kemana Winda ?

"Kenapa pekerjaannya gak kelar-kelar sih, kalau kayak begini kapan aku harus ke rumah Winda," ucap Fera mendengus kesal.

melihat kertas-kertas yang menumpuk di meja kerjanya dan harus segera selesai hari ini juga.

"Aku pikir menjadi seorang pemimpin itu enak tapi ini apa malah semakin berat pekerjaannya," ucapnya.

Fera mengerjakan pekerjaannya seraya terus menggerutu, menjadi wanita karir adalah impiannya tapi mengikuti jejak papanya juga bukan pilihannya. Semua yang ia lakukan hanyalah sebuah paksaan dan sejak itu pula muncullah sebuah masalah-masalah yang menimpa dirinya. Apalagi sejak ia memilih menuruti keinginan papanya pertemanannya juga mulai retak hancur karena sebuah ucapan yang Winda lakukan.

Teman yang selalu ia percaya itu ternyata dalang hancurnya pertemanan antara dirinya dan Clara, Fera berpikir kalau uang itu tidak sampai di tangan Clara lalu kemana perginya, apa Winda sengaja menahan uang itu hingga Clara kecewa pada dirinya.

Tiga jam berkutat di layar laptop akhirnya ia berhenti, semua tugasnya selesai dan segera mengirimnya pada papanya. Semua itu ia lakukan agar papanya percaya kalau dirinya juga kerja bukan santai saja.

[ Iya bagus kamu sudah melakukan semuanya ]

ucap papanya lewat pesan di aplikasi berwarna hijau itu.

[ Kalau begitu aku boleh izin keluar kan Pa ]

ucap Fera, terbaca tapi tidak ada jawaban, Fera menghela nafas kesal pasti tidak ada izin dari dia.

Namun tak lama notifikasi baru masuk di layar ponselnya.

[ Boleh asal kamu di temani oleh Reza, kalau kamu tidak mau maka papa tidak akan mengizinkan ]

Ia senang papanya mengizinkannya juga kesal karena ia harus bareng dengan Reza, papanya itu aneh menurutnya kenapa harus dengan Reza, sepupunya kan ada, dia juga tidak sesibuk dirinya.

Fera pun keluar dari ruangannya dan menyuruh Diana untuk menggantikan dirinya jika ada sesuatu nanti karena ia akan keluar.

"Hai..."

Fera sedikit terkejut karena Reza sudah berada di depan kantornya.

"Kamu_"

"Masih ingat sama pesan papa kamu kan," ucap Reza.

"Iya, udah kita berangkat," ucap Fera.

"Memangnya mau kemana?" Tanya Reza saat mereka sudah berada di tengah perjalanan.

"Jalan aja nanti aku kasih tau," jawab Fera.

"Sebentar lagi belok ke kanan," ucapnya.

Reza pun menuruti ucapan Fera, sampai mereka berhenti di sebuah rumah.

"Rumah siapa ini?" Tanya Reza.

Fera langsung mengetuk pintu rumah itu tanpa menjawab pertanyaan Reza.

Tok...tok...tok..

"Winda, Win buka ini aku," ucap Fera sampai berulang kali ia mengetuk pintu namun tak kunjung ada jawaban.

"Tidak ada orangnya di dalam," ucap Reza.

"Sok tau banget," ucap Fera.

"Buktinya sejak tadi kamu ketuk tidak ada yang membukakan pintu kan," ucap Reza.

Fera meraih ponselnya dan menelpon nomer Winda namun tidak ada jawaban.

"Kok tidak aktif sih,"

"Mungkin nomor kamu yang di blok sama dia," ucap Reza.

"Darimana kamu tau," ucap Fera.

"Coba kamu lihat kontaknya,"

"Biasa aja kali kalau di foto profilnya tidak ada fotonya dan status kontaknya tidak di tampilkan," ucap Fera.

"Terserah kamu jika tidak percaya, memangnya ada apa sih," ucap Reza.

