Minta maaf

Fera heran kenapa Reza rela mengambilkan mobilnya di bengkel padahal ia ingin mengambilnya setelah pulang dari kantor. Entahlah dia bingung harus bagaimana supaya bisa lepas dari pekerjaan yang membosankan ini secepatnya.

Milani saja tidak bisa membantunya karena takut terhadap papanya, apalagi harus minta bantuan dengan yang lainnya. Papanya juga kenapa bisa sekeras itu sampai dia berpikir kalau di antara saudara-saudara papanya hanya pak Hamdani yang keras kepala, apa mereka di didik dengan cara yang berbeda hingga menampilkan karakter yang jelas perbedaannya.

Dia hanya ingin bertemu dengan teman-temannya tapi selalu saja papanya melarang walaupun pergi secara diam-diam dia pasti tau tentang kepergiannya.

Dia juga bingung kenapa harus menuruti semua keinginan orang tuanya dan menyetujui hal apa yang Milani ucapkan waktu itu. Kepalanya terasa pening memikirkan ini semua, apalagi nanti Reza mengadukan hal tadi pada papanya bisa menjadi hal yang gawat bagi dirinya.

Sebagai anak tunggal keluarga Hamdani membuatnya berbeda dengan yang lainnya, bagaimana dia di tuntut untuk menjadi wanita pembisnis yang cerdas dan pandai mengelola semua ini.

Walaupun sejak kecil ia dibesarkan dari keluarga kaya raya dan hidup dengan mewah tapi keluarganya selalu saja menekan dirinya, sejujurnya jika boleh memilih dia tidak mau menjadi anak Hamdani dan menjadi pewaris tunggal.

"Permisi Mbak Fera," ucap Diana yang masuk ke dalam ruangannya, Fera menoleh ke arah Diana dan mempersilahkan dia duduk.

"Ada apa?" Tanya Fera.

"Pak Hamdani akan ke sini sebentar lagi Mbak begitupun dengan pak Reza," jawab Diana.

"Untuk apalagi dia ke sini, mau cari ribut lagi," ucap Fera.

"Saya tidak tau Mbak, saya hanya ditugaskan untuk menyampaikan itu. Kalau begitu saya permisi," ucap Diana lalu pergi.

Fera memukul meja, untuk apa Reza datang kembali ke kantornya? Apa mau bikin masalah lagi.

"Fera!"

"Papa,"

"Kamu bisa tidak berlaku sopan sama pak Reza," ucap pak Hamdani.

"Maksud Papa apa sih, datang-datang menanyakan hal itu," ucap Fera.

"Kamu itu ya sudah bagus pak Reza mau menolong kamu, membayar ongkos bengkel mobil kamu tapi kamu malah ngajak dia ribut, dimana sikap hormat kamu, dimana sikap sopan kamu, dia itu berhasil memajukan perusahaan ini lewat kerja samanya tapi kamu membuat semuanya hampir hancur," ucap pak Hamdani.

"Kalau begitu kenapa Papa menyuruhku menggantikan Papa di sini," ucap Fera.

"Papa tidak mau tau alasan apa yang keluar dari mulut kamu, sekarang kamu minta maaf sama pak Reza," ucap pak Hamdani.

"Minta maaf?"

"Iya, emang ada yang salah," ucap pak Hamdani.

"Papa yang benar aja aku harus minta maaf sama dia," ucap Fera.

"Tidak penolakan cepat minta maaf, sekarang pak Reza sedang menunggu di depan," ucap pak Hamdani.

Fera pun melangkah menemui Reza, walaupun sejujurnya dia tidak mau melakukan hal itu, tapi melihat wajah papanya yang seperti sangat serius itu, ia pun terpaksa minta maaf pada Reza.

Saat sampai di luar, Reza sedang berdiri di tempat tadi saat dirinya mulai berdebat dengannya.

"Kamu ngapain sih pakai ngadu-ngadu, mau caper," ucap Fera.

