BAB 5 Dikejar Preman

Baron Cs sedang makan mie goreng pedas level 15, di samping mangkok terdapat segelas kopi hitam yang tinggal setengah. Di warung kopi langganannya tidak hanya dia yang nongkrong, di sana ada Ucrit dan si Embul yang sedang berkacak pinggang memperhatikan jalanan. Mereka tadi melihat mobil Berry ke arah rumah tua. Mereka menduga Berry akan menjemput pacarnya si Beena dari rumah tersebut.

Santer terdengar hubungan Berry dan Beena yang begitu dekat. Apalagi kalau Beena mempunyai masalah dengannya, tentu saja Berry yang selalu ada di garda terdepan dalam membela Beena.

Mereka yakin sekali Berry akan menjemput kekasihnya itu. Dengan matanya yang tajam mereka menatap jalanan, berharap mobil yang ditumpangi mereka akan segera lewat.

Benar saja mobil jeep berwarna orange melintasi warung kopi yang terlihat ramai pengunjung. Dengan cepat Ucrit dan Embul membawa lari motornya mengikuti arah mobil jeep itu berjalan. Sementara Baron hanya menatapnya dengan puas.

"Sebentar lagi kau akan menerima akibat dari perbuatanmu sendiri Beena!" Ia meremas kerupuk yang sedang dipegangnya.

...****************...

Jalanan kota terlihat begitu sepi. Sesekali petir menyambar seolah hujan akan turun. Suara petir yang membahana tidak sedikitpun mengusik Beyza dari tidurnya. Beyza masih tertidur pulas di jok belakang.

Beena melihat sebuah motor yang sedang mengikutinya lewat kaca spion. Ia menoleh ke belakang untuk memastikan penglihatannya.

"Ber sepertinya ada motor yang mengikuti kita!"

"Yang bener?" Berry melihat di kaca spion kebenaran ucapan Beena.

"Weh itu kan si Ucrit sama si Embul. Waduh cari perkara aja tuh mereka. Ga tau apa, siapa Berry? Si jago silat dari Cibeureum." Ujar Berry sedikit menyombongkan diri.

"Ga usah diladeni Ber, mendingan kamu bikin mereka kehilangan jejak kita." Titah Beena cemas.

Beena sudah tahu, incaran mereka pasti berkaitan dengan keberadaan Beyza yang sekarang berada di tangannya. Sesekali Beena melihat wajah tak berdosa itu. Sungguh ada kedamaian di wajahnya yang polos.

"Oke cantik apa sih yang engga buat kamu?"

"Ck..... basi tahu engga?"

Berry tertawa renyah. Ia paling senang menggoda orang yang paling dicintainya itu. Lebih tepatnya cinta yang sulit digapai. Beena terlihat cantik kalau sedang marah apalagi kalau sedang tersenyum. Kacantikannya berlipat-lipat, walaupun agak tertutupi dengan dandanannya yang nyentrik.

Berry dengan cekatan memutar arah dan bermain mengalihkan perhatian lawan. Di jalanan Berry memang jagoannya. Ia termasuk salah satu pembalap yang tidak diragukan lagi eksistensinya.

Tidak lama Berry mempermainkan lawan di jalanan. Mereka sudah tidak nampak dari penglihatan, karena saat ini Berry mengalihkan mobilnya masuk tol.

"Loh kenapa lewat tol?" Tanya Beena bingung

"Tenang aja kita jalan-jalan dulu, oke! Yang penting kita selamat." Berry tertawa riang.

Sudah lama ia ingin jalan berdua dengan Beena. Terlintas pikirannya untuk masuk tol agar lebih lama bersama Beena malam itu.

"Iya selamat tapi lama banget nyampenya. Harusnya kita nyampe tiga puluh menitan, kalau masuk tol jadi muter-muter jalannya."

"Udah jangan berisik Beena sayang. Hanya ini jalan alternatif agar terhindar dari kedua cecunguk itu. Paham dikit dong, sayang!"

"Iiish sayang-sayang jangan kau panggil aku sayang di depan anak kecil. Nanti dia salah paham."

"Itu yang aku inginkan. Semakin banyak orang yang salah paham dengan hubungan kita semakin cepat kita dipersatukan dengan ikatan cinta." Berry tertawa lagi.

