12. Stress

Neil dibantu Bu Desi segera membawa Alana ke rumah sakit setelah di temukan pingsan di dalam kamarnya. Tak lupa dia juga menghubungi Rey asisten Kenzo dan mengabarkan kepadanya tentang keadaan Alana.

"Tuan Rey, saya membawa Alana ke rumah sakit sekarang. Dia pingsan."

"Bagaimana bisa ," tanya Rey yang sekarang juga dalam perjalanan menuju kantor.

Neil menceritakan secara singkat apa yang terjadi pada Alana. Hingga saat ini dia dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Baiklah, ambil ruangan VIP jika Alana sampai di rawat. Aku akan mengabari tuan Kenzo. "

Setelah mengatakan itu Rey segera menutup panggilan teleponnya dan menghubungi Kenzo. Sama dengan reaksi Rey saat mendengar kabar tentang keadaan Alana, Kenzo juga terkejut mendengar kabar tersebut.

"Di rumah sakit mana, kau langsung kesana saja dan pastikan Alana baik-baik saja. Aku akan menyusul dengan sopir. " ujar Kenzo terlihat panik.

"Baik Tuan. "

Mendapat tugas seperti itu dari Kenzo, Rey segera meluncur ke rumah sakit yang diberitahukan oleh Neil. Jangan sampai terjadi sesuatu pada Alana, jika tidak dia yang akan menjadi sasaran kemarahan Kenzo.

Alana sudah diperiksa oleh dokter dan ternyata stress yang menyebabkan asam lambungnya naik dan karena tidak bisa menahan sakit, Alana pingsan di kamarnya. Saat ini Alana sudah berada di ruang perawatan VIP sesuai perintah Rey, karena dia harus menjalani perawatan untuk beberapa hari. Sampai asam lambungnya turun.

"Kenapa kau bisa stress sih Lan? Bukankah hidupmu sekarang sudah enak. Uang ratusan juta sudah di tangan. Lalu apa lagi yang membuatmu stress. " Neil terus saja mengomeli Alana yang sejak sadar tadi hanya diam membisu.

"Masa depanku Neil. Kalau aku menikah dengan Kenzo, pernikahan apa yang akan kami jalani nanti. Apakah aku hanya dijadikan budak Sks atau aku bisa menjalani rumah tangga hangat seperti kebanyakan orang. "

Alana mengeluarkan seluruh unek-unek yang sejak tadi menggelayuti pikirannya hingga membuatnya stress dan pingsan.

"Jadi karena ini kau menjadi stress dan pingsan. Alana-Alana. " Neil geleng-geleng kepala mendengar curhatan dari sahabatnya itu.

"Kau tidak tau kehidupanku sebelumnya Neil, aku yang di buang oleh keluarga ku karena dianggap pembawa sial. Dan hidup seorang diri di dunia yang kejam ini. Dimana aku harus bekerja keras siang malam untuk membiayai hidupku. Kau tidak tau rasanya kehilangan dan dianggap pembawa sial." dengan menutup wajahnya, tangis Alana kembali pecah.

Neil jadi serba salah, ingin menenangkan Alana dengan cara apa, memeluknya tidak mungkin. Dia takut saat dia memeluk Alana tiba-tiba Kenzo datang. Bisa jadi perkedel gulung nanti dia. Karena siapapun yang sudah di klaim menjadi milik Kenzo jangan sampai di pegang oleh siapapun.

Di luar ruangan, Kenzo yang mendengar semua curahan hati Alana mengepalkan tangannya dengan erat. Seolah Dia bisa merasakan kekhawatiran Alana dan sakit yang dia rasakan. Dan salah satu penyebabnya adalah dirinya yang akan menikahi Alana besok.

"Rey, "

Kenzo membisikkan sesuatu kepada Rey hingga membuat membulatkan matanya tak percaya. Bisa-bisanya Kenzo akan melakukan hal ekstrem diluar dugaan.

"Tapi tuan, "

"Jangan banyak bicara, lakukan saja perintahku Rey. " ujar Kenzo menatap tajam ke arah Rey.

"Baiklah tuan akan saya kerjakan. Sebaiknya anda menemui Alana, " ucap Rey sebelum pergi.

Tentu saja Rey mendapatkan tatapan tajam dari Kenzo. Tanpa di suruh oleh Rey pun dia akan menemui Alana, karena sekarang Alana adalah calon istrinya dan mereka terikat kontrak. Rey pun segera menyingkir dari sana dan memberi ruang dan waktu untuk Ken dan Alana.

Dengan bebas Kenzo masuk ke dalam ruangan Alana, karena kebetulan ruangannya tidak di tutup dengan benar oleh perawat yang tadi mengantarkannya. Dan berdiri di belakang Neil dengan tegap.

