-tiba setelah beberapa saat terdiam.

"Kenapa Tuan? "

"Aku akan membalas perbuatan Dona Malik yang berhasil mengelabui ku dan berhasil merebut proyek besar yang seharusnya menjadi milik kita. " ucap Kenzo dengan kekesalan tertahan saat mengingat waktu itu.

Rey mengangguk setuju, dia juga baru ingat akan hal itu Dona dan Anaknya sudah berhasil mengelabui bosnya dan mengambil alih proyek besar yang seharusnya jatuh ke tangannya.

"Selidiki apa hubungan antara Dona Malik, Tomi dan juga Alana. Agar semuanya jelas. "

"Baik, bos. "

"Malam ini aku yang akan menemani Alana disini. Kasihan sekali dia, tidak ada yang menemani. Aku takut dia histeris seperti tadi. " kata Kenzo.

"Baik, Bos. Memang sudah seharusnya anda menjaga Alana, karena anda adalah suaminya. Jadi, aku rasa. sudah sewajarnya anda menemani Alana disini bos. " ucap Rey hati-hati.

"Kau benar, aku memang suaminya dan sudah sewajarnya jika aku disini. " Kenzo setuju dengan ucapan Rey.

Lega itulah yang dirasakan oleh Rey saat Kenzo dengan kesadaran hatinya mau menemani Alana. Kalaupun meminta Neil yang menjaga Alana, bisa dipastikan Kenzo akan murka. Tadi saja dia mengusir Neil secara halus karena masih memandangnya sebagai sahabat Alana satu-satunya.

"Kalau begitu saya menunggu di luar. "

Setelah Rey keluar Kenzo berjalan mendekati Alana dan duduk di sampingnya. Dipandanginya wajah cantik yang terlelap itu. Jika dilihat lebih dalam, Alana memang memiliki wajah yang sangat cantik ada garis keturunan asing di hidungnya yang mancung dan mata yang kecoklatan.

"Cantik, apa sebenarnya yang terjadi pada dirimu Alana. kenapa kamu jadi seperti ini? Tapi tenanglah, sekarang kau bersamaku dan aku akan menjagamu. Aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. " gumam Kenzo.

Dia menarik selimut Alana sampai batas Dada dan merebahkan kepalanya di atas ranjang karena kantuk yang sudah menyerang.

Jam menunjukka tengah malam, dan Alana terbangun dari tidur nya. Dia melihat ketangan kanannya dan jarum infus itu masih tertancap disana. Tapi tidak terasa sakit seperti tadi,.

Saat menoleh ke arah kanan dia sangat terkejut karena melihat ada kepala seseorang yang berbaring di sampingnya dan dia sangat yakin kalau itu adalah Kenzo. Alana masih ingat beberapa hal dikepalanya tentang apa yang terjadi tadi.

"Kenapa aku masih takut melihat darah? Aku pikir aku sudah sembuh." ditatapnya Kenzo yang terlelap di sampingnya, "Pria ini tadi yang sudah menenangkanku. " gumamnya dengan tangan yang tanpa sadar menyentuh kepala Kenzo dan mengusapnya perlahan.

"Terima kasih, walau kau menyebalkan, tapi kau memiliki sisi baik dalam dirimu. " ucapanya dengan penuh kesadaran.

Kenzo yang merasa terganggu karena ada yang menyentuh kepalanya langsung terbangun dan mengerjapkan matanya. Alana langsung terdiam dan memejamkan matanya, berpura-pura masih tertidur dengan tangan yang masih berada di kepala Kenzo.

Kenzo menyingkirkan tangan Alana yang ada di kepalanya lalu meletakkan di atas perut Alana. Kembali dia memandangi wajah yang masih terlelap itu lalu melihat jam di tangannya.

"Ini sudah lebih dari tiga jam, tapi kenapa dia belum bangun juga? " gumam Kenzo.

"Alana, kau tidak bangun? apa kau tidak lapar? " Kenzo mengguncangkan tubuh Alana agar wanita itu segera bangun.

