Tiga

Ketika Zico dan sang mama kembali bergabung, kebersamaan di meja yang sudah dipenuhi hidangan khas Jepang, masih diselimuti ketidaknyamanan.

Lalisa yang sudah lebih dulu bergabung, langsung pura-pura perhatian kepada Zico. Jemari kedua tangannya yang gelap mirip arang, meraih segelas es lemon tea dari tangan kanan pramusaji. Es tersebut merupakan pesanan tambahan yang Zico minta.

“Lihatlah ... sama pramusaji saja dia enggak ada apa-apanya. Lagian, ... ah ... katanya dia orang kaya kok kampungan gini sih?!” batin Zico refleks berdiri ketika segelas es lemon tea miliknya, malah Lalisa siramkan ke dada bahkan ... pangkuannya.

Zico yang langsung menatap marah Lalisa nyaris mengumpat, tapi sang mama sudah lebih dulu bertindak. Ibu Megan yang duduk di sebelah Zico, meraih kemudian menarik paksa sebelah tangan Zico. Ia memaksa Zico untuk kembali duduk.

“Maaf ... maaf. Lalisa benelan enggak sengaja!” sedih Lalisa, si hitam nan jelek yang sekadar berucap saja cadel sekaligus manja. Kenyataan yang membuat Zico ingin menyewa pembun.uh bayaran untuk meng.habisinya.

“Ngomong R saja belum bisa, wujud buru.k rupa, mimpinya dapat suami sempurna!” batin Raga yang dalam hatinya jadi berkata, “Lama-lama beneran aku sewakan pembun.uh bayaran buat habisin nih betina. Aku bunu.h orangnya, terus aku ambil hartanya!”

“Enggak apa-apa Lalisa Sayang. Tante tahu, kamu pasti masih sangat gugup!” balas ibu Megan yang pada akhirnya berhasil memaksa Zico untuk kembali duduk. Selain itu, ia juga meminta Zico untuk melepas jas biru gelapnya untuk menyelimuti pangkuannya yang basah.

Keadaan kini membuat orang tua Lalisa jadi kerap bertatapan sambil mengumbar senyum sungkan. Sementara hal serupa juga dilakukan orang tua Zico. Hanya Zico yang benar-benar diam dan hanya mengumbar senyum terpaksa di setiap interaksinya. Sementara Lalisa masih kerap berceloteh cadel layaknya balita yang baru akan lancar berbicara.

“Ayo, ... mau sampai kapan kamu bertahan? Aku pastikan, anggapan orang tuaku bahwa kamu pria sempurna yang tepat menjadi pendampingku, salah besar! Ibaratnya, loe jual gue beli! Dikiranya aku wanita bodo.h yang akan silau dengan tampang sekaligus rayuan bu.sukmu? Ciih!” batin Lalisa yang memang sengaja menguji kesabaran Zico di pertemuan awal mereka.

***

Satu hal yang Yusuf rasakan ketika malam-malam pulang, tapi ponsel sang istri masih di meja dirinya menaruhnya. Iya, Yusuf merasa sangat lega. Ditambah lagi, sang istri juga masih tiduran sementara piyama yang dipakai juga sudah ganti.

Yusuf tak membangunkan Kirana atau sekadar mengusiknya. Yang langsung Yusuf lakukan ialah mandi, sebelum Kirana protes dirinya bau keringat atau aroma lain yang Yusuf bawa dari luar. Tentunya, mencari warna pakaian berwarna sama layaknya yang dipakai sang istri juga yang tidak lupa untuk Yusuf jalani. Itu sebagai wujud menghargai, dan sudah mulai Yusuf lakukan setelah sederet protes yang pria itu terima di awal pernikahan mereka.

Beres mandi, Yusuf juga tak langsung menghampiri Kirana. Yusuf hanya mengawasi dari kejauhan kemudian meninggalkan kamar. Kirana masih lelap dan baru Yusuf bangunkan setelah ia memboyong dua buah nampan berisi makanan untuk mereka. Salad sayur, dan satu porsi ikan bawal putih rebus menjadi menu untuk Kirana. Sementara di nampannya berisi nasi komplit dengan sayuran sekaligus daging.

“Sepertinya aku sudah tidur terlalu lama. Dari kamu berangkat kerja, aku cuma bangun buat makan karena aku sudah janji ke kamu. Ini jam berapa sih?” Kirana langsung bersandar manja ke tubuh Yusuf. Ia masih enggan menyentuh jatah makannya.

“Sudah setengah dua belas malam. Hari ini mama papa mampir ke kantor. Kaget aku,” balas Yusuf sudah langsung makan karena ia memang kelaparan setelah seharian bekerja dan sampai membuatnya lupa makan.

Disinggung mengenai kedatangan kedua orang tuanya ke kantor, Kirana jadi penasaran. Namun kemudian, kebahagiaan ia petik lantaran alasan kedua orang tuanya datang ke kantor, murni memberi Yusuf selamat. Yusuf baru saja mendapatkan proyek kerja sama besar dan itu akan membuat mereka memperoleh banyak keuntungan.

