Bertemu laki-laki menyebalkan

Keesokan paginya, ini adalah hari kedua Fera harus ke kantor milik Papanya sebagai pemimpin walaupun hanya sebagai pengganti sementara saja. Namun saat diperjalanan mobilnya tiba-tiba berhenti.

"Aduh...ini kenapa sih malah berhenti di tengah jalan," ucapnya lalu ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seorang montir yang biasa memperbaiki mobil miliknya.

"Tidak aktif lagi nomornya, kalau sampai aku telat papa pasti ngomel lagi," ucapnya.

Tak lama ada sebuah mobil berhenti, Fera heran siapa pemilik mobil itu biasanya jika tidak kenal dengannya tidak ada yang berhenti seperti kendaraan lainnya. Orang di dalam mobil itu pun keluar, seorang laki-laki yang berpenampilan rapi dan kacamata hitam yang menjadi ciri khasnya.

"Dia kan lelaki yang menabrakku di cafe cahaya," gumam Fera pelan.

"Kenapa, mobilnya mogok ya?" Tanya pada Fera.

"Enggak," kilahnya.

"Lalu kenapa berdiri di sini seperti orang bingung," ucap lelaki itu.

"Siapa yang bingung, aku ini lagi nunggu teman," ucap Fera.

"Ngapain nunggu teman di sini, jujur saja kalau mobil kamu itu mogok kan atau_" ucapnya menjeda kalimatnya.

"Lebih baik kamu pergi deh daripada bikin aku kesal hari ini," ucap Fera.

"Sebenarnya saya tadinya mau membantu kan sesama manusia harus saling membantu, apalagi pak Hamdani itu adalah rekan bisnis saya," ucap lelaki itu melirik pada Fera yang sekarang pandangannya mengarah ke arah lain agar tidak melihat laki-laki yang menurutnya sangat menyebalkan ini.

"Memangnya saya butuh bantuan kamu, tidak akan pernah," ucap Fera, ia pun menghubungi seseorang tapi tak kunjung di jawab juga.

"Mereka kemana sih, giliran aku dalam keadaan genting begini malah menghilang," ucap Fera.

"Sudah terima saja bantuan saya daripada kamu telat nanti ke kantornya," ucap lelaki itu.

"Lalu mau di taruh dimana mobil saya, lagian saya tidak mau naik mobil bareng kamu," ucap Fera.

"Kenapa?"

"Alergi tau,"

"Oh ya, memangnya mobil kamu sangat bagus sampai kamu alergi naik kendaraan lain," ucap lelaki itu.

"Iya,"

"Lalu kenapa mobil sebagus ini bisa mogok di pinggir jalan ya, aneh sih tapi nyata," ucap lelaki yang membuat Fera semakin kesal.

"Udah sana pergi, kehadiran kamu bagaikan debu tidak ada gunanya," ucap Fera.

Lelaki itu pun tersenyum sinis, dalam hatinya dia berkata kenapa ada wanita yang sok jual mahal seperti Fera padahal sudah jelas dia itu butuh bantuan. Ia pun menuju mobilnya sendiri dan kembali melanjutkan perjalanan.

"Dasar manusia tidak punya hati, seharusnya tanpa aku tanya dia mau ngebantu ini malah di tinggal," ucap Fera, ia pun terpaksa meminta bantuan mobil derek untuk membawa mobilnya ke bengkel, lalu memesan ojek online untuk mengantarnya ke kantor.

"Mbak Fera, kenapa baru sampai tadi pak Hamdani ngasih pesan ke saya kalau pak Reza akan ke sini tapi sampai pak Reza datang, Mbak Fera belum datang," ucap Diana yang menghampiri Fera.

"Pak Reza? siapa dia?" Tanya Fera.

"Dia itu client pak Hamdani waktu meeting di cafe cahaya Mbak," jawab Diana.

"Bu Diana, bagaimana apa pak Hamdani sudah datang?" Tanya seorang laki-laki yang menghampiri Diana dan Fera seraya menanyakan pak Hamdani.

Fera membelalakkan mata karena dia tak asing dengan lelaki itu.

"Pak Hamdani hari ini tidak bisa datang pak, ini putri beliau yang menggantikan tadi pesannya seperti itu," ucap Diana.

"Kamu, Diana dia ngapain di sini," ucap Fera.

"Dia pak Reza Mbak," ucap Diana.

"Kenapa kaget, oh ya bagaimana mobilnya udah nyala," ucap lelaki yang bernama Reza itu.

"Bukan urusan kamu ya, Diana dia ngapain sih di sini," ucap Fera.

"Beliau mau membahas soal kerja sama yang pak Hamdani ajukan," ucap Diana.

"Kenapa harus ke saya seharusnya ke Papa saja," ucap Fera.

"Karena pak Hamdani tidak datang hari Mbak," ucap Diana.

Diana pun pergi meninggalkan mereka berdua, lelaki itu terus memandangi Fera yang sejak tadi terus menatapnya aneh.

****************

"Kenapa kamu ngajak aku ketemuan tumben banget," ucap Milani, Fera menghubungi dirinya untuk bertemu di cafe dekat kantor saat makan siang.

"Tadi aku kesal banget, sudah tau mobil mogok, bengkel ditempat biasa tidak bisa dihubungi malah bertemu lelaki menyebalkan banget," ucap Fera mengeluarkan apa yang ada dalam pikirannya.

"Lelaki menyebalkan, siapa?" Tanya Milani.

"Itu pemilik perusahaan Media groups," jawab Fera.

"Kok kamu bisa tau nama perusahaannya," ucap Milani.

"Iya karena Papa dengan dia sedang melakukan kerja sama, lagian kenapa sih Papa itu harus melakukan itu," ucap Fera.