Alana Pura-pura menggeliatkan tubuhnya karena capek juga berpura-pura tidur. Dia juga ingin membuka matanya dan berganti posisi tidur atau duduk.

"Kau bangun, apa kau lapar? " tanya Kenzo.

Alana mengangguk karena dia memang lapar. Karena sudah lewat makan malam.

Kenzo segera keluar dan menemui Rey di luar agar membelikan makanan untuk mereka berdua karen dia juga belum makan malam karena ketiduran tadi. Kenzo masuk lagi ke dalam ruangan setelah meminta Rey membelikan makanan untuk mereka dan langsung menuju ke toilet.

"Apa dia Kenzo yang aku kenal, kenapa dia perhatian sekali," gumam Alana sambil memandangi pintu toilet yang tertutup.

Dia menurun kan kakinya perlahan dan menyeret tiang infus yang terhubung dengan tangannya, lalu duduk di sofa. Alana merasa sudah sembuh, dan dia ingin pulang besok. Dia akan mengatakannya kepada Kenzo setelah ini.

Kenzo keluar dari toilet dan sangat terkejut saat tidak melihat Alana ada di ranjang pasien.

"Alana dimana kau, " Kenzo terlihat panik namun kepanikannya berakhir saat melihat Alana ternyata duduk di kursi.

"Ya Ampun Alana, aku kira kau kabur. " ucap Kenzo dengan lega klau duduk di samping Alana.

"Aku tidak akan bisa kabur darimu Tuan Ken, karena kita terikat pernikahan kontrak. " kata Alana. "aku tidak mau menghabiskan waktu ku di hotel prodeo. " imbuhnya.

Kenzo tertawa lepas mendengar ucapan Alana. Wanita itu sudah bicara dengan lantang lagi, itu artinya dia sudah sembuh.

"Baguslah kalau kau sudah bisa membantah ku, itu artinya kau sudah sembuh. Apa kau ingin pulang? " tanya Kenzo.

Alana kembali mengangguk sebagai jawaban, "Aku bosan jika di rumah sakit terlalu lama. "

"Baiklah besok biar aku dokter memeriksa mu dulu jika semua sudah baik, kita akan pulang. Tidak ke rumahmu, tapi ke kerumahku, aku akan membawamu pulang ke rumahku. "

"Apa? "

Terpopuler

Comments

Salsa Billa

Salsa Billa

baik kata" diperhatikan thor ,sering ada kata" gk nyambung / ada kata gimana ( aku dokter biar memeriksamu ) kata" seperti ini bikin bacanya gimana gitu , diperhatikan lg kata" alur ceritanya thor