Neil yang merasakan ada seseorang di belakangnya segera menoleh, dan betapa terkejutnya dia saat melihat sosok Kenzo berdiri di belakangnya. Saat dia ingin menyapanya, Kenzo segera memberi tanda agar Neil diam.

Neil yang mengerti pun langsung bungkam dan segera beranjak dari tempat duduknya dan menunggu Alana di luar ruangan, karena dia tidak mungkin meninggalkan Alana sendirian. Dan posisinya langsung digantikan oleh Kenzo yang duduk di samping Alana.

Alana membuka matanya dan mengusap air mata dengan tangannya. Namun seseorang menyodorkan sapu tangan di hadapannya . Tanpa menoleh Alana mengambil sapu tangan itu lalu mengusap wajah dan ingusnya menggunakan sapu tangan itu .

" Terima kasih, Neil. " ucapnya sambil mengembalikan sapu tangan yang sudah penuh dengan air mata dan ingusnya .

Tidak mendapatkan jawaban dari Neil, Alana langsung menoleh ke sampingnya . Dan begitu terkejutnya Alana saat mendapati yang ada di sampingnya bukanlah Neil melainkan Kenzo .

"Tu–, Tuan Kenzo. " ucapnya tergagap. Dia tidak menyangka kalau yang ada di samping Kenzo bukan Neil.

"Ya, aku. Kenapa? apa kau terkejut? "

"Darimana Tuan tau kalau saya ada disini. " tanya Alana masih gugup.

"Tidak perlu tau darimana aku tau kau ada disini atau di manapun. Yang ingin aku tanyakan adalah bagaimana kau bisa stress menghadapi pernikahan kita. Apa aku terlalu menakutkan untukmu? " tanya Kenzo penasaran.

Alana terdiam mendengar pertanyaan Kenzo. Bagaimana dia bisa mengatakannya dengan jujur jika apa yang dikatakan oleh Kenzo itu benar . Bagaimana dia tidak takut menikah dengan pria di hadapannya ini karena yang dia tau Kenzo adalah seorang Casanova .

Belum lagi pernikahan kontrak mereka , Bukankah itu adalah salah satu cara mempermainkan pernikahan meskipun dia adalah orang yang mengajukan pernikahan tersebut. Jika tau begini dia tidak pernah mengajukan pernikahan kontrak tersebut.

"Kenapa diam. Tadi aku dengar kau bicara terlalu banyak dengan sahabatmu itu . Tapi kenapa saat aku bertanya , bahkan satu kata pun tak keluar dari mulutmu ." kata Kenzo merasa kesal kepada Alana.

Alana semakin terdiam mendengar ucapan Kenzo, ternyata pria itu mendengar semua pembicaraannya dengan Neil. Apa yang harus dia katakan pada pria ini.

Ingin mundur dia akan kehilangan segalanya, karena dia membutuhkan apa yang ditawarkan Kenzo kepadanya. Ingin terus maju pun dia takut akan konsekuensi yang akan dia hadapi. Karena perjanjian itu menyatakan kalau Kenzo tidak akan berhenti sebelum puas bermain dengannya.

Ah, ini semakin membuat kepala Alana terasa berdenyut sakit. Ingin rasanya memaki pria dihadapannya ini, tapi dia tidak memiliki keberanian sebesar itu.

"Alana, apa kau takut padaku?" tanya Kenzo lagi dan mendapatkan anggukan kepala dari Alana.

"Kenapa? apa karena aku seorang B***ngan?" tanya Kenzo lagi dan tidka mendapatkan jawaban dari Alana, wanita itu bungkam. Dan mereka terdiam beberapa saat.

"Aku akan menujukkan siapa diriku sebenarnya padamu Alana. " ujar Kenzo setelah mereka lama terdiam.

"Maksud Tuan, " Alana langsung mendongak menatap bingung kepada kenzo.

"Aku akan menikahimu sekarang juga, agar kau tidak stress lagi. "