"Tidak usah kepo deh," ucap Fera lalu ia mendatangi salah satu rumah tetangga Winda.

"Bu, maaf saya mau tanya Winda ke mana ya bu kok dari tadi tidak ada orang," ucap Fera.

"Tidak tau neng, tadi Winda pergi sama teman ceweknya dan bawa koper," ucap Ibu itu.

"Bawa koper sama teman ceweknya apa jangan-jangan dia Clara," ucap Fera dalam hati.

"Yaudah bu saya permisi dulu," ucap Fera lalu pergi kembali ke depan rumah Winda.

"Kita pergi dari sini," ucap Fera pada Reza, ia pun kembali melanjutkan perjalanan kesebuah tempat.

"Ngapain kita kesini?" Tanya Reza.

"Kamu bisa tidak, jangan terlalu banyak bicara," jawab Fera lalu keluar.

Pagar rumah Clara terlihat di kunci, sepertinya Clara juga tidak ada di rumah. Fera pun kembali ke mobil dengan perasaan kecewa.

"Kamu sedang cari siapa sih," ucap Reza.

"Udah jalan aja," ucap Fera.

Di sepanjang perjalanan tidak pembicaraan di antara Fera dan Reza, mereka hanya diam fokus dengan pemikiran masing-masing.

"Sudahlah tidak usah terlalu di pikirkan, orang yang kamu cari nantinya bakal ketemu apa perlu aku bantu cari dia," ucap Reza dia merasa kasihan dengan Fera.

"Tidak usah," ucapnya singkat.

"Di bantu tidak mau," ucap Reza.

"Siapa juga yang mau bantuan kamu, aku aja jalan sama kamu terpaksa karena papa yang menyuruh," ucap Fera.

"Habisnya dulu kamu pernah bikin kesalahan, izinnya ketemu sama sepupu kamu ternyata malah ke diskotik," ucap Reza.

"Kamu kenapa bisa tau," ucap Fera.

"Papa kamu cerita," ucap Reza.

"Apa!"

Fera pun memukul Reza dengan tasnya karena kesal, lelaki ini malah mencari tentang dirinya ke papanya.

"Kenapa muka kamu berubah begitu, sekarang aku tau kenapa pak Hamdani melarang kamu bertemu dengan teman-teman kamu, Iya itu sebabnya mereka sering ke diskotik, joget-joget tidak jelas, minum-minuman beralkohol. Kamu tau kan kalau seorang wanita itu baik, dia tidak akan mau diajak ke sana," ucap Reza.

"Memang kenapa? Tidak ada masalah kan, selama pengunjung datang untuk melakukan hal-hal positif dan bersantai namun tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat haram," ucap Fera.

"Terserah kamu," ucap Reza.

"Sudah antarkan aku pulang saja," ucap Fera.

"Ok,"

Namun saat di tengah perjalanan ia seperti melihat Winda di sana.

"Berhenti,"

"Apalagi sih,"

Fera pun langsung turun namun sosok yang mirip Winda itu ternyata sudah tidak ada, ia pun kembali ke mobil.

"Kenapa?" Tanya Reza.

"Tidak ada apa-apa," jawab Fera.

Reza hanya fokus menyetir tanpa berbicara lagi, dalam hatinya dia begitu menyadari kalau Fera sedang bingung tapi gadis itu hanya diam tak banyak bicara padahal dirinya siap membantu.

"Sudahlah tidak ada gunanya menelpon nomor yang sudah tidak aktif lagi, buang-buang waktu tau gak," ucap Reza.

"Kamu bisa tidak sih fokus saja nyetir tidak usah banyak tanya," ucap Fera.

Ia kemudian mengeluarkan Earphone untuk mendengarkan musik, ia memutarnya sangat kencang agar suara Reza tak terdengar lagi di telinganya.

Tak butuh waktu lama mereka sampai di rumah Fera, ia pun langsung keluar dari mobil seketika

Reza mengikuti Fera.

