Delapan Belas

“Yang kenal seperti Zico saja bisa semena-mena kepadamu. Apalagi yang belum kenal bahkan itu suami dari wanita yang dengan sengaja tidur dengan Zico?!” ucap pak Pras selaku papanya Lalisa.

Berbeda dengan sang suami, ibu Lasyita justru tidak bisa berkomentar. Ulah Zico telanjur membuatnya syok sekaligus terpukul. Saking terpukulnya dengan kelakuan Zico, ia berniat memblokir semua kontak Zico sekeluarga, setelah mereka memberi sejumlah uang selaku tuntutan ganti rugi kepadanya.

“Tapi aku mau, Pa. Ma. Masa iya, aku harus menutup diri, aku harus terpuruk, seperti yang Zico dan wanita itu mau?” mohon Lalisa.

“Alasan Zico dan wanita itu sengaja begitu, jelas agar aku kena mental. Mereka ingin aku terpuruk bahkan bila perlu depresi!”

“Urusan trauma, tentu aku trauma. Namun, kenapa justru trauma sementara aku enggak salah? Aku berhak bahagia terlebih hanya dengan kebahagiaanku, aku bisa membalas mereka!” Lalisa berucap tegas. Ia sungguh ingin memperjuangkan rasa ketertarikannya yang ia yakini cinta, kepada Yusuf.

“Sebelumnya aku belum pernah tertarik ke lawan jenis. Namun kepada om Yusuf setelah aku mengetahui betapa tulusnya dia dalam mencintai sang istri, ... aku mau jadi istrinya. ”

“Aku mau jadi istri om Yusuf. Terlebih selain dia sudah menceraikan istri luknut-nya, dia juga yang mengajakku menikahi. Kami akan menjalani tukar tambah pasangan! Kami berkomitmen hidup bahagia, meski kami korban pengkhianatan pasangan kami yang sebelumnya!”

“Bagaimana jika Yusuf hanya memanfaatkan kamu? Bagaimana jika Yusuf hanya ingin balas dendam kepada mantan istrinya bahkan Zico setelah apa yang keduanya lakukan?” sergah pak Pras dengan suara lantang.

“Memanfaatkan ... memanfaatkan bagaimana, jika dia saja tahu, wujudku sebagai Lalisa yang begini? Dia mengenalku sebagai Lalisa yang hitam, cadel, buru*k rupa!” balas Lalisa. “Apa yang bisa dimanfaatkan dariku yang begini? Dari awal kenal pun, aku ngakunya kerja sebagai ART.”

“Berarti kali ini, kamu akan menyembunyikan identitas kamu sepenuhnya?” sergah ibu Lasyita. “Dengan kata lain, ... kamu akan tetap dengan wujud ini, ... dan kamu akan tetap pura-pura menjadi ART?” lanjutnya memastikan, tapi di hadapannya, sang putri yang duduk di sofa panjang sendirian, jadi terlihat ragu.

“Penginnya sih, enggak. Apalagi ... ke om Yusuf, aku beneran suka,” ucap Lalisa sambil memasang wajah memelas.

Di hadapan Lalisa, kedua orang tuanya yang duduk bersebelahan, kompak menggeleng tegas. “Kamu wajib tetap pura-pura miski*n!” kompak keduanya.

“Kita lihat kesungguhannya. Setelah dapat istri kaya yang cantik bahkan seksi, tapi dia harus tukar tambah dan dapat kamu! Coba, benarkah dia bisa tulus dan mampu membahagiakan kamu!” tegas pak Pras sengaja menantang.

Tiba-tiba saja, Lalisa jadi kehilangan kadar percaya dirinya. Lalisa menjadi tidak yakin, Yusuf mampu menerimanya.

Berbeda ketika kepada Zico, kepada Yusuf yang membuatnya suka bahkan jatuh cinta, Lalisa selalu ingin tampil sempurna. Lalisa ingin tampil cantik sekaligus keren sebagai wanita karier mandiri yang tak hanya mengandalkan kekayaan orang tuanya.

Lalisa dengan segala kelebihannya tentu jauh lebih baik dari Kirana. Namun jika Lalisa wajib menyamar, tentu Lalisa tidak ada apa-apanya dari Kirana.

“Om Yusuf itu yang memenangkan kerja sama buat perusahaan kita loh, Pa ... Ma. Aku saja terkejut karena saat itu, aku hanya memilih proposalnya yang sekeren itu. Eh pas ketemu orangnya, ternyata juga kerennya pakai banget!” rengek Lalisa masih berusaha merayu orang tuanya.

“Ya sudah kalau begitu!” sergah pak Pras.

Mendengar itu, Lalisa yang masih memakai gaun pengantin dan kulitnya juga masih hitam mengkilap, langsung terlonjak girang. Lalisa refleks jingkrak-jingkrak saking girangnya.

“Makasih banyak, Pa!” ucap Lalisa masih tersenyum lebar bahkan semringah.

“Kamu harus tetap menyamar seperti ini. Sebagai pembantu di rumah kita, dan kami sebagai orang tua kamu juga akan pura-pura jadi orang susah jika ke Yusuf dan keluarganya!” ucap pak Pras dengan nada bicara sangat tenang. Ia tak lagi emosional, tapi di hadapannya, sang putri mendadak terlihat linglung.