"Itu sih terserah Papa kamu Fera, kamu memanggilku ke sini hanya untuk bahas itu. Kamu buang-buang waktuku saja, aku juga banyak kerjaan," ucap Milani.

"Jadi kamu tidak mau lagi jadi teman curhat aku, kamu marah sama aku," ucap Fera.

"Bukan begitu, udah deh kamu fokus dulu sama apa yang kamu rencanakan selama satu minggu ini untuk menjadi pemimpin sementara di perusahaan Papa kamu nanti kalau sudah selesai kamu boleh memutuskan apapun termasuk ketemu sama aku," ucap Milani.

"Ini baru dua hari dan aku rasa tak sanggup apalagi satu minggu Mil, kemarin aja waktu acara teman aku tidak datang," ucap Fera.

"Acara apa?" Tanya Milani.

"Ulang tahun dia tapi aku sudah mentransfer uang sih untuk membeli hadiah untuk dia," jawab Fera.

"Kamu mentransfer uang berapa ke dia," ucap Milani.

"Bukan ke teman yang lain," ucap Fera.

"Kamu menitipkan uang ke dia untuk di kasih ke teman kamu yang ulang tahun itu, kenapa kamu tidak membeli hadiahnya saja lalu kamu titipkan ke dia," ucap Milani.

"Kemarin aku lupa jadi mendadak banget jadi aku janjikan uang saja," ucap Fera.

"Kamu transfer berapa," ucap Milani.

"Sepuluh juta,"

"Sepuluh juta? Hanya untuk hadiah ulang tahun. Memangnya kamu beli hadiah apa sampai segitu, dan kamu memberikan uang itu pada orang yang bukan kamu tuju dengan alasan menitipkan," ucap Milani.

"Iya memangnya kenapa," ucap Fera.

"Kamu itu terlalu percaya sama orang, bagaimana jika uang yang kamu beri hanya di gunakan sendiri oleh dia," ucap Milani.

"Tidak mungkin lah Mil, temanku ini orangnya jujur kok," ucap Fera.

"Memangnya kamu tau dia dibelakang kamu sedang berbuat apa? Tidak tau kan, Hati-hati aja Fer zaman sekarang itu teman bisa menjadi pengkhianat," ucap Milani.

"Udahlah Mil, kamu lama-lama sama seperti Papa curigaan terus sama orang, yang tau mereka itu aku karena mereka temanku," ucap Fera.

"Bukan curiga tapi sekarang banyak kan_"

"Udah lebih baik kamu kembali saja ke kantor kamu, jam makan siang juga hampir selesai," ucap Fera lalu pergi begitu saja, Milani sampai heran dengan Fera hanya karena berbicara soal teman pengkhianat dia langsung berubah begitu saja.

Episodes
1 Wanita keras kepala
2 kabur
3 Terpaksa berangkat ke kantor
4 kedatangan teman
5 Fitnah dari Winda
6 Bertemu laki-laki menyebalkan
7 sosok Reza
8 Minta maaf
9 kedatangan Milani
10 Bertemu Winda
11 kedatangan Clara
12 kemana Winda ?
13 Tidak bisa membantu
14 Semakin bikin kesal
15 perjodohan
16 Bertemu Reza
17 Alasan
18 haruskah mengalah
19 terlalu sunyi
20 Keinginan Reza
21 pertemuan
22 pertemuan keluarga
23 Dia orang baik
24 Rumah sakit
25 berdebat lagi?
26 Di antar pulang
27 Rencana Milani dan Reza
28 pergi berlibur
29 perjalanan yang indah
30 Tiba di sebuah Rumah
31 Jalan berdua
32 kapan akurnya
33 jangan ganggu
34 Ada apa dengan hati.
35 Rasa yang tersimpan
36 Saling memendam rasa
37 janji
38 Arti sebuah cinta menurut Fera
39 Bingung
40 Firasat buruk
41 Terjatuh
42 tersesat
43 Mencari keberadaan Fera
44 Di temukan
45 Sadarkan diri
46 Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47 Surat dari sosok misterius
48 Bunga dari seseorang
49 kembali
50 Mengungkapkan Rasa
51 Bab 51
52 Bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 part 65
66 part 66
67 part 67
68 part 68
69 part 69
70 part 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 Bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 Episode 87
88 Bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Wanita keras kepala
2
kabur
3
Terpaksa berangkat ke kantor
4
kedatangan teman
5
Fitnah dari Winda
6
Bertemu laki-laki menyebalkan
7
sosok Reza
8
Minta maaf
9
kedatangan Milani
10
Bertemu Winda
11
kedatangan Clara
12
kemana Winda ?
13
Tidak bisa membantu
14
Semakin bikin kesal
15
perjodohan
16
Bertemu Reza
17
Alasan
18
haruskah mengalah
19
terlalu sunyi
20
Keinginan Reza
21
pertemuan
22
pertemuan keluarga
23
Dia orang baik
24
Rumah sakit
25
berdebat lagi?
26
Di antar pulang
27
Rencana Milani dan Reza
28
pergi berlibur
29
perjalanan yang indah
30
Tiba di sebuah Rumah
31
Jalan berdua
32
kapan akurnya
33
jangan ganggu
34
Ada apa dengan hati.
35
Rasa yang tersimpan
36
Saling memendam rasa
37
janji
38
Arti sebuah cinta menurut Fera
39
Bingung
40
Firasat buruk
41
Terjatuh
42
tersesat
43
Mencari keberadaan Fera
44
Di temukan
45
Sadarkan diri
46
Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47
Surat dari sosok misterius
48
Bunga dari seseorang
49
kembali
50
Mengungkapkan Rasa
51
Bab 51
52
Bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
part 65
66
part 66
67
part 67
68
part 68
69
part 69
70
part 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
Bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
Episode 87
88
Bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!