Tujuh Belas

“Pokoknya aku enggak mau cerai, Mas!”

“Aku beneran enggak mau cerai, apa pun yang terjadi!”

“Kamu juga enggak boleh nikahin wanita item itu!”

“Andai kamu mau tidur bahkan menghamili wanita lain, oke! Cukup itu biar kita impas!”

“Namun andai Mas sampai menikah lagi bahkan Mas tetap menceraikan aku!”

Kirana terus menolak perceraian. Wanita seksi itu tak hentinya meyakinkan Yusuf atas semua yang terlontar dari bibirnya. Selain itu, Kirana juga terus mengikuti ke mana pun Yusuf pergi. Kini, mereka ada di kamar Oskar. Yusuf berniat membawa Oskar bersamanya karena biar bagaimanapun, Oskar merupakan anak angkat Yusuf.

Polisi yang melakukan penggerebegan memang dibagi dua. Sebagian mengikuti Kirana. Sebagiannya lagi mengikuti Zico. Yang ikut Kirana tentu untuk mengabarkan ke orang tua Kirana. Sementara sisanya tentu untuk mengurus ke orang tua Zico.

Di ruang keluarga kediaman Kirana, orang tua Kirana masih gemetaran sekaligus terpukul. Kabar yang mereka terima di waktu yang nyaris mendekati subuh, sungguh membuat mereka terkejut. Nyawa mereka seolah dicabut paksa. Terlebih sejauh ini, Yusuf merupakan menantu yang sangat baik. Yusuf sudah menjadi sumber kehidupan mereka. Karena semenjak ada Yusuf, mereka juga mengandalkan Yusuf. Semuanya Yusuf yang pegang sekaligus urus, dan mereka tinggal terima beresnya saja.

Dua tahun terakhir, Yusuf membuat mereka benar-benar menikmati hidup tanpa harus susah payah bekerja. Selain itu, di mata mereka hubungan Yusuf dan Kirana baik-baik saja. Yusuf yang sangat romantis dan begitu memanjakan Kirana seberapa pun Yusuf sibuk. Juga Kirana yang sangat manja dan tampak jelas tidak bisa tanpa Yusuf.

Sejauh ini, kerikil rumah tangga Yusuf dan Kirana nyaris tidak ada. Hanya sesekali ditodong mengenai kehamilan dan momongan saja. Namun beberapa menit lalu dan sampai dikawal sekaligus dijelaskan oleh polisi. Kabar yang mereka dapatkan sungguh meruntuhkan langit kehidupan mereka.

Kirana terciduk berzina dengan Zico dan sampai direkam menjadi video oleh keduanya, sebelum akhirnya dikirimkan kepada Yusuf maupun istri Zico. Selain itu, Zico dan Kirana juga digerebek di hotel tak lama setelah keduanya melakukan perzinahan. Fatalnya, Yusuf memilih menceraikan Kirana kemudian berniat akan menikahi istri Yusuf secara sah. Yusuf dan Zico, juga Kirana dan istri Zico, melakukan tukar tambah pasangan.

“Papa, Mama nangis,” ucap Oskar masih terkantuk-kantuk.

“Biarin saja. Sekarang kita pulang,” sergah Yusuf memboyong semua pakaian, sepatu, dan juga sebagian besar mainan Oskar ke dalam sebuah koper besar.

“Pulang ke mana, Pa?” tanya Oskar masih bingung.

“Pulang ke rumah nenek!” sergah Yusuf baru saja mengunci kopernya. “Jangan menyentuh anakku!” teriaknya ketika Kirana nekat mendekap Oskar.

Kebersamaan kali ini diakhiri dengan tangis histeris dari Kirana yang tak mau ditinggal apalagi dicerai oleh Yusuf. Yusuf sudah memboyong barang-barangnya. Ada dua koper berukuran besar. Satu berisi pakaian maupun barang-barang Yusuf. Satu lagi berisi milik Oskar.

“Mas ... Mas, aku mohon, Mas! Ayolah Mas! Zico saja rela Mas tidur dengan istrinya!” Kirana terus mengejar Yusuf hingga depan gerbang selaku lokasi Yusuf memarkir mobil travel yang Yusuf sewa.

“Jangan samakan aku dengan pria idamanmu itu. Kami jelas berbeda apalagi mengenai prinsip. Semudah itu dia membiarkan istrinya ditiduri laki-laki lain. Istri versiku hanya untukku. Sementara istri versinya bisa digilir suka rela bahkan dijual jadi pelacu*r sekalian. Siap-siap saja setelah kalian menikah. Kemungkinan kamu digilir cuma-cuma, sangat terbuka lebar. Syukur-syukur cita-citamu hamil anak pria lain juga terwujud di kehidupan barumu setelah bercerai dariku!” tegas Yusuf tak sedikit pun terusik apalagi iba kepada Kirana. Terlebih sejauh ini, Kirana masih saja menyamakan Yusuf dengan Zico. Kirana mengizinkan Yusuf tidur dengan wanita lain, asal tak sampai menikahinya apalagi menceraikan Kirana.