"Iiish kamu yang senang. Aku yang enggak. Aku tuh pengen punya suami yang ngerti agama biar bisa membimbingku ke jalan yang benar."

"Wedeeh incaranmu pak ustadz dong. Jangan bilang kalau kamu ngincar ustadz Jupri?" Tuduh Berry masih dengan senyumannya.

"Dih kayak ga ada yang lain aja. Dia udah punya istri."

"Kali aja kamu mau jadi istri yang kedua." Berry tertawa lagi.

"Sembarangan. Aku ga mau jadi perempuan pelakor. Ih serem." Beena bergidik ngeri dengan panggilan pelakor.

Jalanan semakin sepi. Rintik hujan semakin deras. Tak berlangsung lama hujan pun turun dengan derasnya. Berry tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia ingin cepat sampai rumah Beena. Ia tampak kelihatan lelah.

"Kamu capek ya, Ber?"

"Engga aku kuat kok." Berry menguap berkali-kali.

"Hentikan mobilnya gantian aku yang nyetir. Kamu tidur oke!" Titah Beena merasa khawatir.

"Udah ga apa-apa, aku masih kuat kok." Berry mengabaikan titah Beena.

"Jangan ngeyel. Aku bilang berhenti, sekarang!" Suara Beena sedikit meninggi sehingga Berry menghentikan mobilnya secara mendadak tepat saat keluar dari tol.

"Aduh Berry biasa aja kali ngeremnya!" Beena hampir saja kepentok dashboard.

"Iya maaf aku tadi kaget kamu berteriak." Kata Berry beralasan.

"Siapa yang berteriak. Cuma suaraku dikencengin aja biar kamu dengar. Tuh matamu sudah kelap-kelip. Aku turun ya!" Beena berniat membuka pintu mobil namun dicegah Berry.

"Eeh jangan kamu yang turun, biar aku aja. Lagian di luar hujan gede, nanti kamu masuk angin karena kehujanan." Berry begitu mengkhawatirkan Beena.

"Iiish apan sih, yang ada kamu engga bisa tidur kalau kamu yang kehujanan. Sudah biar aku saja yang turun." Beena keluar dari mobil.

Sebelum menutup pintu, Beena mendengar teriakan para preman yang jaraknya sekitar 50 meter.

"Hey lihat, incaran kita ternyata tidak jauh dari sini." Teriak salah satu preman yang melihat keberadaan Beena.

Suara mereka terdengar jelas oleh Beena yang masih berdiri di tengah pintu mobil.

"Berry aku titip Beyza. Bawa Beyza ke rumahmu atau ke tempat yang aman. Aku akan mengecoh perhatian mereka." Beena meraih guling dan selimut yang sudah ia persiapkan untuk menyelimuti Beyza.

"Bee kamu mau kemana, masuk lagi Bee masuk!" Titah Berry yang merasa khawatir. Mendadak rasa kantuknya hilang.

"Kamu jalan, selamatkan Beyza! Kamu harus percaya sama aku. Aku akan baik-baik saja. Cepat jalan mereka semakin mendekat!" Beena tidak peduli dengan hujan yang mengguyur tubuhnya.

Ia membawa guling yang sudah diselimuti dengan selimut tebal. Beena hanya ingin mengecoh perhatian para preman.

"Lihat Beena lari ke sana sambil membawa anak kecil itu!" Ucrit menunjuk dengan dagunya. Ia mengira yang dibawa Beena adalah Beyza.

"Kita kejar cewek rese itu atau kita kejar mobilnya Berry?" Tanya Embul masih fokus menyetir motor dengan perlahan.

"Kejar si cewek rese itu! Tambang emas ada pada dia. Abaikan si Berry!" Teriak Ucrit yang berada di belakang Embul.

"Gila! Cewek rese itu larinya kenceng banget. Bul.. lihat dia malah lari lewat sawah. Hadeuh bikin repot saja tuh bocah!" Ucrit merasa kuwalahan.

Pengejaran Beena tidak mungkin ia lakukan dengan motor. Mau tidak mau mereka pun meninggalkan motornya di pinggir jalan hanya untuk mengejar Beena.

