“Coba kamu lebih menghargai Zico.”
“Demi keutuhan bisnis keluarga, dia rela jadi tumbal. Dia mau menikahi wanita lain yang sama sekali tidak dia cintai karena yang Zico cintai kamu.”
“Namun karena cinta Zico habis di kamu, dia memutuskan untuk tidak pernah menyentuh istrinya. Dia justru lebih menginginkan kamu.”
“Coba renungi lagi, ... bukankah nasib pernikahan kamu dan Zico sama saja?”
“Kalian sama-sama punya pasangan yang boleh dibilang menguntungkan kalian. Dari Zico yang memiliki istri kaya, tapi tidak pernah Zico cintai. Juga kamu yang punya suami serba bisa, tapi mandul dan membuat sana sini menuduh kamu yang mandul.”
“Kamu terus saja dituduh dan itu membuat kamu merasa sangat stres. Kamu tersiksa dengan pernikahan kamu, hingga tanpa kamu sadari, hadirnya Zico, membuat kamu mati rasa kepada Yusuf. Cintamu ke Yusuf benar-benar sudah tidak ada karena semuanya sudah dimiliki Zico!”
Ucapan seorang wanita yang terus terngiang di ingatan Kirana. Ucapan panjang lebar dari Paramita seorang sahabat, menjadi alasan Kirana mantap melangkah.
Kirana membenarkan saran bahkan anggapan pribadi dari sahabatnya itu. Karena setelah ia mencurahkan semua keadaannya. Baik itu tentang Yusuf yang awalnya membuat dunianya sempurna sebelum hadirnya Zico yang mengubah segalanya. Kirana merasa bahwa Zico JAUH LEBIH BERKORBAN UNTUKNYA.
Bagi Kirana, Zico jauh lebih harus ia hargai ketimbang Yusuf sang suami yang sudah memberinya kesempatan. Yusuf yang setelah mereka menikah, jelas membuat perekonomian Kirana sekeluarga, menjadi lebih bahkan sangat baik.
Awalnya, Kirana berpikir bahwa ia dan Zico tak akan memiliki hubungan lebih. Karena kebetulan, mereka saling membutuhkan. Kirana yang butuh sperma Zico agar dirinya bisa hamil. Juga Zico yang mau menuruti semua mau Kirana dan bagi Kirana, itu karena Zico sangat tulus.
Namun setelah apa yang Paramita katakan, ... Zico benar-benar menghanyutkan dunia Kirana. Sedangkan Yusuf benar-benar sudah tak ada harganya lagi bahkan meski sekadar bayang-bayang dalam kenangan kehidupan Kirana.
Kekuatan kebucinan kepada Zico membutakan dunia seorang Kirana. Kirana menjadi tidak bisa membedakan salah dan benar. Semua perjuangan Yusuf sungguh sia-sia. Terlebih ketika kini akhirnya Kirana bertemu dengan Zico.
Kirana yang akan memasuki lift dan bermaksud menyusul Zico ke kamar hotel pria itu menunggunya. Justru dikejutkan oleh kehadiran Zico di sana.
Zico memakai setelan jas pengantin warna merah dan bagi Kirana yang telanjur bucin, Zico terlihat sangat tampan. Kirana tak hanya terpesona. Sebab hatinya juga terenyuh, seolah dirinya yang sudah sangat tersesat di tengah kegelapan, akhirnya bertemu dengan cahaya terang yaitu Zico. Zico yang mendadak Kirana yakini sebagai cinta sejatinya.
Antara sadar dan memang kurang ajar sebab biar bagaimanapun kini Kirana masih istri orang. Kirana lari masuk ke dalam lift. Tak tanggung-tanggung, ia langsung memeluk Zico sangat erat. Apalagi Zico langsung menyambut.
Zico yang baru saja dibuat gondok oleh Lalisa yang baginya buru.k rupa dan banyak tingkah, seolah diberi bidadari dunia, atas adanya Kirana di sana. Ditambah Kirana yang tampil cantik nan seksi, juga langsung membuat Zico bergairah.
Meski jelas apa yang mereka lakukan selingkuh. Baik Kirana apalagi Zico, tak peduli. Mereka melepas rindu dengan pelukan erat dan juga air mata. Karena Kirana sampai menangis tersedu-sedu. Entah kapan terakhir kali mereka bertemu. Saking khilafnya, mereka tak segan langsung berciu*man bibir juga di sana.
Di anak tangga darurat seberang, Lalisa yang ada di sana refleks kebas. Air mata Lalisa jatuh membasahi pipi menyaksikan laki-laki lucnat yang sudah menikahinya. Laki-laki terbaik versi sekaligus pilihan orang tuanya.
