15. Hemophobia

Kenzo dan Alana saling terdiam di dalam suatu ruangan itu , tidak ada satupun diantara mereka yang berbicara. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing , tentang rencana ke depan untuk menjalani pernikahan seperti apa yang akan mereka lalui .

"Tuan, apa kau tidak bekerja kenapa kau masih disini? " akhirnya Alana membuka suaranya karena merasa tidak nyaman ditemani oleh pria asing.

Kenzo yang sedang rebahan di sofa sambil memainkan ponselnya segera bangun dan berjalan mendekati Alana yang duduk di ranjang pasien. Dia lalu duduk di kursi yang ada di samping Alana.

"Apa kau mengusir ku Alana? aku sedang berbaik hati menungguimu sekarang. " Kenzo terkekeh mengucapkan kata-kata itu.

Alana terdiam tidak mengatakan apa-apa dan membalas ucapan Kenzo karena dia sendiri juga bingung dengan apa yang dia katakan tadi. Apakah terkesan mengusir?

"Alana aku akan tetap disini sampai kau pulang dari rumah sakit dan akan membawamu pulang ke rumahku. Karena sekarang kau adalah istriku apa kau lupa itu? Padahal kita menikah belum sampai sehari, Alana. " kata Kenzo mengingatkan Alana.

Semakin bungkam saja Alana setelah diingatkan oleh Kenzo tentang statusnya yang sudah menjadi istri seorang Casanova seperti Kenzo. Jika dia membayangkannya pasti ngeri yang dia rasakan padahal belum diapa-apakan oleh pria itu.

Suasana kembali sunyi saat mereka kembali terdiam dan tidak ada yang membuka suaranya. Kenzo kembali fokus memainkan ponselnya. Entah apa yang dilakukan oleh pria itu, yang sepertinya sangat sibuk dengan ponselnya.

"Maaf aku sedang sibuk. kau istirahat saja agar cepat pulih, apa kau ingin menonton televisi? " tanya Kenzo.

"Tidak, aku tidur saja. " Alana langsung berbaring dan memunggungi Kenzo.

Kenzo beranjak dari sana dan menyelimuti Alana sebelum kembali ke sofa. Pria itu menunjukkan sisi berbeda dalam dirinya, sisi arogannya berubah lembut saat berhadapan dengan wanita yang sedang tidak berdaya.

Kenzo mulai bekerja lagi dengan melakukan pertemuan online dengan Rey yang sudah kembali ke perusahaan setelah mengantarkan ustadz tadi. Karena perusahaan harus tetap ada yang jaga meski bukan dirinya. Dan dia akan kembali ke rumah sakit untuk membawakan semua kebutuhan Kenzo selama di rumah sakit.

Bersamaan dengan selesainya urusannya dengan Rey, pintu ruangan Alana ada yang mengetuk. Kenzo langsung berdiri dan melihat siapa yang sudah mengetuk pintu ruangan Alana.

Seorang perawat dengan membawa troli makanan masuk ke dalam ruangan Alana, karena sudah waktunya makan malam.

"Terima kasih, kau boleh pergi. " ucapnya setelah perawat itu menyiapkan makanan Alana di atas nakas.

Setelah kepergian perawat, Kenzo membangunkan Alana untuk mandi dan juga makan malam. Karena keasikan bekerja dia lupa membangun kan Alana untuk mandi.

"Alana bangunlah, ini sudah sore. Makanan sudah di kirim kau harus mandi makan malam. "

Kenzo sedikit mengguncangkan tubuh Alana agar bangun. Alana berbalik dan menggeliatkan tubuhnya hingga pakaiannya tertarik ke atas, hingga terlihat kulit putih Alana dari balik bagian baju yang menyingkap.

Melihat itu Kenzo menghela nafasnya berat lalu menutup perut Alana dengan selimut. Dia tidak ingin melihatnya terlalu lama karena tidak mau tergoda. Apalagi saat ini dia tidak bisa menyerang Alana dalam keadaan seperti ini.

"Ada apa?" tanya Alana saat membuka matanya.

"Kau mau mandi? atau mau di seka aja ? " tanya Kenzo

Alana langsung membulatkan matanya mendengar pertanyaan dari Kenzo. Mandi? memang Kenzo mau memandikan dia. Ah, kenapa pikiran Alana jadi travelling kemana-mana.

"A– aku mandi sendiri saja," kata Alana gugup dan ingin turun dari ranjang pasien, namun tangannya terhalang selang Infus yang menancap di tangannya.

"Awh," keluhnya dan langsung menghentikan gerakannya.

"Kenapa buru-buru seperti itu. Lihatlah, tanganmu berdarah. " Kenzo memegang tangan Alana yang tertancap jarum infus dan mengeluarkan darah.