2024-12-27

3

Bzaa

Bzaa

kehidupan alana masih misterius ☺

2024-11-09

1

ira

ira

sepertinya Kenzo sdh ad rasa nh kpd alana

2024-11-17

0

lihat semua
Episodes
1 1. Kenzo VS Alana
2 2. Tawaran Pekerjaan
3 3. Sebuah Syarat
4 4. Pertemuan
5 5. Perjanjian Kontrak
6 6. Rumah Alana
7 7. Periksa Kesehatan
8 8. Hasil
9 9. Tak Bisa Berkutik
10 10. Tamu Tak Diundang
11 11. Perubahan Tak Terduga
12 12. Stress
13 13. Pernikahan 1
14 14. Pernikahan 2
15 15. Hemophobia
16 16. Siapa Alana
17 17. Pertama Kali
18 18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19 19. Rencana Busuk
20 20. Kasar
21 21. Malam Yang Menyakitkan
22 22. Pembatalan Kontrak
23 23. Penasaran
24 24. Tidak Bisa Fokus
25 25. Panggilan Yang Cocok
26 26. Biarkan Aku Istirahat
27 27. Bantuan
28 28. Menghubungi Neil
29 29. Sisi Berbeda Kenzo
30 30. Tamu Tak Diundang
31 31. Tak Terduga
32 32. Rencana
33 33. Meminta Ijin
34 34. Ragu
35 35. Nasehat Bibi Yuna
36 36.
37 37. Pulang
38 38. Fitnah
39 39. Surat Nikah
40 40. Gagal Total
41 41. Kerja Sama
42 42. Sensitif
43 43. Alergi Wanita Jahat
44 44. Makan Malam
45 45. Perasaan Alana
46 46. Kedatangan Dona dan Amel
47 47. Kekhawatiran Kenzo
48 48. Bertemu Beni
49 49. Acara Pertemuan
50 50. Pewaris Sesungguhnya
51 51.Wanita Ular
52 52. Kabar Bahagia
53 53. Janji
54 54. Kedatangan Ibu Mertua
55 55. Permintaan Maaf
56 56. Permintaan Maaf 2
57 57. Mulai Mencari Tau
58 58. Beri Aku Waktu
59 59. Permintaan Alana
60 60. Pemimpin Baru
61 61. Kejuta Untuk Alana
62 62. Kebenaran
63 63. Membantu Secara Diam-diam
64 64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65 65. Menurunkan Ego
66 66. Antara Rindu dan Maaf
67 67. Ke Rumah Sakit
68 68. Operasi Yuki
69 69. Masih Belum Sadar
70 70. Sadar
71 71.
72 72. Jalan-jalan
73 73. Kecelakaan
74 74.
75 75. Kembali Ke Rumah
76 Promosi karya baru
Episodes

Updated 76 Episodes

1
1. Kenzo VS Alana
2
2. Tawaran Pekerjaan
3
3. Sebuah Syarat
4
4. Pertemuan
5
5. Perjanjian Kontrak
6
6. Rumah Alana
7
7. Periksa Kesehatan
8
8. Hasil
9
9. Tak Bisa Berkutik
10
10. Tamu Tak Diundang
11
11. Perubahan Tak Terduga
12
12. Stress
13
13. Pernikahan 1
14
14. Pernikahan 2
15
15. Hemophobia
16
16. Siapa Alana
17
17. Pertama Kali
18
18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19
19. Rencana Busuk
20
20. Kasar
21
21. Malam Yang Menyakitkan
22
22. Pembatalan Kontrak
23
23. Penasaran
24
24. Tidak Bisa Fokus
25
25. Panggilan Yang Cocok
26
26. Biarkan Aku Istirahat
27
27. Bantuan
28
28. Menghubungi Neil
29
29. Sisi Berbeda Kenzo
30
30. Tamu Tak Diundang
31
31. Tak Terduga
32
32. Rencana
33
33. Meminta Ijin
34
34. Ragu
35
35. Nasehat Bibi Yuna
36
36.
37
37. Pulang
38
38. Fitnah
39
39. Surat Nikah
40
40. Gagal Total
41
41. Kerja Sama
42
42. Sensitif
43
43. Alergi Wanita Jahat
44
44. Makan Malam
45
45. Perasaan Alana
46
46. Kedatangan Dona dan Amel
47
47. Kekhawatiran Kenzo
48
48. Bertemu Beni
49
49. Acara Pertemuan
50
50. Pewaris Sesungguhnya
51
51.Wanita Ular
52
52. Kabar Bahagia
53
53. Janji
54
54. Kedatangan Ibu Mertua
55
55. Permintaan Maaf
56
56. Permintaan Maaf 2
57
57. Mulai Mencari Tau
58
58. Beri Aku Waktu
59
59. Permintaan Alana
60
60. Pemimpin Baru
61
61. Kejuta Untuk Alana
62
62. Kebenaran
63
63. Membantu Secara Diam-diam
64
64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65
65. Menurunkan Ego
66
66. Antara Rindu dan Maaf
67
67. Ke Rumah Sakit
68
68. Operasi Yuki
69
69. Masih Belum Sadar
70
70. Sadar
71
71.
72
72. Jalan-jalan
73
73. Kecelakaan
74
74.
75
75. Kembali Ke Rumah
76
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!