Keinginan Reza

Hari pun semakin larut tapi sejak tadi Winda tidak membalas pesannya padahal beberapa menit lalu ia aktif, pesan darinya pun tidak terbaca oleh Winda. Seperti itukah cara Winda berusaha menghilang darinya bahkan satu pesan itu tidak ia baca.

Fera terus saja menunggu namun sama sekali tidak ada balasan bahkan saat mereka sama-sama aktif di sosial media Winda tak kunjung menjawab pesannya.

Sepertinya Winda sengaja tidak membalas pesannya, perlahan rasa simpatinya terhadap Winda terkikis karena selalu saja ia menghindar dari dirinya.

Malam kian larut Fera masih terjaga memikirkan apa yang terjadi pada dirinya, bahkan teman yang seharusnya ada di pihaknya ternyata hilang setelah memfitnah dirinya.

Pertanyaan setiap pertanyaan muncul di dalam pikirannya,apa sebenarnya yang Winda mau dari dirinya, bahkan setiap pertanyaan tidak ada satu pun yang terjawab karena Winda selalu menghilang.

Apalagi sebentar lagi ia akan di jodohkan oleh orang yang dia saja tidak mencintai pria itu, terbesit di pikirannya jika ia akan kabur saja sebelum pertemuan dengan keluarganya tapi itu tidak mungkin.

Fera kembali membuka akun sosial medianya ternyata Winda sudah memblokir dirinya dari pertemanan.

"Apa sih maunya dia, kenapa malah seperti ini," umpatnya dalam hati. Rasa kesal dan marah bercampur menjadi satu memikirkan dua hal yang kini bersatu dalam hidupnya, semakin ia bingung bagaimana cara untuk menyelesaikannya.

Fera menarik nafas agar hatinya tenang di atas kekalutan hatinya, ia mencoba untuk tidur agar apa yang ada di hatinya itu hilang.

Namun tetap saja tidak bisa terpejam karena ada sesuatu di dalam pikirannya.

        ****************

Pagi hari pun tiba, hari baru adalah awal baru bagi setiap manusia untuk mencapai targetnya dalam pekerjaannya.

Dan pagi ini Reza sudah berada di depan rumah Milani, sampai Milani terkejut dengan kehadiran pria yang akan di jodohkan dengan sepupunya.

"Ada apa kamu pagi-pagi begini berkunjung ke rumah, mending kamu pulang karena aku takut ada Om Hamdani yang tiba-tiba datang ke sini," ucap Milani.

"Tidak akan, aku ke sini mau menyampaikan sesuatu pada kamu," ucap Reza, pria itu kemudian duduk setelah Milani mempersilahkan dirinya.

"Mau menyampaikan apa?" Tanya Milani, kenapa dirinya harus terlibat dalam masalah dua manusia yang mau di jodohkan ini.

"Jadi besok adalah pertemuan antara aku dan keluarganya Fera jadi aku harap kamu datang, aku tau besok malam Fera pasti akan terlihat malas sekali. Aku minta sama kamu temani dia yakinkan kalau keluarga ku adalah orang baik," ucap Reza, Pria berparas rupawan itu berkata dengan sedikit pelan.

"Besok?"

"Iya,besok malam,"

"Tapi mana bisa aku harus meyakin dia padahal aku sama kamu aja tidak dekat, kamu suka sama Fera," ucap Milani.

"Aku akan berusaha mewujudkan impiannya dia kalau dia mau menerima perjodohan ini," ucap Reza.

"Dia tidak akan pernah mau kalau kamu belum membuktikan akan mewujudkan impiannya dia, Fera tidak akan pernah percaya jika tidak pembuktian." Milani menjelaskan dan penasaran apa yang akan Reza lakukan sebenarnya.

Di lain tempat Fera sedang bersiap menuju kantor, saat di meja makan dia tidak melihat papanya namun ia tidak menanyakan hal itu pada mamanya. Saat hendak mengeluarkan mobilnya di garasi ia tidak melihat mobil milik papanya.

"Ma, Papa keluar?" Tanya Fera, kebetulan Mamanya berada di teras rumahnya.

"Iya tadi sehabis sholat shubuh dia keluar," jawab bu Hamdani.

"Sepagi itu, memangnya mau kemana?" Tanya Fera.

"Mama juga tidak tau, katanya ada hal penting sama temannya," ucap bu Hamdani.

"Memang ada orang mau ketemuan jam segitu," ucap Fera dalam hati.

"Yaudah Ma Fera mau berangkat dulu, Assalamualaikum," ucap Fera.

"Waalaikumsalam,"

Saat sampai di kantornya, ternyata papanya tidak ada di sana. Apa mungkin teman yang di maksud bukanlah rekan bisnis yang lainnya.

"Permisi Mbak, lagi cari siapa dari tadi kok kaya bingung begitu," ucap Diana yang tiba-tiba muncul di sampingnya, sontak saja Fera terkejut karena suara dari Diana.

"Kamu kenapa ngagetin saya sih, apa tidak kerjaan kamu," ucap Fera.

"Maaf Mbak,"

"Kamu lihat tadi Pak Hamdani ke sini tidak?" Tanya Fera.

"Tidak memangnya kenapa ya,"

"Tidak ada apa-apa tadi beliau bilangnya mau ke sini, mungkin sedang ke tempat lain, sudah kamu kembali saja ke ruangan kamu," ucap Fera pada Diana, wanita itu pun pegi meninggalkan Fera di sana.