Terpopuler

Comments

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

preman itu jangan sampai menemukan beena

2024-09-22

9

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

Mereka tertipu 🤭

2024-09-19

4

Rafka

Rafka

siapa yg meninggal 🙄😲🥲

2024-09-05

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Lolos dari Preman
2 BAB 2 Awal Pertemuan
3 BAB 3 Doa Beyza
4 BAB 4 Membawa Beyza Pergi
5 BAB 5 Dikejar Preman
6 BAB 6 Digerebeg Warga
7 BAB 7 Mendadak Nikah
8 BAB 8 Jodoh Istimewa
9 BAB 9 Beena Memilih Pergi
10 BAB 10 Ingin Memulai
11 BAB 11 Beena Berduka
12 BAB 12 Keinginan Beyza
13 BAB 13 Nasihat Rena
14 BAB 14 Ternyata Berry
15 BAB 15 Menghadiri Konser
16 BAB 16 Terjebak Air Mineral
17 BAB 17 Malam Pertama
18 BAB 18 Penangkapan Beena
19 BAB 19 Akhirnya Ditahan
20 BAB 20 Pertemuan Berry
21 BAB 21 Gagal
22 BAB 22 Harapan Elzan
23 BAB 23 Cerita Beena
24 BAB 24 Perhatian Elzan
25 BAB 25 Dilematis
26 BAB 26 Jujur
27 Sekilas Info
28 BAB 27 Bertemu di Konser
29 BAB 28 Pertemuan Lisa & Berry
30 BAB 29 Rahasia Terbongkar
31 BAB 30 Penangkapan Baron
32 BAB 31 Perasaan Lisa
33 BAB 32 Elzan Di Keroyok
34 BAB 33 Menghirup Udara Bebas
35 BAB 34 Kecerobohan Elzan
36 BAB 35 Elzan Meminta Maaf
37 Sekilas Info
38 BAB 36 Kedatangan Orang Tua
39 BAB 37 Siapa Wanita Itu?
40 BAB 38 Akhirnya Terbongkar
41 BAB 39 Kejujuran Elzan
42 BAB 40 Penangkapan Bu Retno
43 BAB 41 Momen kebersamaan
44 BAB 42 Sebuah Pilihan
45 BAB 43 Bertemu Berry
46 BAB 44 Berry Tidak Peka
47 BAB 45 Menunggu Beena
48 BAB 46 Pengakuan Beena
49 BAB 47 Penangguhan Beena
50 BAB 48 Hampa
51 BAB 49 Tawaran Berry
52 BAB 50 Tekad Berry
53 BAB 51 Obat Rindu
54 BAB 52 Bisik-bisik Tetangga
55 BAB 53 Mulai Klarifikasi
56 BAB 54 Klarifikasi Lanjutan
57 BAB 55 Senjata Makan Tuan
58 BAB 56 Bertemu Mertua
59 BAB 57 Penolakan Retno
60 BAB 58 Kesepakatan
61 BAB 59 Dinner
62 BAB 60 Cerita Beena
63 BAB 61 Kemarahan Elzan
64 BAB 62 Sebuah penyelesaian
65 BAB 63 Penolakan Beena
