Empat Belas

Dunia terasa sangat berat bagi Lalisa apalagi Yusuf. Yusuf yang sudah telanjur menyayangi Kirana, sementara Lalisa yang takut menjalin hubungan karena ulah laki-laki lucnut seperti Zico.

“Enggak ... enggak. Aku percaya cinta sejati beneran ada asal aku bersama orang yang tepat. Tepat yang dalam artian, dia tulus mencintaiku. Bukan hanya karena fisik maupun materi yang kumiliki. Namun karena kami memang nyaman. Aku beneran enggak cari yang sempurna. Karena yang sempurna belum tentu bisa mencintaiku dengan tulus andai dia dipasangkan dengan aku. Seperti om-om keren di sebelahku contohnya. Bagiku, dia suami idaman sampai romantis ke istri gitu. Namun belum tentu, dia begitu andai dipasangin sama aku. Eh tunggu, atas dasar apa dia dipasangin dengan aku?” pikir Lalisa yang lagi-lagi dihebohkan dengan pemikirannya sendiri.

Setelah sempat berada di lift sama dan tujuan lantai pun masih sama, Lalisa dan Yusuf kembali terdiam di pinggir lift. Yusuf masih menunduk lemas. Sesekali air matanya jatuh ke lantai. Di sebelahnya, Lalisa yang memergokinya jadi penasaran. Namun, Lalisa tak berniat mengusiknya.

Dalam diamnya, Lalisa dan Yusuf tengah mengalami trauma hubungan, tapi di waktu yang sama, keduanya juga berusaha menepisnya. Di sisi dalam diri meraka meminta mereka menyerah agar mereka tak disakiti seenaknya oleh pasangan yang sudah mereka cintai dengan tulus. Namun di sisi yang lain, mereka diminta untuk tidak trauma. Sebab di dunia ini, tak semuanya seperti pasangan mereka yang sekarang.

“Waras ... waras, aku beneran harus waras! Mereka saja bisa bahagia di atas luka bahkan keterpurukanku. Kenapa aku malah terpuruk? Aku berhak bahagia. Apalagi aku masih punya keluarga. Aku masih punya mama dan juga anak yang sangat bergantung kepadaku. Aku enggak boleh down. Justru andai aku down apalagi mengemis ke Kirana, yang ada harga diriku makin diinjak. Iya ... ikhlas ... lepas! Aku terlalu berharga untuk dilukai oleh mereka. Lanjutkan penggerebegan. Tuntut mereka, ceraikan Kirana!” batin Yusuf makin berderai air mata. Ia amat sangat emosi.

Emosi yang membuat dirinya seolah nyaris meledak, membuat tubuh Yusuf gemetaran. Kedua tangan berototnya mengepal kencang. Lalisa yang melihat itu yakin, Yusuf sedang tidak baik-baik saja bahkan sangat emosional.

“Om ... eh, Pak? Eh, Om ...?” takut Lalisa kepada pria yang berdiri di sebelahnya. Jarak mereka hanya sekitar satu meter.

Mendengar suara dari sebelahnya dan bagi Yusuf tidak asing, Yusuf refleks mengernyit. “Kok kamu di sini?” heran Yusuf sambil buru-buru menyeka air matanya menggunakan kedua jemari tangannya. Namun karena jemari tangan tak sampai membuat air matanya terhapus sempurna, ia sengaja menggunakan kemeja lengan panjangnya yang memang ia singsing hingga siku.

“Dali tadi kan aku memang di sini, Om,” lirih Lalisa.

“Ya maksudnya, kenapa kamu di sini? Kamu habis nikah?” balas Yusuf sambil menatap Lalisa. “Kamu yang kemarin di butik itu, kan?” lanjutnya dan yang ditatap langsung mengangguk pelan. Benar-benar tak bersemangat. “Terus?”

“Suamiku main gil*a sama wanita lain di salah satu kamal yang ada di lantai ini. Jadi aku sengaja tunggu bial tepat sasalan. Aku mau celai,” ucap Lalisa sambil menunduk pasrah.

“Kalian beneran baru menikah kan?” sergah Yusuf memastikan karena terbawa emosi. Karena Lalisa mengangguk, Yusuf sengaja berkata, “Kamu yakin enggak salah lihat apa salah info?”

“Ada bukti ... dia memang enggak suka aku. Dia kasal banget, tapi olang tuaku mewajibkan aku nikah sama dia. Kalena bagi olang tuaku, dia laki-laki sangat bertanggung jawab yang juga paling tepat menjadi suamiku!” jelas Lalisa masih menunduk pasrah.

“Dunia makin krisis orang waras!” batin Yusuf sambil mendengkus pasrah.

Setelah sama-sama diam, Yusuf melirik Lalisa. Di sebelahnya, Lalisa tak kalah pasrah. “Kalau baru nikah, mending pembatalan pernikahan saja. Jangan cerai. Cerai bisa bikin status kamu jadi janda. Sementara kalau pembatalan, kamu enggak rugi-rugi amat. Terus, kamu juga harus tuntut dia,” ucapnya yang kemudian menghubungi Kirana.

