terlalu sunyi

Keesokan paginya Fera kembali ke kantor, seharian dia di sana namun seperti ada yang kurang tapi dia tau apa itu.

"Diana, kok tumben Reza tidak ke sini?" Tanyanya pada Diana, entah kenapa dirinya menanyakan hal itu.

"Katanya dia mau menjemput keluarganya yang baru datang dari luar negri," jawab Diana.

"Memangnya selama ini dia tinggal di luar negri," ucap Fera pada Diana.

"Setau saya sejak dia kecil memang tinggal di luar negri sementara perusahaan di sini oleh keluarganya di percayakan pada pamannya," ucap Diana.

"Jadi selama ini dia berada jauh, pantas saja diantara teman Papa hanya keluarganya dia yang tidak aku ketahui," ucap Fera dalam hati.

Kehadiran Reza baginya memang tidak ia harapkan tapi kenapa di saat dia sudah tidak hadir dirinya seperti kehilangan sesuatu.

Dia kembali membuka berkas-berkas penting lalu menutupnya kembali, kenapa harus sebosan ini menjalani hidup pikirnya.

Fera menghembuskan nafas kasar lalu ia keluar dari kantor mencari hal baru agar rasa jenuh di hatinya pergi, tak lama ia melihat seorang laki-laki yang sedang berdiri di pinggir jalan lalu ada seorang wanita yang menghampirinya, tiba-tiba ia teringat sosok Reza yang selalu seperti pada dirinya meskipun ia selalu mengusir Reza agar menjauh tapi lelaki itu terus saja berdiri di sampingnya.

"Kenapa sih pikiranku selalu aja tentang Reza," ucap Fera tapi ia tidak bisa berbohong walaupun berulang kali ia mencoba kalau Reza tak pantas untuknya tetap saja ia selalu memikirkan lelaki itu.

Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa dengan keputusan orang tuanya perihal perjodohan itu tapi jika dia mau saat acara pertemuan keluarga yang papanya bilang tadi ia akan mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya.

"Hai kamu Fera kan?" Tanya seorang laki-laki yang menyapanya.

"Danu? Kamu Danu kan," ucapnya saat tau siapa laki-laki itu.

"Iya aku Danu, oh ya bagaimana keadaan kamu," ucap laki-laki yang bernama Danu tersebut.

"Aku baik-baik saja tapi kenapa kamu bisa tau kalau aku ada di sini selama ini kan kita jarang sekali bertemu," ucap Fera.

"Dari Winda,"

"Winda?"

"Tidak maksud aku, tadi aku mau jalan-jalan aja terus aku lihat kamu di sini," ucap Danu.

"Oh, Kamu kapan balik ke sini," ucap Fera.

"Sekitar dua hari yang lalu tapi besok aku harus balik lagi," ucap Danu.

"Kenapa cuma sebentar sih memangnya gak bosen di luar negri," ucap Fera.

"Iya mau bagaimana lagi aku sudah menetap disana, di sini aku ada urusan," ucap Danu.

Fera kemudian tersenyum lalu berkata " Kamu mau mampir ke kantor aku, kita ngobrol di sana mau?"

"Tidak usah Fer, aku sebenernya juga mau bicara sama kamu," ucap Danu.

"Oh yaudah kita ke sana saja yuk!" Ajak Fera.

"Tidak usah kita bicara di sini," ucap Danu.

"Kenapa?"

"Ya gak papa, lebih enak saja di sini," jawab Danu.

"Memangnya apa yang mau bicarakan," ucap Fera.

Danu diam seperti sedang berpikir lalu menarik nafas.

"Aku_"

Belum saja Danu menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba saja ponsel milik Fera berdering.

"Bentar ya Dan,"

Fera menjauh dari Danu dan mengangkat ponselnya.

Danu seperti menahan kesal karena Fera begitu lama berbicara di ponselnya karena dia tidak punya banyak waktu hanya menunggu wanita itu. Tak lama Fera pun selesai bicara, yang membuat Danu tersenyum.

"Fer_"

"Dan maaf aku ada urusan kita bicaranya lain kali saja ya," ucap Fera.

"Tapi_"

"Dan aku tau tapi kita bisa bertemu lagi nanti, aku ada urusan yang harus aku selesaikan maaf ya," ucap Fera kemudian pergi.

Danu pun pergi juga dari sana.

****************

Setelah selesai mengurus pekerjaannya Fera mendapat pesan dari papanya untuk segera pulang.

"Ada apa lagi sih," ucapnya dalam hati, walaupun semalam dan tadi pagi ada keributan kecil, biar bagaimana pun dia harus menurut dengan perintah papanya.

Kalau hanya memastikan semua pekerjaan selesai

dengan baik pasti dia tidak di suruh pulang pasti ada hal penting lagi yang beliau sampaikan walau bagi Fera sendiri itu bukan hal penting.

"Diana saya harus pulang sekarang, kamu bisa kan menghandle semuanya selama tidak ada saya," ucap Fera.

"Iya," ucap Diana.

Fera pun beranjak dari kursinya namun ponselnya berbunyi.

"Iya pa ada apa?" Tanya Fera.

"Kamu sudah pulang belum lama banget," ucap pak Hamdani.

"Iya ini udah mau pulang," ucap Fera.

"Awas saja jika telat," ucap pak Hamdani lalu mematikan panggilannya.

"Papa aneh banget sih," ucap Fera. Ia memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu pergi.

Fera menggerakkan kendaraan keluar dari parkiran kantor, ia mengemudi seraya menahan kecemasan dalam hatinya. Sepanjang hari yang ia lalui memang berbeda dengan hari-hari yang biasa ia lewati.