Mungkin sampai saat ini Fera masih sendiri karena sikapnya yang keras kepala makanya papanya berniat menjodohkan dirinya dengan lelaki anak dari teman papanya.

Di lain tempat Reza masih belum pergi dari rumah Milani, dirinya mengikuti kata hatinya untuk meminta bantuan dari Milani, karena dia tau untuk saat ini hanya Milani yang mampu untuk membuat Fera tenang.

"Jika memang perjodohan ini tidak bisa di batalkan karena memang dulunya sudah menjadi janji, aku harap nantinya kamu tidak mengecewakan Fera apalagi sampai kasar pada dia," ucap Milani.

"Aku tidak mungkin kasar dengan seorang wanita karena sama saja aku menyakiti perasaan ibuku sebagai sesama wanita," ucap Reza.

"Aku harap sih begitu, aku akan bantu kamu tapi_"

"Tapi apa?"

"Jangan bilang pada Fera jika aku ada di pihakmu karena aku takut kalau dia salah paham nantinya," ucap Milani karena dia tau bagaimana sikap Fera jika sudah salah paham terhadap dirinya.

"Tenang saja aku akan menjaga semua itu," ucap Reza.

Reza pun pamit untuk pergi karena dia harus bekerja, sepanjang perjalanan dia terus saja memikirkan gadis itu.

Wanita yang berbeda dengan wanita di luaran sana karena yang bisa saja melakukan hal berbahaya untuk membuat cita-citanya tercapai, tapi Fera tidak dia tetap menurut saja dengan perintah papanya walaupun dengan hati yang tidak terima.

...****************...

Di lain sisi Winda harus menghilang sepenuhnya karena dia tidak mau Fera tau dimana dirinya berada, dia takut jika Fera menanyakan soal uang yang akan di berikan pada Clara namun ia pakai untuk dirinya bersenang-senang.

"Bagaimana ini aku tidak mungkin menghindar terus seperti ini tapi aku tidak mungkin kembali," ucap Winda di dalam hatinya.

Winda terasa bingung, rasanya tidak mungkin dia akan kembali ke sana apalagi harus bertemu dengan Fera. Pokoknya dia harus pergi jauh dari Fera.

Winda memblokir semua akun Fera yang berteman dengan dirinya, agar Fera tidak menghubunginya lagi. Dia sengaja tidak membaca maupun membalas pesan dari Fera karena pasti dia akan membahas hal itu.

Winda kemudian membereskan barang-barangnya untuk pindah ke tempat lain, agar Fera tidak mencarinya lagi.

Episodes
1 Wanita keras kepala
2 kabur
3 Terpaksa berangkat ke kantor
4 kedatangan teman
5 Fitnah dari Winda
6 Bertemu laki-laki menyebalkan
7 sosok Reza
8 Minta maaf
9 kedatangan Milani
10 Bertemu Winda
11 kedatangan Clara
12 kemana Winda ?
13 Tidak bisa membantu
14 Semakin bikin kesal
15 perjodohan
16 Bertemu Reza
17 Alasan
18 haruskah mengalah
19 terlalu sunyi
20 Keinginan Reza
21 pertemuan
22 pertemuan keluarga
23 Dia orang baik
24 Rumah sakit
25 berdebat lagi?
26 Di antar pulang
27 Rencana Milani dan Reza
28 pergi berlibur
29 perjalanan yang indah
30 Tiba di sebuah Rumah
31 Jalan berdua
32 kapan akurnya
33 jangan ganggu
34 Ada apa dengan hati.
35 Rasa yang tersimpan
36 Saling memendam rasa
37 janji
38 Arti sebuah cinta menurut Fera
39 Bingung
40 Firasat buruk
41 Terjatuh
42 tersesat
43 Mencari keberadaan Fera
44 Di temukan
45 Sadarkan diri
46 Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47 Surat dari sosok misterius
48 Bunga dari seseorang
49 kembali
50 Mengungkapkan Rasa
51 Bab 51
52 Bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 part 65
66 part 66
67 part 67
68 part 68
69 part 69
70 part 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 Bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 Episode 87
88 Bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Wanita keras kepala
2
kabur
3
Terpaksa berangkat ke kantor
4
kedatangan teman
5
Fitnah dari Winda
6
Bertemu laki-laki menyebalkan
7
sosok Reza
8
Minta maaf
9
kedatangan Milani
10
Bertemu Winda
11
kedatangan Clara
12
kemana Winda ?
13
Tidak bisa membantu
14
Semakin bikin kesal
15
perjodohan
16
Bertemu Reza
17
Alasan
18
haruskah mengalah
19
terlalu sunyi
20
Keinginan Reza
21
pertemuan
22
pertemuan keluarga
23
Dia orang baik
24
Rumah sakit
25
berdebat lagi?
26
Di antar pulang
27
Rencana Milani dan Reza
28
pergi berlibur
29
perjalanan yang indah
30
Tiba di sebuah Rumah
31
Jalan berdua
32
kapan akurnya
33
jangan ganggu
34
Ada apa dengan hati.
35
Rasa yang tersimpan
36
Saling memendam rasa
37
janji
38
Arti sebuah cinta menurut Fera
39
Bingung
40
Firasat buruk
41
Terjatuh
42
tersesat
43
Mencari keberadaan Fera
44
Di temukan
45
Sadarkan diri
46
Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47
Surat dari sosok misterius
48
Bunga dari seseorang
49
kembali
50
Mengungkapkan Rasa
51
Bab 51
52
Bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
part 65
66
part 66
67
part 67
68
part 68
69
part 69
70
part 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
Bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
Episode 87
88
Bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!