Sebelas

Zico tetap dengan misinya. Yaitu menikahi Lalisa demi bisa mendapatkan keuntungan. Agar dirinya bisa menekan Lalisa hingga Lalisa dengan mudah ia berdaya.

Berbekal wajah tampan sekaligus tubuh bagus, Zico yakin Lalisa akan menjadi istri teraniaya dan bisanya hanya nangis. Ke depannya hidup Zico akan sangat enak karena Lalisa pasti tunduk kepadanya. Cukup menikahi Lalisa, setelah itu Zico bebas. Termasuk juga merebut Kirana kemudian menghan.curkan rumah tangga Kirana dan Yusuf.

Pagi ini, Zico sengaja keluar untuk menjalani persiapan pernikahannya dengan Lalisa. Kebetulan, pernikahannya dan Lalisa, ada di hotel yang sama dengan hotel dirinya janjian dengan Kirana. Seniat itu Zico menghancu.rkan Lalisa. Tak kalah niat dari dirinya dalam menghan.curkan hubungan Kirana dan Yusuf. Hingga Zico dengan sengaja menjadikan hotel dirinya dan Lalisa menggelar acara pernikahan, untuk acara dirinya dan Kirana senang-senang.

Tak beda dengan Zico, Yusuf juga mantap dengan misinya. Yusuf hanya pura-pura pergi keluar kota, tapi sebenarnya Yusuf tengah memantau aktivitas Kirana. Di jalan sekitar rumah orang tua berada, Yusuf masih berada di dalam mobil travel yang sengaja ia sewa. Sampai pukul sembilan pagi, terpantau Kirana belum keluar dari rumah. Yusuf kerap memastikan arloji di pergelangan tangan kirinya, kemudian berganti pada layar ponsel di tangan kanannya.

Di dalam rumah, Kirana tengah gundah gulana. Ia masih merasakan sisa-sisa peringatan keras dari Yusuf dan masih membuatnya galau sekaligus kepikiran. Kirana duduk di pinggir tempat tidur. Ia sudah mandi, tapi ia tetap hilang arah. Kemudian, yang ia lakukan ialah mendatangi kamar Oskar. Di dalam kamar, Oskar tengah mewarnai buku dengan sang pengasuh.

Kirana berusaha mendekati Oskar. Bocah itu langsung tersenyum menyambutnya. Kemudian, Oskar memberikan satu lembar buku selesai diwarnai. Ternyata itu berisi gambar yang dikata Oskar merupakan potret keluarga kecil mereka. Ada papa dan itu Yusuf, ada mama dan itu Kirana, sementara bocah di antara keduanya merupakan Oskar.

Sementara itu di hotel, Zico sudah memakai pakaian pengantin bernuansa putih lengkap dengan pecinya. Zico tampal sangat gagah di mata semuanya, kecuali Lalisa. Karena di mata Lalisa, Zico yang selalu bersikap arogan bukannya mempesona, tapi kebanyakan gaya.

“Yang ada jadi mual kalau lihat tuh orang!” batin Lalisa ketika akhirnya, Zico yang diantar orang tuanya, duduk di sebelahnya. Lalisa yang sudah kembali berkulit hitam mengkilap, sengaja geser.

Lalisa menjaga jarak dari Zico, hingga pria beranting hitam itu langsung tersindir. “Eh, ... mungkin Lalisa terlalu gugup dekat-dekat aku, makanya dia sengaja jaga jarak!” batin Zico masih sangat percaya diri.

“Bentar, ... kok dia kayak bau alko.hol?” batin Lalisa yang kali ini membiarkan rambutnya disanggul sederhana.

Lalisa tetap tidak mau tampil spesial, meski orang tuanya sudah sangat memaksanya. Orang tua Lalisa berharap Lalisa berdandan layaknya putri keraton maupun putri kerajaan modern. Semuanya serba mahal, serba bagus, dan tentunya akan membuat semua mata yang melihat terpukau. Meski tanpa semua itu juga, semua mata juga tetap tertuju ke Lalisa. Namun, cara mereka menatap Lalisa cenderung syok, tak habis pikir, bahkan ilfeel. Cara memandang yang tak beda dengan cara Zico kepada Lalisa.

Ijab kabul Zico dan Lalisa, segera dimulai. Acaranya disaksikan oleh keluarga sekaligus kerabat terdekat. Tanpa halangan berarti, ijab kabul yang Zico lakukan dinyatakan sah.

Ketika adegan sungkem dan harus Lalisa lakukan, Lalisa melakukannya hanya dengan ujung jemari kedua tangan. Sementara Zico sengaja memalingkan wajah sambil menahan jiji.k. Malahan saking jiji.knya kepada Lalisa, Zico refleks mual-mual, hingga dengan segera, Lalisa merem.as kedua tangan Zico yang tengah disalami.