Terpopuler

Comments

Bang Ipul

Bang Ipul

wooww gercep amat yabtuan kenzo

2024-12-25

2

Ruby Vee

Ruby Vee

bapak naif langsung tarik napas panjang ini mah gara gara kenzo

2024-11-10

1

⋆.˚mytha🦋

⋆.˚mytha🦋

bukannya sembuh yg ada malah tambah setreeeesss alana🤣🤣

2024-12-10

1

lihat semua
Episodes
1 1. Kenzo VS Alana
2 2. Tawaran Pekerjaan
3 3. Sebuah Syarat
4 4. Pertemuan
5 5. Perjanjian Kontrak
6 6. Rumah Alana
7 7. Periksa Kesehatan
8 8. Hasil
9 9. Tak Bisa Berkutik
10 10. Tamu Tak Diundang
11 11. Perubahan Tak Terduga
12 12. Stress
13 13. Pernikahan 1
14 14. Pernikahan 2
15 15. Hemophobia
16 16. Siapa Alana
17 17. Pertama Kali
18 18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19 19. Rencana Busuk
20 20. Kasar
21 21. Malam Yang Menyakitkan
22 22. Pembatalan Kontrak
23 23. Penasaran
24 24. Tidak Bisa Fokus
25 25. Panggilan Yang Cocok
26 26. Biarkan Aku Istirahat
27 27. Bantuan
28 28. Menghubungi Neil
29 29. Sisi Berbeda Kenzo
30 30. Tamu Tak Diundang
31 31. Tak Terduga
32 32. Rencana
33 33. Meminta Ijin
34 34. Ragu
35 35. Nasehat Bibi Yuna
36 36.
37 37. Pulang
38 38. Fitnah
39 39. Surat Nikah
40 40. Gagal Total
41 41. Kerja Sama
42 42. Sensitif
43 43. Alergi Wanita Jahat
44 44. Makan Malam
45 45. Perasaan Alana
46 46. Kedatangan Dona dan Amel
47 47. Kekhawatiran Kenzo
48 48. Bertemu Beni
49 49. Acara Pertemuan
50 50. Pewaris Sesungguhnya
51 51.Wanita Ular
52 52. Kabar Bahagia
53 53. Janji
54 54. Kedatangan Ibu Mertua
55 55. Permintaan Maaf
56 56. Permintaan Maaf 2
57 57. Mulai Mencari Tau
58 58. Beri Aku Waktu
59 59. Permintaan Alana
60 60. Pemimpin Baru
61 61. Kejuta Untuk Alana
62 62. Kebenaran
63 63. Membantu Secara Diam-diam
64 64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65 65. Menurunkan Ego
66 66. Antara Rindu dan Maaf
67 67. Ke Rumah Sakit
68 68. Operasi Yuki
69 69. Masih Belum Sadar
70 70. Sadar
71 71.
72 72. Jalan-jalan
73 73. Kecelakaan
74 74.
75 75. Kembali Ke Rumah
76 Promosi karya baru
Episodes

Updated 76 Episodes

1
1. Kenzo VS Alana
2
2. Tawaran Pekerjaan
3
3. Sebuah Syarat
4
4. Pertemuan
5
5. Perjanjian Kontrak
6
6. Rumah Alana
7
7. Periksa Kesehatan
8
8. Hasil
9
9. Tak Bisa Berkutik
10
10. Tamu Tak Diundang
11
11. Perubahan Tak Terduga
12
12. Stress
13
13. Pernikahan 1
14
14. Pernikahan 2
15
15. Hemophobia
16
16. Siapa Alana
17
17. Pertama Kali
18
18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19
19. Rencana Busuk
20
20. Kasar
21
21. Malam Yang Menyakitkan
22
22. Pembatalan Kontrak
23
23. Penasaran
24
24. Tidak Bisa Fokus
25
25. Panggilan Yang Cocok
26
26. Biarkan Aku Istirahat
27
27. Bantuan
28
28. Menghubungi Neil
29
29. Sisi Berbeda Kenzo
30
30. Tamu Tak Diundang
31
31. Tak Terduga
32
32. Rencana
33
33. Meminta Ijin
34
34. Ragu
35
35. Nasehat Bibi Yuna
36
36.
37
37. Pulang
38
38. Fitnah
39
39. Surat Nikah
40
40. Gagal Total
41
41. Kerja Sama
42
42. Sensitif
43
43. Alergi Wanita Jahat
44
44. Makan Malam
45
45. Perasaan Alana
46
46. Kedatangan Dona dan Amel
47
47. Kekhawatiran Kenzo
48
48. Bertemu Beni
49
49. Acara Pertemuan
50
50. Pewaris Sesungguhnya
51
51.Wanita Ular
52
52. Kabar Bahagia
53
53. Janji
54
54. Kedatangan Ibu Mertua
55
55. Permintaan Maaf
56
56. Permintaan Maaf 2
57
57. Mulai Mencari Tau
58
58. Beri Aku Waktu
59
59. Permintaan Alana
60
60. Pemimpin Baru
61
61. Kejuta Untuk Alana
62
62. Kebenaran
63
63. Membantu Secara Diam-diam
64
64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65
65. Menurunkan Ego
66
66. Antara Rindu dan Maaf
67
67. Ke Rumah Sakit
68
68. Operasi Yuki
69
69. Masih Belum Sadar
70
70. Sadar
71
71.
72
72. Jalan-jalan
73
73. Kecelakaan
74
74.
75
75. Kembali Ke Rumah
76
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!