“Iya, polisi. Saya melaporkan perselingkuhan istri saya dengan laki-laki lain. Bisa segera datang ke hotel ....” Meski berlinang air mata juga, di depan lobi, Yusuf yang sengaja bersembunyi di balik tembok sana tetap berusaha tenang. Dengan tegar Yusuf menghubungi polisi. Yusuf mencoba berpikir positif. Toh buat apa juga mempertahankan orang yang jangankan menghargainya, sekadar menghargai dirinya sendiri saja tidak.
“Lebih baik memang berpisah daripada dipaksa bersama dan hasilnya bukan hanya luka. Namun juga dosa dari setiap kehilafan bahkan zi*na di dalamnya!” batin Yusuf memilih pergi.
Yusuf mendatangi satpam, meminta bertemu dengan penanggung jawab hotel.
“Istri saya dan selingkuhannya ada di sini. Saya sudah melaporkannya ke polisi dan sebentar lagi, polisi akan datang. Saya ingin melihat CCTV hotel ini, untuk kepentingan laporan lebih lanjut,” santun Yusuf tegar meski dari kedua matanya, butiran bening terus berlinang.
“Aku pikir kamu tulus. Aku pikir kita akan bersama-sama sampai akhir. Namun karena setitik kekuranganku yang kamu tuduh mandul, ... hubungan ini justru berakhir dengan luka bahkan dosa, Ki!” batin Yusuf membiarkan satpam di hadapannya berunding dengan rekan satpam di pos satpam.
“Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menyesali keputusanku. Termasuk keputusanku menikahimu, meski dulu orang-orang yang mengenalmu memintaku jangan. Bagi mereka, kamu yang gampang bosan tak sepantasnya dinikahi. Selain itu, aku juga tidak akan pernah menyesali keputusanku yang makin mantap menceraikan kamu. Ini yang kamu mau. Semoga saja Zico yang bagimu jauh lebih sempurna bahkan berharga, memang yang bisa membuat kamu bahagia!” batin Yusuf lagi.
“Ini kenapa aku enggak rekam adegan tadi!” sesal Lalisa yang lanjut lari.
Lalisa nyaris menyusul menggunakan lift yang sama, tapi ketika ia menunggu di depan lift, ponselnya berdering dan itu dari pihak hotel. Lalisa dengan cekatan, segera menjawabnya.
“Hah ... enggak, aku enggak boleh nangis. Air mataku terlalu berharga buat orang seperti Zico. Heh, kampret Zico ... jangan tanggung-tanggung! Apaan cuma ciu*uman. Sekalian saja ena-ena dengan wanita spek bidadari versi kamu itu. Terus jangan lupa, videonya kirim ke aku! Biar kamu beneran hanc.ur sehancu*r-hancu*rnya!” batin Lalisa.
Selain masih kerap berlinang air mata, Lalisa jug masih berunding dengan pihak hotel melalui sambungan ponsel. Tak lama kemudian, Lalisa sengaja menggunakan lift. Ia masuk dan tanpa diduga ada yang menyusul masuk.
Bukan hanya Yusuf yang langsung menatap aneh Lalisa. Karena Lalisa juga lebih dari itu. Lalisa sangat terkejut karena Yusuf yang langsung ia kenali sebagai kriteria suami idamannya, justru ada di hadapannya.
“Maaf, ... saya mau ke lantai lima. Mbaknya mau ke lantai berapa?” santun Yusuf sudah langsung menjaga jarak.
“Sama. Lima juga maksudnya!” ucap Lalisa refleks dan itu dengan suara aslinya. Namun karena keceplosan, Lalisa sengaja melangkah ke belakang lift sambil menyeka air matanya. Tadi, ia melihat ekspresi Yusuf yang tampak kaget lantaran ia keceplosan berbicara dengan suara asli. Karenanya, ia sengaja menjaga jarak dari Yusuf agar pria itu tak sampai memperhatikannya bahkan lebih.
“Kok rasanya aneh banget ya? Mendadak canggung gini,” batin Yusuf yang kemudian membuat lift mereka berada naik ke lantai lima selaku lantai tujuan mereka. Lantai di mana kamar Kirana dan Zico berada.
“Kenapa kita tidak menikah saja?” ucap Kirana.
Di belakang pintu hotel, Kirana membiarkan dress bagian dadanya turun. Hingga tersisa br*a merah yang masih membungkus asetnya. Di singgung pernikahan, Zico yang membuat penampilan Kirana berantakan, langsung tercengang. Perlahan tapi pasti, kedua mata Zick menatap kedua mata Kirana dengan tatapan goyang penuh keraguan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 61 Episodes
Comments
💞pejuang🤑🤑🤑
lanjut
2024-10-15
0
Hilmiya Kasinji
tindakan yusuf pintar.... langsung laporin polisi kasus perzinahan, biar cerainya gampang
2024-07-22
2
Firli Putrawan
skrg s usup lg dpt karma dr alina dl dia minta poligami karna alina mandul skrg dia d gt in sm s Kirana sakit kan suf
2024-07-11
0