“Aaarrgggg!” Zico berteriak dan refleks mengumpat, tapi sang mama segera bergerak cepat. Sang mama segera membekap mulut Zico, memenuhinya dengan potongan bolu yang menjadi hidangan di meja belakang.

“Ingat, ... sabar! Keluarga kita akan langsung jadi remukan rengginang andai kita tidak dibantu keluarga lalisa!” bisik ibu Meganti dan langsung membuat Zico mau tak mau harus pasrah.

Zico melirik sebal sang mama kemudian berganti kepada Lalisa. Seperti biasa, Lalisa menatapnya bengis. Padahal baginya, yang seharusnya menatap bengis begitu ialah dirinya kepada Lalisa.

“Pantas kamu bur.uk rupa. Yang buru.k saja belagu, apalagi kalau kamu cantik! Ciihhhh!” batin Zico sibuk memaki, di tengah tatapannya yang masih menatap kesal kedua mata wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu. “Tunggu pembalasanku! Malam ini juga aku pastikan, harga diri kamu benar-benar hancu.r!” batin Zico lagi.

Di waktu istirahat hingga acara resepsi digelar, Zico terus berusaha menghubungi Kirana. Pesan apalagi telepon suara, terus Zico lakukan. Namun, nomor ponsel Kirana tetap tidak aktif. Karenanya, Zico mengutus temannya untuk mencari informasi tentang Kirana. Seolah Tuhan merestui niatnya, Zico akhirnya berhasil mendapatkan kontak Paramita.

Paramita merupakan sahabat Kirana dan dulu juga cukup akrab dengan Zico. Hingga dengan mudah, Paramita menghubungi Kirana ke nomor rumahnya.

“Zico nunggu kamu banget. Ayo, hargai perjuangannya. Apalagi kamu bilang, suami kamu sedang keluar kota,” ucap Paramita dari sambungan telepon.

Mendengar itu, Kirana yang tengah menemani Oskar menyusun lego di ruang keluarga, langsung dilema. Terlebih pada kenyataannya, cintanya kepada Yusuf belum sepenuhnya kembali utuh. Masih ada Zico di dalam hati Kirana. Keadaan yang terjadi hanya karena sedikit kekurangan Yusuf dan itu belum ada bukti akurat. Karena kemandulan yang Kirana tuduhkan kepada Yusuf, hanya mengandalkan masa lalu Yusuf. Kirana belum mengetahui kesehatan terbaru Yusuf karena ia masih menolak pemeriksaan yang Yusuf tawarkan agar mereka sama-sama menjalaninya.

Suasana sudah makin gelap karena kini sudah pukul tujuh malam. Yusuf yang menunggu di dalam mobil juga sudah mulai ngantuk meski seharian ini, Yusuf tetap sibuk mengurus pekerjaan.

“Sampai sekarang masih aman. Namun aku begitu yakin, Zico akan melalukan tindakan nekat. Orang seperti dia pasti akan melakukan segala cara. Apalagi sesuai rencana, dia yang jiji.k kepada istrinya ngakunya hanya akan menyentuh Kirana. Malam pertama yang harusnya dia lakukan dengan istrinya pun akan dia lakukan dengan,” batin Yusuf seketika bengong seiring pandangannya yang memergoki mobil sedan putih milik istrinya, keluar dari rumah.

Yusuf refleks melepas kacamata beningnya secara pelan. Tatapannya jadi hanyut melepas kepergian mobil sang istri yang sudah ada di hadapannya. Dunia Yusuf seolah mendadak berputar lebih lambat, terlebih di dalam sana, istrinya yang tampil cantik memakai gaun warna hitam tak berlengan, menyetir sendiri.

Kirana menggerai rambut panjangnya dan memoles bibirnya dengan lipstik merah menyala. Kirana tampak sangat buru-buru, tak sabar, tapi juga ketakutan. Yusuf bisa merasakannya seiring rasa kecewa dalam dirinya kepada Kirana, yang langsung tak terbendung.

“Baiklah ... baik. Ini sudah cukup!” batin Yusuf sambil menahan tangis. Ia segera menyisihkan laptop maupun berkas dari pangkuannya. Ia langsung membuntuti Kirana yang ia yakini akan ketemuan dengan Zico. Yusuf yakin kedua sejoli itu tetap akan menjalani rencana sebelumnya.

Terpopuler

Comments

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

cari mati Kirana, sdh kejadian dg zedev G kapok jg... G mau disayang ni

2024-11-18

0

💞pejuang🤑🤑🤑

💞pejuang🤑🤑🤑

seng sabar ya suf

2024-10-15

0

💞pejuang🤑🤑🤑

💞pejuang🤑🤑🤑

remukan rengginang😂😂 runtukan dhong

2024-10-15

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!