Mendengar kata darah, wajah Alana langsung pucat dan menoleh ke arah tangannya yang dipegang Kenzo. Benar saja darah segar mengalir keluar dari tangan Alana. Begitu juga di selang infus yang sudah berubah warna menajdi merah

Dan seketika itu, Alana langsung histeris dan tak terkendali.

"Hen– hentikan darah itu. Aku mohon hentikan darah itu. aku bukan pem*unuh, hentikan darahnya– kumohon. "

Kata-kata itu terus di ucapkan Alana dengan lelehan airmata dan wajah yang sudah memucat. Entah apa yang terjadi pada Alana. Kenzo menjadi panik dan langsung memencet tombol darurat untuk memanggil perawat atau dokter.

Tak lama seorang perawat datang dan terkejut melihat keadaan Akana yang histeris dan meracau.

"Suster, panggilkan dokter, cepat. "

"I- iya. " perawat itupun kembali keluar dan memanggil dokter yang berjaga untuk melihat keadaan Alana.

"Alana Apa yang terjadi , tenanglah Alana, tenanglah. " Kenzo langsung memeluk Alana agar wanita itu tenang.

Awalnya Alana memberontak namun lama-kelamaan tubuh Alana melemah dan akhirnya dia tenang di dalam pelukan Kenzo .

Datang seorang dokter dan dua orang perawat masuk ke dalam ruang perawatan Alana . Mereka terkejut saat melihat kondisi ruang perawatan Alana sedikit berantakan.

"Apa yang terjadi Tuan Ken ?" Tanya Dokter .

Entahlah aku juga tidak tahu dokter , tiba-tiba dia histeris saat melihat infusnya yang penuh dengan darah . Terang Kenzo .

Dokter pun meminta agar seorang perawat mengambil sesuatu. Tak lama dia kembali dengan sebuah jarum suntik dan obat.

"Apa yang ingin kau suntik kan kepada istriku. " Tanya Kenzo sebelum dokter melakukan sesuatu kepada Alana.

"Saya hanya menyuntik sedikit obat penenang agar nona Alana bisa tenang dulu tuan. hanya tidur sekitar satu sampai dua jam saja. Karena kita harus bicara." ujar dokter.

Kenzo mengangguk mengerti dan membolehkan dokter menyuntik Alana di bagian lengannya. Alana masih dengan erat memeluk tubuh Kenzo, namun lama kelamaan cengkraman itupun mengendur. Kenzo dengan sigap menidurkan Alana yang sepertinya mulai terlelap karena pengaruh obat tidur.

Setelah Alana tertidur, dokter mengajak Kenzo berbicara di sofa dan kebetulan Rey juga baru datang dengan beberapa paperbag ditangannya. Sedangkan dua perawat yang ikut dengannya segera mengganti jarum infus yang sempat terlepas dsri lengan Alana.

"Katakan dokter, apa yang sebenarnya terjadi pada Alana. " tanya Kenzo penasaran.

"Sepertinya nona Alana mengalami sebuah trauma berat dimasa lalu yang berhubungan dengan darah. atau bisa di sebut hemophobia. " Ujar dokter

"Lalu apakah bisa sembuh dan apa penyebabnya. " tanya Kenzo penasaran

"Apa yang dikatakan nona Alana saat histeris tadi? " dokter malah balik bertanya.

"Hentikan darahnya, aku bukan pem*unuh, " ujar Kenzo mengatakan apa yang dikatakan oleh Alana tadi.

"Bisa dipastikan jika istri anda mengalami trauma tuan, entah itu karena kecelakaan atau apapun itu. Jika ingin sembuh anda harus datang ke dokter psikolog untuk mencari tahu penyebab hemophobia pada diri nona Alana. "

Kenzo mengangguk mengerti, setelah kepergian dokter, dan memanggil Rey untuk melakukan tugasnya.

"Selidiki tentang kematian Tomi Malik ayah dari Alana. aku sangat penasaran dengan keluarga Malik ini. Jika benar Alana adalah keluarga Malik. Ini akan sangat menarik Rey. " gumam Kenzo memberikan perintah kepada asistennya..

Terpopuler

Comments

Mamah dini

Mamah dini

sabar Rey nanti ada bonus tambahan he he

2025-02-25

0

karin Ke

karin Ke

nasib mu laahh Rey,,, 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2025-01-08