66 BAB 64 Bertemu Beyza
67 BAB 65 Sarapan Bersama Mertua
68 BAB 66 Sebuah Tamparan Asik
69 BAB 67 Doa Beena
70 BAB 68 Nasihat Abah
71 BAB 69 Malu
72 BAB 70 Tamparan Keras
73 BAB 71 Menangkap Basah
74 BAB 72 Beena diusir
75 BAB 73 Kejujuran Berry
76 BAB 74 Berry melamar Lisa
77 BAB 75 Kerusuhan Bu Retno
78 BAB 76 Si Julid Beraksi
79 BAB 77 Terungkap
80 BAB 78 Sekelumit tentang Retno
81 BAB 79 Elzan Akhirnya Tahu
82 BAB 80 Pengakuan Bu Retno
83 BAB 81 Titip Retno
84 BAB 82 Pilihan Buat Retno
85 BAB 83 Demi Popularitas
86 BAB 84 Belum Bisa Memaafkan
87 BAB 85 Kecurigaan Beena
88 BAB 86 Merasa Bersalah
89 BAB 87 Belum Saatnya
90 BAB 88 Luapan Emosi Beena
91 BAB 89 Kembali Normal
92 BAB 90 Bukan Aku
93 BAB 91 Sekelumit Kisah
94 BAB 92 Menjenguk Bisma
95 BAB 93 Sulit Menerima
96 BAB 94 Sisi Lain Beena
97 BAB 95 Beena Menjenguk Bisma
98 BAB 96 Pilihan Buat Retno
99 BAB 97 Pengusiran Retno
100 BAB 98 Pilihan Sulit
101 BAB 99 Bisma Hilang?
102 BAB 100 Akhirnya Bisma sadar.
103 BAB 101 Beena Menjenguk Bisma
104 BAB 102 Sumber Kekuatan Bisma
105 BAB 103 Beena Merasa Takjub
106 BAB 104 Pertama di Rumah Bisma
107 BAB 105 Rencana Lamaran
108 BAB 106 Ternyata bukan Lisa
109 BAB 107 Lisa Sang Penolong
110 BAB 108 Perhatian Berry
111 BAB 109 Sulit Melepasmu
112 BAB 110 Menjenguk Nenek
113 BAB 111 Sekilas tentang Retno
114 BAB 112 Keputusan Abah
115 BAB 113 Retno Menyesal
116 BAB 114 Ujian Buat Retno
117 BAB 115 Keputusan Papa
118 BAB 116 Kebahagiaan Berry
119 BAB 117 Ketika Bara Diuji
120 BAB 118 Bertemu Aminati
121 BAB 119 Niat hijrah Aminati
122 BAB 120 Jatuh dari Tangga
123 BAB 121 Beena Siuman
124 BAB 122 Elzan Junior
125 BAB 123 Kedatangan Berry Lisa
126 BAB 124 Bisma Memaksa Ikut
127 BAB 125 Satu Permintaan Bisma
128 BAB 126 Menghadiri Akad Nikah
129 BAB 127 Fakta Baru
130 BAB 128 Rena Murka
131 BAB 129 Ziarah ke Makam Arumi
132 BAB 130 Ikut Sholat Berjamaah
133 BAB 131 Melepasmu (End)
134 Promosi Karya Baru
Episodes