“Kalau Mas tetap pergi dari sini, Mas juga akan kehilangan semuanya, Mas! Mas tidak bisa bekerja di perusahaanku lagi!” tegas Kirana mengancam.

“Yang akan kehilangan semuanya itu kamu, bukan aku. Aku tetap bisa makan meski harus kerja ke orang! Aku juga akan tetap bisa hidup, meski aku tidak bekerja apalagi mengurus perusahaan kamu lagi!” balas Yusuf santai.

Sebelum memasukkan satu koper miliknya, Yusuf sudah memboyong Oskar berikut kopernya.

“Oskar ... Oskar, ayo ikut Mama, sayang!” sergah Kirana berusaha mengambil hati Oskar. Namun lagi-lagi, Yusuf tak mengizinkannya.

Sejauh ini, Yusuf tak sampai kasar apalagi main tangan. Sekadar ucapan saja tak sampai teriak. Yusuf meminta bantuan satpam rumah untuk menahan Kirana agar kepergiannya dari sana aman jaya. Tentunya, sebelum Yusuf benar-benar pergi dari sana, Yusuf juga sudah pamit ke orang tua Kirana.

“Tidak mau bercerai dari Yusuf, kenapa kamu main gila dengan pria lain? Kamu bahkan sampai merekamnya dan ...,” ucap pak Yuda papa Kirana.

Bukan hanya papanya Kirana saja yang marah. Karena sang mama juga kecewa. Orang tua Kirana kecewa berat kepada Kirana. Malahan, pak Yuda berakhir terkena serangan jantung.

“Papaaaaaa!!” jerit Kirana dan sang mama, sama-sama histeris.

Polisi yang ada di sana turut membantu memboyong pak Yuda ke rumah sakit.

***

Bingung menjadi satu-satunya yang Oskar rasakan sekarang. Namun Oskar yakin, bahwa papa mamanya bertengkar. Di sebelah sang papa yang masih menyetir, Oskar hanya diam. Ia takut untuk bertanya, meski pada akhirnya yang ada ia menangis.

“Oskar, ... kenapa kamu menangis?”

“Aku mau sama mama, Papa!”

“Enggak! Mulai sekarang, kita enggak akan dengan mama lagi. Mulai sekarang, Oskar kembali hanya dengan Papa dan nenek!” lembut Yusuf. Dadanya terasa sangat sesak hanya karena mengatakannya. Apalagi di sebelahnya, Oskar sampai tersedu-sedu.

“Kenapa kita enggak sama mama lagi, Pa?” isak Oskar sambil menatap melas sang papa.

“Karena Papa dan mama sudah berpisah. Mama Kirana sudah bukan mamanya Oskar lagi. Sekarang panggil dia tante lagi. Bukan lagi mama Kirana, tapi tante Kirana!”

“Tante Kilana?”

''Iya. Panggil dia tante Kirana saja!”

Satu hal yang membuat Yusuf lega. Oskar bisa menerima arahannya, meski jika dari tanggapan Oskar, Oskar begitu terpukul. Oskar belum siap kehilangan Kirana yang selama dua tahun lebih menemaninya. Iya, dua tahun lebih. Karena meski usia pernikahan Yusuf dan Kirana sudah berjalan dua tahun, sebelum keduanya menikah, Kirana sudah terbiasa menjalin kedekatan dengan Oskar.

“Nanti Oskar punya mama baru lagi,” ucap Yusuf tak lama setelah sesenggukan Oskar, agak lega.

“Mama balu?” bingung Oskar sengaja memastikan. Ia takut salah, tapi ia yakin tadi papanya menyebut bahwa akan ada mama baru untuknya.

Di tempat berbeda, di kamar hotel orang tua Lalisa menginap, penolakan dikatakan dengan sangat lantang oleh orang tua Lalisa. Keduanya kompak menolak rencana pernikahan Lalisa dengan Yusuf.

“Aku mau! Aku beneran mau menikah dengan om Yusuf, Ma ... Pa!” rengek Lalisa dengan suara aslinya.

Terpopuler

Comments

BANG JUPECK

BANG JUPECK

gasss dia Cup

2024-11-20

0

💞pejuang🤑🤑🤑

💞pejuang🤑🤑🤑

kok ada ya orang modelan kirana ama zico

2024-10-15

0

yashandinur

yashandinur

bengek akuh pengen nampol

2024-07-23

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!