"Saya hanya bilang kalau kelakuan kamu yang tidak sopan terhadap orang lain, menentukan bagaimana orang lain menilaimu. Saya cuma minta perilaku kamu itu di rumah menjadi lebih baik, bukan malah kayak preman," ucap Reza.

Fera yang tidak ingin Papanya melihat perdebatan dirinya dengan Reza terpaksa dia tak menjawab ucapan lelaki itu.

"Aku minta maaf soal tadi," ucap Fera pelan.

"Apa?" Tanya Reza.

"Apa harus di ulang," ucap Fera.

"Saya tidak dengar apa yang kamu katakan, coba kamu ulangi," ucap Reza.

"Aku minta maaf," ucapnya.

"Kurang jelas!" Seru Reza.

"Kamu_" Fera menjeda kalimatnya.

"Aku minta maaf soal tadi," ucap Fera yang membuat Reza tersenyum.

"Rasanya minta maaf saja kurang, karena saya tau kamu tidak tulus minta maafnya," ucap Reza.

"Mau kamu itu apa sih," ucap Fera.

"Nanti temani saya makan siang," ucap Reza.

"Apa, tidak," ucap Fera.

"Yaudah berarti maaf kamu tidak saya terima," ucap Reza.

"Yaudah iya," ucap Fera.

"Saya tunggu ya," ucap Reza lalu pergi ke ruangan pak Hamdani.

"Dasar laki-laki menyebalkan," ucap Fera dalam hati.

Fera terpaksa memenuhi ajakan Reza agar tidak ada lagi keributan di antara dirinya dan papanya.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Fera menunggu eza di Resto yang sudah di janjikan tadi, kalau bukan karena papanya yang tidak mau kehilangan rekan bisnisnya itu, dia tidak akan pernah mau bertemu dengan Reza apalagi harus minta maaf padanya.

"Sudah lama menunggunya," ucap Reza yang tiba-tiba saja berdiri di samping Fera.

"Baru saja,"

Makanan di depannya terasa hambar bagi Fera karena harus makan dengan orang yang tidak tau diri seperti Reza. Setiap menit hari ini baginya berjalan sangat lambat, Fera menunggu jam makan siang ini berakhir agar Reza segera pergi dari hadapannya.

Buru-buru ia memakan makanannya agar cepat habis, setelah semuanya selesai ia akan langsung pergi.

"Sudah selesai kan, sudah saya mau balik ke kantor," ucap Fera.

"Tapi_"

"Apalagi saya tidak punya urusan sama kamu lagi, jadi stop ganggu saya," ucap Fera.

"Kamu tidak suka makan bareng saya," ucap Reza.

"Tidak usah ngawur deh," ujar Fera.

"Terlihat dari wajah kamu yang jutek itu," ucap Reza.

"Siapa yang jutek sih," ucap Fera tak terima jika di bilang seperti itu.

"Terserah kamu," Reza tersenyum karena berhasil mengerjai Fera.

"Udah saya balik ke kantor," ujar Fera,kini dia melihat ke arah Fera, wajah yang tak ingin dilihatnya memberikan senyuman yang membuatnya semakin jengkel.

"Baiklah saya izinkan kamu pergi, dan ini biar nanti saya yang bayar," ucap Reza.

Fera pun bernafas lega bisa lepas dari Reza, tapi bagi Reza ini bukanlah akhir dari segalanya.

Fera sudah berada di mobilnya, saat melewati sebuah tempat, dia teringat dengan teman-temannya dan ingin menemuinya tapi hari ini bukanlah waktu yang tepat.

"Selamat datang kembali Mbak Fera," ucap Diana.

"Kenapa Mbak?" Tanya Diana karena melihat wajah Fera yang sangat kesal.

"Tidak ada apa-apa," jawabnya lalu pergi.