Saat sampai di rumah ia langsung menemui kedua orang tuanya.

"Ada apa lagi sih pa, apa papa mau bahas tentang perjodohan ini," ucap Fera.

"Besok lusa orang tua Reza akan mengadakan pertemuan Papa harap kamu bisa sopan dengan keluarga dari Reza," ucap pak Hamdani.

"Hal itu yang Papa anggap penting?"

"Papa cuma ingin kamu tidak melakukan kesalahan nanti," ucap pak Hamdani.

Dari raut wajah pak Hamdani seperti sedang berharap pada putrinya itu untuk merubah sikapnya saat ada keluarga dari Reza, karena yang ia takutkan semua akan hancur karena ulah dan sikap dari Fera.

"Cukuplah Pa, Fera juga capek bahas hal yang seperti ini terus, setiap hari pagi, siang dan malam tidak ada yang Papa bahas selain perjodohan," ucap Fera.

Pak Hamdani hanya diam walaupun ia tau kalau Fera bisa bersikap baik pada orang lain tapi ia akan bersikap berani jika orang itu membahas hal yang sensitif baginya.

Fera masuk ke dalam kamarnya, dia bingung mau melakukan apa segala hal selalu membuatnya bosan, ingin keluar pun rasanya malas karena tidak ada yang mau di temui, kedua temannya kini menjauh darinya sementara Milani hari ini sibuk dengan kerjanya. Tiba-tiba ia teringat dengan Danu, laki-laki itu tadi ingin bicara dengannya namun tertunda karena ada urusan mendadak. Tapi dia tidak tau keberadaan Danu sekarang dimana apalagi mengirimi dia pesan, nomornya saja dia tidak punya.

Dia mengambil ponselnya membuka salah satu aplikasi sosial medianya yang sudah lama tidak di buka, saat melihat postingan teman-temannya yang begitu senang karena mereka bisa bebas kemana saja mereka mau apalagi bagi yang hobinya touring, banyak hal yang mereka temui bahkan sepertinya tidak ada rasa bosannya.

Saat men scroll postingan ke bawah dia melihat postingan Winda yang dibuat dua jam yang lalu, rupanya gadis itu masih berteman di sana.

Fera membuka akun milik Winda, ternyata dia sudah aktif satu jam yang lalu. Ia pun mengirimi pesan kepada Winda, semoga saja nanti di balas oleh Winda.

Episodes
1 Wanita keras kepala
2 kabur
3 Terpaksa berangkat ke kantor
4 kedatangan teman
5 Fitnah dari Winda
6 Bertemu laki-laki menyebalkan
7 sosok Reza
8 Minta maaf
9 kedatangan Milani
10 Bertemu Winda
11 kedatangan Clara
12 kemana Winda ?
13 Tidak bisa membantu
14 Semakin bikin kesal
15 perjodohan
16 Bertemu Reza
17 Alasan
18 haruskah mengalah
19 terlalu sunyi
20 Keinginan Reza
21 pertemuan
22 pertemuan keluarga
23 Dia orang baik
24 Rumah sakit
25 berdebat lagi?
26 Di antar pulang
27 Rencana Milani dan Reza
28 pergi berlibur
29 perjalanan yang indah
30 Tiba di sebuah Rumah
31 Jalan berdua
32 kapan akurnya
33 jangan ganggu
34 Ada apa dengan hati.
35 Rasa yang tersimpan
36 Saling memendam rasa
37 janji
38 Arti sebuah cinta menurut Fera
39 Bingung
40 Firasat buruk
41 Terjatuh
42 tersesat
43 Mencari keberadaan Fera
44 Di temukan
45 Sadarkan diri
46 Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47 Surat dari sosok misterius
48 Bunga dari seseorang
49 kembali
50 Mengungkapkan Rasa
51 Bab 51
52 Bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 part 65
66 part 66
67 part 67
68 part 68
69 part 69
70 part 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 Bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 Episode 87
88 Bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Wanita keras kepala
2
kabur
3
Terpaksa berangkat ke kantor
4
kedatangan teman
5
Fitnah dari Winda
6
Bertemu laki-laki menyebalkan
7
sosok Reza
8
Minta maaf
9
kedatangan Milani
10
Bertemu Winda
11
kedatangan Clara
12
kemana Winda ?
13
Tidak bisa membantu
14
Semakin bikin kesal
15
perjodohan
16
Bertemu Reza
17
Alasan
18
haruskah mengalah
19
terlalu sunyi
20
Keinginan Reza
21
pertemuan
22
pertemuan keluarga
23
Dia orang baik
24
Rumah sakit
25
berdebat lagi?
26
Di antar pulang
27
Rencana Milani dan Reza
28
pergi berlibur
29
perjalanan yang indah
30
Tiba di sebuah Rumah
31
Jalan berdua
32
kapan akurnya
33
jangan ganggu
34
Ada apa dengan hati.
35
Rasa yang tersimpan
36
Saling memendam rasa
37
janji
38
Arti sebuah cinta menurut Fera
39
Bingung
40
Firasat buruk
41
Terjatuh
42
tersesat
43
Mencari keberadaan Fera
44
Di temukan
45
Sadarkan diri
46
Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47
Surat dari sosok misterius
48
Bunga dari seseorang
49
kembali
50
Mengungkapkan Rasa
51
Bab 51
52
Bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
part 65
66
part 66
67
part 67
68
part 68
69
part 69
70
part 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
Bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
Episode 87
88
Bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!