Sudah tiga puluh menit lebih Yusuf menunggu di lantai sana. Lantai di mana Kirana dan Zico sedang bersama-sama. Dirasa Yusuf, harusnya itu sudah lebih dari cukup. Ditambah lagi, polisi yang ia undang juga sudah datang. Empat orang polisi baru keluar dari lift bersama manager hotel. Selain itu, dua orang satpam juga turut serta.

Lalisa langsung menatap manager hotel penuh arti. Pria berwajah tenang itu buru-buru mendekatinya.

“Kok sampai bawa polisi? Mantap banget!” ucap Lalisa dengan suara aslinya. Namun, ia berbisik-bisik agar yang lain termasuk Yusuf tak mendengarnya.

“Ini di luar perkiraan kami, Nona Lalisa,” sergah sang manager bernama Martin tersebut.

“Hah, maksudnya gimana?” kepo Lalisa yang kemudian diberi informasi oleh pak Martin. Bahwa wanita yang main gil*a dengan suaminya justru istri dari pak Yusuf yang membawa polisi. Jadi, alasan polisi datang ke sana karena permintaan Yusuf yang akan melakukan penggerebekan.

“Innalilahi ... ini serius?!” refleks Lalisa nyaris menjerit saking tidak percayanya. Namun di hadapannya, Martin yang mengabarkan langsung mengangguk-angguk.

“Hah ... wanita seksi itu ... ah istrinya si om Yusuf ini. Ya ampun ... kebetulan banget!” batin Lalisa yang kemudian bergegas menghampiri Yusuf. Di depan, Yusuf tampak berusaha menelepon seseorang, tapi tak kunjung mendapatkan balasan.

Ketika Yusuf akan kembali mencoba menelepon seseorang, Lalisa sengaja berkata, “Om! Telnyata yang sama suami luknut-ku itu isteli Om!”

Mendengar apa yang Lalisa katakan, Yusuf langsung syok. Ia menatap tak percaya Lalisa bersama otaknya yang mendadak tak bisa berpikir. “Kebetulan banget?” pikirnya.

Di dalam kamar, ponsel Kirana kembali berdering. Di dalam tas tangan warna putih yang ada di meja, ponsel Kirana terus berdering. Dering telepon masuk.

“Baby ... aku angkat telepon dulu!” sergah Kirana yang sudah tak berbusana dan tubuhnya pun masih ditindih Zico yang begitu bersemangat melakukan gerakan cepat dan membuat tubuh mereka terus menyatu.

“Apaan sih? Ngapain mikirin telepon!” tolak Zico. Tak beda dengan Kirana, ia yang tak lagi memakai pakaian, juga sudah kuyup peluh keringat. Ia tak mengizinkan Kirana pergi bahkan sekadar geser meski hanya sedikit.

“Takutnya itu suamiku. Nanti kalau dia curiga gimana?!” ujar Kirana dengan napas tak beraturan.

“Ngapain kamu masih mikirin suami kamu, sementara tadi, kamu minta aku nikahin kamu?!” kesal Zico yang sengaja membenamkan wajahnya di leher Kirana kemudian melakukan sesapan demi sesapan sangat kuat. Ia sengaja melakukannya agar meninggalkan bekas jelas sekaligus dalam jumlah banyak di leher Kirana. Yang mana, ia juga makin bersemangat atas desa.han demi desa.han penuh kenikmatan selaku respons yang Kirana berikan.

Lagi-lagi ulah Zico membuat Kirana lupa daratan. Kirana tak lagi ingat Yusuf yang masih ia anggap sebagai suami. Suami yang ia khawatirkan mengetahui apa yang sedang ia dan Zico lakukan.

Tanpa Kirana sadari, Zico yang masih memegang kendali permainan mereka, tersenyum puas ke ponsel yang ia taruh di atas ranjang pertempuran mereka. “Heh Yusuf ... dengar racauan istrimu yang begitu menikmati permainanku. Lihat, di mana letak harga dirimu setelah aku berhasil membuat istrimu bertekuk lutut seperti ini!” batin Zico. Kata-kata yang juga ia kirimkan via pesan setelah video pertempuran panasnya dan Kirana yang diam-diam ia rekam, juga ia kirimkan ke nomor Yusuf.

Pertarungan panas di ranjang yang Kirana lakukan membuat wanita itu kelelahan. Kirana langsung tidur tanpa tahu bahwa Zico mengendalikan ponselnya. Karena setelah mengirimi Yusuf video mereka yang sedang beraksi, Zico juga mengirimnya lewat WA Kirana. Karena memang begitu niat Zico. Menghancurkan Yusuf sekaligus rumah tangga Yusuf dan Kirana.

“Oh lupa ... si bur*ik rupa juga wajib tahu. Level wanita yang akan kusentuh itu minimal seperti Kirana!” batin Zico yang segera mengirimkan video ke Lalisa dengan pesan yang sangat nyelekit.

Terpopuler

Comments

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

masuk bui dah berdua

2024-11-18

0

💞pejuang🤑🤑🤑

💞pejuang🤑🤑🤑

goblok bgt selingkuh kok di kirim ke pasangan sahnya

2024-10-15

0

Elizabeth Zulfa

Elizabeth Zulfa

goblok kok dipelihara... za jelaslah chat & vidio zg elo kirimin bs buat bukti otentik bagi Yusuf dan lalisa😏😏

2024-08-30

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!