Kabar yang baru saja Yusuf sampaikan juga membuat kebersamaan mereka langsung diselimuti kebahagiaan. Kirana langsung bersemangat, baterai kehidupannya seolah langsung full, padahal sebelumnya ia sempat bermalas-malasan.

Setelah mengobrol panjang lebar dan makanan juga sudah habis, Yusuf pamit untuk tidur dulu. Sementara Kirana yang sedang dalam suasana hati bahagia juga memilih menaruh bekas makan mereka ke dapur. Yusuf langsung memberinya pujian karena hal semacam itu memang sangat jarang Kirana lakukan. Malahan karena Yusuf juga, Kirana mulai bisa belajar mengontrol emosi. ART di rumah yang sering jadi sasaran kemarahan Kirana juga berdalih Kirana jadi jauh lebih manusiawi, semenjak menikah sekaligus mendapat arahan dari Yusuf.

“Pantas lah papa mama sampai berbondong-bondong ke kantor buat menemui kamu, padahal kita masih tinggal satu atap. Proyek yang kamu dapatkan saja enggak kaleng-kaleng!” batin Kirana yang sudah kembali kemudian memandangi wajah Yusuf dari jarak sudah sangat lelap.

“Sayang, aku belum ngantuk,” rengek Kirana berusaha membangunkan sang suami.

Kirana sampai mencium-i pipi Yusuf lantaran suaminya tetap lelap di antara dengkuran agak keras yang menyertai.

“Mmmm,” gumam Yusuf yang kemudian meraih tangan kanan Kirana seiring ia yang merangkul tubuh istrinya juga. Tanpa berkata-kata karena memang sudah tak sanggup–terlalu ngantuk, Yusuf menggunakan kedua tangannya untuk menepuk-nepuk asal tubuh sang istri.

Yusuf bermaksud membuat Kirana tidur juga, tapi usahanya sia-sia. Karena selain ia yang pada akhirnya makin lelap. Kirana yang sudah seharian penuh tidur juga tetap tidak mengantuk.

Karena Yusuf sudah pulang, Kirana merasa berhak main ponsel. Apalagi terjaga sendirian membuatnya bosan.

Setelah mengambil ponselnya, Kirana juga langsung kembali tiduran di sebelah Yusuf. Ia bahkan tak segan bersandar manja ke Yusuf. Kecupan demi kecupan juga masih kerap Kirana layangkan di wajah, leher, dada, maupun tangan Yusuf, meski sang suami sudah tidak merespons.

Kirana yang awalnya melihat-lihat konten vir.al menjadi terusik oleh sederet notifikasi WA dan itu dari grup SMA angkatannya.

“Penasaran, ... kenapa sampai rame banget padahal sudah dini hari.” Bertepatan dengan Kirana yang membuka ruang obrolan grup tersebut, sebuah foto pria terpampang sangat tampan dan itu Zico.

“Wah ...,” refleks Kirana seiring jantungnya yang menjadi berdetak lebih kencang. Dengan refleks, jempol tangan kanannya yang jadi gemetaran, justru memberi 👍 ke foto Zico.

Di tempat berbeda dan itu di dalam kamarnya, Zico yang sedang gabut parah langsung terusik atas notifikasi like dari kontak baru.

“Siapa, ya? Soalnya dari tadi, aku nyari-nyari Kirana enggak ketemu. Padahal harusnya ada. Namun dari semua kontak maupun foto profil, enggak ada yang Kirana,” pikir Zico yang langsung mengeklik nomor ponsel Kirana. Nomor ponsel yang turut memberi fotonya like, setelah sebelumnya sempat ramai tanggapan jempol juga.

Foto profilnya sepasang boneka tedy bear putih ... jangan-jangan ini Kirana.”

Baik Zico maupun Kirana mendadak deg-degan parah. Zico sengaja menge—chat nomor Kirana.

Zico : Hai ....

Kirana yang masih memandangi foto Zico dan sampai memenuhi layarnya, langsung terusik bahkan deg-degan.

“Hah ...? Si Zico ngechat aku?” batin Kirana yang kemudian refleks menoleh ke suaminya. Di belakangnya, Yusuf masih lelap bahkan sangat lelap.

+628~❤️ : Haii

Zico : Kirana, ya?

+628~❤️ : Iya, ... siapa, ya?

Padahal, belum apa-apa Kirana sudah senyum-senyum sendiri. Sementara di kamar, Zico juga langsung kegirangan. Zico sampai guling-guling dan berakhir jatuh ke lantai.

Terpopuler

Comments

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

lhah Oscar di mana??

2024-11-18

0

Yani Sri

Yani Sri

Oscar siapa?

2024-12-24

0

💞pejuang🤑🤑🤑

💞pejuang🤑🤑🤑

bagus ceritanya

2024-10-15

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!