“P–Pa ...,” lemas Lalisa sembari terduduk di sofa. Lebih tepatnya, tubuhnya terjatuh begitu saja, seolah dirinya mendadak tidak memiliki tulang, hanya karena apa yang sang papa katakan.

“Papa usahakan pembatalan pernikahanmu dan Zico, tidak sampai satu minggu. Jadi, secepatnya juga kamu akan menikah dengan Yusuf!” tegas pak Pras tetap tidak mengizinkan sang putri memakai identitas asli.

“Ya sudahlah, semangat! Semoga aku bisa bikin om Yusuf mencintaiku. Terus, kalau sampai ketahuan gimana?” ucap Lalisa pasrah.

Sempat bingung, pak Pras berkata, “Itu urusan nanti!”

“Aduh ... ini aku harus seneng apa sedih?” batin Lalisa jadi harap-harap cemas.

***

Seiring bergulirnya waktu, suasana makin cerah dan tak lagi segelap sebelumnya. Namun di kediaman ibu Mimi selaku mamanya Yusuf. Hadirnya Yusuf di sana yang mengabarkan perselingkuhan Kirana dan juga perceraian Yusuf dengan Kirana, membuat kehidupan ibu Mimi seolah gelap.

Yusuf menceritakan semuanya agar sang mama tak salah sangka apalagi berharap kepada Kirana. Karena memang, Kirana ibarat menantu idaman ibu Mimi.

Di ruang keluarga kediaman mereka yang sederhana, Yusuf masih memakai koko, sarung, lengkap dengan peci hitam. Sementara ibu Mimi masih memakai mukena lengkap. Keduanya duduk lemas di sofa tunggal yang berhadapan.

“Apa ini karma dari Mama, ya, Suf? Kamu dituduh mandul karena dulu, Mama selalu menuduh Alina mandul. Padahal ternyata, ... kamu yang kurang subur,” sedih ibu Mimi.

Ibu Mimi memang tak sampai tersedu-sedu, bahkan sekadar terisak lirih. Namun dari kedua matanya, butiran bening terus mengalir.

“Mama jangan terlalu dipikirkan. Memang belum jodoh. Soalnya andai dia memang tulus ke aku, ... kejadian seperti sekarang tak mungkin terjadi,” lembut Yusuf meyakinkan sang mama.

Ketimbang dirinya, Yusuf merasa jika apa yang ia alami jauh lebih membuat sang mama terpukul. Ibu Mimi tampak sangat terluka. Dan langsung kaget ketika ia berkata akan menikahi Lalisa selaku wanita yang pernah Zico nikahi.

“Pernikahan mereka dibatalkan. Jadi tidak ada sebutan mantan istri, mantan suami, janda atau duda,” jelas Yusuf lagi.

“Sebentar ... sebentar. Ini gimana ceritanya?” ibu Mimi makin tidak paham. Ia jadi kerap menghela napas pelan sekaligus dalam, guna menenangkan dirinya sendiri. “Masa iya kamu mau nikah sama mantan istri, ... ah maksud Mama, wanita yang sempat jadi istri laki-laki yang meniduri Kirana?” lirihnya menatap Yusuf tak percaya.

Belum sempat menjawab, Yusuf terusik oleh dering ponselnya. Dering ponsel tanda telepon masuk. Ponsel tersebut ada di tengah meja, hingga ibu Mimi bisa melihatnya, bahwa yang menelepon itu Kirana. Lebih kebetulannya lagi, nama kontak untuk Kirana masih Istriku.

“Telepon Zico, ... ketimbang aku, dia jauh lebih wajib mengurus orang tuamu!” tegas Yusuf kepada Kirana yang mengabarkan keadaan sang papa.

“Tapi yang papa mamaku mau, kamu, Mas!” sergah Kirana dari seberang sana dan terdengar sangat kalut.

“Bukan urusanku lagi. Kamu saja tega kepadaku bahkan ke mamaku yang tulus sayang ke kamu!” tegas Yusuf yang kemudian berkata, “Sebelum main gil*a dengan Zico, kamu pasti tahu hal semacam ini akan terjadi!”

“Mas—”

“Daripada kamu, Lalisa dan orang tuanya jauh lebih berhak tanggung jawabku! Jangan hubungi aku lagi! Hubungi Zico!”

Meski telepon suaranya sudah diakhiri secara sepihak oleh Yusuf, Kirana tetap terus menghubungi Yusuf. Yusuf sampai nekat memblokir nomor Kirana. Hingga di tempat berbeda, Kirana yang ada di depan ICU, jadi terduduk lemas.

“Mas Yusuf benar-benar serius mengakhiri hubungan kami,” batin Kirana benar-benar sedih sekaligus lemas.

Kehilangan Yusuf membuat langit kehidupan seorang Kirana seolah runtuh. Kirana hilang arah karena selama bersama Yusuf, Yusuf lah sumber kehidupannya.

Terpopuler

Comments

Gus Surani26

Gus Surani26

rugi banget kalau Yusuf masih mau

2025-01-26

0

pinklover

pinklover

yaiyalah .. ngapain juga punya istri modelan kamu 😤

2024-10-15

0

Elizabeth Zulfa

Elizabeth Zulfa

rasain tuuuuuuhhh...

2024-08-30

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!