"Eh tunggu ucapkan salam dulu kalau masuk rumah," ucap Reza saat ia menarik tangan Fera, refleks saja Fera membuka Earphone nya dan memandang wajah Reza lalu melepas tangannya Reza.

"Apaan sih," ucap Fera.

"Jika kamu wanita yang punya adab, kamu tau kan adab masuk rumah," ucap Reza.

"Iya tau lah,"

"Lalu kenapa masih menggunakan Earphone, lepas dulu dan matikan ponselnya," ucap Fera.

"Tidak usah ngatur-ngatur deh, memangnya kamu itu siapa sih di sini," ucap Reza.

"Bukan siapa-siapa," ucap Reza.

"Dasar lelaki gak jelas," ucap Fera lalu naik ke teras rumah.

Reza menggelengkan kepalanya melihat tingkah Fera.

Episodes
1 Wanita keras kepala
2 kabur
3 Terpaksa berangkat ke kantor
4 kedatangan teman
5 Fitnah dari Winda
6 Bertemu laki-laki menyebalkan
7 sosok Reza
8 Minta maaf
9 kedatangan Milani
10 Bertemu Winda
11 kedatangan Clara
12 kemana Winda ?
13 Tidak bisa membantu
14 Semakin bikin kesal
15 perjodohan
16 Bertemu Reza
17 Alasan
18 haruskah mengalah
19 terlalu sunyi
20 Keinginan Reza
21 pertemuan
22 pertemuan keluarga
23 Dia orang baik
24 Rumah sakit
25 berdebat lagi?
26 Di antar pulang
27 Rencana Milani dan Reza
28 pergi berlibur
29 perjalanan yang indah
30 Tiba di sebuah Rumah
31 Jalan berdua
32 kapan akurnya
33 jangan ganggu
34 Ada apa dengan hati.
35 Rasa yang tersimpan
36 Saling memendam rasa
37 janji
38 Arti sebuah cinta menurut Fera
39 Bingung
40 Firasat buruk
41 Terjatuh
42 tersesat
43 Mencari keberadaan Fera
44 Di temukan
45 Sadarkan diri
46 Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47 Surat dari sosok misterius
48 Bunga dari seseorang
49 kembali
50 Mengungkapkan Rasa
51 Bab 51
52 Bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 part 65
66 part 66
67 part 67
68 part 68
69 part 69
70 part 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 Bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 Episode 87
88 Bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Wanita keras kepala
2
kabur
3
Terpaksa berangkat ke kantor
4
kedatangan teman
5
Fitnah dari Winda
6
Bertemu laki-laki menyebalkan
7
sosok Reza
8
Minta maaf
9
kedatangan Milani
10
Bertemu Winda
11
kedatangan Clara
12
kemana Winda ?
13
Tidak bisa membantu
14
Semakin bikin kesal
15
perjodohan
16
Bertemu Reza
17
Alasan
18
haruskah mengalah
19
terlalu sunyi
20
Keinginan Reza
21
pertemuan
22
pertemuan keluarga
23
Dia orang baik
24
Rumah sakit
25
berdebat lagi?
26
Di antar pulang
27
Rencana Milani dan Reza
28
pergi berlibur
29
perjalanan yang indah
30
Tiba di sebuah Rumah
31
Jalan berdua
32
kapan akurnya
33
jangan ganggu
34
Ada apa dengan hati.
35
Rasa yang tersimpan
36
Saling memendam rasa
37
janji
38
Arti sebuah cinta menurut Fera
39
Bingung
40
Firasat buruk
41
Terjatuh
42
tersesat
43
Mencari keberadaan Fera
44
Di temukan
45
Sadarkan diri
46
Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47
Surat dari sosok misterius
48
Bunga dari seseorang
49
kembali
50
Mengungkapkan Rasa
51
Bab 51
52
Bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
part 65
66
part 66
67
part 67
68
part 68
69
part 69
70
part 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
Bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
Episode 87
88
Bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!