Updated 134 Episodes

1
BAB 1 Lolos dari Preman
2
BAB 2 Awal Pertemuan
3
BAB 3 Doa Beyza
4
BAB 4 Membawa Beyza Pergi
5
BAB 5 Dikejar Preman
6
BAB 6 Digerebeg Warga
7
BAB 7 Mendadak Nikah
8
BAB 8 Jodoh Istimewa
9
BAB 9 Beena Memilih Pergi
10
BAB 10 Ingin Memulai
11
BAB 11 Beena Berduka
12
BAB 12 Keinginan Beyza
13
BAB 13 Nasihat Rena
14
BAB 14 Ternyata Berry
15
BAB 15 Menghadiri Konser
16
BAB 16 Terjebak Air Mineral
17
BAB 17 Malam Pertama
18
BAB 18 Penangkapan Beena
19
BAB 19 Akhirnya Ditahan
20
BAB 20 Pertemuan Berry
21
BAB 21 Gagal
22
BAB 22 Harapan Elzan
23
BAB 23 Cerita Beena
24
BAB 24 Perhatian Elzan
25
BAB 25 Dilematis
26
BAB 26 Jujur
27
Sekilas Info
28
BAB 27 Bertemu di Konser
29
BAB 28 Pertemuan Lisa & Berry
30
BAB 29 Rahasia Terbongkar
31
BAB 30 Penangkapan Baron
32
BAB 31 Perasaan Lisa
33
BAB 32 Elzan Di Keroyok
34
BAB 33 Menghirup Udara Bebas
35
BAB 34 Kecerobohan Elzan
36
BAB 35 Elzan Meminta Maaf
37
Sekilas Info
38
BAB 36 Kedatangan Orang Tua
39
BAB 37 Siapa Wanita Itu?
40
BAB 38 Akhirnya Terbongkar
41
BAB 39 Kejujuran Elzan
42
BAB 40 Penangkapan Bu Retno
43
BAB 41 Momen kebersamaan
44
BAB 42 Sebuah Pilihan
45
BAB 43 Bertemu Berry
46
BAB 44 Berry Tidak Peka
47
BAB 45 Menunggu Beena
48
BAB 46 Pengakuan Beena
49
BAB 47 Penangguhan Beena
50
BAB 48 Hampa
51
BAB 49 Tawaran Berry
52
BAB 50 Tekad Berry
53
BAB 51 Obat Rindu
54
BAB 52 Bisik-bisik Tetangga
55
BAB 53 Mulai Klarifikasi
56
BAB 54 Klarifikasi Lanjutan
57
BAB 55 Senjata Makan Tuan
58
BAB 56 Bertemu Mertua
59
BAB 57 Penolakan Retno
60
BAB 58 Kesepakatan
61
BAB 59 Dinner
62
BAB 60 Cerita Beena
63
BAB 61 Kemarahan Elzan
64
BAB 62 Sebuah penyelesaian
65
BAB 63 Penolakan Beena
66
BAB 64 Bertemu Beyza
67
BAB 65 Sarapan Bersama Mertua
68
BAB 66 Sebuah Tamparan Asik
69
BAB 67 Doa Beena
70
BAB 68 Nasihat Abah
71
BAB 69 Malu
72
BAB 70 Tamparan Keras
73
BAB 71 Menangkap Basah
74
BAB 72 Beena diusir
75
BAB 73 Kejujuran Berry
76
BAB 74 Berry melamar Lisa
77
BAB 75 Kerusuhan Bu Retno
78
BAB 76 Si Julid Beraksi
79
BAB 77 Terungkap
80
BAB 78 Sekelumit tentang Retno
81
BAB 79 Elzan Akhirnya Tahu
82
BAB 80 Pengakuan Bu Retno
83
BAB 81 Titip Retno
84
BAB 82 Pilihan Buat Retno
85
BAB 83 Demi Popularitas
86
BAB 84 Belum Bisa Memaafkan
87
BAB 85 Kecurigaan Beena
88
BAB 86 Merasa Bersalah
89
BAB 87 Belum Saatnya
90
BAB 88 Luapan Emosi Beena
91
BAB 89 Kembali Normal
92
BAB 90 Bukan Aku
93
BAB 91 Sekelumit Kisah
94
BAB 92 Menjenguk Bisma
95
BAB 93 Sulit Menerima
96
BAB 94 Sisi Lain Beena
97
BAB 95 Beena Menjenguk Bisma
98
BAB 96 Pilihan Buat Retno
99
BAB 97 Pengusiran Retno
100
BAB 98 Pilihan Sulit
101
BAB 99 Bisma Hilang?
102
BAB 100 Akhirnya Bisma sadar.
103
BAB 101 Beena Menjenguk Bisma
104
BAB 102 Sumber Kekuatan Bisma
105
BAB 103 Beena Merasa Takjub
106
BAB 104 Pertama di Rumah Bisma
107
BAB 105 Rencana Lamaran
108
BAB 106 Ternyata bukan Lisa
109
BAB 107 Lisa Sang Penolong
110
BAB 108 Perhatian Berry
111
BAB 109 Sulit Melepasmu
112
BAB 110 Menjenguk Nenek
113
BAB 111 Sekilas tentang Retno
114
BAB 112 Keputusan Abah
115
BAB 113 Retno Menyesal
116
BAB 114 Ujian Buat Retno
117
BAB 115 Keputusan Papa
118
BAB 116 Kebahagiaan Berry
119
BAB 117 Ketika Bara Diuji
120
BAB 118 Bertemu Aminati
121
BAB 119 Niat hijrah Aminati
122
BAB 120 Jatuh dari Tangga
123
BAB 121 Beena Siuman
124
BAB 122 Elzan Junior
125
BAB 123 Kedatangan Berry Lisa
126
BAB 124 Bisma Memaksa Ikut
127
BAB 125 Satu Permintaan Bisma
128
BAB 126 Menghadiri Akad Nikah
129
BAB 127 Fakta Baru
130
BAB 128 Rena Murka
131
BAB 129 Ziarah ke Makam Arumi
132
BAB 130 Ikut Sholat Berjamaah
133
BAB 131 Melepasmu (End)
134
Promosi Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!