1

Menteng Jaya

Menteng Jaya

bagus ceritanya thor

2025-01-08

1

lihat semua
Episodes
1 1. Kenzo VS Alana
2 2. Tawaran Pekerjaan
3 3. Sebuah Syarat
4 4. Pertemuan
5 5. Perjanjian Kontrak
6 6. Rumah Alana
7 7. Periksa Kesehatan
8 8. Hasil
9 9. Tak Bisa Berkutik
10 10. Tamu Tak Diundang
11 11. Perubahan Tak Terduga
12 12. Stress
13 13. Pernikahan 1
14 14. Pernikahan 2
15 15. Hemophobia
16 16. Siapa Alana
17 17. Pertama Kali
18 18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19 19. Rencana Busuk
20 20. Kasar
21 21. Malam Yang Menyakitkan
22 22. Pembatalan Kontrak
23 23. Penasaran
24 24. Tidak Bisa Fokus
25 25. Panggilan Yang Cocok
26 26. Biarkan Aku Istirahat
27 27. Bantuan
28 28. Menghubungi Neil
29 29. Sisi Berbeda Kenzo
30 30. Tamu Tak Diundang
31 31. Tak Terduga
32 32. Rencana
33 33. Meminta Ijin
34 34. Ragu
35 35. Nasehat Bibi Yuna
36 36.
37 37. Pulang
38 38. Fitnah
39 39. Surat Nikah
40 40. Gagal Total
41 41. Kerja Sama
42 42. Sensitif
43 43. Alergi Wanita Jahat
44 44. Makan Malam
45 45. Perasaan Alana
46 46. Kedatangan Dona dan Amel
47 47. Kekhawatiran Kenzo
48 48. Bertemu Beni
49 49. Acara Pertemuan
50 50. Pewaris Sesungguhnya
51 51.Wanita Ular
52 52. Kabar Bahagia
53 53. Janji
54 54. Kedatangan Ibu Mertua
55 55. Permintaan Maaf
56 56. Permintaan Maaf 2
57 57. Mulai Mencari Tau
58 58. Beri Aku Waktu
59 59. Permintaan Alana
60 60. Pemimpin Baru
61 61. Kejuta Untuk Alana
62 62. Kebenaran
63 63. Membantu Secara Diam-diam
64 64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65 65. Menurunkan Ego
66 66. Antara Rindu dan Maaf
67 67. Ke Rumah Sakit
68 68. Operasi Yuki
69 69. Masih Belum Sadar
70 70. Sadar
71 71.
72 72. Jalan-jalan
73 73. Kecelakaan
74 74.
75 75. Kembali Ke Rumah
76 Promosi karya baru
Episodes

Updated 76 Episodes

1
1. Kenzo VS Alana
2
2. Tawaran Pekerjaan
3
3. Sebuah Syarat
4
4. Pertemuan
5
5. Perjanjian Kontrak
6
6. Rumah Alana
7
7. Periksa Kesehatan
8
8. Hasil
9
9. Tak Bisa Berkutik
10
10. Tamu Tak Diundang
11
11. Perubahan Tak Terduga
12
12. Stress
13
13. Pernikahan 1
14
14. Pernikahan 2
15
15. Hemophobia
16
16. Siapa Alana
17
17. Pertama Kali
18
18. Apakah Sudah Jatuh Cinta
19
19. Rencana Busuk
20
20. Kasar
21
21. Malam Yang Menyakitkan
22
22. Pembatalan Kontrak
23
23. Penasaran
24
24. Tidak Bisa Fokus
25
25. Panggilan Yang Cocok
26
26. Biarkan Aku Istirahat
27
27. Bantuan
28
28. Menghubungi Neil
29
29. Sisi Berbeda Kenzo
30
30. Tamu Tak Diundang
31
31. Tak Terduga
32
32. Rencana
33
33. Meminta Ijin
34
34. Ragu
35
35. Nasehat Bibi Yuna
36
36.
37
37. Pulang
38
38. Fitnah
39
39. Surat Nikah
40
40. Gagal Total
41
41. Kerja Sama
42
42. Sensitif
43
43. Alergi Wanita Jahat
44
44. Makan Malam
45
45. Perasaan Alana
46
46. Kedatangan Dona dan Amel
47
47. Kekhawatiran Kenzo
48
48. Bertemu Beni
49
49. Acara Pertemuan
50
50. Pewaris Sesungguhnya
51
51.Wanita Ular
52
52. Kabar Bahagia
53
53. Janji
54
54. Kedatangan Ibu Mertua
55
55. Permintaan Maaf
56
56. Permintaan Maaf 2
57
57. Mulai Mencari Tau
58
58. Beri Aku Waktu
59
59. Permintaan Alana
60
60. Pemimpin Baru
61
61. Kejuta Untuk Alana
62
62. Kebenaran
63
63. Membantu Secara Diam-diam
64
64. Berkunjung Ke Rumah Mertua
65
65. Menurunkan Ego
66
66. Antara Rindu dan Maaf
67
67. Ke Rumah Sakit
68
68. Operasi Yuki
69
69. Masih Belum Sadar
70
70. Sadar
71
71.
72
72. Jalan-jalan
73
73. Kecelakaan
74
74.
75
75. Kembali Ke Rumah
76
Promosi karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!