Fera membanting tasnya, baru kali ini ia dibuat kesal oleh seorang cowok yang baru dia kenal, padahal selama ini tidak ada cowok yang berbicara kalau dia itu cuek dan teman cowoknya selalu memujinya cantik dan memiliki banyak penggemar. Setidaknya mereka begitu kagum dengan kecantikan Fera bukan malah sikap buruknya seperti yang Reza lihat.

Memang, kalau dia itu terkadang cuek dengan sekitar jika berbeda.frekuensi tapi tetap saja dia tidak secuek ataupun jutek seperti yang Reza katakan,rasa kesalnya terhadap Reza masih ada.

"Kenapa sih aku bisa bertemu dengan lelaki itu, dasar aneh," gerutunya dalam hati.

Sesampainya di rumah ia terus kepikiran soal Reza, hingga waktu malam pun tiba.

Episodes
1 Wanita keras kepala
2 kabur
3 Terpaksa berangkat ke kantor
4 kedatangan teman
5 Fitnah dari Winda
6 Bertemu laki-laki menyebalkan
7 sosok Reza
8 Minta maaf
9 kedatangan Milani
10 Bertemu Winda
11 kedatangan Clara
12 kemana Winda ?
13 Tidak bisa membantu
14 Semakin bikin kesal
15 perjodohan
16 Bertemu Reza
17 Alasan
18 haruskah mengalah
19 terlalu sunyi
20 Keinginan Reza
21 pertemuan
22 pertemuan keluarga
23 Dia orang baik
24 Rumah sakit
25 berdebat lagi?
26 Di antar pulang
27 Rencana Milani dan Reza
28 pergi berlibur
29 perjalanan yang indah
30 Tiba di sebuah Rumah
31 Jalan berdua
32 kapan akurnya
33 jangan ganggu
34 Ada apa dengan hati.
35 Rasa yang tersimpan
36 Saling memendam rasa
37 janji
38 Arti sebuah cinta menurut Fera
39 Bingung
40 Firasat buruk
41 Terjatuh
42 tersesat
43 Mencari keberadaan Fera
44 Di temukan
45 Sadarkan diri
46 Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47 Surat dari sosok misterius
48 Bunga dari seseorang
49 kembali
50 Mengungkapkan Rasa
51 Bab 51
52 Bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 part 65
66 part 66
67 part 67
68 part 68
69 part 69
70 part 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 Bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 Episode 87
88 Bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Wanita keras kepala
2
kabur
3
Terpaksa berangkat ke kantor
4
kedatangan teman
5
Fitnah dari Winda
6
Bertemu laki-laki menyebalkan
7
sosok Reza
8
Minta maaf
9
kedatangan Milani
10
Bertemu Winda
11
kedatangan Clara
12
kemana Winda ?
13
Tidak bisa membantu
14
Semakin bikin kesal
15
perjodohan
16
Bertemu Reza
17
Alasan
18
haruskah mengalah
19
terlalu sunyi
20
Keinginan Reza
21
pertemuan
22
pertemuan keluarga
23
Dia orang baik
24
Rumah sakit
25
berdebat lagi?
26
Di antar pulang
27
Rencana Milani dan Reza
28
pergi berlibur
29
perjalanan yang indah
30
Tiba di sebuah Rumah
31
Jalan berdua
32
kapan akurnya
33
jangan ganggu
34
Ada apa dengan hati.
35
Rasa yang tersimpan
36
Saling memendam rasa
37
janji
38
Arti sebuah cinta menurut Fera
39
Bingung
40
Firasat buruk
41
Terjatuh
42
tersesat
43
Mencari keberadaan Fera
44
Di temukan
45
Sadarkan diri
46
Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47
Surat dari sosok misterius
48
Bunga dari seseorang
49
kembali
50
Mengungkapkan Rasa
51
Bab 51
52
Bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
part 65
66
part 66
67
part 67
68
part 68
69
part 69
70
part 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
Bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
Episode 87
88
Bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!